Baca Juga

Senin, 14 September 2020

Bandar Narkoba Manfaatkan Kondisi Pandemi Covid-19

BY GentaraNews IN



Pemerintah memberlakukan Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada tahun 2020 sebagai tanggapan terhadap penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) yang telah menjadi pandemi tidak membuat aktivitas peredaran narkoba berhenti.

Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengingatkan para bandar dan pengedar narkoba memanfaatkan situasi untuk melancarkan bisnis terlarangnya sejak Maret 2020. Oleh karena itu mengharapkan masyarakat jangan mudah tergiur dengan hasutan para bandar atau pengedar narkotika. Hal ini disampaikan saat jadi naramsumber kegiatan Asistensi Penguatan Dalam Rangka Pembentukan Relawan Anti Narkoba di Karangasem, didampingi Kepala Bidang pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Bali AKBP I Ketut Suandika. Jumat (11/9) lalu,” kata Brigjen Putu Gede Suastawa, Senin (14/9).

“Tidak boleh lengah dan tetap waspada terhadap peredaran gelap serta penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekitar kita. Sinergitas dan peran semua stakeholder dalam rangka mencegah peredaran gelap narkoba sangatlah penting," kata Putu Gede Suastawa

Menurutnya, pemda memiliki payung hukum yang kuat untuk menetapkan berbagai kebijakan daerah, khususnya peraturan daerah yang sifatnya upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kabupaten Karangasem. “Lingkungan kerja instansi pemerintah seyogyanya penuh dengan individu yang produktif sekaligus mempunyai fungsi sebagai pelayan masyarakat,” ujar Putu Gede Suastawa.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pembentukan relawan antinarkoba. Relawan antinarkoba ini nantinya akan bertugas sebagai penyuluh, inisiator, mativator dan fasilitator dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," jelasnya lagi.

“Bentuk kegiatan nyata dalam kegiatan P4GN untuk relawan ini adalah menyusun kebijakan antinarkoba di lingkungannya dan di luar lingkungan sesuai fungsinya masing-masing. Selain itu melaksanakan kegiatan P4GN secara mandiri di lingkungannya dan membentuk relawan serta penggiat antinarkoba sebagai perpanjangan tangan BNN di lingkungannya,” ungkap jendral bintang satu (LEP)

Minggu, 13 September 2020

Cawabup Barru Pasangan Petahana Didiskualifikasi KPU Karena Positif Narkoba

BY GentaraNews IN ,

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Baru, Sulawesi Selatan yang digelar dalam rapat pleno terbuka pada hari Minggu (13/9/2020) memutuskan, calon Wakil Bupati (cawabup) Barru, Sulawesi Selatan, Andi Mirza Riogi Idris dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan sebagai cawabup. Sebab, dari hasil pemeriksaan kesehatan, pasangan bupati petahana Suardi Saleh ini dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba.

Pupus sudah harapan Ketua DPC PDI Perjuangan Barru, Andi Mirza Riogi Idris untuk ikut berkontestasi dalam Pilkada Kabupaten Barru 2020. 

"Andi Mirza Riogi Idris dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai calon Wakil Bupati Barru dikarenakan positif narkotika. Konsekuensi bagi Andi Riogi yang telah dinyatakan TMS (tidak memenuhi syarat) sebagai calon wakil bupati yaitu didiskualifikasi sebagai kandidat," ujar Ketua KPU Barru Syarifuddin H Ukkas.

Andi Mirza ketahuan positif narkoba setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Private Care Center (PCC) RSUP Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar.

"Hasil pemeriksaan rumah sakit juga menjadi keputusan KPU, dan itu tidak bisa diulang karena positif narkotika. Tidak bisa ditawar," tegas Ketua KPU Kabupaten Barru

Atas putusan tersebut, KPU Barru juga memberikan kesempatan kepada para partai pengusung untuk mengganti pasangan Suardi Saleh pada Pilkada Barru 2020. KPU memberikan batas waktu tiga hari dari sekarang.

"Penggantian calon yang TMS (tidak memenuhi syarat) kami serahkan kepada para partai pengusung untuk bermufakat mengganti dengan kandidat yang lain. Untuk penggantian calon yang TMS, kami berikan waktu tiga hari untuk menyetorkan namanya, dan 10 hari ke depan proses verifikasinya syarat pencalonannya," jelas Ketua KPU Kabupaten Baru.

Sementara dua pasangan penentang petahana lainnya telah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan. Mereka yaitu Malkan Amin-Andi Salahuddin Rum dan Mudassir Hasri Gani-Aksah Kasim.

Diketahui, Pilkada Barru diikuti oleh tiga bapaslon. Selain Petahana Suardi Saleh-Andi Mirza Riogi, ada Malkan Amin-Andi Salahuddin Rum dan Mudassir Hasri Gani-Aksah Kasim.


Sepak Terjang Andi Mirza Riogi Idris

Nama mantan anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Mirza Riogi Idris menjadi perbincangan hangat baik di media massa, media sosial hingga di warung kopi. 

Di Pilkada Barru, Andi Mirza Riogi Idris yang biasa disapa Andi Ogi dipasangkan dengan bupati petahana Suardi Saleh. Pasangan ini digadang-digadang berpeluang besar keluar sebagai jawara setelah SS-Ogi (akronim pasangan ini) berhasil menyatukan parpol koalisi pemerintahan di tingkat pusat dan parpol oposisi atau penyeimbang.

Masing-masing Partai Nasdem, Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sejumlah pengamat politik menyebut Andi Ogi dinilai sangat layak mengabdikan diri sebagai pemimpin di Barru. Selain punya pengalaman sebagai eks wakil rakyat, juga kepribadiannya sangat menghargai tata krama “makkiade”. 

Kehadiran Andi Ogi yang ikut menjadi calon Wakil Bupati Barru tak boleh dipandang sebelah mata. Mengingat, selain punya mumpuni dalam mengakomodir dukungan, ia juga adalah putra dari mantan Bupati Barru Andi Idris Syukur dan juga menantu dari mantan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, yang masih memiliki basis suara tertentu. Ditambah lagi, Ogi memiliki mesin politik dari partai yang dipimpinnya di Barru. (LEP)

Sabtu, 12 September 2020

Tetap produktif di era new normal dan terus kampanyekan hidup 100 persen

BY GentaraNews IN


BNN Kabupaten Trenggalek melaksanakan Kegiatan Konser Virtual dan Talkshow bertema "Hidup 100 Persen, Prestasi 100 Persen", yang digelar secara virtual melalui akun media sosialnya, Sabtu (12/9/20).

Kegiatan yang dilaksanakan selain dalam rangka untuk mengkampanyekan spirit BNN yakni Hidup 100 persen ini juga sekaligus dalam rangka merangkul para generasi milenial untuk jauhi narkoba dan memilih hidup 100 persen.




Kepala BNNK BNN Kabupaten Trenggalek David Henry Andar Hutapea, S.H., M.Si menjelaskan, "dalam acara ini dilaksanakan dmtetap mematuhi protokol kesehatan covid-19 yang direkomendasikan gugus tugas dan melibatkan talenta muda lokal Trenggalek dari berbagai passion anak muda sebagai pengisi acara," jelasnya

"Tampil dari unsur Band lokal, Komunitas Literasi Trenggalek dan Standup Comedy Trenggalek serta Talkshow bertema Hidup 100 persen dengan narasumber muda Trenggalek yang berprestasi di bidang Olahraga, Ajang Pemilihan Raka Raki Jatim dan Siswa berprestasi," tambah David Henry Andar Hutapea

"Selain itu dalam acara ini juga sebagai ajang untuk memberikan kesempatan musisi dan talenta-talenta anak muda Trenggalek lainnya tampil dan mengekspresikan diri walaupun dimasa pandemi covid-19," jelas David Henry Andar Hutapea lagi.

"BNNK Trenggalek mengharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi pendobrak semangat anak-anak muda Indonesia untuk tetap berperilaku hidup 100 persen, yang sadar, sehat, produktif dan bahagia, tanpa narkoba tentunya dengan berbagai passion yang diminatinya," tutup David Henry Andar Hutapea. (LEP)


Pecandu Narkoba Donor Ginjal Untuk Polisi Yang Pernah Menangkapnya

BY GentaraNews IN

Jocelynn James, 40 tahun, mendonasikan ginjalnya kepada aparat kepolisian yang pernah menjebloskannya ke penjara karena kasus narkoba.


Jocelynn James, perempuan asal Alabama, Amerika Serikat, menyelamatkan nyawa seorang anggota polisi yang telah menangkapnya beberapa kali karena kasus narkoba. James terketuk hatinya untuk mendonorkan ginjalnya kepada polisi tersebut. Sumber: dailymail.co.uk

Jocelynn James diketahui seorang pecandu narkoba yang sedang menjalani rehabilitasi (pemulihan diri). Dia melihat sebuah unggahan permohonan di Facebook bahwa mantan anggota kepolisian, Terrell Potter, sedang membutuhkan transplantasi ginjal.

Unggahan itu dibuat oleh putri Potter dan James terdorong dengan unggahan itu sehingga ingin menyumbangkan salah satu ginjalnya.

Terrell Potter, anggota polisi, mendapat transplantasi ginjal dari bekas narapidana yang dijebloskanke penjara olehnya karena kasus narkoba. 

James, 40 tahun, sudah tobat dari kecanduannya terhadap narkoba. Saat ini dia sedang berjuang melawan rasa kecanduannya pada narkoba yang begitu parah.

Dulu kecanduan Jocelynn James pada narkoba telah membuatnya kehilangan mobil dan pekerjaannya. Dia lalu mencuri agar bisa membiayai kebiasaannya itu.

Jocelynn James total ditangkap 16 kali antara 2007 dan 2012 lalu. Dia bahkan pernah masuk dalam daftar “orang paling dicari” di Negara bagian Alabama.

Suatu malam, Jocelynn James melihat namanya muncul di TV sebagai penjahat yang paling dicari. Dia ingin bertaubat karena sudah muak menjalani hidup sebagai pecandu narkoba. Keesokan harinya, James pun menyerahkan dirinya kepada pihak berwenang dan menjalani penjara selama enam bulan.

Jocelynn James lalu menjalani rehabilitasi selama sembilan bulan. Pada 12 September 2020, James membantu Potter yang amat membutuhkan bantuan. Dalam unggahan di Facebook, putri Potter mengatakan ayahnya mungkin harus menunggu 7 – 8 tahun mendapatkan ginjal baru.

“Saya masih tidak bisa memberi tahu kamu apa isi unggahan itu karena saya tidak pernah membacanya utuh. Saya hanya melihat orang itu membutuhkan ginjal dan Tuhan seperti berbicara kepada saya dan berkata ‘kamu memiliki ginjal orang itu’, sesederhana itu,“ kata Jocelynn James.

James mendonasikan ginjalnya kepada Potter pada Juli 2020 lalu di Rumah Sakit Universitas Vanderbilt, Nashville, Tennessee. Operesi berjalan dengan baik.

“Dia (Jocelynn James) adalah salah satu kandidat yang mustahil mau memberikan ginjalnya, seseorang yang pernah kamu masukkan ke penjara. Jika Anda menanyakan daftar seratus orang yang mau memberi saya ginjal, nama dia mungkin tidak akan ada dalam daftar itu. Sebab kami tidak punya kontak atau apapun. Saya tidak akan pernah menyebutkan namanya. Tapi saya sangat bersyukur Tuhan menempatkan dia dalam hidup saya lagi, “kata Potter.




Sumber: https://www.ndtv.com/offbeat/woman-donates-kidney-to-cop-who-arrested-her-years-ago-2294233?pfrom=home-lateststories

Polrestabes Tembak Mati Pemasok Narkoba Kelas Kakap, Polisi Akan Datangkan DEA

BY GentaraNews IN

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menembak mati pemasok narkoba berinisial FRL (32 tahun) yang disebut memiliki puluhan kilogram barang bukti. Barang bukti itu masih dihitung petugas.

Awalnya, FRL yang ditangkap, diminta untuk mengambil barang bukti sabu dalam tasnya. Namun, bukannya barang bukti yang diambil, tapi justru senjata tajam yang digunakan menyerang petugas.

Setelah tiga kali tembakan peringatan tidak diindahkan, akhirnya guna menyelamatkan petugas yang terancam, tersangka dilumpuhkan dengan timah panas di dada.

Dalam penangkapan pelaku ini petugas juga mengamankan 8 koper berisi narkoba jenis sabu. Selain itu petugas juga mengamankan bungkusan makanan ringan yang dipakai pelaku untuk membungkus narkoba.

"Barang bukti masih kita hitung. Ada puluhan kilogram barang bukti. Nanti kita total dan rilis dengan pelaku yang lain," kata Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, SIK di Surabaya, Minggu (12/9/2020).

Lebih lanjut, Memo Ardian menyebut jika penangkapan FRL merupakan hasil pengembangan 17 Kilogram sabu yang sebelumnya dirilis.

"Ini jaringan terkait yang berhasil kami profiling. Jadi ini pengembangan," tambah Ardian.

"Polisi masih menelusuri dari mana asal puluhan kilogram narkoba yang dimiliki FRL dan pelaku lainnya. Pihaknya akan bekerja sama dengan Polda Jatim, Polda Metro Jaya hingga Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat (BNN-nya AS)," Ungkap AKBP Memo Arisan, SIK

"Kita akan kerja sama baik itu dengan Polda Jatim, Polda metro, atau Satgas, kita juga akan koordinasi dengan DEA. Asalnya (narkoba) kita belum tahu barangnya. Masih koordinasi dengan BNN. DEA juga akan datang Senin (14/9/2020) besok," jelas Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya.

Ketika wartawan tanya kemungkinan adanya barang bukti narkoba berasal dari bandar internasional karena meminta DEA turun tangan, Memo belum membocorkan. "Tunggu ya, nanti diumumkan," imbuhnya.

"Satresnarkoba masih terus bergerak mengejar pelaku level 2 dan level 1. Di level tersebut merupakan bandar utama. Apalagi, pelaku yang ditembak mati ada kaitannya dengan kasus narkoba yang sebelumnya dikejar Satresnarkoba," imbuh Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya.


Jenazah pelaku yang ditembak mati berinisial F (32 tahun) tiba di kamar mayat RSU dr Soetomo, tiba pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 22.30 WIB. Jenazah pria tersebut berinisial F dengan usia 32 tahun. Pelaku merupakan pemain/bandar kelas tiga. Yang artinya pemasok barang haram tersebut. Ada beberapa kabupaten/kota di Jatim yang dipasok oleh pelaku. Yakni Surabaya, Malang, Pasuruan dan kawasan Madura. 

Selain FRL ada tiga pelaku lain yang diringkus. Namun beruntung, ketiganya bersikap kooperatif meski peluru polisi terpaksa menembus kakinya. (LEP)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga