Baca Juga

Selasa, 01 September 2020

Video Artis Bollywood Diduga Teler Narkoba

BY GentaraNews IN


Kangana Ranaut, Aktor film Panga, membuka rahasia, bahwa hampir semua selebriti Bollywood. Kangana Ranaut menjadi selebriti yang paling vokal setelah kematian Sushant Singh Rajput, diduga memakai narkoba sebelum tewas pada 14 Juni 2020.

Kangana Ranaut bercerita soal penggunaan narkoba oleh selebriti yang kini sedang marak diperbincangkan.

Kangana mengungkapkan bahwa salah seorang selebriti yang kerap mengonsumsi narkoba di lokasi syuting. Dia menyebutkan nama sang artis, Kangana mengingat bahwa kejadian itu berlangsung di Las Vegas.

“Waktu itu pacarnya yang orang asing ada di sana bersamanya. Tiap malam selalu ada pesta dan narkoba sudah seperti air yang mengalir (dikonsumsi terus). Jenis narkobanya seperti lsd, kokain dan pil ekstasi yang bahkan mereka konsumsi sepanjang hari,” kata Kangana dilansir IntipSeleb dari India Today pada Selasa, 1 September 2020.

Aktor film India ini mengklaim bahwa 99 persen selebriti Bollywood pernah menggunakan narkoba. Bahkan, ketika Kangana baru masuk industri hiburan ia juga dicekoki narkoba karena menurut mereka itu hal yang biasa. Alhasil, pengakuan mengejutkan Kangana Ranaut membuat nyawanya terancam dan ia sempat ingin dimasukkan ke penjara oleh mereka. 

“Jika mereka hebat, bagaimana bisa aku membahayakan mereka? Lalu mengapa mereka ingin menempatkanku di balik jeruji besi ? Mereka tahu bahwa aku mengetahui rahasia ini sehingga mereka mencoba untuk menjelekkan aku, menyebut bipolar atau membuatku terbunuh,” lanjutnya.

Video Artis Bollywood Lagi Teler 


Bahas soal narkoba semakin ramai digaungkan di Twitter dan warganet di India, langsung mengingat video Karan Johar yang mengadakan pesta di rumahnya beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut terlihat bahwa Deepika Padukone, Ranbir Kapoor, Malaika Arora, Vicky Kaushal, Varun Dhawan dan beberapa selebriti lain ikut menikmati pesta. Melihat penampilan para artis di video itu, publik mengklaim bahwa mereka sedang pesta narkoba. Banyak warganet yang menduga bahwa mereka berada dalam pengaruh obat terlarang.

“Ini adalah sisi nyata Bollywood. Pecandu narkoba. Sushant bukanlah pecandu narkoba seperti mereka, itulah mengapa dia menjadi sasaran empuk bagi mereka. Dengan alasan itu dia tidak diundang ke pesta mereka dan mengapa mereka tidak mendukungnya,” tulis seorang warganet dikutip dari Pink Villa pada Selasa, 1 September 2020.

Kejadian itu juga membuat Kangana kembali bersuara. Dia mengatakan bahwa beberapa orang di industri hiburan memamerkan penggunaan narkoba dan sudah seperti hal yang sangat normal. Kangana Ranaut berhatap  pemerintah harus turun tangan dan meminta Ranbir Kapoor, Vicky Kaushal dan Ranveer Singh untuk tes darah. (LEP







Pemuda Pemudi Desa Serayu Larangan Dibekali Informasi P4GN Oleh BNNK Purbalingga

BY GentaraNews IN

Desa Serayu Larangan dan Desa Selaganggeng Kecamatan Mrebet merupakan dua wilayah yang ditunjuk sebagai Prioritas Nasional Program Pascarehabilitasi, mereka mempersiapkan diri untuk mensukseskan, diantaranya kegiatan pembekalan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam kegiatan rutin bulanan yang dihadiri oleh Kepala Desa Serayu Larangan Fajar Prasetyo Utomo, Persatuan Pemuda Pemudi Desa Serayu Larangan sekapat mengundang BNNK Purbalingga untuk memberikan pembekalan materi P4GN

Fajar Prasetyo Utomo selaku Kepala Desa Serayu Larangan dalam pengarahannya di acara pembekalan P4GN menyampaikan bahwa, "kehadiran persatuan pemuda pemudi sangat membantu dalam menyukseskan sebagian kecil dari program-program Pemerintah Desa Serayu Larangan. Satu diantaranya, disamping kegiatan kepemudaan, persatuan pemuda pemudi ini juga dilibatkan dalam piket ronda malam sebagai partisipasi jaga kamtibmas lingkungan," ujarnya.

BNNK Purbalingga yang hadir diwakili Awan Pratama mengapresiasi langkah inisiatif yang dipelopori oleh Bapak Tulus sebagai Agen Pemulihan dengan menggandeng Persatuan Pemuda Pemudi untuk bersama-sama mengetahui dan selanjutnya bergerak menyukseskan Program Prioritas Nasional Pascarehabilitasi di Desa Serayu Larangan ini. Selasa (1/92020)

"Langkah dan kegiatan yang telah dilakukan oleh Persatuan Pemuda Pemudi dalam berpartisipasi pada program-program Pemdes sejatinya merupakan implementasi dari P4GN, terutama aspek pencegahan," puji Awan Pratama.

"Dengan piket ronda malam berarti para pemuda berperan aktif mencegah terjadinya tindak kriminal, yang bisa saja diantaranya tindak pidana narkotika," tambah Awan Pratama.

"Dengan kondisi yang sudah kompak ini, tolong, jika ada diantara warga masyarakat Desa Serayu Larangan yang menjadi penyalah guna narkoba, agar dirangkul, diajak untuk ikut program rehabilitasi BNN. Silakan, komunikasikan dengan Bapak Tulus selaku Agen Pemulihan Mitra BNN atau Bapak Kades untuk proses teknis rehabilitasinya. Jangan biarkan mereka yang menjadi penyalah guna atau pecandu narkoba tak terurus, tak terjamah layanan rehabilitasi " pesan Awan Pratama.

"Perlu diketahui bahwa, nantinya, penyalah guna atau pecandu narkoba tersebut jika sudah selesai jalani layanan rehabilitasi medis oleh BNN, langsung diikutsertakan pada program pascarehabilitasi di kampung halamannya, di Desa Serayu Larangan ini dengan Bapak Tulus sebagai leadernya," Tambah Awan Pratama.

"Nah  inilah esensi penjelasan dari apa itu yang disebut sebagai Program Pascarehabilitasi Agen Pemulihan Prioritas Nasional. Jadi, mari kita sengkuyung bersama," ucap Awan Pratama

Kegiatan pembekalan P4GN dan sosialisi bahaya penyalahgunaan narkoba berlangsung interaktif dan komunikatif, dengan beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh Bapak Kades ataupun perwakilan pemuda pemudi. (LEP)


Anies Baswedan Resmikan Tugu Peti Mati Agar Warga Ingat Protokol Kesehatan

BY GentaraNews IN

Peresmian tugu peti mati di kawasan Sunter, Jakarta Utara


Gubernur Jakarta Anies Baswedan didampingi Wagub Ahmad Riza Patria dan Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, meresmikan Tugu Peti Mati yang dibangun Pemkot Jakarta Utara di kawasan Danau Sunter Selatan, Tanjung Priok. Pada peti tersebut dituliskan update pasien positif covid-19 beserta jumlah kasus meninggal di Jakarta. Selasa (1/9/2020).

Dalam sambutannya Anies mengapresiasi warga RW 14 Sunter Jaya yang memasang tugu itu sebagai pengingat kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pencegahan covid-19.

"Tugu ini mengingatkan kita semua risiko covid-19 tak tampak oleh mata tapi dampaknya sudah terasa. Tugu ini sebagai pengingat kita semua agar lebih waspada," kata Anies.

Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko menjelaskan, "tugu itu merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat RW," ujarnya

"Mereka yang mengusulkan agar ada suatu pengingat kepada masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan di setiap aktivitas," tambah Wali Kota Jakarta Utara. (LEP).

Ari Lasso Ungkap Pernah 11 Kali Coba Narkoba

BY GentaraNews IN

Ari Lasso dan Andre Taulany dalam tayangan di kanal YouTube ARI LASSO TV.

Pria yang bernama asli Ari Bernardus Lasso atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Ari Lasso penyanyi berkebangsaan Indonesia. Pria berambut gondrong ini pernah tercatat sebagai vokalis grup band Dewa 19 (1991-1999), yang akhirnya ia keluar dan menjalani karier sebagai penyanyi solo.

Suami dari Vita Dessy dan ayah dari Aura Rivanya Maharani, Michael Bernard Lasso Audra Anandira Lasso, Abraham Bernard Lasso, Alessandra Lasso bercerita lewat kanal YouTube Ari Lasso TV bertajuk “KESAL DAN KUATIR !! ANDRE NEMENIN ARILASSO KE RS REHAB”, dia mengisahkannya kepada Andre Taulany.

Dalam kanal YouTube ARI LASSO TV, Senin (31/8/2020), awalnya Ari Lasso menelepon Andre untuk mengajaknya bertemu. Ari Lasso pun mengendarai mobilnya dan mendatangi rumah Andre.

Tak disangka ternyata Ari Lasso ingin meminta Andre mengantarkannya ke Rumah Sakit (RS) Rehabilitasi Ashefa Griya Pusaka. Rumah sakit tersebut memang menangani pasien-pasien yang kecanduan obat terlarang.

Ari Lasso yang sedari tadi hanya diam, menyela perkataan Andre.

"Boleh ngomong dulu nggak gue sebentar?," tanya Ari Lasso.

"Ini gue mau datang ke rumah sakit rehab untuk korban narkoba dan gua rasa lu satu-satunya sahabat gua, yang bisa nemenin gua ke sana," tuturnya.

"Tapi lu sehat kan? Gini aja, poinnya lu nggak pakai lagi kan? Itu aja pertanyaan gua," cetus Andre.

"Makanya dengerin dong gua ngomong. Kita ke rumah sakit rehab nih, temenin gua dulu, mau apa nggak dulu?," tanya Ari Lasso.

"Ada urusan apa? Berarti lu kenapa?," kata Andre balas bertanya.

Ari Lasso pun menenangkan Andre dan menjelaskan kesalahpahaman tersebut.

Ternyata, Ari Lasso mengunjungi rumah sakit rehab tersebut untuk meliput fasilitas rumah sakit tersebut dan memberi informasi untuk para pecandu narkoba yang ingin berubah lebih baik.

Penyanyi Ari Lasso kembali mengingat masanya lalunya saat mencoba lepas dari ketergantungan narkoba.

Dalam kanal YouTube Ari Lasso TV, sang pelantun “Hampa” ini mengakui pernah 11 kali mencoba bebas dari narkoba.

Dari 11 kali percobaan itu, Ari Lasso akhirnya dinyatakan bersih dari narkoba pada 2001 silam.

“Aku tuh 11 kali mencoba sembuh. Aku tidak ngomong rehab ya, mulai dari sendirian kemudian masuk rumah sakit. Aku 11 kali dari tahun 1996 sampai akhirnya sembuh di tahun 2001,” ucap Ari Lasso dalam kanal YouTubenya. Selasa (1/9/2020).

Ari Lasso juga menceritakan proses penyembuhannya kala itu. Ia sempat merasa dijadikan kelinci percobaan. Dokter tampak bingung untuk memberikannya obat.

“Di zaman gue dulu tahun 1990-an hal-hal seperti ini belum dikuasai baik dari segi hukum dan medis. Aku tuh jadi kaya kelinci percobaan, tiap dokter bingung memberikan obat kecanduan heroinku, sangat bingung,” tutur Ari Lasso.

Sebelumnya, Ari Lasso menjelaskan hal itu ketika ia dan Andre Taulany mengunjungi sebuah rumah sakit rehabilitasi narkoba.

Ari Lasso berujar pengetahuan itu mesti diketahui banyak orang demi menyelamatkan generasi bangsa, khususnya mereka yang kecanduan narkoba.  (LEP)





Senin, 31 Agustus 2020

Pria Bantal ini Dulunya Pecandu Narkotika

BY GentaraNews IN

Mike Lindell dengan bantal "My Pillow"-nya


Jalan hidup seseorang memang penuh misteri. Meski selalu diterpa kesulitan, ada kalanya hal itu berubah seratus delapan puluh derajat. Sebelum sukses menjadi pengusaha dan membangun bisnis bernilai miliaran, Mike Lindell, pria asal Amerika Serikat ini merupakan seorang pecandu narkoba.

Mike Lindell diawal kisahnya memang sangat akrab dengan yang namanya narkoba. Kecanduannya sangat berat hingga membuat rumah tangganya harus hancur dan berujung kepada kata cerai dari istrinya yang tidak betah dengan sikap negatifnya.
 
Mike Lindell pernah tidak dapat selamat 2 minggu dan terus menerus menggunakan Narkoba yang membuatnya tampak seperti orang yang sakit dengan kondisi fisik kurus dan frustasi yang panjang.

Mike Lindell memang bermasalah dalam hal tidur saat dirinya masih berusia 16 tahun, bukan karena amnesia. Namun karena bantal yang dia kenakan sungguh tidak nyaman dan sangat mengganggu.

Banyak orang bilang menjadi pecandu narkoba sama artinya dengan kehilangan masa depan. Kondisi tubuh yang tidak seutuhnya sadar menjadi penyebab seseorang tidak bisa fokus melakukan kegiatan tertentu selain terus mencekoki dirinya dengan narkoba.

Mike Lindell, pengusaha bantal yang sukses jadi miliarder setelah melalui perjuangan panjang melawan kecanduan narkoba. Mike Lindell membangun usaha itu mulai dari tahun 2004 bernama My Pillow.




Ide berjualan bantal

Ide untuk berjualan bantal bermula saat Mike merasa kesulitan tidur setiap malam. Menurutnya, jarang bisa ditemukan bantal yang bisa mempertahankan bentuk dan kembali ke bentuk semula.

Kisah berjualan Bantar awalnya ada seorang pria yang menjalankan program belanja di TV lokal. Pria tersebut kemudian menawari Mike untuk menjual bantalnya di program TV miliknya. Penjualan bantalnya pun meroket. Semua produk bantalnya laris manis di pasaran.

Perjalanan Mike membangun bisnis sempat terpuruk saat di tahun 2008 ia kembali berurusan dengan Narkoba.

Lindell juga pernah mencoba bisnis di bidang kuliner. Waktu itu, bisnis makan siang sedang menjanjikan. Ia kemudian membeli gerobak sandwich dan memberikan sandwich gratis selama seminggu.

Lindell menyerah dan memilih bekerja sebagai bartender. Ia yang saat itu sudah kecanduan kokain malah membeli bar tempat ia bekerja. Ia sendiri mengaku kalau itu bukan keputusan yang tepat.


Terpuruk namun bangkit lagi

Bermodalkan uang pinjaman US$ 15 ribu demi bisa menjual produknya yang dinamakan My Pillow di mall saat natal tiba. Walaupun ia hanya bisa menjual 80 buah bantal.

Di tahun 2011, produknya kembali masuk dalam program belanja di TV. Dari sana, tingkat penjualannya menanjak tajam.

Di akhir tahun, ia mampu mengembangkan perusahaan yang tadinya hanya lima pegawai menjadi 500 pegawai. Ia juga terus menawarkan produknya dalam program belanja di televisi selama enam tahun terakhir.



Membangun bisnis berjualan bantal


“Pria Bantal” adalah julukan untuk Mike Lindell, setelah iklan komersial di televisi tayang. Iklan itu memiliki konsep yang boleh dibilang unik. Ditambah lagi persona Lindell yang muncul di iklan itu terlihat sebagai orang yang lucu. Bagi kebanyakan orang, Lindell dan keseluruhan cerita kesuksesannya memanglah unik dan terkadang terlalu ajaib untuk bisa jadi kenyataan.

Hasilnya, Mike sukses menjual 30 juta bantal. Pendapatannya pun meningkat drastis dari US$ 100 ribu hingga mendekati US$ 300 juta.

Sebelum membangun My Pillow, Mike Lindell sempat mencoba berbagai usaha lain untuk mencari uang. Saat masih kuliah di Universitas Minnesota, Lindell mengambil dua pekerjaan sambilan. Salah satunya di toko grosir.

Namun, ia akhirnya dipecat oleh bosnya. Ia ingat bosnya berkata, “Kalau kau tidak suka di sini, bikin saja perusahaanmu sendiri.”

Perkataan itu kemudian membuat Lindell mencoba mencari uang melalui caranya sendiri. Ia pernah berternak babi tapi gagal karena pasar babi sedang terpuruk dan ia tidak mendapatkan keuntungan.


Penampilan Lindell saat menjadi pecandu kokain (kanan)

Namun, siapa sangka bahwa itu adalah hal besar. Lindell yang waktu itu tidak paham jahit-menjahit malah menghabiskan waktunya untuk membuat bantal yang sesuai dalam mimpinya. Tapi sayang, setelah ia memasarkan bantal buatannya itu, ia hanya mampu menjual 80 buah bantal.

Lindell tidak menyerah dan mencoba memasarkan bantalnya lagi. Hingga suatu hari, ada konsumen yang sangat menyukai bantal buatannya. Momen itu kemudian menjadi titik balik penjualan bantal Lindell yang naik tajam.

Lindell yang aktif memasarkan bisnisnya dengan membuat iklan di televisi. Dalam satu tahun, bisnisnya mengalami pertumbuhan yang cukup pesat dan mampu merekrut 500 orang tenaga kerja. Hingga saat ini, Lindell telah menjual bantalnya lebih dari 25 juta buah di bawah 1500 pegawai. Pencapaian ini kemudian mengantarkannya memiliki kekayaan senilai 300 juta dolar AS, setara dengan 4,2 triliun rupiah. (LEP)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga