Baca Juga

Daerah (532) Nasional (258) Berita (121) Internasional (37) news (36) education (32) Berita Gema Nusantara (29) Nasiona (25) Duit (18) Tentang Narkoba (6) Teknologi (5) Gema (4) video (4) Ai (3) Financial (3) Pilkada 2024 (3) opini (3) Olah Raga (2) Peraturan (2) Profile (2) Sepak Bola Berita (2) kesehatan (2) Piala Dunia (1) herbal (1) pendidikan (1)
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2026

Siswa SLB Gianyar Tolak Narkoba

BY GentaraNews IN



Gianyar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SLB Negeri 1 Gianyar, Selasa (15/7). Kegiatan tersebut diikuti oleh 61 peserta didik dan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya hidup sehat serta menjauhi penyalahgunaan narkoba sejak dini. Rabu (15 Juli 2026)

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si., yang menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dalam penyampaiannya, Sudirman menegaskan bahwa kehadiran BNN Kabupaten Gianyar di lingkungan sekolah tidak hanya bertujuan memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat, harapan, dan rasa percaya diri kepada seluruh peserta didik. Dengan pendekatan yang hangat, komunikatif, dan penuh kepedulian, para siswa diajak memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan potensi luar biasa yang harus dijaga serta dikembangkan demi meraih masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut, I Gusti Putu Ariyani juga memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan semangat belajar, kedisiplinan, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang positif, setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang berprestasi serta membanggakan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh keakraban. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias serta aktif berinteraksi selama penyampaian materi dan motivasi.

Melalui kegiatan ini, BNN Kabupaten Gianyar kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra bagi dunia pendidikan. BNN tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga menjadi sahabat dan pendamping bagi generasi muda dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

BNN Kabupaten Gianyar berharap kegiatan sosialisasi P4GN di lingkungan sekolah dapat memperkuat karakter peserta didik, meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkoba, serta mendorong setiap anak untuk terus bermimpi, berkarya, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berprestasi. (LEP)




Bondres Bersinar Edukasi Peserta MPLS SMP Negeri 1 Gianyar tentang Bahaya Narkoba

BY GentaraNews IN




Gianyar – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menghadirkan program Bondres Bersinar dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Gianyar. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Gianyar tersebut diikuti oleh sebanyak 521 peserta didik. Selasa (13 Juli 2026)

Program Bondres Bersinar merupakan inovasi kolaboratif BNNK Gianyar bersama Kementerian Agama Kabupaten Gianyar yang memanfaatkan seni pertunjukan bondres sebagai media edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui pendekatan budaya lokal yang komunikatif, menghibur, dan mudah dipahami, pesan-pesan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba disampaikan secara efektif kepada para peserta.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta MPLS tampak aktif mengikuti setiap sesi pertunjukan, sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sejak usia dini.

Setelah penampilan Bondres Bersinar, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si. Dalam paparannya, Sudirman mengajak seluruh peserta didik untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba serta menanamkan nilai-nilai hidup sehat, disiplin, berintegritas, dan berprestasi sebagai bekal dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, BNNK Gianyar berharap para peserta MPLS tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang turut mengajak teman sebaya untuk menerapkan pola hidup sehat serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba. (LEP)







Senin, 13 Juli 2026

Seusama dan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global Jalin Kerja Sama Himpun Donasi Digital untuk Balai Pengajian di Aceh

BY GentaraNews IN


Jakarta – Seusama menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global tentang kerja sama sebagai mitra penghimpun donasi berbasis digital. Kerja sama ini bertujuan memperkuat penggalangan dana kemanusiaan melalui pemanfaatan platform digital guna mendukung pembangunan balai pengajian bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Selasa (14 Juli 2026).

Ruang lingkup kerja sama meliputi penghimpunan, pengelolaan, serta penyaluran dana infak dan sedekah yang diperuntukkan bagi pembangunan balai pengajian di wilayah terdampak bencana. Seluruh dana infak dan sedekah yang berhasil dihimpun oleh Yayasan Amanah Kemanusiaan Global akan disalurkan kepada Seusama untuk dikelola dan direalisasikan sesuai dengan tujuan program.


Penandatanganan MoU dihadiri oleh Ketua Umum Seusama Zulkifli Ibrahim, didampingi Pengawas Seusama, Said Rulam, serta Ketua Bidang Media dan Komunikasi Seusama, Le Putra. Dari pihak Yayasan Amanah Kemanusiaan Global hadir Siti Zubaedah selaku Kepala Perwakilan Jabodetabek.

Ketua Umum Seusama, Zulkifli Ibrahim, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan penghimpunan donasi secara transparan, efektif, dan akuntabel melalui sistem digital.

"Kerja sama ini diharapkan dapat memperlancar kegiatan Seusama Peduli dalam menghimpun donasi dari masyarakat sehingga semakin banyak manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat Aceh Utara yang membutuhkan," ujar Zulkifli.

Melalui program Seusama Peduli, organisasi tersebut menargetkan pembangunan 15 unit balai pengajian di Kabupaten Aceh Utara. Balai pengajian tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak, serta kegiatan sosial masyarakat, khususnya bagi daerah yang terdampak banjir.

Kolaborasi antara Seusama dan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga sosial dan filantropi dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat gerakan infak dan sedekah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan. (LEP)

Minggu, 28 Juni 2026

Wujud Nyata Kepedulian, SEUSAMA PEDULI Bangun Balai Pengajian di Aceh Utara

BY GentaraNews IN ,

Lhokseumawe – Seusama Peduli secara resmi memulai pembangunan Balai Pengajian di Dayah Malem Diwa yang berlokasi di Gampong Cot Bada, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Pembangunan ini merupakan bentuk komitmen nyata organisasi dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda melalui penyediaan sarana belajar yang lebih layak.

Program tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi fasilitas pembelajaran agama di Dayah Malem Diwa yang selama ini masih sangat terbatas. Keterbatasan ruang belajar menjadi tantangan bagi para santri dan anak-anak di lingkungan sekitar dalam mengikuti kegiatan pendidikan agama secara optimal.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Dayah Malem Diwa terdampak banjir dan sebagian balai pengajian nya rusak karena dihantam banjir. Hal inilah maka SEUSAMA PEDULI membangun Balai pengajian utk mengganti yang rusak tersebut.

Melihat kebutuhan tersebut, SEUSAMA PEDULI mengambil langkah konkret dengan memulai pembangunan Balai Pengajian yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan pendidikan Islam, pembinaan akhlak, serta pengembangan karakter generasi muda di wilayah hulu Aceh Utara.

Ketua SEUSAMA PEDULI, Zulkifli Ibrahim, menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan adalah investasi pada pendidikan, khususnya pendidikan agama.

"Pendidikan agama adalah fondasi utama bagi generasi penerus. Dengan hadirnya Balai Pengajian yang lebih layak di Dayah Malem Diwa, kami berharap anak-anak di Gampong Cot Bada dapat belajar dengan lebih nyaman, termotivasi, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat," ujar Zulkifli Ibrahim.

Menurutnya, pembangunan ini bukan sekadar mendirikan sebuah bangunan, tetapi juga menghadirkan ruang yang mampu melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Karena itu, keberhasilan program ini memerlukan dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Balai Pengajian yang dibangun nantinya akan menjadi pusat berbagai aktivitas pendidikan Islam, mulai dari pembelajaran Al-Qur'an, kajian kitab kuning, tauhid, fiqih, hingga pembinaan akhlak bagi anak-anak, remaja, dan para santri di lingkungan Gampong Cot Bada dan sekitarnya.

SEUSAMA PEDULI berharap pembangunan ini menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di daerah pedalaman Aceh Utara, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Detail Proyek Pembangunan
Nama Proyek: Pembangunan Balai Pengajian Dayah Malem Diwa
Lokasi: Gampong Cot Bada, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara
Pelaksana: SEUSAMA PEDULI

Penerima Manfaat: Anak-anak, remaja, dan santri di lingkungan sekitar

Fokus Kegiatan: Pembelajaran Al-Qur'an, kitab kuning, tauhid, fiqih, akhlak, serta kegiatan pembinaan keagamaan lainnya.

SEUSAMA PEDULI mengajak seluruh elemen masyarakat, para dermawan, dan mitra kolaborasi untuk bersama-sama mendukung pembangunan Balai Pengajian Dayah Malem Diwa. Semangat gotong royong diyakini akan menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang. (LEP)

Sidak Rumah Kos di Desa Medahan dan Keramas, Empat Penghuni Terindikasi Positif Metamfetamin

BY GentaraNews IN



Gianyar – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar menggelar inspeksi mendadak (sidak) rumah kos di Desa Medahan dan Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Senin (29/06).

Kegiatan yang melibatkan personel Polres Gianyar, Kodim 1616/Gianyar, dan Satpol PP Kabupaten Gianyar tersebut menyasar sejumlah rumah kos yang dinilai memiliki tingkat mobilitas penghuni cukup tinggi. Selain memeriksa identitas dan administrasi kependudukan, petugas juga melakukan tes urine terhadap para penghuni.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 59 penghuni rumah kos, petugas menemukan empat orang yang hasil tes urine awalnya terindikasi positif mengandung metamfetamin. Menindaklanjuti temuan tersebut, keempat orang itu langsung diamankan dan dibawa ke Polres Gianyar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan guna mendalami asal-usul narkotika yang diduga dikonsumsi, pola penggunaan, serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Gianyar maupun daerah lain. Penyidik juga akan melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi, barang bukti yang ditemukan, serta pengembangan informasi guna mengungkap apakah keempat orang tersebut hanya berstatus sebagai pengguna atau memiliki keterlibatan dalam jaringan peredaran narkotika. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sidak rumah kos ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang mengusung semangat memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Kegiatan sidak rumah kos ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat upaya deteksi dini, pencegahan, dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan rumah kos yang memiliki mobilitas penghuni cukup tinggi. Kami berharap momentum HANI menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemilik rumah kos, dan seluruh masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Gianyar yang Bersinar (Bersih dari Narkoba)," ujar Sudirman.

Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada penghuni dan pemilik rumah kos mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta pentingnya menjaga lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran gelap narkoba. Pemilik rumah kos diimbau lebih selektif dalam menerima penyewa, melakukan pendataan identitas penghuni, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kegiatan sidak rumah kos akan terus dilakukan secara berkala di berbagai wilayah Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Kabupaten Gianyar dapat menjadi wilayah yang semakin aman dan bersih dari penyalahgunaan narkotika. (LEP)

Selasa, 16 Juni 2026

Aceh Raih Kategori "TANGGAP” Dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba

BY GentaraNews IN


Banda Aceh – Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) merupakan salah satu strategi nasional yang dijalankan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara terintegrasi. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada penguatan ketahanan masyarakat mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa, "berdasarkan hasil pengukuran Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) Tahun 2025, Provinsi Aceh memperoleh nilai 3,19 dan berada pada kategori “Tanggap”. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh bersama seluruh pemangku kepentingan telah memiliki kesiapsiagaan, kapasitas, komitmen, serta sinergi yang baik dalam mendukung pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)," demikian penjelasanya menjawab pertanyaan redaksi melaui pesan Whatapps. Rabu (17 Juni 2026)

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui berbagai program yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Dedy Tabrani.

Keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai program strategis yang telah dilaksanakan BNNP Aceh. Pada aspek Ketahanan Keluarga, BNNP Aceh secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar keluarga mampu mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, membangun komunikasi yang sehat dengan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan protektif. Program ini dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta berbagai mitra terkait.

"Dalam aspek Pemberdayaan Masyarakat, BNNP Aceh telah membentuk dan membina Relawan Anti Narkoba yang berasal dari berbagai unsur, seperti pemuda, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Para relawan tersebut menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi P4GN hingga ke tingkat gampong. Di Aceh, relawan ini dikenal dengan sebutan Pageu Gampong, yang berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat," jelasnya lebih lanjut.

Selain upaya pencegahan, BNNP Aceh juga terus memperkuat layanan rehabilitasi melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Program rehabilitasi berbasis komunitas ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung proses pemulihan penyalahguna narkoba. Dalam implementasinya, masyarakat adat menjadi salah satu kekuatan utama karena memiliki nilai-nilai sosial, kepedulian, dan solidaritas yang kuat dalam mendukung rehabilitasi serta reintegrasi sosial penyalahguna narkoba.

Sejak tahun 2021, BNNP Aceh telah membentuk 77 unit IBM yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Aceh. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang secara aktif mendukung upaya rehabilitasi berbasis komunitas.

"Melalui program Kawasan Bersih Narkoba (BERSINAR), BNNP Aceh terus mendorong terciptanya lingkungan yang tangguh terhadap ancaman narkoba melalui penguatan regulasi lokal, edukasi berkelanjutan, pengawasan partisipatif, serta kolaborasi lintas sektor. Program ini dikembangkan di berbagai lingkungan strategis, seperti gampong, sekolah, kampus, instansi pemerintah, lingkungan kerja, dan kawasan lain yang memiliki tingkat kerawanan narkoba," tambah Dedy Tabrani

"Khusus di Aceh, implementasi Program BERSINAR diperkuat oleh keberadaan reusam gampong yang berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial dalam masyarakat. Dukungan para keuchik, tuha peut, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan bersih dari narkoba," tegas Dedy Tabrani

"Melalui sinergi yang kuat antara BNNP Aceh, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat, diharapkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba semakin meningkat. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Aceh yang aman, kondusif, dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara berkelanjutan," pungkas Kepala BNN Propinsi Aceh. (LEP)

Rabu, 10 Juni 2026

Program KOTAN Perkuat Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Narkotika di Gianyar

BY GentaraNews IN


Gianyar – Kabupaten Gianyar terus menunjukkan komitmennya dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkotika melalui Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN). Program yang diinisiasi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) ini menjadi salah satu tolok ukur kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman narkoba, mulai dari aspek pencegahan, pemberdayaan masyarakat, hingga rehabilitasi.

Menjawab pertanyaan terkait pemenuhan Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKoTAN), Kepala BNN Kabupaten Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si, menyampaikan bahwa Kabupaten Gianyar berhasil meraih nilai yang menunjukkan tingkat kesiapsiagaan yang baik.

“Untuk nilai IKoTAN Kabupaten Gianyar tahun 2025 berada pada kategori Tanggap dengan indeks 2,93. Ini menunjukkan bahwa berbagai program dan upaya yang dilakukan dalam pencegahan serta penanggulangan penyalahgunaan narkotika telah berjalan dengan baik,” ujar Sudirman.

Menurutnya, capaian tersebut didukung oleh pelaksanaan empat pilar utama dalam Program KOTAN yang menjadi fondasi penguatan ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba.

Pada pilar Ketahanan Keluarga, Gianyar mencatatkan hasil yang sangat menggembirakan. Tahun 2025, nilai ketahanan keluarga mencapai 94,799 dan masuk dalam kategori Sangat Tinggi. Capaian ini menunjukkan bahwa keluarga di Gianyar memiliki peran yang kuat sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

“Ketahanan keluarga kita tahun 2025 berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai 94,799. Ini menjadi indikator bahwa kesadaran dan peran keluarga dalam menjaga anggota keluarganya dari ancaman narkoba semakin baik,” jelasnya.

Sementara itu, pada pilar Relawan Anti Narkoba, BNN Kabupaten Gianyar telah membentuk dan memberdayakan sebanyak 30 relawan anti narkoba yang berasal dari Desa Saba, yang ditetapkan sebagai Desa Bersinar (Bersih Narkoba) Tahun 2025. Para relawan tersebut diharapkan menjadi agen perubahan dalam memberikan edukasi dan sosialisasi bahaya narkoba di lingkungan masyarakat.

“Untuk relawan anti narkoba, tahun 2025 kami memiliki 30 orang relawan yang berasal dari Desa Saba sebagai Desa Bersinar. Mereka berperan aktif dalam mendukung program pencegahan narkoba di tingkat desa,” kata Sudirman.

Pada pilar Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), Sudirman menjelaskan bahwa pada tahun 2025 tidak dilakukan pembentukan IBM baru di Desa Bersinar. Hal ini karena bidang rehabilitasi lebih memfokuskan pada keberlanjutan program yang telah berjalan sebelumnya.

“Untuk IBM, tidak ada pembentukan baru pada Desa Bersinar tahun 2025 karena bidang rehabilitasi hanya melanjutkan dan mengoptimalkan IBM yang sudah ada,” terangnya.

Sedangkan pada pilar Kawasan Bersih Narkoba (BERSINAR), Desa Saba menjadi wilayah yang mendapat penguatan program Desa Bersinar sebagai bagian dari strategi menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui keterlibatan aktif masyarakat.

Dengan capaian IKoTAN kategori Tanggap dan dukungan berbagai program berbasis keluarga serta masyarakat, Kabupaten Gianyar dinilai semakin siap menghadapi ancaman narkoba. BNN Kabupaten Gianyar berharap sinergi antara pemerintah, aparat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga dapat terus diperkuat demi mewujudkan Gianyar yang bersih dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. (LEP)

Selasa, 09 Juni 2026

Peran Serta Masyarakat, Berdayakan Kekuatan Adat dan Masyarakat Gampong

BY GentaraNews IN



Banda Aceh – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa, "gerakan War on Drugs for Humanity di Aceh bukan semata-mata upaya penegakan hukum, melainkan sebuah gerakan kemanusiaan yang memiliki kekuatan sosial melalui adat, agama, dan kelembagaan adat yang masih hidup serta berfungsi efektif di tingkat gampong," jelasnya dalam rilis yang diterima redaksi melalui pesan Whatapps. Selasa (10/6/2026)
Menurut Dedy Tabrani, amanat Bab XIII Undang-
Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mengatur peran serta masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) sejalan dengan nilai-nilai kehidupan masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi falsafah “adat ngon syariat lagee zat ngon sifeut” (adat dan syariat bagaikan zat dan sifat yang tidak dapat dipisahkan).
 
"Tokoh adat, tokoh agama, generasi muda serta keluarga memiliki peran strategis sebagai "pageu gampong" atau benteng masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," ujar Dedy Tabrani.

"Keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyelamatan generasi bangsa dari ancaman narkoba," tambah Dedy Tabrani.

Ia menjelaskan, kearifan lokal Aceh memberikan pendekatan yang lebih humanis dalam menangani persoalan penyalahgunaan narkoba. Melalui berbagai instrumen adat seperti reusam, suloh, serta pembinaan berbasis meunasah, masyarakat tidak hanya berperan dalam pencegahan dan pengawasan, tetapi juga mendukung proses rehabilitasi serta reintegrasi sosial bagi korban penyalahgunaan narkoba agar dapat kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat.

"Pemberantasan 0eredaran gelap narkoba di Aceh tidak dapat hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Sinergi antara pemerintah, BNN, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, organisasi kepemudaan, dan seluruh komponen masyarakat menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar," jelas Dedy Tabrani lebih lanjut

"War on Drugs for Humanity adalah gerakan bersama untuk menyelamatkan manusia. Oleh karena itu, masyarakat adat harus ditempatkan sebagai mitra utama dalam membangun ketahanan sosial, menjaga marwah gampong, serta melindungi generasi muda Aceh dari bahaya narkoba," tegas Dedy Tabrani lagi

"Melalui penguatan nilai-nilai adat dan syariat Islam yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh, diharapkan upaya P4GN dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," pungkasnya. (LEP)

Senin, 08 Juni 2026

Ketahanan Budaya Hadapi Tantangan Digitalisasi dan Regenerasi, Pelestarian Budaya Jadi Tanggung Jawab Bersama

BY GentaraNews IN ,

Jakarta – Ketahanan budaya Aceh saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks di tengah perkembangan zaman. Derasnya arus digitalisasi, rendahnya regenerasi penutur bahasa daerah dan pelaku seni tradisional, serta belum tersedianya landasan hukum yang komprehensif terkait pemajuan kebudayaan menjadi faktor yang memengaruhi keberlangsungan warisan budaya Aceh.

Menurut tokoh literasi budaya Le Putra, "Dampak urbanisasi dan modernisasi turut menggeser pola kehidupan masyarakat yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial," jelasnya

"Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat generasi muda terhadap identitas budaya daerah yang menjadi kekayaan dan kebanggaan Aceh," tambahnya.

Berbagai upaya penyelamatan dan penguatan budaya terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama komunitas lokal, akademisi, seniman, budayawan, serta masyarakat. Program revitalisasi bahasa daerah, pembinaan sanggar seni, pelestarian adat istiadat, digitalisasi arsip budaya, hingga penyelenggaraan festival budaya menjadi langkah strategis untuk menjaga eksistensi budaya Aceh di era modern.

Sejumlah warisan budaya yang menjadi prioritas pelestarian antara lain bahasa Aceh dan bahasa daerah lainnya yang mengalami penurunan jumlah penutur, seni tutur tradisional, manuskrip kuno, permainan rakyat, serta berbagai kesenian tradisional yang mulai jarang dipraktikkan oleh generasi muda. Warisan budaya tersebut memiliki nilai historis, pendidikan, dan identitas yang sangat penting bagi masyarakat Aceh.

"Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah. Pelibatan pemuda dapat dilakukan melalui pendidikan berbasis budaya lokal, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi budaya, pengembangan konten kreatif digital bertema budaya Aceh, pelatihan seni tradisional, serta dukungan terhadap komunitas-komunitas kreatif yang bergerak di bidang pelestarian budaya," tegas Le Putra

"Para pemerhati budaya menilai bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat," tegasnya kembali.

"Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, komunitas budaya, dan generasi muda, ketahanan budaya Aceh diharapkan tetap terjaga dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya," harapnya

"Budaya adalah identitas dan kekuatan bangsa. Pelestarian budaya Aceh harus menjadi gerakan bersama agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi mendatang," demikian disampaikan sejumlah pegiat budaya dalam berbagai forum pelestarian kebudayaan.

Melalui komitmen bersama dan langkah-langkah nyata yang berkelanjutan, Aceh diharapkan mampu mempertahankan kekayaan budayanya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah sekaligus memperkuat karakter masyarakat di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital. (LEP)

Sabtu, 06 Juni 2026

Peran Serta Masyarakat Cukup Pada Pencegahan untuk Menekan Permintaan Narkoba

BY GentaraNews IN ,


Jakarta – Peran serta masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) merupakan hak sekaligus tanggung jawab setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penggiat anti narkoba, Le Putra, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Namun demikian, menurutnya, peran masyarakat lebih tepat difokuskan pada aspek pencegahan atau Demand Reduction, sedangkan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika menjadi kewenangan aparat penegak hukum seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia.

"Pencegahan merupakan ranah yang dapat dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Adapun pemberantasan peredaran gelap narkoba merupakan tugas dan kewenangan BNN serta Kepolisian. Seluruh komponen masyarakat harus bersatu dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba," ujar Le Putra.

Korban penyalahgunaan narkotika dapat diartikan sebagai seseorang yang menggunakan narkotika karena dibujuk, dirayu, ditipu, diperdaya, atau dipaksa oleh pihak lain untuk menggunakan narkotika dalam bentuk apa pun. Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga dapat dimaknai sebagai penggunaan narkotika di luar indikasi medis, tanpa petunjuk atau resep dokter, serta dilakukan secara teratur atau berkala.

"Tingginya permintaan atau demand terhadap narkoba menjadi salah satu faktor utama yang mendorong maraknya peredaran gelap narkotika. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam memutus mata rantai permintaan tersebut melalui edukasi, penyuluhan, penguatan ketahanan keluarga, serta pembentukan lingkungan sosial yang sehat dan produktif," jelas Le Putra

"Apabila permintaan terhadap narkoba dapat ditekan, maka prevalensi penyalahgunaan narkotika juga akan mengalami penurunan. Inilah esensi dari strategi Demand Reduction yang harus diperkuat secara berkelanjutan," katanya.

"Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui kampanye bahaya narkoba, tetapi juga harus menyentuh akar permasalahan yang menjadi faktor pendorong penyalahgunaan narkotika," jelas Le Putra lebih lanjut

Faktor-faktor seperti kesulitan ekonomi, tekanan hidup, stres, gangguan kesehatan mental, serta lingkungan sosial yang tidak kondusif perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, keluarga, dan komunitas, diharapkan upaya P4GN dapat berjalan lebih efektif dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Masyarakat adalah garda terdepan dalam pencegahan. Dengan memperkuat ketahanan individu, keluarga, dan lingkungan, kita dapat menurunkan permintaan narkoba serta menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika," tutup Le Putra. (LEP)

Rabu, 03 Juni 2026

Pemerintah Aceh Lepas Delegasi Tari Saman Ke Korea Selatan, Bawa Misi Diplomasi Budaya Di Festival Internasional

BY GentaraNews IN



Jakarta – Pemerintah Aceh secara resmi melepas keberangkatan Tim Tari Saman ke Korea Selatan untuk mengikuti The 2nd Busan International Dance Festival 2026” yang berlangsung pada 5–9 Juni 2026. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Aula Kantor Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Pelepasan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, Said Marzuki, S.IP M.Si yang mewakili Pemerintah Aceh. Momentum tersebut ditandai dengan pengenaan jaket kepada Ketua Duta Saman Institut, Aminullah Adnan, yang kemudian diikuti secara simbolis oleh seluruh anggota delegasi.

Acara berlangsung khidmat dan penuh haru. Hadir dalam kesempatan itu para guru, orang tua anggota tim Saman, Ketua Persatuan Aceh Seranto Ahyar Kamil, SH, Penasihat Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga) Hasan Daling, Pembina Lesbuga Alwien Desry, serta sejumlah tokoh masyarakat Aceh di Jakarta dan tokoh literasi budaya Le Putra.

Dalam sambutannya, Said Marzuki menyampaikan bahwa “keberangkatan Tim Tari Saman merupakan momentum istimewa karena Aceh mendapat kepercayaan untuk mewakili Indonesia di panggung budaya internasional”.

“Patut kita syukuri, di tengah kondisi musibah banjir yang melanda, Pemerintah Aceh tetap memberi perhatian besar pada kebudayaan. Ini merupakan arahan langsung Gubernur Aceh melalui Sekretaris Daerah agar tim Saman dapat berangkat ke Korea Selatan,” ujarnya.

Keikutsertaan Tari Saman dalam ajang internasional bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari diplomasi budaya untuk memperkenalkan Aceh kepada masyarakat dunia”, tambah Said Marzuki

“Promosi melalui seni budaya jauh lebih elegan dan menyentuh. Dunia akan mengenal Aceh melalui keindahan dan kekayaan tradisinya, pesan Gubernur Aceh kepada seluruh delegasi agar menjaga nama baik daerah dan bangsa selama berada di luar negeri” katanya.

“Jaga nama baik Indonesia, jaga marwah Aceh, dan harumkan nama kita di Negeri Ginseng,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Persatuan Aceh Seranto, Ahyar Kamil, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Aceh yang terus memberikan dukungan terhadap pelestarian dan promosi budaya daerah.

“Kita sangat mendukung. Kebudayaan adalah identitas, dan sudah sepatutnya mendapat perhatian serius dari semua pihak,” ujarnya.

Penasihat Lesbuga, Drs. H. M Hasan Daling, berharap pengiriman delegasi seni Aceh ke berbagai forum internasional dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.

“Aceh memiliki kekayaan budaya luar biasa seperti Saman, Ratoh Jaroe, hingga Guel. Semua ini adalah aset besar yang harus terus kita perkenalkan ke dunia,” katanya.

Dukungan juga datang dari kalangan pelajar. Perwakilan dari 10 sekolah di DKI Jakarta, Indah Nuhyatia dari SMKN 74 Jakarta, menyampaikan rasa bangga dan harapannya atas keberangkatan tim yang akan membawa nama Aceh dan Indonesia di ajang internasional tersebut.

Ketua Lesbuga, M. Aris, S.Pd, menjelaskan bahwa undangan resmi dari panitia Busan International Dance Festival tahun ini secara khusus ditujukan kepada Tari Saman melalui Lesbuga.

“Festival ini diikuti oleh 13 negara. Dari Indonesia, yang tampil adalah Saman dari Aceh. Kita berharap ke depan seni-seni Aceh lainnya juga mendapat kesempatan serupa,” jelasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh yang telah memberikan dukungan penuh terhadap keberangkatan delegasi tersebut.

“Ini bukti kesungguhan Pemerintah Aceh dalam memajukan dan menginternasionalkan Saman,” ujarnya.

Keberangkatan Tim Tari Saman ke Korea Selatan sepenuhnya difasilitasi oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh sebagai bagian dari komitmen memperkuat diplomasi budaya, melestarikan warisan budaya Aceh, serta memperkenalkan kekayaan seni dan tradisi Aceh di panggung dunia. (LEP)



 

Tari Saman Aceh Tampil di Korea Selatan pada The 2nd Busan International Dance Festival 2026

BY GentaraNews IN ,



JAKARTA – Tari Saman, warisan budaya kebanggaan Aceh, akan tampil mewakili Indonesia dalam ajang The 2nd Busan International Dance Festival 2026 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada 5–9 Juni 2026. Delegasi Tari Saman dilepas secara resmi oleh Pemerintah Aceh di Aula Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Festival tari internasional tersebut diikuti oleh perwakilan dari 13 negara. Dari Indonesia, Tari Saman asal Aceh menjadi satu-satunya pertunjukan seni yang mendapat kehormatan tampil dalam ajang bergengsi tersebut, sekaligus membawa nama Indonesia dan Aceh ke panggung budaya dunia.

Keikutsertaan delegasi Tari Saman pada festival internasional ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat global. Tari Saman yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak oleh UNESCO pada tahun 2011 terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu identitas budaya Indonesia yang dikenal luas di tingkat internasional.

Acara pelepasan turut dihadiri para pelatih, orang tua anggota delegasi, Ketua Persatuan Aceh Seranto Ahyar Kamil, Penasihat Lesbuga Hasan Daling, Pembina Lesbuga Alwien Desry, SH, MH, tokoh masyarakat Aceh di Jakarta, serta tokoh literasi budaya, Le Putra.

Pembina Lesbuga, Alwien Desry, SH, MH, yang juga pengacara senior dari Alwien Desry & Partners Law Firm, menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan dan biaya perjalanan delegasi difasilitasi oleh Pemerintah Aceh. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya sekaligus mempromosikan citra positif Aceh di tingkat internasional.

Menurut Alwien, kehadiran delegasi Tari Saman di Korea Selatan bukan sekadar menampilkan pertunjukan seni, melainkan juga memperkenalkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat dunia.

“Tari Saman tidak hanya dikenal karena keindahan gerakan dan kekompakannya, tetapi juga karena nilai-nilai filosofis, keagamaan, pendidikan, dan kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah yang ingin kita perkenalkan kepada dunia,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh anggota delegasi agar menjaga kesehatan, disiplin, dan kualitas penampilan selama mengikuti festival.

“Jaga selalu performa dan kebugaran. Tampilkan yang terbaik untuk masyarakat dan Pemerintah Kota Busan. Jadikan Tari Saman sebagai pertunjukan yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap penonton,” pesannya.

Keikutsertaan delegasi Tari Saman dalam The 2nd Busan International Dance Festival 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Tari Saman sebagai ikon budaya Aceh di kancah internasional sekaligus menjadi jembatan persahabatan antarnegara melalui seni dan budaya, serta memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal Aceh kepada masyarakat dunia. (LEP)

Jumat, 24 April 2026

Seusama Peduli II, Bangun 15 Balai Pengajian di Aceh Utara

BY GentaraNews IN

 


Dalam rangkaian kegiatan Halal Bihalal (HBH) di Jakarta, Paguyuan Seuramo Syedara Lhokseumawe (SEUSAMA) asal kota Lhokseumawe sejabodetabek Kembali menggalang dana untuk pembangunan balai pengajian bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara.

Kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Mie Aceh Samudra ini turut dihadiri sejumlah tokoh Aceh, di antaranya Dr. Ir. H. Mustafa Abubakar, M. Si, Dr. Ir. Surya Darma, MBA, Marsda TNI (Purn.) Fachri Adamy, S.E., Mayjen TNI Herianto Syahputra, H. Sudirman, S. Sosa taau yang akrab disapa Haji Uma, Sekretaris Umum PP. Taman Iskandar Muda: Drs. Yusra Huda, Ak., MM. hingga sejumlah tokoh lainnya. Tema acara “Mengukir jejak jejak kebaikan di Tanah Rencong”. Sabtu (24 April 2026)


Dalam sambutanya Ketua Dewan Pembina Seusama Bapak Marsekal Muda TNI (Purn.) Fachri Adamy, S.E. mengaak seluruh yang hadir pada acara HBH untuk menyisilkan rajekinya untuk pembangunan Balai Pengajian.

Melalui Seusama Peduli II, fokus bantuan diarahkan pada sektor yang lebih fundamental: pembangunan kembali balai pengajian yang rusak akibat banjir. Bagi masyarakat Aceh, balai pengajian bukan sekadar bangunan, tetapi pusat pendidikan agama dan pembinaan moral lintas generasi. Peletakan batu pertama pembangunan dilakukan di kawasan Langkahan, Aceh Utara,

Puncaknya, peletakan batu pertama pembangunan balai pengajian dilaksanakan pada Sabtu (25/4/2026) di Dayah Malem Diwa, Gampong Cot Bada, Kecamatan Langkahan.

Ketua Umum SEUSAMA, Zulkifli Ibrahim, SE., Ak., CA., CPA dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Sabtu (25/4/2026), menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral warga perantauan terhadap kondisi sosial di tanah kelahiran.

Melalui program Seusama Peduli, pihaknya berkomitmen untuk tidak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga memastikan pemulihan jangka panjang bagi masyarakat terdampak.

Seusama Peduli sendiri merupakan organisasi sosial kemanusiaan turunan dari SEUSAMA yang fokus pada penanganan isu sosial dan kebencanaan.

Sejak hari kedua pasca banjir, organisasi ini telah menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak melalui program Seusama Peduli tahap pertama.

“Bahkan, para relawan turun langsung ke lokasi sepuluh hari setelah bencana, membawa bantuan sandang dan pangan serta menetap selama kurang lebih dua bulan guna memastikan distribusi berjalan optimal,” ujar Zulkifli Ibrahim.

Memasuki tahap lanjutan melalui program Seusama Peduli 2, organisasi tersebut mengalihkan fokus pada sektor yang lebih mendasar, yakni pemulihan fasilitas pendidikan keagamaan.

Pembangunan balai pengajian dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun kembali kehidupan sosial masyarakat dari sisi spiritual dan moral.

“Balai pengajian bukan sekadar bangunan fisik, tetapi menjadi pusat pembinaan karakter dan akhlak masyarakat. Kehilangannya akibat banjir berdampak langsung pada terhentinya aktivitas belajar mengaji bagi semua kalangan,” ujar Zulkifli.

Dalam program ini, Seusama Peduli menargetkan pembangunan 15 balai pengajian di Kecamatan Langkahan dan Jambo Aye.

Lokasi pembangunan ditentukan secara selektif, yakni balai pengajian yang mengalami kerusakan minimal 85 persen atau hilang akibat banjir, serta memiliki status tanah wakaf yang sah untuk menghindari konflik kepemilikan di masa mendatang.

Dengan harapan, balai-balai pengajian yang dibangun kembali ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan pascabencana, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak. Dari tanah rantau, harapan itu kembali disemai—untuk Aceh yang lebih kuat, dari balai pengajian yang kembali berdiri.

Dengan harapan, balai-balai pengajian yang dibangun kembali ini tidak hanya menjadi simbol kebangkitan pascabencana, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam membangun generasi Aceh yang berilmu dan berakhlak. Dari tanah rantau, harapan itu kembali disemai—untuk Aceh yang lebih kuat, dari balai pengajian yang kembali berdiri. (LEP)




















Kamis, 15 Januari 2026

LP2M PTIQ Jakarta Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa dan Korban Banjir di Sumatera

BY GentaraNews IN



Jakarta — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas PTIQ Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada mahasiswa yang terdampak banjir serta masyarakat korban bencana di Sumatera. Penyaluran bantuan dilakukan pada Kamis (15/1/2025) sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab institusi pendidikan terhadap dampak bencana alam.

Bantuan kepada mahasiswa diberikan dalam bentuk uang tunai serta fasilitasi penggratisan biaya uang semester bagi mahasiswa yang terdampak langsung banjir. Tercatat sebanyak 20 mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta telah menerima bantuan tersebut.

Program bantuan ini merupakan bagian dari langkah cepat kampus dalam merespons kondisi darurat yang dialami mahasiswa, sekaligus memastikan keberlangsungan studi mereka tetap terjaga di tengah situasi bencana.

Selain membantu mahasiswa internal, Universitas PTIQ Jakarta juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Sumatera, khususnya di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dewan Mahasiswa (DEMA) PTIQ Jakarta sebagai bentuk sinergi antara pimpinan universitas dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa logistik kebutuhan pokok dan perlengkapan ibadah, di antaranya beras, roti, pembalut, Al-Qur’an, karpet, serta berbagai logistik pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir.

Rektor Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian kampus terhadap sesama, khususnya di saat masyarakat sedang menghadapi musibah.

“Sebagai institusi pendidikan Islam, Universitas PTIQ Jakarta memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah umat. Bantuan ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian kami kepada mahasiswa serta masyarakat yang terdampak banjir, khususnya saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Prof. Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan bahwa kampus tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik, tetapi juga harus aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan empati di kalangan civitas akademika,” tambahnya.

Universitas PTIQ Jakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan serta mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan sosial sebagai bagian dari nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Selasa, 13 Januari 2026

Walikota Silaturahmi dengan Lembaga Kemasyarakatan, Perkuat Stabilitas Sosial dan Kerukuan Masyarakat

BY GentaraNews IN ,



Jakarta – Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar silaturahmi dengan Lembaga Kemasyarakatan serta Tim Terpadu Suku Badan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Timur, Kegiatan bertujuan memperkuat sinergitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jakarta Timur, acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Blok C, Kantor Walikota Jakarta Timur, Selasa (13/1/2026).

Silaturahmi dibuka Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, yang didampingi Asisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur Bambang Pangestu. Kegiatan ini diikuti 80 peserta, terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, BIN, Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Pembauran Kebangsaan, FKDM, dan Paskibra Jakarta Timur. Hadir juga para kelapa suku dinas dan perwakilan 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas unsur dalam menjaga stabilitas sosial, keamanan, dan kerukunan masyarakat.


Acara yang berlangsung di lingkungan Kantor Walikota Jakarta Timur tersebut dihadiri Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto, S.Sos., M.Si., jajaran pejabat Pemkot JakTim, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, BINDA, para camat, serta perwakilan lembaga kemasyarakatan seperti FKUB, FPK, FKDM, TPPO, TPPA, Tim Waspada Dini, dan Tim Terpadu Pengawasan Ormas.



Dalam sambutannya, Wakil Walikota Jakarta Timur, Kusmanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Jakarta Timur memiliki tantangan kompleks karena luas wilayah dan keberagaman masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah konflik sosial, tawuran, radikalisme, serta gangguan ketertiban umum.

“Jakarta Timur harus dijaga bersama. Keamanan dan kerukunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Kusmanto.

 "Ini momen yang sangat baik. Saya terima kasih kepada Kesbangpol Jakarta Timur yang telah mengumpulkan seluruh lembaga kemasyarakatan dan tim terpadu," kata Kusmanto.

"Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita saling mengingatkan pentingnya menjaga keamanan. Kita tahu di Jakarta Timur ini banyak sering terjadi konflik, khususnya tawuran, ini salah satu PR (pekerjaan rumah) yang sangat penting. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, kita bisa redakan semua. Kita beri kesadaran kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang tadi yang membawa hal yang tidak baik di wilayah Jakarta Timur," ujarnya.



Sementara itu, Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur Eliazer Hutapea, S.E., M.M, menjelaskan bahwa keberadaan lembaga kemasyarakatan dan tim terpadu memiliki dasar hukum yang jelas, mulai dari UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah hingga regulasi terkait organisasi kemasyarakatan dan kewaspadaan dini.

Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan lembaga menyampaikan aspirasi dan usulan program, di antaranya pembentukan “Sekolah Kerukunan” untuk mencegah perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, penguatan sosialisasi pencegahan tawuran, serta optimalisasi peran FKDM dan FPK hingga tingkat kecamatan.

Pemkot Jakarta Timur menyambut baik berbagai masukan tersebut dan berkomitmen menindaklanjutinya melalui koordinasi lintas sektor, khususnya menjelang momentum rawan seperti bulan Ramadan.

Kegiatan silaturahmi ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menjaga Jakarta Timur tetap aman, rukun, dan kondusif melalui dialog, musyawarah, serta kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat. (LEP).

Minggu, 21 Desember 2025

SEUSAMA Salurkan Bantuan untuk 33 Gampong di Lhokseumawe dan Aceh Utara

BY GentaraNews IN



Lhokseumawe - Paguyuban Seuramo Syedara Lhokseumawe (SEUSAMA) menuntaskan penyaluran bantuan logistik tahap II bagi korban banjir di Aceh, Minggu (21/12/2025).

Total dana donasi yang berhasil dihimpun dan dibelanjakan mencapai Rp262.815.000, yang seluruhnya direalisasikan dalam bentuk kebutuhan pokok dan perlengkapan dasar masyarakat terdampak banjir. Adapun jenis bantuan yang disalurkan meliputi beras, gula, minyak makan, telur, sabun mandi, deterjen, air mineral, mi instan, serta ikan asin.

Relawan SEUSAMA yang dikomandani oleh Abu Yan menyalurkan bantuan sebanyak 33 gampong (desa/posko) yang tersebar di wilayah Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara menjadi penerima manfaat dari bantuan yang dihimpun melalui donasi para donatur.

Ketua Umum SEUSAMA, Zulkifly Ibrahim, SE, Ak, menyampaikan bahwa, "bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian kami terhadap saudara-saudara mereka di kampung halaman yang sedang dilanda musibah banjir," jelasnya


“Kami berharap bantuan yang kami salurkan ini dapat sedikit meringankan beban  masyarakat terdampak banjir yang kini jadipengungsi. Ini mungkin tidak besar, tetapi kami ingin memastikan saudara-saudara kami di Aceh tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Zulkifly Ibrahim.

Ia menegaskan, sejak awal SEUSAMA berkomitmen untuk bergerak cepat dan tepat sasaran, dengan memastikan seluruh bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“SEUSAMA akan Insya Allah selalu hadir   Aceh bila musibah dan  membutuhkan, Insya Allah kami akan terus berupaya memberikan kontribusi terbaik,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua Dewan Pembina SEUSAMA, Marsekal Muda (Purn) Fachri Adamy, SE, memberikan apresiasi  kepada seluruh relawan dan donatur yang telah bergerak cepat menuju lokasi terdampak.

“Negara sudah menyatakan bertanggung jawab. Saya juga orang Aceh. Kalau kita tidak bisa berbuat banyak, kita doakan. Kalau kita mampu, kita bantu," ujar Fachri

Saya sangat respect dengan relawa, Perwakilan Seusama Lhokseumawe Mayor Czi Rusli dan Kordinator penyaluran sdr. Abu Yan ( Irianto Mancari), tidak banyak bicara, langsung berbuat,” tegas Fachri Adamy.

“Kami berharap para pengungsi dan korban banjir tetap tabah menghadapi musibah ini. Kami dari SEUSAMA selalu ada dan selalu ingat kepada saudara-saudara kami di Aceh, meskipun kami berada di Jakarta. Insya Allah, setelah ini akan ada kontribusi lain yang bisa kami berikan untuk masyarakat terdampak banjir,” ungkapnya.

Penyaluran bantuan tahap II ini sekaligus menegaskan peran SEUSAMA sebagai wadah solidaritas perantau Aceh yang tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi juga dalam aksi nyata kemanusiaan di saat masyarakat membutuhkan. (Abu Yan/LEP)

Jumat, 19 Desember 2025

Universitas PTIQ Jakarta Lantik DENMA

BY GentaraNews IN



Jakarta — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas PTIQ Jakarta resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Zaleha Ibnu Sutowo, Universitas PTIQ Jakarta, pada Jumat, 19 Desember 2025.

DEMA Universitas PTIQ Jakarta periode 2025/2026 secara resmi mengusung nama Kabinet Revolusi. Kepengurusan ini dinakhodai oleh Sahrul HR sebagai Presiden Mahasiswa dan Fathammubina sebagai Wakil Presiden Mahasiswa. Pelantikan tersebut menjadi penanda dimulainya estafet kepemimpinan mahasiswa yang diharapkan mampu membawa perubahan positif dan berkelanjutan bagi lingkungan kampus.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Dr. KH. Maman Imanulhaq selaku Anggota DPR RI Fraksi PKB Komisi VIII, serta Dr. Gugun Gumilar, Ph.D. selaku Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan peran mahasiswa dalam pengembangan keilmuan dan kepemimpinan berbasis nilai-nilai keislaman.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III Universitas PTIQ Jakarta, Dr. KH. Ali Nurdin, M.A., menekankan pentingnya amanah dan tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi kemahasiswaan. Ia berharap pengurus baru mampu melahirkan program-program inovatif yang memberikan dampak positif bagi mahasiswa serta berkontribusi terhadap kemajuan institusi.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa Sahrul HR menyampaikan komitmen Kabinet Revolusi untuk menghadirkan gerakan mahasiswa yang progresif, kritis, dan berintegritas. Ia menegaskan bahwa DEMA Universitas PTIQ Jakarta siap menjadi motor penggerak yang aktif dalam merespons dinamika kampus serta mendorong pengembangan intelektual mahasiswa.

Adapun susunan kepengurusan inti Kabinet Revolusi DEMA Universitas PTIQ Jakarta periode 2025/2026 meliputi Muhammad Fauzan sebagai Menteri Agama, Haidir Hamid sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Rizki Dika Saputra sebagai Menteri Politik dan Hukum, Baginda Hafizh Siregar sebagai Menteri Dalam Negeri, Ahmad Azmi Firosh sebagai Menteri Luar Negeri, Ahmad Qurkusani T sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Syamsuddin sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi DEMA Universitas PTIQ Jakarta untuk menjalankan perannya secara strategis sebagai representasi mahasiswa yang visioner, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga