Watzap

 watzap

Gema Nusantara - Anti Narkoba

Baca Juga

Daerah (477) Nasional (231) Berita (113) Internasional (34) education (25) news (25) Berita Gema Nusantara (24) Duit (15) Nasiona (15) Tentang Narkoba (6) video (4) Gema (3) Peraturan (2) Profile (2) kesehatan (2) Teknologi (1) herbal (1)
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2022

Panama Catat Rekor Penyitaan Narkoba 23 Ton

BY GentaraNews IN

 

Panama City  - Panama menjadi negara yang mencatat rekor penyitaan narkoba terbanyak pada tahun 2022, kata kementerian Keamanan Publik pada Sabtu (24/12/2022), ketika negara itu berjuang melawan narkoba yang diperdagangkan melalui wilayahnya ke Amerika Serikat dan Eropa.

Sepanjang tahun ini, Panama yang merupakan negara di wilayah Amerika Tengah itu telah menyita 126,5 ton narkoba, kebanyakan kokain, dan telah mencatat rekor untuk tahun kedua berturut-turut.

"Panama adalah negara transit narkoba, yang kami lakukan adalah operasi penahanan," kata Menteri Keamanan Publik Juan Manuel Pino kepada wartawan pekan ini.

Dari total tersebut, 23 ton ditemukan dalam peti kemas di pantai Atlantik dengan tujuan ke Amerika Serikat dan Eropa.

Narkoba tersebut disita dalam lebih dari 471 operasi melawan perdagangan narkoba, termasuk penangkapan 619 orang yang terdiri dari 415 warga Panama dan 204 dari negara lain.

 

Sumber : Berita Satu.com


Sabtu, 17 Desember 2022

Irak Bakar 6 Ton Narkoba Sitaan Termasuk Ratusan Kilogram Ganja

BY GentaraNews IN


Irak membakar sekitar enam ton obat-obatan terlarang termasuk tumpukan besar ganja, captagon dan kokain pada hari Minggu (18/12/2022), dalam apa yang dikatakan para pejabat sebagai pemusnahan narkoba sitaan terbesar selama lebih dari satu dekade. (Sumber: France24)


BAGHDAD - Irak membakar sekitar enam ton obat-obatan terlarang termasuk tumpukan besar ganja, captagon dan kokain pada hari Minggu (18/12/2022), dalam apa yang dikatakan para pejabat sebagai pemusnahan narkoba sitaan terbesar selama lebih dari satu dekade.


Pejabat pemerintah, mengenakan baju putih dan masker wajah, menumpuk obat-obatan di lubang yang digali ke dalam pasir, menyiramnya dengan bahan bakar dan membakarnya, seperti laporan France24, Minggu (18/12/2022).

Menteri Kesehatan Saleh al-Hasnawi, berbicara pada acara di luar pangkalan militer di dekat ibu kota Baghdad mengatakan, itu adalah "operasi penghancuran sebesar ini" pertama sejak 2009.

Narkoba itu telah disita oleh "pasukan di perbatasan" dan tempat-tempat lain di Irak, katanya, beberapa di antaranya disimpan selama beberapa tahun.

Pasukan keamanan telah mengintensifkan operasi narkotika dalam beberapa tahun terakhir dengan pengumuman penyitaan dan penangkapan pengedar narkoba hampir setiap hari.

Daerah yang berbatasan dengan Iran telah menjadi jalur perdagangan narkoba utama, termasuk sabu-sabu.

Gumpalan besar asap hitam naik ke langit saat stok dibakar, termasuk 350 kilogram (770 pon) kokain dan 54 juta pil - termasuk lima juta pil captagon stimulan tipe amfetamin, kata seorang pejabat pemerintah.

Sejumlah sabu dan ganja juga dimusnahkan.

Sebagian besar obat-obatan yang dimusnahkan berasal dari Iran, tetapi Libanon dan negara tetangga Suriah juga menjadi sumber, kata pejabat pemerintah.

Sementara beberapa pengedar narkoba menggunakan Irak sebagai titik transit, negara itu juga mengalami ledakan penjualan dan konsumsi domestik dalam beberapa tahun terakhir.

Sumber : Kompas.TV



Minggu, 12 Juni 2022

Putra Shah Rukh KHan Sempat Terseret Kasus Narkoba

BY GentaraNews IN



Aryan Khan, putra Shah Rukh Khan itu sempat ditangkap dan menjalani hukuman penjara akibat kasus dugaan penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun 2021 lalu. Usai menjalani pemeriksaan, Aryan Khan terbukti tidak memiliki narkotika. Ia pun akhirnya dibebaskan dari tuduhan tersebut.

Meski telah dibebaskan, Aryan Khan mengaku dirinya mendapat pandangan buruk dari masyarakat akibat kasus yang pernah menimpanya itu. Atas hal itu, Aryan menyalahkan pihak NCB atau Narcotics Control Bureau. Aryan mengatakan, saat itu NCB menyebut dirinya sebagai pengedar narkoba internasional dan diduga menyelundupkan narkoba di kapal pesiar.

NCB menilai adanya keterkaitan antara kepemilikan narkoba Aryan Khan dengan perdagangan narkoba internasional. Meskipun begitu, pada Mei 2022, tuduhan yang ditujukan kepada putra Shah Rukh Khan itu tak terbukti, lantaran tidak adanya bukti kuat mengenai hal itu.


Dilansir dari India Today, Aryan Khan berbincang dengan petinggi NCB terkait nama dan reputasinya yang tercoreng akibat tuduhan dirinya sebagai pengedar narkoba internasional.

"Anda sudah melabeliku sebagai pengedar narkoba internasional, bukankah ini sebuah tuduhan yang tidak masuk akal? Mereka tidak menemukan narkoba di tubuhku hari itu tapi mereka tetap menangkapku. Kau sudah melakukan kesalahan dan merusak reputasiku. Kenapa aku harus menghabiskan beberapa minggu di penjara? Apakah aku pantas mendapatkan perlakuan ini?" ucap Aryan Khan seperti dijelaskan Sanjay Singh, petinggi NCB.

Di balik penangkapan Aryan Khan, ada dugaan motif politik di dalamnya. Namun saat ini kasus narkoba tersebut telah diselesaikan. Aryan Khan pun sudah tak lagi dibayang-bayang dan persembunyiannya. Setelah kasus narkoba yang menyeret namanya mencuat, Aryan Khan sempat menghilang meski telah bebas dari balik jeruji besi.

Sebelumnya, kuasa hukum Aryan Khan menyebut putra Shah Rukh Khan itu dijebak. Pasalnya, pihak berwajib tidak pernah menyita barang bukti narkoba atas nama Aryan Khan.

"Tidak ada barang bukti yang disita atau memberatkan klien saya. Dia (Aryan) tidak memiliki boarding pass, bahkan tidak ada kursi atau kabin atas namanya," kata Satish Maneshinde dilansir dari BollywoodShadish.

Sekedar informasi, saat itu Aryan Khan digerebek NCB bersama 7 orang di atas kapal pesiar. Dalam penggerebekan itu, ditemukan barang bukti narkoba berupa 13 gram kokain, 22 pil MDMA (ekstasi), 5 gram MD (Mephedrone) dalam kategori jumlah sedang. Selain itu juga ditemukan 21 gram chara yang termasuk dalam kategori jumlah kecil.

NCB menyebut Aryan Khan menyimpan narkoba di dalam kotak lensa yang dibawanya. Sementara tersangka lainnya menyimpan narkoba di kotak obat hingga pembalut.

Satish Mashinda menegaskan bahwa Aryan Khan tidak mungkin terlibat dalam pesta narkoba di kapal pesiar itu, terlebih menjual barang haram tersebut. Menurutnya, Aryan Khan mampu membeli kapal pesiar mewah itu.

"Untuk apa Aryan menjual narkoba? Jika mau, dia mampu membeli kapal pesiar itu," tukasnya.

Jumat, 28 Januari 2022

Arab Saudi Tangkap 5 Pengedar Narkoba di Jeddah

BY GentaraNews IN



RIYADH - Pihak berwenang Arab Saudi menangkap lima orang karena berusaha mendistribusikan pil amfetamin dan tablet lain dalam jumlah besar.

Lima orang itu ditangkap di wilayah Barat Arab Saudi. Mayor Mohammed Al-Nujaidi, juru bicara Direktorat Jenderal Pengendalian Narkotika, mengatakan penangkapan terjadi selama pemantauan keamanan jaringan penyelundupan dan promosi narkoba yang menargetkan keamanan Kerajaan.

“Pihak berwenang menangkap 4 warga negara dan seorang warga negara Somalia yang melanggar sistem keamanan perbatasan, dan menyita 829 tablet amfetamin, pil dan tablet ilegal lainnya yang tunduk pada peraturan medis,” kata Al-Nujaidi, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (27/1/2022).

Menurutnya, penangkapan dilakukan setelah mereka muncul dalam klip video sedang mengendarai kendaraan tanpa plat nomor di sebuah lingkungan di Jeddah.

“Langkah hukum awal telah dilakukan terhadap kedua warga tersebut, dan mereka telah dirujuk ke Kejaksaan,” tambah Al-Nujaidi. Selain Arab Saudi, negara timur tengah lainnya yang juga tengah berperang dengan para penyelundup narkoba adalah Yordania.

Dilaporkan pasukan Yordania menewaskan 27 tersangka penyelundup narkoba bersenjata dan melukai sejumlah lainnya yang berusaha memasuki negara itu dari Suriah pada Kamis dini hari.

“Tentara akan menyerang dengan tangan besi dan menangani dengan kekuatan dan ketegasan mutlak setiap upaya penyusupan atau penyelundupan untuk melindungi perbatasan," kata seorang pejabat militer Yordania yang tidak disebutkan namanya.

Para penyelundup yang masih hidup, yang menurut pernyataan itu “didukung oleh kelompok-kelompok bersenjata lainnya”, melarikan diri kembali ke wilayah Suriah, meninggalkan simpanan narkoba.

Operasi pencarian sedang berlangsung untuk memastikan daerah itu bersih dari orang-orang serta narkotika.

Selama setahun terakhir, Yordania telah mengeluhkan peningkatan besar dalam upaya penyelundupan di sepanjang perbatasan 225 mil dengan Suriah, yang menurut para ahli telah berubah menjadi pusat regional untuk pembuatan dan ekspor obat-obatan seperti Captagon, amfetamin yang populer di Timur Tengah.

Narkoba jenis ini sering digunakan selama perang saudara Suriah oleh para kombatan, baik untuk tetap terjaga maupun untuk memberanikan diri. Tentara menggagalkan sekitar 361 upaya penyelundupan tahun lalu; satu insiden melibatkan mencegat drone pengiriman obat yang terbang melintasi perbatasan.

Sumber : SindoNews.com

Jumat, 31 Desember 2021

Panama Sita narkoba pada 2021 Sebanyak 128 Ton

BY GentaraNews IN



Kementerian Keamanan Panama berhasil menyita sekitar 128 ton barang selundupan, terutama kokain, Ahad (26/12). Tutup Tahun 2021 Panama catatan rekor baru dalam penyitaan narkoba. (Minggu 26/12/2021)

Dilansir dari Channel News Asia, terjadi peningkatan jumlah narkoba sitaan pada 2021 sebesar 43% dari rekor sebelumnya yang tercatat di 2019.

Saat itu, Panama menyita 90 ton narkoba dalam satu tahun. Di 2021, jumlahnya melonjak tajam menjadi 128,7 ton.

"Pada 2021, sebagai hasil dari 565 operasi melawan kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba, 128,7 ton narkoba disita," ungkap Presiden Panama Laurentino Cortizo saat menghadiri Majelis Nasional, Minggu (2/1).

Di 2020, tindakan penguncian ketat di awal masa pandemi rupanya cukup berhasil menekan jumlah narkoba yang disita. Pada periode itu, Pemerintah Panama hanya sanggup menyita hingga 84 ton.

Bulan lalu, Panama juga melaporkan rekor transaksi tunai narkoba terbesar, jumlahnya mencapai US$ 10 juta. Tim penyelidik butuh waktu lebih dari 12 jam untuk menghitung uang yang ditemukan di sebuah rumah di Nueva Providencia, Provinsi Colon.

Pihak berwenang mengatakan, perdagangan narkoba dari pelabuhan Karibia ke Eropa juga meningkat.

Baru-baru ini, kepolisian Panama berhasil membongkar dua kelompok kriminal di bawah kartel Klan Teluk Kolombia yang mengendalikan sekitar sepertiga produksi kokain Panama, atau sekitar 300 juta ton.

Kebanyakan penyelundupan dilakukan dengan memanfaatkan peti kemas. Sedangkan provinsi tempat para pejabat melakukan pengangkutan narkoba terbesar adalah Colon di utara tengah Panama, dengan 50 ton. Kemudian  wilayah perbatasan barat Chiriqui dengan 20 ton, dan provinsi Panama dengan 18 ton.

Beberapa penyitaan yang dilakukan di pantai Pasifik dan Karibia, serta di bandara. Untuk lembaga yang mengamankan operasi penyitaan, pemerintah dibantu oleh angkatan udara angkatan laut nasional yang menyita 86.332 paket obat-obatan, polisi nasional mengamankan 29.525 paket, dan otoritas perbatasan nasional sebanyak 11.011 paket.

Panama telah dikenal sebagai pintu masuk Amerika Tengah untuk obat-obatan terlarang yang diproduksi di Amerika Selatan. Sebagian besar kokain berasal dari Kolombia dan pada umumnya akan disalurkan ke Amerika Serikat.

Presiden Cortizo pada Minggu juga menyampaikan, tingkat pembunuhan di Panama pada tahun 2021 cukup tinggi. Perbandingannya mencapai 11,5 per 100.000 penduduk.

"Sebagian besar kasus pembunuhan terkait dengan kejahatan terorganisir. Dalam perang melawan kejahatan, saya tidak bernegosiasi dan saya tidak akan bernegosiasi dengan penjahat," tegas Cortizo. (LEP)

 

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga