Baca Juga

Sabtu, 20 Juni 2026

Teddy Indra Wijaya Terima Kunjungan Kepala BNN RI

BY GentaraNews



JAKARTA – Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya, menerima kunjungan dan mengadakan pertemuan resmi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, di lingkungan Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Sabtu (20/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas secara mendalam koordinasi strategis dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika yang terus berkembang dan semakin canggih, khususnya di wilayah-wilayah perkotaan besar di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kepala BNN menyampaikan berbagai capaian dan prestasi yang telah dicapai oleh lembaganya. Di antaranya adalah keberhasilan dalam pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika serta penyitaan berbagai jenis barang terlarang sebelum sempat beredar dan merugikan masyarakat luas.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius adalah isu penyalahgunaan rokok elektronik atau vape. Hal ini dikarenakan alat tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana penyalahgunaan zat berbahaya. Oleh sebab itu, peningkatan edukasi dan pemahaman masyarakat, khususnya bagi generasi muda, menjadi prioritas utama yang perlu terus didorong.

Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen untuk senantiasa memperkuat sinergi dan kolaborasi antarlembaga terkait, sekaligus meningkatkan kualitas penyuluhan dan informasi kepada masyarakat. Langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk melindungi generasi penerus bangsa, serta mewujudkan Indonesia yang bersih, aman, dan bebas dari ancaman narkoba. (LEP)

 

 

Kamis, 18 Juni 2026

BNN RI Anjangsana Kepada Komjen Pol. (Purn.) Heru Winarko

BY GentaraNews


Masih dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melaksanakan kegiatan anjangsana kepada Kepala BNN pada masanya. Kali ini, rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI, Irjen Pol Tantan Sulistyana, mengunjungi kediaman Komjen Pol. (Purn.) Heru Winarko di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (18/6). 

Kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari upaya BNN untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menghormati dedikasi dan pengabdian para pemimpin yang telah berkontribusi dalam perjalanan kelembagaan BNN. 

Sebagai Kepala BNN RI periode 2018–2020, Heru Winarko berbagi pandangan mengenai pentingnya memperkuat sinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Menurutnya, keberhasilan program pemberantasan narkotika memerlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah. 

Beliau menekankan bahwa kelurahan merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pencegahan narkotika. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada dukungan administratif semata, melainkan diikuti dengan tindak lanjut dan implementasi yang nyata di lapangan. 

Sestama menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan pandangan yang diberikan. Menurutnya, pengalaman serta pemikiran para Kepala BNN pada masanya menjadi referensi berharga dalam memperkuat langkah BNN menghadapi tantangan narkotika yang semakin kompleks. 

Melalui kegiatan anjangsana ini, BNN berharap semangat pengabdian dan kolaborasi yang telah dibangun para pendahulu dapat terus menjadi inspirasi dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). (LEP)



Sumber : Biro Humas Dan Protokol BNN RI

Anjangsana Kepala BNN RI Kepada Komjen Polisi (Purn.) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si

BY GentaraNews IN ,



JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026, kegiatan anjangsana kepemimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia terus dilaksanakan melalui kunjungan silaturahmi dan penghormatan kepada tokoh yang telah berkontribusi besar dalam sejarah pembentukan institusi ini. Kamis (18/6/2026)

Dari BNN RI yang dipimpin oleh Inspektur Utama BNN, Dicky Kusumawardhana, didampingi oleh Inspektur I Heru Tri Sasono, Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi Augustinus B. Pangaribuan, serta Direktur Advokasi Tatiek Sufahriani, melaksanakan kunjungan resmi ke kediaman Komjen Polisi (Purn.) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si. Beliau merupakan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN pada periode 2002–2004.

Kunjungan ini merupakan pelaksanaan amanat dari Kepala BNN RI, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, guna menyampaikan rasa hormat tinggi serta apresiasi mendalam atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh Komjen Polisi (Purn.) Togar M. Sianipar dalam perjalanan sejarah awal berdirinya BNN.

Di kesempatan tersebut, Komjen Polisi (Purn.) Togar M. Sianipar beserta istrinya menyambut dengan hangat rombongan BNN di kediamannya yang berlokasi di Jakarta Selatan. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi momen perkenalan kembali, melainkan wadah berbagi pengalaman yang sarat makna, di mana seluruh pihak saling bertukar pandangan mengenai tantangan dan strategi penanganan permasalahan narkotika di masa kini.

Dalam diskusi tersebut, Komjen Polisi (Purn.) Togar M. Sianipar menyampaikan pandangan strategisnya. Beliau menekankan bahwa upaya pencegahan harus terus dimasifkan secara berkelanjutan. Menurutnya, selama permintaan terhadap narkotika masih ada di masyarakat, maka peredaran gelapnya akan tetap berlangsung. Oleh sebab itu, penguatan upaya pencegahan harus berjalan seiringan dengan penegakan hukum yang tegas dan konsekuen terhadap jaringan peredaran gelap. Selain itu, beliau juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa demi efektivitas pelaksanaan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi sepanjang karir beliau, rombongan BNN menyerahkan cendera mata kepada Komjen Polisi (Purn.) Togar M. Sianipar. Melalui kegiatan anjangsana ini, BNN RI tidak hanya berhasil mempererat tali persaudaraan dengan para pendahulu yang telah membangun dasar institusi, tetapi juga berhasil menyerap pengalaman dan wawasan berharga yang dapat dijadikan bekal dalam menghadapi tantangan penanganan narkotika yang semakin kompleks dan terus berkembang di masa depan. (LEP)

Selasa, 16 Juni 2026

Anjangsana Kepala BNN RI Kepada Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, S.H., M.M

BY GentaraNews IN ,



Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, bersama jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama BNN melaksanakan kegiatan Anjangsana kepada Kepala BNN RI Periode 2020-2024, Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, S.H., M.M., di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (17/6).

Kegiatan anjangsana tersebut merupakan bentuk penghormatan dan silaturahmi BNN kepada para pendahulu yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan organisasi, khususnya dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Kepala BNN RI menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Petrus Reinhard Golose yang pernah memimpin BNN pada periode 2020–2024. Kehadiran pimpinan BNN beserta jajaran menjadi wujud penghargaan atas dedikasi, pengabdian, serta berbagai terobosan yang telah dilakukan selama masa kepemimpinan Petrus Reinhard Golose.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI juga menyampaikan bahwa semangat, ketegasan, dan keberanian yang ditunjukkan Petrus Reinhard Golose selama memimpin BNN menjadi inspirasi bagi seluruh insan BNN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab menjaga bangsa dari ancaman narkotika

Petrus Reinhard Golose menyambut hangat kedatangan Kepala BNN RI beserta jajaran dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta komitmen yang terus dijaga oleh pimpinan BNN saat ini dalam mempererat hubungan dengan para senior dan pendahulu organisasi.

Melalui kegiatan anjangsana ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara generasi kepemimpinan BNN, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, kesinambungan pengabdian, serta komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Aceh Raih Kategori "TANGGAP” Dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba

BY GentaraNews IN


Banda Aceh – Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) merupakan salah satu strategi nasional yang dijalankan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara terintegrasi. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada penguatan ketahanan masyarakat mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa, "berdasarkan hasil pengukuran Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) Tahun 2025, Provinsi Aceh memperoleh nilai 3,19 dan berada pada kategori “Tanggap”. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh bersama seluruh pemangku kepentingan telah memiliki kesiapsiagaan, kapasitas, komitmen, serta sinergi yang baik dalam mendukung pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)," demikian penjelasanya menjawab pertanyaan redaksi melaui pesan Whatapps. Rabu (17 Juni 2026)

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui berbagai program yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Dedy Tabrani.

Keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai program strategis yang telah dilaksanakan BNNP Aceh. Pada aspek Ketahanan Keluarga, BNNP Aceh secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar keluarga mampu mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, membangun komunikasi yang sehat dengan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan protektif. Program ini dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta berbagai mitra terkait.

"Dalam aspek Pemberdayaan Masyarakat, BNNP Aceh telah membentuk dan membina Relawan Anti Narkoba yang berasal dari berbagai unsur, seperti pemuda, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Para relawan tersebut menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi P4GN hingga ke tingkat gampong. Di Aceh, relawan ini dikenal dengan sebutan Pageu Gampong, yang berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat," jelasnya lebih lanjut.

Selain upaya pencegahan, BNNP Aceh juga terus memperkuat layanan rehabilitasi melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Program rehabilitasi berbasis komunitas ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung proses pemulihan penyalahguna narkoba. Dalam implementasinya, masyarakat adat menjadi salah satu kekuatan utama karena memiliki nilai-nilai sosial, kepedulian, dan solidaritas yang kuat dalam mendukung rehabilitasi serta reintegrasi sosial penyalahguna narkoba.

Sejak tahun 2021, BNNP Aceh telah membentuk 77 unit IBM yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Aceh. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang secara aktif mendukung upaya rehabilitasi berbasis komunitas.

"Melalui program Kawasan Bersih Narkoba (BERSINAR), BNNP Aceh terus mendorong terciptanya lingkungan yang tangguh terhadap ancaman narkoba melalui penguatan regulasi lokal, edukasi berkelanjutan, pengawasan partisipatif, serta kolaborasi lintas sektor. Program ini dikembangkan di berbagai lingkungan strategis, seperti gampong, sekolah, kampus, instansi pemerintah, lingkungan kerja, dan kawasan lain yang memiliki tingkat kerawanan narkoba," tambah Dedy Tabrani

"Khusus di Aceh, implementasi Program BERSINAR diperkuat oleh keberadaan reusam gampong yang berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial dalam masyarakat. Dukungan para keuchik, tuha peut, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan bersih dari narkoba," tegas Dedy Tabrani

"Melalui sinergi yang kuat antara BNNP Aceh, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat, diharapkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba semakin meningkat. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Aceh yang aman, kondusif, dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara berkelanjutan," pungkas Kepala BNN Propinsi Aceh. (LEP)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga