Baca Juga

Jumat, 13 November 2020

Temu Ramah Kepala BNNP Aceh dengan Pemkab Bireuen dan Komunitas Sepeda

BY GentaraNews IN



Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bireuen menggelar Talkshow P4GN dengan mengusung tema #hidup100persen bersama Komunitas Sepeda di Kabupaten Bireuen dengan narasumber Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Drs Heru Pranoto M.Si Bupati Bireuen, Kapolres, DPRK dan Tokoh Agama. Jum'at (13/11/20).

Dalam sambutan nya, Kepala BNNP Aceh mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Bireuen atas jamuan dan dukungan nya dalam Program P4GN, sebagaimana diketahui kabupaten bireuen merupakan satu-satunya yang mendapatkan penghargaan P4GN dari BNN RI dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2020. Serta kepada komunitas sepeda yang terus menggelorakan kampanye hidup 100% sadar, sehat, produktif dan bahagia dengan bersepeda keliling ke desa-desa.

Kegiatan berlangsung di ruang tamu pendopo bupati bireuen diawali makan malam bersama dengan di hadiri Forkopimda Kabupaten Bireuen, Kepala BNNK Sabang, Kepala BNNK Pidie Jaya, Kepala BNNK Pidie, Kepala BNNK Lhokseumawe dan Kepala BNNK Langsa.

Dalam acara tersebut juga disematkan pin relawan dan juga penyerahan plakat kepada masing-masing komunitas sepeda yang diserahkan secara simbolis kepada Ketua ISSI (Ikatan Sepeda Sport Indonesia) Kabupaten Bireuen.(LEP)







Jagung Jadi Solusi “Program GDAD” Di Kabupaten Bireuen

BY GentaraNews IN

Sebagai solusi terbaik untuk merubah mindset dan kebiasaan masyarakat menanam ganja, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia kembali mengoptimalisasi Program Grand Design Alternative Development (GDAD) di wilayah – wilayah yang rentan akan bahaya narkotika, salah satunya di Kabupaten Bireuen.

Melalui program GDAD tersebut, masyarakat dapat melakukan pengembangan komoditi alternatif pengganti tanaman narkotika jenis ganja dengan tanaman produktif yang memiliki nilai jual tinggi dan tidak melanggar hukum.

Salah satu lokasi yang menjadi pilot project dari program GDAD yang dilakukan satker Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat adalah di wilayah Kabupaten Bireuen dengan jumlah lahan yang diolah menjadi lahan produktif sebanyak 30 hektar lahan yang terdiri dari 10 hektar di Dusun Teupin Panah, Balee Daka, 5 Gampong Meunasah Bungo, dan 15 hektar Blang Samagadeng. Hal ini merupakan bentuk sinergi Implementasi GDAD sejak tahun 2019 dan juga sebagai bentuk Rencana Aksi Penguatan GDAD dalam Impres Nomor 2 tahun 2020.

Di sela-sela Kegiatan Bimtek “Life Skill” bagi masyarakat pedesaan di Balee Daka, Kab. Bireuen, Direktur Pemberdayaan Alternatif Brigjen Pol Teguh Iman Wahyudi S.H., M.M, berkesempatan langsung mengunjungi lahan penanaman jagung seluas 10 Hektar yang berada di Dusun Teupin Panah, Balee Daka dan Gampong Meunasah Bungo. Jum'at (13/11/20)

Di lahan seluas 10 hektar tersebut rencananya akan ditanami jagung bantuan dari Dinas Pertanian Provinsi Aceh, dimana bantuan bibit dan saprodi sudah diterima namun belum ditanami sembari menunggu datangnya musim hujan.

Namun lahan masih dalam pembersihan dan selanjutnya siap untuk ditanami. Sedangkan lahan yang terletak Gampong Meunasah Bungo sekitar 5 hektar yang sudah ditanami jagung, baru 4 hari ditanam oleh warga sehingga baru tumbuh tunas kecil dibibitnya.

Direktur Dayatif juga mengunjungi masyarakat binaan yang dulu pernah dilatih life skill pada tahun 2019 yang dilatih membuat kawat bronjong.

Program ini cukup membuahkan hasil karena mulai bermunculan pengusaha lokal seperti Bapak Harmaili yang menampung hasil pembuatan kawat bronjong dari masyarakat sekitar.

Direktur Dayatif juga menyempatkan diri meninjau warga yang membuat batako hasil pelatihan life skill tahun 2019 oleh BNNK Bireuen. Usaha batako tersebut masih terus digeluti hingga saat ini. Kebanyakan pesanan datang dari warga lokal Kabupaten Bireuen.

“Saya berharap masyarakat dapat memajukan pertanian yang positif, menggunakan lahan yang telah diberikan oleh pemerintah ini dengan maksimal dan berharap dikemudian hari warga sudah bisa menikmati hasil dari bantuan ini tanpa mengajukan bantuan yang kedua dan seterusnya”, ujar Direktur Dayatif Drs.Teguh menutup wawancaranya. 

Program Pelaksanaan Grand Design Alternative Development (GDAD Tahun 2016-2025. Banyak agenda yang telah dilaksanakan oleh BNNP Aceh dalam rangka menyukseskan kegiatan GDAD yang dipelopori oleh BNN RI sebagai proyek percontohan nasional di Indonesia.

Program GDAD yang di desain adalah program khusus untuk mengubah dan mengubah tanaman menjadi tanaman produktif dan mengubah penanam ganja menjadi petani produksi unggulan diberbagai sektor pertanian.

Proyek Percontohan Nasional BNN RI senantiasa mendampingi BNN RI dalam hal ini diwakili oleh ke-Deputi-an Dayamas melakukan data data awal dilapangan, diskusi kelompok fokus, dialog membangun sinergitas dan rapat koordinasi dengan stakeholder di Provinsi Aceh.

Kondisi yang diharapkan dengan munculnya GDAD 2016-2025 ini adalah terwujudnya Aceh yang bersih dari produksi ganja dan sejahtera. Melalui GDAD ini, BNN, K / L, Pemerintah Aceh, dunia usaha dan komponen dapat bersinergi dalam pengembangan sosial budaya, menegakkan lingkungan dan ketertiban, menjaga lingkungan dan hutan serta meningkatkan ketahanan pangan dan membangun agrowisata di Provinsi Aceh, khususnya di tiga kabupaten. (LEP)







Sumber : Biro Humas dan Protokol BNN RI

Polres Rejang Lebong Amankan 4 Orang Terduga Bandar Sabu

BY GentaraNews IN

Polres Rejang Lebong berhasil menangkap 4 tersangka bandar Narkoba di Jalan Lintas Curup- Lubuk Linggau Desa Air Apo Kecamatan Binduriang. Para tersangka yang diamankan inisial DF (33) Warga Desa Air Apo Kec Binduriang, Seorang Ibu Rumahtanggal berinisial SE (28) Warga Desa Air Apo. MR (37)warga Jalan Sawa Baru Kelurahan Jalan Baru, Curup Kota dan AN (35) warga Talang Babatan Kecamatan Seberang Musi Kepahiang.


Kapolres Rejang Lebong, AKBP Puji Prayitno, mengatakan, "ke 4 tersangka tersebut ditemukan barang bukti berupa 1 Paket besar narkotika jenis Sabu Sabu, 4 paket Sedang Narkotika jenis Sabu-sabu, 23 Paket kecil Narkotika jenis sabu, 1 unit timbangan digital warna hitam, 2 buah korek api gas, 1 buah skop warna merah muda dan uang senilai Rp 1.565.000, 1 unit hp merk Vivo y 15 warna biru, 1 unit hp merk oppo a92 warna biru ungu serta 1 lembar kantong plastik warna hitam," jelasnya dalam keterangan tertulis Jumat (13/11/20)

“Ke empat tersangka ini sudah kita amankan ke Mapolres Rejang Lebong untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kapolres

"Pengungkapan ke 4 tersangka tersebut berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa akan terjadi transaksi narkoba di wilayah Jalan Lintas Curup- Lubuk Linggau. Mendapat informasi ini, tim Sat Narkoba Polres Rejang lebong langsung melakukan penyelidikan. Setelah memastikan bahwa ciri ciri pelaku sesuai dengan informasi yang didapatkan, Tim Sat Narkoba pun melakukan penangkapan terhadap ke 4 tersangka " tambah Kapolres

“Pada saat petugas melakukan pengeledahan, petugas pun mendapati barang bukti dari tangan tersangka dan tersangka juga mengakui bahwa barang tersebut adalah miliknya,” kata Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya penidakan terhadap penyalahgunaan Narkotika diwilayah Hukum Polres Rejang Lebong.

“Kami berharap masyrakat terlibat dalam melakukan pemberantasan peredaran narkoba di Wilayah Hukum Polres Rejang Lebong. Sekecil apa pun informasi dari masyarakat terkait peredaran narkoba ini sangat kami harapkan karena penyalahgunaan narkotika ini akan berdampak besar bagi masyarakat,” pungkas Kapolres.

Tersangka bersama saksi, katanya, saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik guna mengetahui asal barang serta mengungkap jaringan peredaran narkoba di wilayah itu. (LEP)

Pelajar Urutan Dua Tertinggi Pengguna Narkoba Di Cirebon

BY GentaraNews IN


Cirebon dianggap lokasi strategis bagi kurir narkoba untuk sakadar melepas lelah. Sebelum lanjut antar barang haram ke lokasi tujuan.

Mayoritas akan dikirim ke luar Jawa Barat. Sasaran utamanya menuju pariwisata terbesar di Indonesia. Yakni Bali. 

“Di Cirebon hanya singgah sebentar untuk istirahat,” ujar Kepala BNN Kota Cirebon Yaya Satyanagara kemarin. 

Sementara di wilayah Cirebon penggunaan narkotika jenis sabu masih sulit dicari. Selain diakui pola penyebaran yang belum bisa diendus secara menyeluruh dan masif. Yang pasti, kasus di Cirebon tak jauh dari obat-obatan murah. Pola penyebaran sistem tempel. Ketemu di satu tempat yang telah disepakati. Pastinya sepi.


“Orang Cirebon maboknya murah. Belinya miras oplosan, lem aibon, obat-obatan,” katanya.

Pelajar menempati urutan dua tertinggi sebagai pengguna narkoba yang paling banyak direhabilitasi di Kota Cirebon. Posisi pertama ditempati oleh pekerja. Disusul mahasiswa dan pengangguran.

Statistik itu merujuk pada data BNN Kota Cirebon sepanjang tahun 2019 dan akhir Oktober 2020 kemarin. Dengan jumlah total penyalahgunaan yang direhabilitasi sepanjang dua tahun kurang itu, mencapai 75 orang. 39 di antaranya tahun 2019.

Sementara jenis narkoba yang digunakan bermacam-macam. Mulai dari sabu, ganja, putau dan paling banyak obat-obatan. Rentang usia variatif. Mayoritas 21 hingga 30 tahun. Urutan dua tertinggi adalah usia 11 hingga 20 tahun.

Kasat Narkoba Polres Cirebon Kota (Ciko) Iptu Muhammad Ilham mengatakan, penyebaran narkoba di wilayah hukumnya terpola khusus. Di setiap wilayah memiliki potensi penyebaran. Paling umum diungkap adalah sabu-sabu dan obat-obatan yang masuk daftar G.

BNN Amankan 141 Kg Ganja 5 Orang DItagkap

BY GentaraNews IN


Badan Narkotika Nasional RI menangkap lima orang terkait kasus narkoba di Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 141 kilogram ganja kering yang disita dalam penangkapan ini. 

"Tersangka lima orang. Barang bukti narkotika ganja kering berat 141 kg," ujar Deputi Bidang Pemberantasan BNN Arman Depari kepada wartawan, Jumat (13/11/2020). 

“Ada dua lokasi barang bukti ganja ditemukan di Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Medan Tuntungan, Medan. Lokasi kedua yakni di Gudang Kapur, Kelurahan Asam Kumbang, Medang Selayang. Kelima tersangka itu adalah Amril, Zulfikar, Suwarti, Surya Agustami, dan Salamudin.” Ungkap Arman Depari

“Penangkapan berawal dari informasi soal pengiriman ganja dari Aceh ke Medan. Tim BNN kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap Amril, saat mengendarai sepeda motor, karean dicurigai membawa ganja.” Jelas Arman Depari 


"Setelah digeledah, ditemukan ganja 5 kg. Atas keterangan Amril, tim mengembangkan kasus tersebut," Tambah Arman Depari 

Tim BNN kemudian bergerak ke lokasi lain. Setelah melakukan pemeriksaan, tim BNN menemukan 136 kg ganja yang ditanam dalam tanah. 

"Barang Bukti narkotika ganja kering total berat 141 kilogram, sepeda motor, dan handphone," ungkapnya.

"Selanjutnya tim melakukan penangkapan terhadap empat tersangka yang lainnya, saat ini tim masih mengembangkan jaringannya," tutur Arman. (LEP)






Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga