Baca Juga

Kamis, 20 Agustus 2026

LESBUGA Berikan Dukungan Penuh Kepada Saiful Bahri Sulaiman Menuju Kursi Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda

BY GentaraNews IN ,



JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda tahun 2026, Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Saiful Bahri Sulaiman sebagai calon Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda periode 2026–2031.

Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh Pembina LESBUGA, Alwien Desry, SH, MH, dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Dukungan ini diberikan berdasarkan penilaian mendalam terhadap rekam jejak dan kualitas kepemimpinan yang dimiliki Saiful Bahri Sulaiman, yang mencakup tiga aspek utama:

- Komitmen yang Kuat

Beliau dinilai memiliki kesetiaan dan keteguhan hati yang tinggi terhadap nilai-nilai perjuangan, tujuan, serta semangat persaudaraan yang menjadi jiwa dan fondasi berdirinya PP Taman Iskandar Muda.

- Pengalaman Organisasi yang Terbukti

Saiful Bahri Sulaiman telah dua kali dipercaya menjabat sebagai Ketua Cabang Taman Iskandar Muda wilayah Pasar Minggu. Pengalaman ini dibarengi dengan wawasan luas serta kepedulian nyata dalam membina dan mengarahkan generasi muda Aceh agar tetap berakar pada budaya dan jati diri bangsa.

- Integritas dan Kepemimpinan yang Bermutu

Sosoknya dianggap mampu membawa PP TIM menjadi organisasi yang semakin maju, kokoh, bersatu, dan senantiasa hadir memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh di perantauan maupun di tanah kelahiran.

"Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau, PP Taman Iskandar Muda akan semakin aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh, terus melestarikan kekayaan budaya daerah, serta mampu mencetak kader-kader bangsa yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama," ujar Alwien Desry.

Lebih lanjut, Alwien menegaskan keyakinan lembaganya terhadap sosok yang diusung, "Kami yakin Bapak Saiful Bahri Sulaiman adalah sosok yang tepat untuk memimpin PP TIM ke depan. Semoga Mubes berjalan lancar, amanah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan menghasilkan pemimpin terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh." Ujar Alwien 

"Semoga PP Tim dapat bekerjasama dengan Lesbuga dalam mengembangkan, melestarikan dan memasyaraktkan seni budaya Gayo Aceh seluruhnya  dan juga dengan orrganisasi lokal lainnya yang berada dibawah naungan Taman Iskandar Muda," harap Alwien (LEP)


Penulis : Alwien Desry, SH, MH

Pembina Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA)

Kembalikan Organisasi pada Khittah Kelahiran 1950 yang Penuh Kekeluargaan

BY GentaraNews



JAKARTA – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) XXI Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda yang akan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026, Ketua Dewan Penasehat PP TIM, Dr. Ir. Surya Darma, MBA. menyampaikan pernyataan menyejukkan yang mengajak seluruh komponen organisasi kembali ke niat dan dasar pendirian organisasi yang telah berusia 76 tahun. Berikut pernyataan lengkapnya:

 

1. Menjaga Suci Khittah 1950

 

"Taman Iskandar Muda didirikan pada 24 Agustus 1950 oleh para tokoh sepuh kita—seperti Almarhum Tjek Mat Rahmany, Ismail Hasan Metareum, Hadi Thayeb, dan para senior lainnya—dengan niat yang sangat mulia. Di usia ke-76 tahun ini, TIM telah tumbuh menjadi organisasi kedaerahan tertua di Indonesia yang tetap aktif, eksis, dan menjadi panutan.

Menjelang Mubes XXI pada 22 Agustus 2026, mari kita kembalikan TIM pada khittah kelahirannya: wadah yang guyub, penuh kekeluargaan, dan berlandaskan silaturrahmi yang kokoh."

 

2. Mengurus Masyarakat Sebagai Ladang Ibadah

"Mengabdi dan mengurus masyarakat perantauan Aceh adalah bentuk ibadah yang suci. Tugas ini harus kita jalankan dengan cara-cara yang halal, ikhlas, dan bermartabat, jauh dari semangat kompetisi yang menghalalkan segala cara.

Prosedur dan dinamika Mubes hendaknya kita jalani dengan hati yang tenang dan niat yang bersih demi kemaslahatan bersama."

 

3. Kepemimpinan yang Bermartabat dan Beradab

"Melalui Mubes XXI ini, kita berharap TIM melahirkan kepemimpinan yang beradab dan menjadi pengayom sejati. Pemimpin yang mampu menjadi pelindung bagi yang lemah, menaruh hormat dan tazim kepada yang lebih tua, menjadi kawan sepadan bagi yang setara, serta menjadi penunjuk jalan yang bijak bagi generasi muda.

TIM harus terus menjadi referensi ideal pengelolaan organisasi perantauan di Indonesia."


4. Merawat Warisan, Menginspirasi Masa Depan

"Dari Jakarta hingga ke seluruh pelosok Nusantara, TIM telah menjadi rumah besar warga perantau Aceh. Mari kita jaga warisan luhur para pendiri ini agar tetap menjadi sumber inspirasi bagi masa depan.

Selamat bermusyawarah dalam Mubes XXI Taman Iskandar Muda. Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah dan niat baik kita untuk kebaikan organisasi dan seluruh masyarakat Aceh." (LEP)

 

 Penulis: Dr. Ir. Surya Darma, MBA.

 

Rabu, 19 Agustus 2026

Saiful Bahri Siap Maju diajang Mubes PP Taman Iskandar Muda

BY GentaraNews IN


JAKARTA – Musyawarah Besar (Mubes) Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda yang dijadwalkan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Aula Masjid DPR RI, Jakarta, kini menjadi sorotan luas masyarakat Aceh di kawasan Jabodetabek. Kamis (20/8/26)

Atas dorongan sebagian besar Organisasi Lokal, Organisasi Sektoral dan cabang Taman Iskandar Muda meminta kesediaan Ir. H. Saiful Bahri Sulaiman maju sebagian bakal calon Ketua umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda Periode 2026-2030. 

Agenda pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda ini semakin hangat dengan munculnya nama Ir. H. Saiful Bahri Sulaiman yang secara resmi menyatakan kesiapan maju sebagai bakal calon Ketua Umum, berhadapan dengan petahana yang juga mencalonkan diri kembali, Ir. H. Muslim Armas. Usung Visi Persatuan, Keterbukaan, dan Pelayanan Sosial.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada redaksi pada 19 Agustus 2026 ini, Saiful Bahri menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi semakin dekat dengan seluruh anggota dan masyarakat luas. “Taman Iskandar Muda adalah rumah bersama kita semua. Rumah yang kokoh dibangun di atas persaudaraan, kepercayaan, dan kepedulian,” ujarnya. 

Saiful Bahri saat ini menjabat sebagai Ketua Taman Iskandar Muda Pasar Minggu periode yang kedua dimana sebelumnya pernah duduk sebagai Sekretaris. Pengalaman lainnya pernah menjabat  sebagai Ketua Harian Bamus Pijay. Rekam jejak lainnya ikut membidani berdirinya  Paguyuban Keluarga Ureung Pidie (KUPI) kemudian menjabat Sekjen KUPI Pertama. 

Saat ini Saiful juga aktif dalam wadah  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dibawah Kesbangpol Kota Jakarta Selatan. 

Saiful Bahri memaparkan empat pilar utama visi dan misi yang akan dijalankan apabila dipercaya memegang amanah kepemimpinan: 

- Mempererat Kekeluargaan

Membangun komunikasi yang aktif, rutin, dan harmonis antar anggota, menghapus sekat-sekat perbedaan, serta memperkuat ikatan persaudaraan layaknya satu keluarga besar.

- Meningkatkan Kegiatan Sosial

Mengagendakan program bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan secara terencana dan berkelanjutan, agar keberadaan organisasi benar-benar terasa manfaatnya bagi yang membutuhkan.

- Pengelolaan yang Transparan dan Akuntabel

Menjalankan seluruh roda organisasi dengan prinsip keterbukaan, kebersamaan, dan gotong royong. Setiap pengelolaan keuangan maupun keputusan organisasi akan dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan secara jelas kepada seluruh anggota.

- Menjadi Wadah Aspirasi Seluruh Anggota

Membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap anggota untuk menyampaikan gagasan, masukan, maupun harapan. Setiap suara akan didengar dan diupayakan perwujudannya demi kemajuan bersama. 

“Taman Iskandar Muda, bukan milik pengurus saja, melainkan milik kita semua. Saya berharap Mubes nanti berjalan dengan tertib, damai, dan penuh semangat", pungkas Saiful (LEP) 

Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

BY GentaraNews



Jakarta — Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, mengecam keras sikap panitia Musyawarah Besar (Mubes) PP TIM yang dinilai membatasi kehadiran warga Aceh pada agenda Mubes yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Aula Masjid DPR RI, Jakarta.

Menurut Akhyar, ketentuan yang membatasi kehadiran hanya kepada pemilih, peninjau, dan undangan resmi telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Aceh di perantauan.

Akhyar menilai kebijakan tersebut bertolak belakang dengan semangat organisasi yang selama ini mengusung kepedulian terhadap masyarakat Aceh di rantau. Ia mempertanyakan alasan panitia menutup ruang kehadiran masyarakat Aceh secara lebih luas dalam forum yang dinilai memiliki arti penting bagi kebersamaan dan masa depan organisasi.

“Jangan masyarakat Aceh di rantau hanya dibutuhkan ketika ada kepentingan tertentu, tetapi saat ada agenda besar seperti Mubes justru dibatasi. Ada apa dengan panitia?” ujar Akhyar.

Ia mengungkapkan, sejumlah tokoh Aceh di Jakarta telah menghubunginya. Bahkan, beberapa di antaranya disebut datang langsung ke kediamannya untuk menyampaikan kekecewaan terhadap kebijakan panitia tersebut.

Selain persoalan keterbukaan, Akhyar juga menyoroti munculnya dugaan bahwa pembatasan peserta berpotensi menguntungkan pihak atau calon tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut harus dijawab secara terbuka oleh panitia agar tidak berkembang menjadi prasangka yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Mubes.

Akhyar meminta panitia Mubes PP TIM bersikap transparan, adil, dan tidak menutup ruang silaturahmi masyarakat Aceh di Jakarta.

Menurutnya, Mubes semestinya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Aceh, bukan justru melahirkan sekat maupun kecurigaan.

“Kalau memang tidak ada keberpihakan, buka aturan itu secara jelas kepada publik dan pastikan Mubes berjalan demokratis, terbuka, serta bermartabat,” tegas Akhyar.

Akhyar berharap panitia dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar dan tujuan pembatasan kehadiran tersebut, sehingga pelaksanaan Mubes dapat berlangsung dengan suasana kondusif serta tetap menjaga kepercayaan masyarakat Aceh di perantauan. (LEP)

Kamis, 23 Juli 2026

Tingginya Permintaan Narkotika Harus Dijawab dengan Penguatan Pencegahan Melalui Program "Ananda Bersinar"

BY GentaraNews IN ,



Jakarta – Masih maraknya pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat permintaan (demand) terhadap narkotika masih tinggi. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa upaya pemberantasan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diperkuat dengan strategi pencegahan yang menyentuh akar permasalahan.

Berdasarkan hasil Survei Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba periode 2023–2025, angka penyalahguna narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,15 juta penduduk. Sementara itu, sepanjang 11 bulan tahun 2025, Polri menerima 43.899 laporan kasus narkoba, menjadikannya jenis kejahatan dengan jumlah laporan terbanyak kedua di Indonesia.

Di sisi lain, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil mengungkap 746 kasus narkotika, membongkar 42 jaringan yang terdiri dari 33 jaringan nasional dan 9 jaringan internasional, serta mengamankan 1.174 tersangka. Barang bukti yang berhasil disita meliputi lebih dari 4 ton sabu-sabu, 2 ton ganja, ratusan ribu butir ekstasi, kokain, serta pemusnahan ladang ganja seluas 127.000 meter persegi.

Dalam aspek pemulihan, lebih dari 52.000 penyalahguna narkotika telah memperoleh layanan asesmen dan rehabilitasi sebagai bagian dari upaya penyelamatan generasi bangsa.

Menanggapi kondisi tersebut, aktivis anti narkoba Le Putra menilai bahwa tingginya angka pengungkapan kasus mencerminkan masih besarnya permintaan terhadap narkotika di masyarakat. Karena itu, strategi pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui pendekatan yang menyasar generasi muda sejak dini.

Menurut Le Putra, Program "Ananda Bersinar" merupakan transformasi strategi pencegahan BNN yang menempatkan anak sebagai subjek utama perlindungan. Program ini dirancang untuk membangun karakter, memperkuat ketahanan diri, meningkatkan kecakapan hidup, menanamkan literasi tentang bahaya narkotika, serta memperkuat peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

Program Ananda Bersinar menargetkan anak-anak, remaja, dan pelajar sebagai kelompok utama yang harus dipersiapkan menjadi generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

"Ananda Bersinar kami rancang agar berjalan searah dengan agenda besar pembangunan sumber daya manusia yang dipimpin oleh Bapak Presiden. Sebab, anak yang sehat secara fisik, tercukupi gizinya, dan memperoleh pendidikan yang baik, tetapi tidak memiliki daya tangkal terhadap narkotika, tetap berada dalam risiko kehilangan masa depannya," ujar Le Putra.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan perang melawan narkotika tidak hanya diukur dari banyaknya jaringan yang berhasil diungkap aparat penegak hukum, tetapi juga dari semakin sedikitnya generasi muda yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh elemen bangsa menjadi kunci untuk menurunkan permintaan (demand) sekaligus mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika.

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga