Watzap

 watzap

Gema Nusantara - Anti Narkoba

Baca Juga

Daerah (477) Nasional (231) Berita (113) Internasional (34) education (25) news (25) Berita Gema Nusantara (24) Duit (15) Nasiona (15) Tentang Narkoba (6) video (4) Gema (3) Peraturan (2) Profile (2) kesehatan (2) Teknologi (1) herbal (1)
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Desember 2023

Hari Ke-3 Pasee Serantau Aceh Rayakan Maulid dan Santuni Anak Yatim

BY GentaraNews IN

JAKARTA – Maulid Nabi Muhammad kadang-kadang Maulid Nabi , adalah peringatan hari lahir Nabi Islam Muhammad, yang menurut tradisi sebagian Sunni. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah kematian Muhammad. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Muhammad.

Pakar sejarah Islam seperti Ibnu Khallikan, Sibth bin Al-Jauzi, Ibnu Katsir, As-Sakhawi, As-Suyuthi, dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat Islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela Islam pada masa Perang Salib.

Hari ke-3 pelaksanaan perayaan Maulid Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU), gelar maulid dan penyantunan anak yatim dan kaum duafa bertempat di Masjid Hayatul Islam, Jalan Jati Padang Baru RT. 13 RW. 06., Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu. Jakarta Selatan. Dihadiri H. Matsasih bin H Mahmud  Rt 06 Bpk Hidayat Zakaria Rt 013 Nama RT pendamping.   Rabu, 27 Desember 2023.

Pelaksana Maulid dan Santunan Anak Yatim PSAU diketuai Syarkawi M Yahya dan koordinator lapangan Halim Thomas, putra Aceh asal Bireuen yang kini berdomisili di Jakarta yang sukses mengkoordinasikan rangkaian pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Peringatan maulid serta santunan anak yatim ini hari yang ke-3 diselenggarakan”, kata Ketua Umum PSAU, H Zainal Abidin Husein, SE

Ketua Umum Pasee Serantau Aceh Utara dalam sambutan nya, memperkenalkan apa itu Pasee yang dalam bahasa Indonesia lebih di kenal dengan nama Pasai atau Samudra Pasai, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri abad 13 atau tepatnya tahun tahun 1267 M Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.

Pada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan itu, dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Sebagai bandar perdagangan yang besar, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam.



Penceramah Ustadz H. Muhamad Amin (Ketua umum Mesjid Hayatul Islam) memberi apresiasi kepada Pasee Serantau dalam pelaksanaan maulid di berbagai tempat, Pasee Serantau berbaur dengan semua suku yang ada di Jakarta.

“Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

“Salah satu keteladanan beliau adalah bagaimana Nabi Muhammad SAW memperlakukan kaum lemah seperti anak yatim dengan penuh kasih sayang. Nabi Muhammad SAW sendiri adalah seorang yatim, ayahnya meninggal di saat Rasulullah masih di dalam kandungan. Sabda Nabi”, Ustadz H. Muhamad Amin

“Proses perayaan maulid nabi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti mengadakan majlis ta’lim, bersedekah, dan lainnya. Hal tersebut tentu saja akan meningkatkan tali persaudaraan dengan umat Islam yang tanpa batas suku dan ras”, tegasnya. (LEP)





Senin, 25 Desember 2023

Hari Ke-2 Pasee Serantau Aceh Utara Adakan Maulid dan Santuni Anak Yatim

BY GentaraNews IN



JAKARTA - Merayakan maulid nabi bisa dikatakan menjadi salah satu cara untuk kita bersyukur kepada Allah atas rahmat yang dilimpahkan-Nya, organisasi paguyubaban Aceh. Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU), gelar maulid dan penyantunan anak yatim ke-2 di Komplek Zeni AD RW 03 Kelurahan Rawajati, Kalibata. Jakarta Selatan, pada Senin 25 Desember 2023.

Ketua Umum PSAU, H Zainal Abidin Husein, SE bersama ketua pelaksana Maulid Ustadz Syarkawi M. Yahwa menyerahkan santunan anak yatim dan Kaum Duafa dilingkungran RW 03 Kelurahan Rawajati, Kalibata.

Ketua Umum Pasee Serantau Aceh Utara dalam sambutan nya, memperkenalkan Organisasi paguyuban Pasee Serantau Aceh Utara. Kata Pasee yang dalam bahasa Indonesia lebih di kenal dengan nama Pasai atau Samudra Pasai, Kerajaan Samudera Pasai berada di pesisir utara Sumatera, tepatnya di Kota Lhokseumawe, Aceh.

Kerajaan Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri abad 13 atau tepatnya tahun tahun 1267 M Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh atau lebih populer di sebut dengan nama Malikussaleh.

Sultan Samudera Pasai Malikussaleh disebut-sebut sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi agama dan berhasil membuat penduduk di daerah-daerah sekitarnya memeluk Islam

Pada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan itu, dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Sebagai bandar perdagangan yang besar, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam.

Beberapa Wali Songo di pulau Jawa berasal dari Aceh. Beliau-beliau itu adalah: (1) Maulana Malik Ibrahim, (2) Malik Ishak (Sunan Giri), (3) Ali Rahmatullah/Raden Rahmat (Sunan Ampel), (4) Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang), (5) Masaih Munad (Sunan Drajat), dan (6) Syarief Hidayatullah/Fatahillah (Sunan Gunung Jati).

Kerajaan Samudera Pasai runtuh pada 1517, yang dipimpin oleh raja terakhir Samudera Pasai, yaitu Sultan Zainal Abidin IV.

Maulid dan Santunan Anak Yatim selain berdimenasi ibadah juga memiliki dimensi sosial di alam rangka mempererat silaturrahmi masyarakat.

Menyantuni anak yatim layaknya anak sendiri juga bisa menjadi pahala jariyah untuk kehidupan akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda: "Jika manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya" (HR Muslim).


Dalam Tausiahnya Ustadz Isfandiar Ar Al Asyiii mengajak kita untuk selalu bershalawat kepada dapat menjadi bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus doa yang bernilai pahala. Membaca Shalawat, Bisa Jadi Kunci Terkabulnya Doa

Selanjutnya Ustadz Ar Al Asyiii menjelaskan bahwa, “Ucapan salam 'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhuh'merupakan pintu pertama kerukunan dan kunci pembuka yang membawa rasa cinta. Dengan menyebarkan salam, semakin kokoh kedekatan antara kaum muslimin”, Jelasnya

Makna ucapan salam begitu baik. Tak ada ruginya untuk mengucapkan salam saat bertemu seseorang. Terlebih, menjawab salam hukumnya adalah wajib. Mengucapkan dan membalas salam akan membuat Anda sama-sama mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Menyantuni anak yatim pada dasarnya adalah sebuah akhlaq yang sangat mulia di mata Allah SWT dan juga sesama manusia. Dengan melaksanakan akhlaq baik ini, maka kita akan menjadi manusia yang jauh lebih baik dan lebih bermanfaat untuk orang lain. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan agar bisa tetap beribadah pada-Nya dan selalu berada dalam bimbingan yang lurus untuk membawa kita pada kebahagiaan selama hidup di dunia dan kelak di akhirat.

Ustadz Ar Al Asyiii menyampaikan pesan moral kepada anak yatim yang hadir untuk optimis menatap masa depan, kelak kalianlah yang akan menjadi pemimpin di negeri ini.

“Yang penting kalian rajin belajar dan jangan lupa beribadah dan bermohon kepada Allah”, Tegas Ustadz Isfandiar. (LEP)





 





Jumat, 22 Desember 2023

Pasee Serantau Adakan Maulid dan Santuni Anak Yatim

BY GentaraNews IN


JAKARTA - Merayakan maulid nabi bisa dikatakan menjadi salah satu cara untuk kita bersyukur kepada Allah atas rahmat yang dilimpahkan-Nya, organisasi paguyubab Aceh. Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU), gelar maulid dan penyantunan anak yatim di sejumlah tempat di Jakarta, pada 23-27 Desember 2023. Untuk kegiatan pertama di laksanakan di Balai Pengajian di Pasai Minggu. Sabtu (23/12/2023)

Ketua Umum PSAU, H Zainal Abidin Hussein, SE menyampaikan peringatan maulid dan santunan anak yatim diselenggarakan bersamaan dengan santunan anak yatim dan makan bersama anak yatim di beberapa tempat di Jakarta.

"Ini kita lakukan di tiga tempat dengan jadwal terpisah," kata Zainal Abidin, mantan anggota DPR RI asal Aceh periode 2004-2009.

Pelaksana Maulid dan Santunan Anak Yatim PSAU diketuai Ustdadz Syarkawi M Yahya dan Sekretaris Fandi Ibnu Abbas.

Pelaksanaan maulid dan santunan anak yatim dimulai pada Sabtu, (23/12/2023) di Balee pengajian TIM. Cabang Ps Minggu, Kp Jawa, Pukul 18.30 WIB.

Kemudian pada Senin, (25/12/2023) di Kompleks Zeni TNI AD, Kalibata, Pkl 10.00 WIB.

Selanjutnya Rabu, (27/12/2023) Tempat Masjid Hayatul Islam, Jati Padang Baru, Jati Padang, Pkl 10.00 WIB.

Hadir Dalam kegiatan ini Pengurus RW dan Beberapa pengurus RT beserta tokoh masyarakat di lingkungngan Bale Pengajian Kecamatan Pasar Minggu. Jakarta

Ketua Umum Pasee Serantau Aceh Utara dalam sambutannya, memperkenalkan apa itu Pasee yang dalam bahasa Indonesia lebih di kenal dengan nama Pasai atau Samudra Pasai, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri abad 13 atau tepatnya tahun tahun 1267 M Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.

Pada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan itu, dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Sebagai bandar perdagangan yang besar, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam.

Beberapa Wali Songo di pulau Jawa berasal dari Aceh. Beliau-beliau itu adalah: (1) Maulana Malik Ibrahim, (2) Malik Ishak (Sunan Giri), (3) Ali Rahmatullah/Raden Rahmat (Sunan Ampel), (4) Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang), (5) Masaih Munad (Sunan Drajat), dan (6) Syarief Hidayatullah/Fatahillah (Sunan Gunung Jati).

"Maulid dan Santunan Anak Yatim selain berdimenasi ibadah juga memiliki dimensi sosial di alam rangka mempererat silaturrahmi masyarakat", pungkas Ketua Umum PSAU

Dalam Tausiahnya Ustadz Zainal Abidin yang juga seorang dosen menyampaikan pesan moral kepada anak yatim yang hadir untuk optimis menatap masa depan, kelak kalianlah yang akan menjadi pemimpin di negeri ini.

“Yang penting kalian rajin belajar dan jangan lupa beribadah dan bermohon kepada Allah”, Tegas Ustadz Zainal. (LEP).



Rabu, 20 September 2023

FPK Bogor Ikuti Rakor Wasbang

BY GentaraNews IN

Bogor - Badan Kesbangpol Kabupaten Bogor bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Bogor, selenggarakan Rapat Koordinasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaa (PPWK) yang diselenggarakan selama tiga hari bertempat di Aula Hotel New AYUDA Cipayung jalan raya puncak km 17  Mega Mendung , Puncak. Bogor. Dimulai dari Senin tanggal 18-20 September 2023.



Tujuan diselenggarakannya kegiatan Rapat Koordinasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) bersama Forum Pembauran Kebangsaan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara dilingkungan masyarakat yang meliputi 4 (empat) konsensus dasar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Peserta Rapat Koordinasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) di Hotel New AYUDA Cipayung sebanyak 50 peserta yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota serta pengurus tingkat kecamatan di Kabupaten Bogor bersama Tim Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor.

Kegiatan Rapat Koordinasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan 2023-2024 di New Ayuda Cipayung dibuka oleh  Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal.

Dilanjutkan sambutan dari Ketua FPK-Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Kabupaten Bogor, Tb, Enung Sutisna.

Narasumber; Raden Rony Kusmaya dari Bakesbangpol Provinsi Jawa Barat, Dr.Rima Agrestina, Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP-RI dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Reepublik Indonesia ( BPIP-RI), Kolonel David dari Lanjut Atang Sanjaya, Rahmad Rahadian, sebagai analis kebijakan ahli muda pada subdit pembauran dan sejarah kebangsaan Direktorat Bina Ideologi Karekter dan Wawasan Kebangsaan, Direktorat Jenderal Poli tik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Polpum)
 
 

Acara kegiatan Rakor Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) tahun 2023 ditutup oleh Ferdinando Selmi Pardede Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bogor, dan ditutup do'a yg dibacakan oleh H.Amirullah. (B.I)



Senin, 26 Juni 2023

Peran FPK dalam Sukses Pemilu Serentak 2024 yang Aman, Damai dan Harmonis.

BY GentaraNews IN

 


Dalam upaya penguatan persatuan dan kesatuan bangsa, kita perlu membangun rasa, paham dan semangat kebangsaan dengan nuansa baru selaras dengan kebutuhan dan tantangan  perkembangan zaman dengan tetap berpedoman pada  4 KONSENSUS DASAR BERBANGSA DAN BERNEGARA yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI

Kesaatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Propinsi DKI Jakarta menyelenggarakan kegittan RAKOR KOTA FORUM PEMBAURAN KEBANGSAAN TAHUN 2023, diikuti Forum Pembauran Kebangsaan DKI Jakarta dan diikuti Forum Pembauran Kebangsaan Kota Se DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu dan Kantor Penghubung Propinsi Se Indonesia, acara ini berlangsung di Hotel Sunlake, Jakarta Utara. Senin  26 Juni 2023.


Acara ini dibuka oleh Kepala Badan KESBANGPOL Propinsi DKI Jakarta Drs. Taufan Bakri, M.Si. yang diwakili oleh Drs. Tumpal Datner, M.M. Selanjutnya pembacaan Do’a oleh Hb. Achmad Alaydrus ST dan acara di pandu oleh moderator Seno Hadi, S.K.M., M.Si.


Narasumber dari Kemendagri Drs. Drajat Wisnu Setyawan, M.M diwakili oleh RAKHMAD RAHADIAN Analis Kebijakan Ahli Muda pada Subdit Pembauran dan Sejarah Kebangsaan, Direktorat Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, dengan judul Peran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dalam Sukses Pemilu Serentak2024 yang Aman, Damai dan Harmonis.

Keberagaman bangsa Indonesia sesungguhnya justru menjadi kekuatan pemersatu bangsa kesadaran akan kondisi NKRI yg majemuk/ber-Bhinneka Tunggal Ika, membuat setiap orang sadar dan berpikir bahwa Indonesia adalah negara yg kaya akan berbagai potensi kita harus mewaspadai bahwa apabila potensi keberagaman tdk dpt dikelola dg baik sesuai dgn semangat Bhinneka Tunggal Ika, akan menjadi potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG) bagi keutuhan NKRI”, jelas Rakhmat Rahadian atau yang akrab di sapa Bang Adi.

Pembauran Kebangsaan adalah proses integrasi anggota masyarakat dari berbagai ras/suku dan Etnis melalui interaksi sosial dalam bidang; (1) bahasa, (2) adat istiadat, (3) seni budaya, (4) pendidikan dan (5) perekonomian untuk mewujudkan kebangsaan Indonesia tanpa harus menghilangkan identitas ras/suku dan etnis masing-masing dalam kerangka NKRI

Dalam Paparannya Ketua Ketua Forum Pembauran Propinsi DKI Jakarta A. SYAMSUL ZAKARIA, S.H., M.H  dengan judul SINERGI, SINKRONISASI DAN KOLABORASI PROGRAM KERJA FPK menyampaikan, “FPK PROVINSI DKI JAKARTA adalah wadah berhimpun keterwakilan Etnis,  suku, ras dari 34 provinsi dan etnis Tionghoa, Arab dan India di Indonesia yang berada di jakarta sebagai pilar garda terdepan pembauran kebangsaan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, jelas Syamsul Zakaria yang akrab di panggil Samjek.

Fungsi FPK ialah sebagai wadah untuk membangun komunikasi antar ETNIS dari seluruh Indonesia untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang memelihara persatuan dan kesatuan serta Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an sekaligus mencegah berbagai macam konflik”, tambah Samjek

FPK Dalam penyelenggaraan harus memelihara SINERGITAS, SINKRONISASI DAN KOLABORASI PROGRAM KERJA bersama dengan pembina dalam hal ini Wakil Gubernur selaku pembina dan anggota-anggota pembina (Kepala Dinas SeDKI Jakarta) serta Badan Penghubung Provinsi Seluruh Indonesia”, tambah Samjek lagi.

Program FPK Provinsi, program FPK Kota/Kabupaten terintegrasi dan akselerasi sesuai arahan program-program pembina dengan penyelenggaraan melalui kolaborasi Baik dengan kepala-Kepala Dinas dan Kepala-Kepala penghubung Serta Ketua-ketua paguyuban Etnis Seluruh Indonesia Dalam memelihara 4 KONSENSUS DASAR BERBANGSA DAN BERNEGARA yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI”, Pungkasnya

Dalam sesi tanya jawab perihal Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Forum Pembauran Kebangsaan tampil sebagai narasumber Mohammad Ihsan, S.H.Ketua FPK Kota Administrasi Jakarta Barat, disambut banyak pertanyaan oleh peserta yang hadir, (LEP).



 




Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga