Baca Juga

Rabu, 13 Mei 2026

Majelis Adat Aceh Kirim Surat Ke Mentri Agama, Soal Pakaian Adat Aceh Digunakan di Ucapan Keagamaan Non-Muslim

BY GentaraNews

 


Sikap resmi ditunjukan oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta dengan mengirimkan surat resmi kepada Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, terkait polemik penggunaan atribut pakaian adat Aceh dalam penyampaian ucapan yang berkaitan dengan perayaan keagamaan non-muslim. Surat MAA tersebut tertanggal 12 Mei 2026 dan ditandatangani Ketua MAA Perwakilan Jakarta, Dr. Ir. Surya Darma, MBA. 

"Kami dari MAA  Perwakilan Jakarta sudah mengirim surat nomor 005/MAA/PWJKT/V/2026, menyampaikan bahwa pakaian adat Aceh seperti Kupiah Meuketop bukan sekadar busana seremonial, tetapi simbol identitas sejarah, nilai syariat, dan marwah masyarakat Aceh sebagai “Serambi Mekkah”jelas Surya Darma saat ditemui di ruang kerjanyavdi Jakarta, Rabu (13/5/2026). 

Karena itu, penggunaan atribut adat Aceh dinilai memiliki dimensi etika, penghormatan budaya, serta sensitivitas sosial yang harus dijaga secara bijaksana, " tambah Surya Darma

Seperti diketahui Menteri Agama  mengenakan pakai adat Aceh saya menyampaikan ucapan "Bulan Maria."

Ketua MAA Perwakilan Jakarta  menyebut penggunaan atribut adat Aceh dalam konteks ucapan keagamaan tertentu telah memunculkan berbagai pandangan dan keresahan di tengah masyarakat Aceh.

Dalam surat tersebut, MAA juga menegaskan pentingnya menjaga harmonisasi sosial dan menghormati kekhususan Aceh sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh

Melalui surat itu, MAA Perwakilan Jakarta meminta Menteri Agama memberikan klarifikasi resmi mengenai maksud dan tujuan penggunaan atribut adat Aceh tersebut.

Selain itu, MAA juga mengimbau agar pejabat publik lebih berhati-hati dalam menggunakan simbol budaya daerah tertentu dengan mempertimbangkan nilai sejarah, agama, dan adat yang melekat padanya. 

“Pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar serta upaya menjaga marwah adat Aceh dalam bingkai persatuan nasional,” demikian kutipan surat MAA Perwakilan Jakarta.

Surat tersebut juga ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Ketua DPR RI, Menteri Dalam Negeri, Wali Nanggroe Aceh, Gubernur Aceh, Ketua MAA Pusat, Ketua MPU Aceh, serta Ombudsman Republik Indonesia. 

Lebih lanjut Surya Darma menyatakan bahwa masyarakat Aceh tetap menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama dan semangat persatuan nasional.

Namun,  berharap penggunaan simbol adat Aceh dilakukan secara proporsional dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. (LEP) 

Minggu, 03 Mei 2026

Pasee Raya Gelar HBH, Momentum Memperkuat Ukhuwah Antara Warga Pasee Raya di Perantauan

BY GentaraNews

 


Paguyuban warga Aceh Utara yang berbasis di Jabodetabek, Pase serantau Aceh Utara (PSAU) atau yang lebih dikenal dengan Pase Raya, menggelar acara Halal Bihalal dengan tema Sucikan “Hati, Eratkan Silaturahmi, Kuatkan Sinergi Menuju Kinerja yang Dicintai Ilahi", yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di kawasan Cibubur Lake View depok pada Minggu, 3 Mei 2026.

Acara ini dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat Aceh yang berdomisili di Jabodetabek, dan dari Aceh hadir Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., MM., yang akrab disapa Ayah Wa. Dari tokoh masyarakat Irjen Pol (Purn) DR. H. Saiful Maltha, S.I.K., S.H., M.Si, H Sudirman, S. Sos (DPD RI) atau yang akrab dipanggil Haji Uma, Teuku Zulfadli  atau yang akrab dipanggil Waled Landeng (Komisi 6 DPR Aceh) Akademisi Dr .Alfian Wakil Rektor Unimal Aceh. hadir juga Dr. Ir. Surya Darma, MBA, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Jakarta dan Prof, Drs. Erman Anom, MM, Ph.D. Guru Besar di Universitas Esa Unggul hingga generasi muda. Suasana kebersamaan terasa kental sejak awal hingga akhir kegiatan, yang bertujuan mempererat silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H.


Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Letda Inf. Adri Idris, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan lancar. Ia juga mengapresiasi partisipasi seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut dan berharap Warga Aceh khususnya pasee raya tetap kompak dan solid di ibukota ini.

“Halal bihalal ini bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di antara warga Pasee Raya di perantauan,” ujarnya.



Sementara itu, Ketua Umum Pase Serantau Aceh Utara, Dr.  Khaidir Abdurrahman, S.IP., M.AP yang juga Direktur Hubungan Kelembagaan PT ASABRI (Persero), dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga identitas dan nilai-nilai budaya Aceh di tengah kehidupan metropolitan.

“Kita berharap Pasee Raya dapat terus menjadi wadah pemersatu, tempat saling mendukung, serta berkontribusi positif bagi masyarakat luas, baik di Jakarta maupun untuk daerah asal kita di Aceh,” ungkapnya.



Hadir juga 2 orang perwakillan dari Jepang yang akan membantu mendirikan  pabrik pengolahan sampah menjadi energi listrik menghibahkan 1 unit mesin  air tawar, atau desalinasi, adalah alat untuk mengubah air laut/payau menjadi air bersih siap konsumsi menggunakan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) atau evaporasi (fresh water generator) dan program magang ke Jepang bagi generasi muda Aceh.

 


Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., MM., dalam sambutannya mengajak seluruh warga pase raya, khususnya warga Aceh Utara di perantauan untuk menggalang dana membantu kampung halaman yang tertimpa musibah.

 


Sementara  H Sudirman, S. Sos dalam tausiahnya menyampaikan bahwa, “manusia sudah di ciptakan Allah dalam bentuk yang seindah indahnya, tetapi ada manusia yang masih butuh pengakuan kesempurnaan melaui operasi plastik” ucap Haji Uma.

 


Acara ini juga diisi doa bersama, yang di pimpin oleh Teuku Zulfadli disambung dengan selawat Nabi yang diikuti seluruh peserta yang hadir.

Acara diakhiri denngan makan bersama yang semakin menambah keakraban antar peserta. Kegiatan ditutup Foto Bersama. (LEP)













Jumat, 24 April 2026

Seusama Peduli II, Bangun 15 Balai Pengajian di Aceh Utara

BY GentaraNews IN

 


Dalam rangkaian kegiatan Halal Bihalal (HBH) di Jakarta, Paguyuan Seuramo Syedara Lhokseumawe (SEUSAMA) asal kota Lhokseumawe sejabodetabek Kembali menggalang dana untuk pembangunan balai pengajian bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Mie Aceh Samudra ini turut dihadiri sejumlah tokoh Aceh, di antaranya Dr. Ir. H. Mustafa Abubakar, M. Si, Dr. Ir. Surya Darma, MBA, Marsda TNI (Purn.) Fachri Adamy, S.E., Mayjen TNI Herianto Syahputra, H. Sudirman, S. Sosa taau yang akrab disapa Haji Uma, Sekretaris Umum PP. Taman Iskandar Muda: Drs. Yusra Huda, Ak., MM. hingga sejumlah tokoh lainnya. Tema acara “Mengukir jejak jejak kebaikan di Tanah Rencong”. Sabtu (24 April 2026)


Dalam sambutanya Ketua Dewan Pembina Seusama Bapak Marsekal Muda TNI (Purn.) Fachri Adamy, S.E. mengaak seluruh yang hadir pada acara HBH untuk menyisilkan rajekinya untuk pembangunan Balai Pengajian.

Melalui Seusama Peduli II, fokus bantuan diarahkan pada sektor yang lebih fundamental: pembangunan kembali balai pengajian yang rusak akibat banjir. Bagi masyarakat Aceh, balai pengajian bukan sekadar bangunan, tetapi pusat pendidikan agama dan pembinaan moral lintas generasi. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan di kawasan Langkahan, Aceh Utara,

Puncaknya, peletakan batu pertama pembangunan balai pengajian dilaksanakan pada Sabtu (25/4/2026) di Dayah Malem Diwa, Gampong Cot Bada, Kecamatan Langkahan.

Ketua Umum SEUSAMA, Zulkifli Ibrahim, SE., Ak., CA., CPA dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Sabtu (25/4/2026), menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral warga perantauan terhadap kondisi sosial di tanah kelahiran.

Melalui program Seusama Peduli, pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga memastikan pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

Seusama Peduli sendiri merupakan organisasi sosial kemanusiaan turunan dari SEUSAMA yang fokus pada penanganan isu sosial dan kebencanaan.

Sejak hari kedua pasca banjir, organisasi ini telah menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak melalui program Seusama Peduli tahap pertama.

“Bahkan, para relawan turun langsung ke lokasi sepuluh hari setelah bencana, membawa bantuan sandang dan pangan serta menetap selama kurang lebih dua bulan guna memastikan distribusi berjalan optimal,” ujar Zulkifli Ibrahim.

Memasuki tahap lanjutan melalui program Seusama Peduli 2, organisasi tersebut mengalihkan fokus pada sektor yang lebih mendasar, yakni pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan.

Pembangunan balai pengajian dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun kembali kehidupan sosial masyarakat dari sisi spiritual dan moral.

“Balai pengajian bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi pusat pembinaan karakter dan akhlak masyarakat. Kehilangannya akibat banjir berdampak langsung pada terhentinya aktivitas belajar mengaji bagi semua kalangan,” ujar Zulkifli.

Dalam program ini, Seusama Peduli menargetkan pembangunan 15 balai pengajian di Kecamatan Langkahan dan Jambo Aye.

Lokasi pembangunan ditentukan secara selektif, yakni balai pengajian yang mengalami kerusakan minimal 85 persen atau hilang akibat banjir, serta memiliki status tanah wakaf yang sah untuk menghindari konflik kepemilikan di masa mendatang.

Dengan harapan, balai-balai pengajian yang dibangun kembali ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan pascabencana, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak. Dari tanah rantau, harapan itu kembali disemai—untuk Aceh yang lebih kuat, dari balai pengajian yang kembali berdiri.

Dengan harapan, balai-balai pengajian yang dibangun kembali ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan pascabencana, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak. Dari tanah rantau, harapan itu kembali disemai—untuk Aceh yang lebih kuat, dari balai pengajian yang kembali berdiri. (LEP)




















Kamis, 12 Maret 2026

BPKH Akan Bantu Seusama Bangun Balai Pengajian di Aceh Utara

BY GentaraNews IN

 


Akhir November 2025, Banjir melanda Kabupaten Aceh Utara dan merusak 211 pesantren dan sejumlah balai pengajian, dengan 10 pesantren rusak berat dan 195 sedang. Kerusakan menyebabkan aktivitas belajar terhenti, fasilitas seperti Al-qur'an, kitab dan mebel hancur, serta membutuhkan bantuan segera untuk pemulihan, termasuk perbaikan fisik dan pembersihan dari lumpur.

Balai pengajian di Aceh berfungsi sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional ("Dayah") dan pusat kajian ilmu agama yang menanamkan norma syariat dan sosial kemasyarakatan, pengajaran Al-Qur'an dan kitab kuning, serta pembentukan akhlak dan karakter masyarakat. Dayah berperan sebagai benteng pertahanan akidah, sarana dakwah, dan pusat penyebaran informasi keagamaan serta ketahanan pangan dan ekonomi.



Seuramo Syedara Lhokseumawe (Seusama) dalam program Seusama Peduli telah melakukan penyaluran bantuan dan sekaligus survey dan pendataan dampak banjir di Aceh khususnya di Kabupaten Aceh Utara. Sebagai tindak lanjutnya Seusama Peduli akan membangun 15 unit Balai Pengajian di Aceh Utara. Adapun syarat utama balai pengajian yang akan
dibangun adalah tanah harus sudah bersertifikat waqaf yang ditunjang dengan perijinan lengkap dari instansi terkait.

Seusama Peduli Tahap 2 Fokus untuk Pembanguan Dayah karena Dayah merupakan benteng pertahanan terakhir bagi generasi muda dalam menghadapi efek samping perkembangan teknologi yang telah membuat dunia tanpa batas.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang dibentuk berdasarkan UU No. 34 Tahun 2014 yang yang bertugas mengelola dana haji yang bersumber dari jemaah haji maupun sumber lain yang sah dan juga mengelola Dana Abadi Umat (DAU), menjadi target utama Seusama untuk beraudiensi dan menyampaikan proposal Rencana Pembangunan 15 Balai Pengajian di Aceh Utara.

Ketum Seusama Zulkifli Ibrahim, SE., Ak., CA., CPA didampingi Sekum Seusama Dra. Sri Novakandi, M.Si melakukan audiensi ke BPKH dengan menyerahkan 3 buah proposal pembangunan balai pengajian yang diterima oleh salah seorang Anggota BPKH yaitu Bapak Amri Yusuf, SE., Ak., CA., MM.., WMI., CACP (Rabu, 11 Maret 2026)

Amri Yusuf menyambut baik kedatangan Zulkifli Ibrahim dan Sri Novakandi dan akan akan berupaya memproses proposal tersebut karena di BPKH ada program kemaslahatan umat dengan menyediakan berbagai bantuan sarana dan prasarana, termasuk untuk tempat ibadah, pendidikan, dan dakwah seperti balai pengajian, masjid, atau pondok pesantren. (LEP)












Rabu, 11 Maret 2026

Seusama Launching Program Pembangunan 15 Balai Pengajian Pada Acara Bukber

BY GentaraNews IN

 


Jakarta – Buka Puasa Bersama (bukber) adalah mempererat tali silaturahmi, memperkuat hubungan sosial dan persaudaraan, dan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadhan. Seuramo Syedara Lhokseumawe (SEUSAMA) melaksanakan kegiatan buka Puasa Bersama dan Launching Program Pembangunan 15 Balai Pengajian yang dihadiri anggota Seusama berlangsung akrab dan penuh canda dalam tema “Puasa Ramadhan Melatih Kesalehan  Individu dan Kesalehan Sosial”, Acara ini dihadiri sekitar 150 orang berlangsung di Mie Aceh Samudra, Manggarai. Jakarta. Selasa (10 Maret 2026)

Acara ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qu’an oleh Ustadz Fauzan dilanjutkan dengan Selawatan yang diikuti seluruh peserta.

Dalam Sambutanya Ketua Umum Seusama  mengucapkan selamat dating kepada seluruh peserta yang hadir dan terutama kepada tokoh masyarakat Aceh yang juga Dewan Pembina Seusama, Dr. Ir. Surya Darma, MBA beserta ibu, Teuku Fachruddin dan Ketua Dewan Pembina Seusama Marsekal Muda TNI (Purn.) Fachri Adamy, S.E.


“Kegiatan Seusama Peduli Banjir Dan Tanah Longsor di Aceh yang didukung penuh oleh seluruh anggota dan donatur berkat dukungan moril penuh dari Ketua Dewan Pembina Seusama Bapak Marsekal Muda TNI (Purn.) Fachri Adamy, S.E.sehingga terkumpul lebih dari hasil donasi sebesar Rp. 500 juta dan kalau kita total dengan nilai barang barang maka totalnya kurang lebih Rp, 1,5 Milyar,” ujar Ketum Seusama

“Distribusi bantuan dana yang terkumpul kami salurkan untuk Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Pidi Jaya, Kabupaten Bireun, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tamiang, memang bantuan yang kami salurkan jauh daripada yang masyarakat terdampak butuhkan,” tegas Zulkifli Ibrahim.

Selanjutnya Tim Relawan Seusama Peduli Banjir dan Tanah Longsor di Aceh mendata seberapa banyak balai pengajian yang hancur, data yang terkumpul ada 15 balai pengajian yang akan kami bangun di Aceh Utara.


“Kedatangan saya dan beberapa teman ke Aceh pada tanggal 16 Januari, menyumbangkan dana untuk Meugang kepada warga terdampak di Lhokseumawe dan Aceh Utara,” jelas Ketua Dewan Pembina dalam sambutannya.

“Saya dapat informasi untuk kabupaten Aceh Utara ada yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemda, kelak kalau Seusama membangun 15 balai pengajian di Aceh Utara agar di survey Kembali agar tidak tumpeng tindih,” pinta Fachri Adamy

“Saya mengingatkan kepada Ketum Seusama dan Pengurus dana yang telah terhimpun berserta barang yang diterima, dapat dibuat laporan tertulis dan di share kepada keluarga besar Seusama dan kepada donatur, agar kita memperoleh kepercayaan” harap Fachri Adamy

“Kedepan bila ada kegiatan harus direncanakan secara matang, bila ada program sosial dan keagamaan segera laksanakan, bila timbul dana semua anggota Seusama ringan tangan membantu. Bila ada program kerja yang belum dilaksanana dibuatkan laporan, apa kendalanya dalam bentuk tulisan bersama kegiatan yang sudah dilaksanakan,” harap Fachri Adamy lagi

“Puasa melatih kita untuk sabar, demikian halnya dalam menanggapi media sosial kita harus bijak dalam berbagi informasi dan mengomentari dalam group WA, selanjunya saya akan memberi apresiasi kepada 3 orang yang khatam Al Qur’an dalam bulan Ramadhan ini,” pungkas Fachri Adamy


Hadir dan memberi sambutan Dr. Ir. Surya Darma, MBA yang juga mantan Ketum Taman Iskandar Muda, mengajak yang hadir untuk ucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT berkat karunia dan Inayah NYA kita dapat berkumpul disini dalam rangka buka puasa keluarga besar Bersama. Selawat dan salam kita sampaikan kepad junjungan kita Nabi Muhammad SAW.

“Saya apresiasi kepada Seusama yang sangat aktif membantu korban banjir Aceh, terima kasih kepada pak Fachri atas dorongannya dan pak Zulkifli dan tim relawan yang berjibaku pergi naik kapal perang KRI Semarang milik TNI dan pulang naik pesawat Hercules,” ucap Surya Darma

Selanjutnya Surya Darma sangat apresiasi kepada Seusama yang terjun ke Aceh selama 40 hari, membau laporan lengkap kondisi Aceh dalam bentuk tulisan menjadi sebuah buku setebal 350 halaman judulnya pun Manefesto Ekosida Di Serambi Mekah (pemusnahan lingkungan dan ekosistem secara masif, ilegal, atau sembrono, yang menyebabkan kerusakan parah, luas, atau jangka panjang, serta mengancam kehidupan manusia. Red) dan laporan ini sudah diberian kepada panitia Simposium yang dilaksanakan oleh Diaspora Global Aceh di Gedung Nusantara IV DPR RI. Sementara yang lain menyebutkan banjir dan Longsor Seusama menyebutkan Ekosida. 

“Saya sebagai sekretaris Diaspora Global Aceh akan memberikan rekomendasi kepada Gubernur dan Presiden tulisan Manefesto Ekosida Di Serambi Mekah dari Seusama,” pungkas Surya Darma

Srinova Kandi tampil sebagai relawan Banjir Aceh yang menamakan diri SEUSAMA PEDULI berceria selama jadi relawan di Aceh sekaligus mempersentasikan rencana pembangunan 15 unit balai pengajian dengan dana Rp. 350 juta per unit

Acara dilanjutkan Dengan pemukulan Rapa’I pertanda di mulai peluncuran donasi pembangunan 15 unit balai pengajian di Aceh Utara.

Acara ini juga diisi tausiah Ramadhan yang disampaika oleh Ustadz Mehlul, yang menyampaikan ada banyak karunia dan Rahmat Allah berikan dalam Ramadhan, semoga 10 hari yang terakhir ini kita mampu memaksimalkan ibadah, karena 10 hari terakhir ada banyak sekali maghfirah.

Acara di tutup dengan buka puasa bersama dengan menu masakan khas Aceh dilanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah kemudian makan malam  lalu dilanjutkan dengan Shalat Isya dan Tarawih berjamaah. (LEP)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga