Baca Juga

Daerah (477) Nasional (231) Berita (114) Internasional (34) education (26) news (25) Berita Gema Nusantara (24) Duit (15) Nasiona (15) Tentang Narkoba (6) video (4) Gema (3) Peraturan (2) Profile (2) Teknologi (2) kesehatan (2) Financial (1) herbal (1)
Tampilkan postingan dengan label Tentang Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Narkoba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2022

Mengenal Jenis dan Golongan Narkotika

BY GentaraNews IN

 (Oleh dr. Karunia Ramadhan)


Ketahuilah golongan dan jenis narkoba yang telah ditetapkan oleh pemerintah, agar Anda terhindar dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dijelaskan, pengertian narkotika ialah zat atau obat yang berasal dari  tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Lebih jelas lagi, dalam Pasal 6 Undang-Undang tersebut dipaparkan pula pembagian narkotika menjadi beberapa golongan.


Golongan Narkotika

Berikut golongan narkotika yang diatur dalam Pasal 6 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika:


Narkotika Golongan 1

Golongan narkotika ini hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh: Heroin, Kokain, Daun Kokain, Opium, Ganja, Jicing, Katinon, MDMDA/Ekstasi, dan lebih dari 65 macam jenis lainnya.


Narkotika Golongan 2

Golongan narkotika ini berkhasiat untuk pengobatan, namun digunakan sebagai pilihan terakhir. Selain itu, dapat digunakan untuk terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.


Contoh: Morfin, Petidin, Fentanil, Metadon.

Narkotika Golongan 3

Golongan narkotika ini berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan.


Contoh: 

Kodein, Buprenorfin, Etilmorfina, Nikokodina, Polkodina, Propiram, dan ada tiga belas macam termasuk beberapa campuran lainnya.



 a. Heroin

Heroin alias diamorfin adalah hasil pengolahan morfin secara kimiawi. Narkotika yang satu ini dapat menimbulkan efek yang lebih kuat dibandingkan morfin itu sendiri.


Beberapa efek samping yang timbul akibat penyalahgunaan heroin atau putaw, antara lain:


Denyut nadi melambat

Otot melemas

Pupil mengecil

Rasa percaya diri hilang

Tekanan darah menurun


b. Ganja

Jenis-jenis narkotika lain yang sering disalahgunakan di Indonesia ialah ganja. Dikenal dengan nama lain kanabis atau marijuana, ganja adalah narkotika yang berasal dari tanaman Cannabis sativa.


Ganja bisa menimbulkan efek samping berikut ini:

Mulut dan tenggorokan terasa sangat kering

Sulit mengingat

Nafsu makan meningkat

Euforia atau rasa senang berlebih

Denyut nadi dan jantung lebih cepat


c. Kokain

Jenis-jenis narkotika yang juga tergolong sering disalahgunakan adalah kokain, yang berasal dari tumbuhan Erythroxylum coca.


Narkotika yang satu ini mengandung zat stimulan, sehingga efek samping yang timbul adalah:


Perasaan gelisah

Kejang-kejang

Selera makan menurun

Paranoid

Euforia atau perasaan senang berlebihan


d. Opium

Opium adalah narkotika yang terbuat dari getah tumbuhan Papaver somniferum. Narkotika jenis ini dapat ‘diolah’ menjadi morfin dan kodein.

Beberapa efek samping yang timbul akibat penyalahgunaan opium, di antaranya:


Merasa sangat bersemangat

Waktu terasa berjalan lambat

Pusing atau mabuk

Birahi memuncak

Gangguan pernapasan yang dapat berujung pada kematian



e. Lysergic Acid Diethylamide (LSD)

Lysergic acid diethylilamide atau LSD bersifat halusinogen, sehingga bila disalahgunakan bisa menimbulkan efek yang bervariasi.

Beberapa efek yang mungkin muncul akibat penyalahgunaan LSD, di antaranya:

Rasa nikmat yang luar biasa

Kebingungan

Panik tiba-tiba

Tidak bisa mengendalikan emosi

Perubahan persepsi penglihatan, penciuman, suara, perasaan dan tempat 


f. Kodein

Kodein adalah satu dari jenis-jenis narkoba yang bisa dijumpai pada obat batuk orang dewasa. Pada dosis yang tepat, kodein bisa bermanfaat.

Namun, apabila penggunaannya di luar pengawasan dokter atau disalahgunakan, efek samping yang muncul adalah:

Euforia atau perasaan senang berlebih

Mual dan muntah

Hipotensi atau tekanan darah sangat rendah

Depresi

Gangguan saluran pernapasan berat


g. Morfin

Morfin adalah obat yang berfungsi untuk meredakan rasa nyeri derajat parah. Obat ini memengaruhi tubuh dalam merespons sakit atau nyeri.

Pada penggunaan di bawah pengawasan dokter yang ahli, morfin bisa memberikan manfaat. Namun, jika disalahgunakan, morfin bisa memberikan efek samping sebagai berikut:


Penurunan kesadaran

Euforia atau rasa senang berlebihan

Kebingungan

Jantung berdebar-debar

Mengakibatkan impotensi pada pria dan gangguan menstruasi atau haid pada



h. Sabu sabu

Sabu-sabu tergolong sebagai satu dari sekian jenis-jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di Indonesia.

Sabu-sabu atau metamfetamin adalah jenis narkotika berbentuk seperti kristal berwarna putih yang memiliki efek stimulan.


Efek samping yang bisa terjadi akibat penyalahgunaan sabu-sabu, antara lain:

Gangguan tidur

Menurunnya konsentrasi hingga kehilangan ingatan

Paranoid

Detak jantung cepat

Euforia atau sensasi bahagia yang berlebihan

Pemerintah telah mengatur pengertian narkoba dan jenisnya dalam sebuah peraturan undang-undang yang jelas. Diharapkan informasi ini dapat memberi Anda pengetahuan mengenai narkotika dan menghindari penyalahgunaan obat-obatan tersebut.


Sumber: Klik Dokter




Sabtu, 31 Oktober 2020

Surat Keterangan Bebas Narkoba di Rumah Sakit hingga BNN, Simak Syarat dan Biaya Tesnya

BY GentaraNews IN

Di artikel ini juga memuat cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba.


Surat Keterangan Bebas Narkoba biasanya digunakan untuk memenuhi persyaratan wajib sekolah hingga melamar pekerjaan.

Biasanya, Surat Keterangan Bebas Narkoba wajib dimiliki seseorang selama proses seleksi CPNS, seleksi anggota TNI dan Polri, seleksi pegawai BUMN, atau seleksi beasiswa sekolah.

Tidak menutup kemungkinan Surat Keterangan Bebas Narkoba juga sebagai syarat mendaftar pekerjaan di instansi swasta.

Zat-zat yang masuk dalam kategori psikotropika, narkotik, dan zat adiktif lainnya adalah seperti ganja, sabu, kokain, sampai obat penenang lainnya.

Ada 3 tempat yang dapat didatangi untuk membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), yaitu:

- Rumah sakit
- Kantor polisi, dan
- Kantor BNN

Berikut cara membuat SKNB di rumah sakit, kantor polisi, dan di kantor BNN:

Sebelum mendatangi salah satu dari 3 tempat tersebut ada baiknya kamu mempersiapkan syarat pembuatan SKBN ini terlebih dahulu. Syaratnya adalah sebagai berikiut:

Syarat membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) untuk Melamar Kerja atau Sekolah

Pas foto Berwarna sesuai dengan tahun kelahiran (genap = biru), (ganjil = merah) sebanyak 3 lembar Ukuran 4 cm x 6 cm.

Fotokopi E-KTP sejumlah 3 lembar, beserta E-KTP yang asli.

Fotokopi Kartu Keluarga sejumlah 3 lembar, beserta KK yang asli.

Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di Rumah Sakit

Sebagian besar rumah sakit bisa menerbitkan surat keterangan terbebas dari narkoba, tapi yang sudah pasti menyediakan layanan ini adalah rumah sakit milik pemerintah.

Kamu bisa langsung mendatangi RSUD, klinik kesehatan, puskesmas, atau laboratorium yang terdekat dari rumahmu.

Datang ke rumah sakit atau klinik terdekat dari rumah

Ke meja pendaftaran untuk menyampaikan maksud dan tujuan ke pihak rumah sakit

Isi formulir yang disediakan oleh pihak rumah sakit

Serahkan pas foto 4 x 6 dua lembar

Nanti kamu akan dikasih alat Urine Screen Plus

Kemudian ambil sampel urine untuk kemudian dilakukan tes oleh petugas rumah sakit

Tunggu sekitar 30 menit untuk mengetahui hasilnya

Biaya yang dikeluarkan biasanya berkisar mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung dengan rumah sakit yang kamu pilih. Supaya lebih murah, pilihlah rumah sakit milik pemerintah.

Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di kantor polisi

Biasanya yang melayani tes Surat Keterangan Bebas Narkoba adalah kantor polisi setingkat Polres.

Di sana nanti akan ada tes urine langsung di divisi reserse narkoba.

Ketika kamu sampai, lakukan pendaftaran dengan menyerahkan persyaratan-persyaratan yang telah dibawa di loket SKBN.

Di loket SKBN nanti kamu akan diminta untuk mengambil sampel urine.

Lakukan pengambilan sampel urine.

Jika sudah mengambil urine, berikan sample tersebut kembali di loket.

Setelah itu kamu akan diminta menunggu hasil pemeriksaan sekitar 30 menit.

Jika kamu sedang buru-buru maka kamu bisa mengambil hasil tesnya dilain hari

Ketika surat dikeluarkan, maka surat tersebut akan dilegalisir dengan cap kepolisian

Catatan: Untuk pengganti alat tes Urine Screen Plus 5 Panel biasa kamu akana dikenai biaya kurang lebih Rp 150.000,-

Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di BNN

Sebelum berangkat ke BNN, kamu bisa mempersiapkan persyaratannya terlebih dahulu.

Persyaratan yang diminta sama dengan membuat di kantor polisi.

Jika kamu ingin melakukan tes gratis di BNN, kamu dapat membeli alat tes sendiri.

Biasanya harga alat ini berkisar di Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu.

Kamu dapat membelinya di toko-toko alat kesehatan yang terpercaya.

Cara membuat langsung di kantor BNN yaitu

Membawa alat tes urine beserta pot/wadah sendiri

Ketika sampai disana langsung mengisi formulir pendaftaran yang ada di loket

Selain itu kamu juga diminta untuk membuat surat permohonan dikeluarkannya SKBN

Pada surat tersebut akan ada pernyataan tujuan atau keperluan pembuatan surat bebas narkoba

Layanan uji lab di BNN ini cuma buka dari pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB.

Setelah itu, hasil lab akan keluar di hari yang sama.

Setelah hasilnya jadi, jangan lupa difotokopi untuk kemudian dilegalisir menggunakan cap dari BNN.

Itulah Syarat dan Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di Rumah Sakit untuk Melamar Kerja/Sekolah.

Jumat, 28 Agustus 2020

Faktor Kegagalan Rehabilitasi Narkotika

BY GentaraNews IN


Banyak faktor yang menyebabkan kegagalan dalam melakukan rehabilitasi narkoba, kondisi sosial masyarakat merupakan salah satu penyebab utamanya.

Panti Rehabilitasi Narkoba memegang peranan yang cukup penting untuk memberikan edukasi.

Beberapa faktor lain yang menyebabkan kegagalan dalam rehabilitasi narkoba.

Sebab kegagalan rehabilitasi :

1. Kondisi Psikologi belum normal
2. Detoksifikasi yang tidak tuntas
3. Belum selesainya pemulihan fungsi organ tubuh
4. Ketidak siapan keluarga dalam masa peralihan
5. Tidak tersedianya kegiatan yang membuat mereka focus.
6. Belum adanya border untuk imunitas, dari kontaminasi lingkungan yang tidak sehat.



Kompleksitas rehabilitasi Narkotika

Beberapa factor yang menjadi hambatan tidak berhasilnya proses rehabilitasi, dengan beberapa pendekatan.:

A. Pentingnya informasi Mengenai Masalah Utama yang dihadapi Pasien.
B. Metode penanganan efektif.
C. Pengawasan/

Controlling pasca rehabilitasi

Berikut ini uraian beberapa point terkait dengan pemetaan masalah yang saat ini dihadapi oleh pengguna atau pecandu Narkotika dan Keluarga, sehingga dapat mempengaruhi efektifitas rehabilitasi

Secara umum pecandu Narkotika akan bermasalah pada :

Hukum positif

1. Pelanggaran pada syariat Agama
2. Gangguan pola-pikir/ Psikologis
3. Kerusakan pada Organ tubuh : Otak, Jantung, Paru, Ginjal, Liver, dsb
4. Kesulitan dalam penentuan visi kehidupan dan bersosialisasi.

Berdasarkan riset yang telah kami lakukan sebagai praktisi kesehatan point yang sangat menjadi kendala dan faktor penentu kesembuhan pecandu narkotika adalah masalah PSIKOLOGIS, yaitu Sbb  :

1. Mereka hidup dengan mengandalkan insting dan tidak lagi menggunakan logika. Realitas yang ada bahwa pecandu Narkotika umumnya berpendidikan tinggi, sehingga mereka tentunya faham benar efek buruk dari penyalahgunaan narkotika, yaitu dimulai dari berhadapan dengan aparat penegak hukum, kerusakan fisik yang akan di alami, bahkan ancaman kematian sekalipun tidak bisa mereka berhenti menkonsumsi Narkotika.

2. Pecandu Narkotika telah kehilangan kehidupan, dimana tubuhnya lah yang mengambil peranan sebagai pusat pengendali bukan otak.

3. Mereka memiliki alam pemikiran tersendiri, sehingga mereka tidak akan memperdulikan orang disekitarnya.

4. Kelainan psikologis yang umum terlihat : Cenderung manipulatif, emosional, super sensitive, penyendiri, tidak care pada diri sendiri pada kondisi tertentu mereka dapat melakukan pencurian/kleptomania, egoistic.

Tindakan terapi yang efektif

Rehabilitasi Psikologis

Penting bagi keluarga selama proses ini, jangan izinkan mereka memegang kendali atas dirinya, tetapi pihak keluarga yang harus memegang penuh komando dalam kerangka membentuk karakter dan kedisiplinan, proses pembentukan mental dan psikologis ini perlu dilakukan intensif hingga dipastikan alam fikirnya berfungsi sebagaimana orang normal pada umumnya.

Mereka harus diberikan pemahaman-kesadaran mengenai keagamaan, kehidupan sosial, pentingnya menghargai kehidupan bagi dirinya dan orang lain. Sehingga mereka menjadi manusia baru yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Detoksifikasi

Proses detoksifikasi dapat dilakukan secara medis maupun holistic, pada prinsipnya toksin yang ditimbulkan dari Narkotika harus segera dikeluarkan dari tubuh.

Maintenance Fungsi Organ tubuh

Narkotika adalah racun yang dapat merusak seluruh oragn penting dalam tubuh untuk itu perlu tindakan perbaikan/pemulihan fungsi organ tubuh seperti: Otak, Hati, Ginjal, Paru, saran kami lakukan terapi holistic seperti Akupunktur, Ber bekam, Totok Syaraf ataupun terapi lain dan Olah raya yang teratur, sehingga menstimulasi fungsi organ tubuh secara alami.

Pengawasan pasca rehabilitasi

Yang tidak kalah pentingnya adalah masa-masa peralihan setelah proses rehabilitasi selesai ada beberapa yang perlu dipersiapkan oleh keluarga :

1. Suasanya rumah yang kondusif, kekeluargaan serta harmonis

2. Membuat border/benteng dari lingkungan yang tidak baik, dengan menciptakan lingkungan pergaulan baru yang lebih baik.

3. Diberikan kesibukan dengan kegiatan yang bermanfaat.

4. Diberikan kesempatan untuk membuktikan diri.

5. Keluarga harus selalu mencurahkan segenap perhatian dan senantiasa mengingatkan jika merrasakan ada keanehan atau kemungkinan turunnya motivasi.




Semoga Bermanfaat.

Kamis, 09 Juli 2020

Narkoba Dan Bahaya Narkoba Bagi Kesehat

BY GentaraNews IN


Saat ini bahaya penyalahgunaan narkoba atau napza dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.

Narkoba adalah salah satu faktor yang membuat ketahanan bangsa bisa terancam karena performa usia produktif menjadi tidak prima. Seseorang yang kecanduan narkoba akan kehilangan kendali atas dirinya sendiri dan tak lagi berpikir soal masa depan. Efek adiksi memaksa dirinya hanya berkutat dalam memuaskan dahaga mengonsumsi narkoba. 

Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.

Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.

Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.


Pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.



Jika didasarkan pada bahan pembuatnya, narkotika juga dapat dibagi menjadi tiga jenis, yakni:

1. Narkotika sintetis

Narkotika sintetis didapatkan dari proses pengolahan yang rumit.

Jenis narkoba ini diketahui sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian.

Contoh dari narkotika bersifat sintetis, yaitu:

- Amfetamin
- Metadon
- Hindeksamfetamin

2. Narkotika semi sintetis

Narkoba jenis ini diolah menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya.
 
Contoh narkotika semi sintetis adalah:
- Morfin
- Heroin
- Kodein

3. Narkotika alami

Ganja dan koka menjadi contoh dari narkotika yang bersifat alami. Narkoba jenis ini diketahui langsung bisa digunakan melalui proses sederhana.

Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat.

Jika disalahgunakan, narkoba alami bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan. Salah satunya, yakni bisa berakibat fatal berupa kematian.

Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.


Narkotika Golongan 1

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3

Narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

Narkotika Jenis Sintetis

Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika Jenis Semi Sintetis

Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan.



LEP

Rabu, 01 Juli 2020

Lockdown Bikin Kematian Semakin Tinggi Karena Overdosis Heroid

BY GentaraNews IN



Sebuah temuan menarik terkait dampak dari penerapan lockdown terhadap penyalahgunaan narkoba diterbitkan baru-baru ini. Hal ini terjadi karena para pecandu kesulitan mendapatkan dukungan dan akses program pemulihan.

Dilansir DW Indonesia, peneliti Harvard menemukan bahwa lockdown, isolasi mandiri, dan social distancing membuat penggunaan dan kematian karena overdosis heroid di Amerika Serikat meningkat.

Peter Grinspoon, seorang praktisi medis yang menulis untuk Blog Kesehatan Harvard, mengatakan bahwa pengguna yang biasanya mengkonsumsi narkoba dengan seorang teman sekarang mereka melakukannya sendirian.

Jadi, seringkali tidak ada seorang pun yang memanggil ambulans jika mereka mengalami overdosis.

Di sisi lain, badan-badan internasional mulai dari Kantor Narkoba dan Kejahatan PBB (UNODC), Pusat Pemantauan Eropa untuk Narkoba dan Ketergantungan Obat (EMCDDA), serta lembaga lainnya menemukan bahwa lockdown menurunkan penggunaan narkoba.

Temuan awal EMCDDA menunjukkan bahwa penutupan kegiatan ekonomi pada malam hari memengaruhi penggunaan kokain dan MDMA atau yang umumnya dikenal sebagai ekstasi.

Penurunan penggunaan obat-obatan ini telah dikonfirmasi oleh studi air limbah di sejumlah kota di Eropa.

Meski begitu, para peneliti membutuhkan lebih banyak data dan untuk membandingkan penggunaan sebelum dan sesudah penguncian.


Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga