Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas unsur dalam menjaga stabilitas
sosial, keamanan, dan kerukunan masyarakat.
Acara yang berlangsung di lingkungan Kantor Walikota Jakarta Timur tersebut
dihadiri Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto, S.Sos., M.Si., jajaran
pejabat Pemkot JakTim, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, BINDA, para camat, serta
perwakilan lembaga kemasyarakatan seperti FKUB, FPK, FKDM, TPPO, TPPA, Tim
Waspada Dini, dan Tim Terpadu Pengawasan Ormas.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Jakarta Timur, Kusmanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Jakarta Timur memiliki tantangan kompleks karena luas wilayah dan keberagaman masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah konflik sosial, tawuran, radikalisme, serta gangguan ketertiban umum.
“Jakarta Timur harus dijaga bersama. Keamanan dan kerukunan tidak bisa hanya
mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen
masyarakat,” ujar Kusmanto.
"Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita saling mengingatkan pentingnya menjaga keamanan. Kita tahu di Jakarta Timur ini banyak sering terjadi konflik, khususnya tawuran, ini salah satu PR (pekerjaan rumah) yang sangat penting. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, kita bisa redakan semua. Kita beri kesadaran kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang tadi yang membawa hal yang tidak baik di wilayah Jakarta Timur," ujarnya.
Sementara itu, Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur Eliazer Hutapea, S.E., M.M, menjelaskan bahwa keberadaan lembaga kemasyarakatan dan tim terpadu memiliki dasar hukum yang jelas, mulai dari UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah hingga regulasi terkait organisasi kemasyarakatan dan kewaspadaan dini.
Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan lembaga menyampaikan aspirasi dan usulan
program, di antaranya pembentukan “Sekolah Kerukunan” untuk mencegah
perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, penguatan sosialisasi
pencegahan tawuran, serta optimalisasi peran FKDM dan FPK hingga tingkat
kecamatan.
Pemkot Jakarta Timur menyambut baik berbagai masukan tersebut dan berkomitmen
menindaklanjutinya melalui koordinasi lintas sektor, khususnya menjelang
momentum rawan seperti bulan Ramadan.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menjaga
Jakarta Timur tetap aman, rukun, dan kondusif melalui dialog, musyawarah, serta
kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat. (LEP).