Baca Juga

Senin, 21 September 2026

Sanfest 2026: Ketika Santri Tak Sekadar Membaca Ayat, tetapi Membacakan Zaman

BY GentaraNews



JAKARTA – Ada cara lain untuk membaca Al-Qur’an. Bukan hanya melalui kajian dan hafalan, tetapi juga dengan melihat bagaimana nilai-nilainya hadir di tengah persoalan kehidupan. Gagasan itulah yang coba dibawa Santri Film Festival (Sanfest) 2026 melalui tema “The Verses in Motion”.


Setelah menggelar festival perdana pada 2025, Sanfest tahun ini hadir dengan jangkauan yang lebih luas. Pesertanya bertambah dan keterlibatan praktisi perfilman lintas negara membuka ruang baru bagi santri untuk mengenal film bukan hanya sebagai industri, tetapi sebagai bahasa untuk menyampaikan gagasan.


Bagi penggagas sekaligus Ketua Komite Sanfest, Neno Warisman, tantangannya justru bagaimana santri mampu melihat kehidupan dari perspektif Al-Qur’an, kemudian menerjemahkannya ke dalam karya yang berbicara kepada masyarakat.


Neno menjelaskan, terdapat dua pendekatan yang dapat digunakan para peserta. Pertama, melihat persoalan sosial dan lingkungan yang ada di sekitar, kemudian mencari gagasan penyelesaiannya melalui perspektif Al-Qur’an. Kedua, mengambil nilai dan hikmah dari kisah-kisah Al-Qur’an untuk kemudian direfleksikan terhadap persoalan kehidupan modern.


“Jadi bukan memindahkan kisah-kisah dalam Al-Qur’an ke dalam film,” kata Neno dalam jumpa pers di Ulik Coffee, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).


Pernyataan itu menjadi penting karena menempatkan santri bukan sekadar sebagai pembuat film bertema keagamaan. Mereka justru diajak menjadi pembaca realitas.


Persoalan yang mereka temui sehari-hari—lingkungan, hubungan sosial, perubahan budaya, hingga problem generasi muda—dapat menjadi bahan untuk menemukan bagaimana nilai Al-Qur’an bekerja dalam kehidupan nyata.


Dari Pesantren ke Layar Lebar


Di titik inilah Sanfest mencoba membuka perspektif baru tentang pesantren. Pesantren tidak hanya dilihat sebagai tempat pendidikan agama, tetapi juga sebagai ruang lahirnya gagasan dan kreativitas.


Kehadiran Niniek L. Karim sebagai juri, Festival Director Gus Achmad dan Fadhil, serta Mario Irwinsyah menunjukkan adanya pertemuan antara pengalaman pesantren dengan dunia perfilman.


Sementara Syakir Daulay, yang hadir dalam jumpa pers, membawa pengalaman personalnya sebagai seseorang yang pernah menjalani kehidupan di pesantren sebelum dikenal sebagai aktor.


Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan seorang santri tidak harus berhenti pada ruang-ruang tradisional. Pengetahuan, pengalaman, dan nilai yang diperoleh selama mondok dapat menemukan bentuk baru melalui berbagai bidang kreatif, termasuk perfilman.


Film sebagai Cara Baru Berdakwah?


Sanfest juga membuka pertanyaan yang lebih luas: apakah film dapat menjadi salah satu cara menyampaikan nilai-nilai Islam kepada masyarakat modern?


Jawabannya tidak harus selalu berupa film dakwah yang menyampaikan pesan agama secara langsung. Justru, pendekatan yang ditawarkan Sanfest memungkinkan sebuah film berbicara tentang persoalan kemanusiaan, lingkungan, keadilan sosial atau kehidupan anak muda, tetapi nilai yang mendasarinya bersumber dari hikmah Al-Qur’an.


Dengan pendekatan tersebut, pesan keagamaan tidak harus selalu hadir dalam bentuk nasihat. Ia bisa hadir melalui cerita, karakter, konflik, pilihan manusia, dan realitas kehidupan.


Di sinilah tema “The Verses in Motion” mendapatkan maknanya: ayat tidak berhenti sebagai teks yang dibaca, tetapi menjadi nilai yang bergerak dalam kehidupan.



Sanfest 2026 pada akhirnya bukan sekadar festival film untuk santri. Ia menjadi ruang pertemuan antara pesantren, Al-Qur’an, persoalan zaman, dan bahasa sinema.


Dan dari ruang itu, santri ditantang untuk melakukan sesuatu yang lebih besar: bukan sekadar menceritakan kembali apa yang sudah ada, melainkan membaca kehidupan dengan nilai yang diyakininya, lalu mengubah pembacaan itu menjadi sebuah karya yang dapat dilihat dan dirasakan orang lain.

Minggu, 20 September 2026

KEBERAGAMAN ADALAH KENYATAAN, PEMBAURAN ADALAH PILIHAN, PERSATUAN ADALAH KEKUATAN

BY GentaraNews IN



Jakarta - Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Kebhinnekaan Pelaksanaan Forum Pembauran Kebangsaan di Jakarta Timur yang menghadirkan perwakilan dari bebagai etnis, acara ini dihadiri lebih dari seratur orang, termasuk Walikota Jakarta Timur Dr. H. Munjirin, S.Sos., M.Si. Acara ini berlangsung di Gedung C, Aula Bambu Apus. Kantor Walikota Jakarta Timur. Senin (21/9/2026).

Diantara etnis yang hadir dari Taman Iskandar Muda (Aceh), Bamus Betawi, Ikatan Keluarga Kalimantan Barat, Kerukunan Keluarga Sumatra Utara, Ikatan Keluarga Besar Minang, Musyawarah Kekeluargaan Masyarakat Bangka, Ikatan Masyarakat Sumatra Selatan, Persatuan Masyarakat Riau Indonesia, Kerabatan Propinsi Kepulauan Riau Jabodetabek, Paguyuban Lampungku Indah, Paguyuban Masyarakat Jogya, BPPKB Banten, Paguyuban Jawa Tengah, Warga Jakarta Asal Jawa Timur, Persatuan Warga Kalimantan Timur, Kerukunan Bubuhan Banjar, Ikatan Keluarga Besar Manado, Ikatan Keluarga Sulawesi Selatan, Kerukunan Keluarga Besar Maluku, Front Pemuda Muslim Maluku, Ikatan keluarga Besar Papua, Paguyuban Barapen Noken (Papua Barat), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, Forum Betawi Rempug, Forum Komunikasi Kaum Betawi, Kumpulan Tyang Jeporo, Paguyuban Wong Semarang, Centre Of Study For Indonesia Leadership, Adbi Rakyat. Forum Kewaspaaan Dini Masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Komunikasi Komite Sekolah.

Dalam sambutanya Dr. H. Munjirin, S.Sos, M. Si menyampaikan teriman kasih kepada seluruh jajaran Kesbangpol, Tokoh FKDM, Tokoh FKUB, Tokoh FKKS, Mido Ertana Sembiring, SH, M.Si dari Kasubdit Pembauran dan Sejarah Kebangsaan Direktorat Bina Ideologi, Karakter & Wawasan Kebangsaan Kemendagri serta seluruh Tokoh Etnis.

“Saya sangat mengapresiasi kepada FPK, kami sangat merasakan bermitra dengan FPK Jakarta Timur, terima kasih sebesar-besar nya atas kinerja, dedikasi dan luang waktu kepada masyarakat Jakarta Timur,” ucap Munjirin.


“Mari kita satukan tetad bersatu untuk membangun, menciptakan suasana kondusif, indah dan nyaman sebagai kawasan pemukiman,” tegas Munjirin yang sebelumnya menjabat sebagai Walikota Jakarta Selatan.


Dalam kesempatan ini Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur menerima secara simbolis bantuan uang tunai sebesar Rp. 5 juta rupiah dalam bulan dana PMI sebagai bentuk dukungan kegiatan kemanusiaan.



Sebagai informasi Penduduk Jakarta Timur yang mencapai 3,2 juta lebih dengan kepadatan penduduk 16.622 jiwa per km².dengan luas terluas se Jakarta sekitar 188 KM² yang terdiri dari 10 kecamatan dan 65 Kelurahan.

“Kami apresiasi kepada penduduk Jakarta Timur yang mampu bersinergi dengan baik, Pemerintah secara berkala menyelenggarakan agenda Silaturahmi Kebhinekaan. Kegiatan ini melibatkan para tokoh adat, pemuka agama, dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat komitmen kebangsaan, dalam menyelaraskan persepsi dalam mendukung pembangunan daerah”pungkas Walikota Jakarta Timur.

Kami dari Kemendagri menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada FPK priode 2021-2026, dimana untuk kepengurusan priode ke 3 kelak dapat lebih baik dalam melaksanakan kegiatan,” jelas Mido Ertana Sembiring, SH, M.Si

Dalam paparanya Mido Ertana Sembiring, SH, M.Si dari Kasubdit Pembauran dan Sejarah Kebangsaan Direktorat Bina Ideologi, Karakter & Wawasan Kebangsaan Kemendagri menyampaikan Paguyuban daerah adalah wadah masyarakat yang berasal dari daerah yang sama. Di Jakarta yang sangat beragam, paguyuban tidak hanya menjaga budaya asal, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat persatuan, toleransi dan kehidupan bersama sebagai warga kota dan warga negara.

Jakarta merupakan ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang daerah, budaya, bahasa dan identitas yang beragam.

7 peran strategis paguyuban daerah, Sebagai Kekuatan Sosial dalam Membangun DKI Jakarta yang Harmonis, Inklusif dan Maju


1. Menyampaikan informasi kebijakan kepada masyarakat.
2. Menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
3. Berkolaborasi dengan FPK
4. Melibatkan generasi muda dalam kegiatan budaya, dialog lintas komunitas dan kegiatan sosial
5. Mengembangkan konten digital tentang keberagaman
6. Jejaring antar paguyuban menjadi modal sosial dalam menghadapi tantangan
7. Bersama mencegah berbagai ancaman


Sehingga dampak yang diharapkan, Meningkatnya toleransi dan kohesi sosial, Terjaganya kerukunan antar warga, Terciptanya Jakarta yang aman, damai dan inklusif, Kuatnya persatuan dalam keberagaman, Terwujudnya Indonesia Maju.

Acara diakhiri dengan foto bersama, ramah tamah dengan walikota dengan perwakilan etnis, ramah tamah antar etnis dan makan siang bersama. (LEP)

Jumat, 18 September 2026

LESBUGA LAKUKAN AUDIENSI DI KANTOR WALIKOTA JAKARTA TIMUR, SIAP GELAR FESTIVAL TARI RATOH JAROE

BY GentaraNews



JAKARTA – Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) menggelar audiensi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terkait rencana pelaksanaan kegiatan Festival Tari Ratoh Jaroe. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Haji Naman, Lantai 2 Kantor Walikota Jakarta Timur, pada Jumat (18/9/2026).

Audiensi ini dihadiri oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, perwakilan Suban Kesbangpol, Suku Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Wakil Camat Cipayung, Kepala Bagian Kesra, Kepala Bagian Umum dan Protokol, serta Lurah Kelurahan Setu.

Rombongan LESBUGA dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Aris Nosar, S.Pd., didampingi Penasihat Zulkifli Ibrahim dan Fikar Weda, Ketua Panitia Le Putra, serta Rusman Gayo.

Kegiatan Festival Tari Ratoh Jaroe direncanakan berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 23, 24, dan 25 November 2026 bertempat di Gedung C Aula Bambu Apus, Kompleks Kantor Walikota Jakarta Timur. Ajang ini terbuka untuk seluruh siswa tingkat SLTP dan SLTA se-Jabodetabek, dengan memperebutkan Piala Tetap Walikota Jakarta Timur.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian Kesra Yan Murdiono, S.E., M.Si. memimpin jalannya audiensi, memperkenalkan seluruh perangkat daerah yang hadir, dan menyambut baik kehadiran ormas yang terdaftar di lingkungan Kesbangpol Jakarta Timur yang bergerak di bidang pelestarian seni budaya.

"Kami mendukung penuh rencana kegiatan Festival Tari Ratoh Jaroe, bazar kuliner dan UMKM ini. Silakan sampaikan segala kebutuhan Bapak secara tertulis kepada kami," ujar Yan Murdiono.

Sementara itu, Ketua Umum LESBUGA Aris Nosar, S.Pd. menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jakarta Timur di bawah kepemimpinan Walikota Dr. Munjirin, S.Sos., M.Si. atas sambutan dan dukungan yang diberikan.

"Kami akan segera menyiapkan seluruh dokumen dan kebutuhan kegiatan, lalu menyampaikannya secara tertulis kepada Pemerintah Kota," tegas Aris.

Dukungan ini menjadi langkah awal dan dorongan besar bagi LESBUGA untuk menyukseskan Festival Tari Ratoh Jaroe yang tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan seni budaya khas Aceh kepada generasi muda dan masyarakat luas di wilayah Jabodetabek. (LEP)








 

Jumat, 11 September 2026

Alumni Menwa Universitas Pancasila Gelar Silaturahmi Akbar, Perkuat Soliditas dan bangun Komunikasi

BY GentaraNews IN


JAKARTA — Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) periode 2026–2030 menggelar Silaturahmi Akbar Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Pancasila. Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 alumni tersebut berlangsung di Aula Universitas Pancasila, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat soliditas, serta membangun komunikasi antar sesama alumni Resimen Mahasiswa Universitas Pancasila dari berbagai angkatan.

Sejumlah pimpinan dan tokoh Universitas Pancasila serta alumni Menwa hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M., Ketua Umum PP Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) H. Mori Hanafi  S.E., M.Com  yang juga Ketua Dewan Pembina Ika Menwa Univesitas Pancasila Yon 5/GS., Wakil Rektor Universitas Pancasila Dr. Muhammad Rizy Aldika, S.H., M.Kn., Sekjen PP Keluarga Alumni Universitas Pancasila Holio Yos, S.E., M.M., Senior Menwa Dr. Syamsul Rizal, S.E., M.M., Ketua KAUP Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Achnasul Qosasih, CSFA, CFrA, serta Anggota Kehormatan IARM Pancasila Ir. H. Indra Utama, M.PWK., IPU.

Dalam kegiatan tersebut juga dibacakan Surat Keputusan Ketua Ikatan Keluarga Alumni Resimen Mahasiswa Universitas Pancasila.



Dalam sambutannya Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Universitas Pancasila yang juga Ketua Korwil. Ika Seroja Menwa Timtim. DKI Jaya, Teuku Arifin, S.H., M.H., menyampaikan salam hormat kepada seluruh alumni Resimen Mahasiswa yang hadir serta seluruh tamu undangan.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang dihadapi dalam membangun kembali komunikasi alumni Menwa adalah pendataan anggota dan alumni yang belum sepenuhnya terdokumentasi.

“Ada kesulitan yang kami hadapi, karena komunitas Menwa susah dicari data-datanya. Hari ini baru terdata 602 orang,” jelas Teuku Arifin.

Menurutnya, pendataan alumni menjadi hal penting agar seluruh anggota dan alumni Menwa dari berbagai angkatan dapat terhubung dan berkomunikasi dalam satu wadah.

Teuku Arifin juga mengungkapkan adanya dorongan dari Rektor Universitas Pancasila untuk membentuk kembali Menwa dengan generasi baru yang mampu memberikan kontribusi dan berkiprah di tingkat nasional.

“Kami sudah berjumpa dengan Bapak Rektor. Beliau menginginkan pembentukan Menwa baru yang mampu berkiprah pada tingkat nasional,” tegas Arifin.

KAUP Dorong Alumni Semakin Solid


Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) Mori Hanafi, S.E., M.Com., mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat persatuan dan soliditas alumni Universitas Pancasila.

Menurut Mori, para alumni Universitas Pancasila kini telah tersebar di berbagai bidang profesi sehingga dibutuhkan wadah komunikasi yang mampu mempertemukan seluruh alumni.


“Kita alumni Universitas Pancasila terpecah dalam berbagai profesi. Kita diundang agar kita solid, ada take and give, agar bisa mengajak teman-teman seangkatannya dalam wadah Keluarga Alumni Universitas Pancasila,” ujarnya.

Ia juga mendorong para komandan satuan Resimen Mahasiswa dari berbagai angkatan untuk membantu proses pengumpulan dan pemutakhiran data alumni.

Pendataan tersebut diharapkan dapat memudahkan komunikasi dan memberikan akses informasi kepada seluruh alumni Menwa Universitas Pancasila.
Rektor: Momentum 60 Tahun UP Harus Tinggalkan Legacy

Rektor Universitas Pancasila Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M., turut menyampaikan sejumlah perkembangan dan kegiatan Universitas Pancasila dalam momentum usia ke-60 tahun.

Pada tahun 2026, Universitas Pancasila memperingati ulang tahun ke-60 dengan mengusung tema “Sinergi Kampus dan Masyarakat Membangun Budaya Pilah Sampah dari Sumber.”

Menurut Adnan Hamid, momentum tersebut diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan sivitas akademika dan masyarakat.


“Ada kegiatan yang diikuti 500 orang mengikuti skrining tes kesehatan, baik dosen maupun mahasiswa,” jelas Adnan Hamid.

Ia menambahkan, peringatan 60 tahun Universitas Pancasila menjadi momentum untuk menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kampus sekaligus masyarakat.


“Momentum 60 tahun Universitas Pancasila pun menjadi langkah nyata untuk menghadirkan legacy program yang tidak hanya berdampak bagi lingkungan kampus, tetapi juga memperkuat kolaborasi dengan masyarakat sekitar,” tambah Rektor Universitas Pancasila.

Silaturahmi Akbar Alumni Resimen Mahasiswa Universitas Pancasila ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Para alumni dari berbagai angkatan saling bertukar pengalaman dan memperkuat jejaring komunikasi.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama dan makan siang bersama sebagai bagian dari rangkaian silaturahmi antaralumni Resimen Mahasiswa Universitas Pancasila.

Selasa, 08 September 2026

Tali Kasih Seusama Peduli Untuk M. Alif, Balita Korban Kecelakaan Saat Banjir Aceh

BY GentaraNews

 


Jakarta — Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan oleh SEUSAMA PEDULI melalui penyerahan tali kasih kepada M. Alif, seorang anak berusia 2,5 tahun yang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta. Senin (7/9/2026) 

Menurut Ketua Umum. Seusama Zulkifli Ibrahim, bantuan tersebut merupakan dana yang berhasil dihimpun melalui kegiatan Pengajian Seusama dan diserahkan kepada M. Alif melalui orang tuanya, Herizal.


"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga selama mendampingi proses pengobatan sang buah hati," Jelas Zulkifli Ibrahim. 


M. Alif merupakan pasien yang mengalami luka berat di bagian kepala akibat kecelakaan saat musibah banjir yang melanda Aceh pada 2025. Saat bersama keluarganya berupaya menyelamatkan diri dari banjir, M. Alif tertarik oleh sebuah sepeda motor hingga mengalami luka parah di bagian kepala.


Dalam kejadian tersebut, dua kakaknya juga berada bersamanya. Salah seorang kakaknya bahkan sempat terjatuh ke dalam gorong-gorong, namun berhasil diselamatkan.

Setelah kejadian, M. Alif segera dibawa ke RS Cut Meutia Lhokseumawe untuk mendapatkan penanganan medis. Di rumah sakit tersebut, M. Alif menjalani beberapa kali operasi. Namun, kondisi kesehatannya kemudian terus menurun dan terjadi infeksi sehingga akhirnya dirujuk ke RS Zainal Abidin, Banda Aceh.

Setelah menjalani perawatan di RS Zainal Abidin, kondisi M. Alif belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan. Keluarga kemudian berinisiatif mencari alternatif penanganan dengan membawa M. Alif ke Jakarta setelah memperoleh informasi mengenai fasilitas dan penanganan medis di RS PON.

Dengan bantuan pinjaman dana dari sejumlah keluarga, M. Alif akhirnya dibawa ke Jakarta dan menjalani observasi di RS PON. Pada hari kedua setelah dilakukan observasi, tim medis melakukan tindakan operasi.


Operasi tersebut menjadi operasi ke-9 yang dijalani M. Alif dalam rangkaian penanganan medis sejak di RS Cut Meutia, RS Zainal Abidin, hingga RS PON.



Seusama Peduli Terus Mendampingi M. Alif berasal dari keluarga kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan kehidupan sebagai petani di Desa Trieng, Matang Kuli, Aceh. Kondisi tersebut membuat perjalanan pengobatan di Jakarta menjadi tantangan besar bagi keluarga.


"Seusama Peduli menyatakan akan terus mendampingi keluarga selama M. Alif menjalani perawatan di Jakarta. Selain penyerahan tali kasih, SEUSAMA PEDULI juga terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut membantu melalui donasi," tambah Zulkifli Ibrahim.


Data pasien:

Nama: M. Alif

Usia: 2,5 tahun

Orang tua: Herizal

Asal: Desa Trieng, Matang Kuli, Aceh Utara

Perawatan: Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta

Bagi masyarakat yang ingin turut membantu:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

No. Rekening: 765 7676 769

Atas Nama: SEUSAMA

Seusama Peduli mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan bagi M. Alif dan keluarganya.

"Semoga setiap uluran tangan menjadi jalan kebaikan, meringankan beban keluarga, serta memberikan kekuatan dan semangat bagi M. Alif untuk menjalani proses pengobatan hingga memperoleh kesembuhan," pungkas Ketua Umum Seusama. (LEP)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga