Baca Juga

Kamis, 16 Juli 2026

KEK Arun dan Blok Andaman Berpeluang Menjadi Episentrum Baru Ekonomi Hijau Indonesia

BY GentaraNews IN


Jakarta, 15 Juli 2026 – Pengembangan Blok Andaman dinilai memasuki fase yang semakin menjanjikan setelah proses persetujuan Plan of Development (POD) I berbasis Floating Production Storage and Offloading (FPSO) hampir rampung. Kepastian investasi juga semakin menguat seiring penandatanganan komitmen pembeli awal (offtaker) antara Mubadala Energy dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebesar 160 MMSCFD.

Sekretaris Jenderal Diaspora Global Aceh sekaligus Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia (ICRES), Surya Darma, menilai bahwa fokus pembangunan seharusnya tidak lagi berkutat pada perdebatan mengenai lokasi pengolahan gas di laut atau di darat. Menurutnya, perhatian kini perlu diarahkan pada optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe sebagai pusat hilirisasi industri berbasis gas bumi.

"Momentum ini merupakan kesempatan emas untuk menghidupkan kembali KEK Arun sebagai pusat industri energi nasional dan penggerak ekonomi hijau Indonesia," ujar Surya Darma dalam opini yang disampaikan di Jakarta, Selasa (15/7/2026).

Menurutnya, penemuan cadangan gas raksasa di Blok Andaman, termasuk struktur Layaran dan Timpan yang diperkirakan memiliki potensi hingga 8–10 TCF, menjadi modal strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membangun industri hilir berteknologi tinggi.

Surya menawarkan strategi pemanfaatan gas melalui empat pilar utama, yakni mendukung pasokan listrik nasional, menjamin keberlanjutan operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), membangun industri kilang LPG guna mengurangi ketergantungan impor, serta mengembangkan industri masa depan seperti blue hydrogen, blue ammonia, dan petrokimia di kawasan KEK Arun.

Ia menjelaskan bahwa KEK Arun memiliki keunggulan kompetitif karena didukung infrastruktur eks LNG Arun yang masih layak digunakan, seperti pelabuhan laut dalam, tangki penyimpanan, serta fasilitas industri yang mampu menekan biaya investasi secara signifikan dibanding pembangunan kawasan baru.

Selain itu, keberadaan lapangan gas Arun yang telah habis produksi dinilai sangat potensial dimanfaatkan sebagai lokasi Carbon Capture and Storage (CCS). Teknologi tersebut memungkinkan emisi karbon hasil pengolahan gas ditangkap dan disimpan kembali di bawah permukaan bumi sehingga menghasilkan produk energi rendah karbon yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional.

Menurut Surya, pengembangan industri hilir di KEK Arun juga berpotensi menarik investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat pada sektor blue ammonia, metanol rendah karbon, hingga petrokimia.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa terdapat sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi pemerintah agar investor bersedia merealisasikan investasi, antara lain kepastian pasokan dan harga gas jangka panjang, regulasi CCS yang jelas, paket insentif fiskal yang kompetitif, stabilitas keamanan dan kepastian tata ruang, serta adanya kontrak penjualan (offtake agreement) yang menjamin keberlanjutan pasar.

Sebagai langkah strategis, Surya mendorong pemerintah segera menyusun Masterplan Hilirisasi Terintegrasi Andaman–Arun yang dilengkapi dokumen Pre-Feasibility Study sebagai dasar promosi investasi kepada calon investor global.

Ia juga mengusulkan lima langkah prioritas pemerintah, yaitu mempercepat integrasi pengembangan hulu dan hilir, menetapkan kebijakan harga gas yang kompetitif, mempercepat regulasi CCS komersial, memberikan insentif khusus bagi industri hijau, serta memperkuat diplomasi energi melalui kerja sama perdagangan dengan negara-negara pengguna energi rendah karbon.

"Arun pernah menjadi salah satu pusat LNG terbesar di dunia. Kini Indonesia memperoleh kesempatan kedua melalui Blok Andaman. Tantangannya adalah memastikan gas tersebut tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi menjadi fondasi bagi pengembangan industri bernilai tambah tinggi dan penguatan ekonomi hijau nasional," tutup Surya Darma. (LEP)

Selasa, 14 Juli 2026

Siswa SLB Gianyar Tolak Narkoba

BY GentaraNews IN



Gianyar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SLB Negeri 1 Gianyar, Selasa (15/7). Kegiatan tersebut diikuti oleh 61 peserta didik dan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya hidup sehat serta menjauhi penyalahgunaan narkoba sejak dini. Rabu (15 Juli 2026)

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si., yang menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dalam penyampaiannya, Sudirman menegaskan bahwa kehadiran BNN Kabupaten Gianyar di lingkungan sekolah tidak hanya bertujuan memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat, harapan, dan rasa percaya diri kepada seluruh peserta didik. Dengan pendekatan yang hangat, komunikatif, dan penuh kepedulian, para siswa diajak memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan potensi luar biasa yang harus dijaga serta dikembangkan demi meraih masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut, I Gusti Putu Ariyani juga memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan semangat belajar, kedisiplinan, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang positif, setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang berprestasi serta membanggakan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh keakraban. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias serta aktif berinteraksi selama penyampaian materi dan motivasi.

Melalui kegiatan ini, BNN Kabupaten Gianyar kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra bagi dunia pendidikan. BNN tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga menjadi sahabat dan pendamping bagi generasi muda dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

BNN Kabupaten Gianyar berharap kegiatan sosialisasi P4GN di lingkungan sekolah dapat memperkuat karakter peserta didik, meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkoba, serta mendorong setiap anak untuk terus bermimpi, berkarya, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berprestasi. (LEP)




Bondres Bersinar Edukasi Peserta MPLS SMP Negeri 1 Gianyar tentang Bahaya Narkoba

BY GentaraNews IN




Gianyar – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menghadirkan program Bondres Bersinar dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Gianyar. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Gianyar tersebut diikuti oleh sebanyak 521 peserta didik. Selasa (13 Juli 2026)

Program Bondres Bersinar merupakan inovasi kolaboratif BNNK Gianyar bersama Kementerian Agama Kabupaten Gianyar yang memanfaatkan seni pertunjukan bondres sebagai media edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui pendekatan budaya lokal yang komunikatif, menghibur, dan mudah dipahami, pesan-pesan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba disampaikan secara efektif kepada para peserta.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta MPLS tampak aktif mengikuti setiap sesi pertunjukan, sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sejak usia dini.

Setelah penampilan Bondres Bersinar, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si. Dalam paparannya, Sudirman mengajak seluruh peserta didik untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba serta menanamkan nilai-nilai hidup sehat, disiplin, berintegritas, dan berprestasi sebagai bekal dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, BNNK Gianyar berharap para peserta MPLS tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang turut mengajak teman sebaya untuk menerapkan pola hidup sehat serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba. (LEP)







Senin, 13 Juli 2026

Seusama dan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global Jalin Kerja Sama Himpun Donasi Digital untuk Balai Pengajian di Aceh

BY GentaraNews IN


Jakarta – Seusama menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global tentang kerja sama sebagai mitra penghimpun donasi berbasis digital. Kerja sama ini bertujuan memperkuat penggalangan dana kemanusiaan melalui pemanfaatan platform digital guna mendukung pembangunan balai pengajian bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Selasa (14 Juli 2026).

Ruang lingkup kerja sama meliputi penghimpunan, pengelolaan, serta penyaluran dana infak dan sedekah yang diperuntukkan bagi pembangunan balai pengajian di wilayah terdampak bencana. Seluruh dana infak dan sedekah yang berhasil dihimpun oleh Yayasan Amanah Kemanusiaan Global akan disalurkan kepada Seusama untuk dikelola dan direalisasikan sesuai dengan tujuan program.


Penandatanganan MoU dihadiri oleh Ketua Umum Seusama Zulkifli Ibrahim, didampingi Pengawas Seusama, Said Rulam, serta Ketua Bidang Media dan Komunikasi Seusama, Le Putra. Dari pihak Yayasan Amanah Kemanusiaan Global hadir Siti Zubaedah selaku Kepala Perwakilan Jabodetabek.

Ketua Umum Seusama, Zulkifli Ibrahim, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan penghimpunan donasi secara transparan, efektif, dan akuntabel melalui sistem digital.

"Kerja sama ini diharapkan dapat memperlancar kegiatan Seusama Peduli dalam menghimpun donasi dari masyarakat sehingga semakin banyak manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat Aceh Utara yang membutuhkan," ujar Zulkifli.

Melalui program Seusama Peduli, organisasi tersebut menargetkan pembangunan 15 unit balai pengajian di Kabupaten Aceh Utara. Balai pengajian tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak, serta kegiatan sosial masyarakat, khususnya bagi daerah yang terdampak banjir.

Kolaborasi antara Seusama dan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga sosial dan filantropi dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat gerakan infak dan sedekah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan. (LEP)

Selasa, 30 Juni 2026

Do'a Bersama Lintas Agama HUT 80 Tahun POLRI

BY GentaraNews IN ,




Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menghadiri kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta dihadiri oleh jajaran kementerian/lembaga, TNI-Polri, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat. Doa dipanjatkan secara bergantian oleh enam pemuka agama sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kehadiran Kepala BNN RI pada kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi antarlembaga negara dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, mempererat persatuan, serta memperkokoh nilai-nilai toleransi dan kebersamaan sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Doa bersama lintas agama menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat". Momentum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan bebas dari berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (LEP)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga