Baca Juga

Jumat, 21 Agustus 2020

Sabu 3 Kg Di Ungkap BNNP Jawa Barat

BY GentaraNews IN


Momen libur Panjang Tahun Baru Islam
diambil sebagai kesempatan para pengedar narkotika dalam mengedarkan barang haram. Modus Sabu yang disamarkan dalam bungkusan kantong aluminium teh Cina di wilayah Bandung, Jawa Barat. Hal tersebut terungkap dalam kasus peredaran gelap sabu yang dilakukan oleh BNNP Jawa Barat, Rabu (19/8).

Pengungkapan berawal dari informasi akan adanya pengiriman narkotika jenis sabu pada hari Kamis (20/8), dengan menggunakan bus dari terminal baranangsiang, Bogor yang akan diedarkan di wilayah Jawa Barat.

Atas informasi tersebut, Kepala BNNP Jawa Barat Brigadir Jenderal Polisi Drs. Syufian Syarif, M.H. kemudian memerintahkan Tim Pemberantasan BNNP Jabar yang dipimpin langsung oleh Kabid Berantas BNNP Jabar Kombes Pol. Adri Irniadi, S.IK., M.H. untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya petugas pun melakukan pemantauan dan penyergapan kepada seorang tersangka ED alias Begeng.

Berdasarkan hasil penggeledahan petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 3 Kg di dalam bungkus teh cina berwarna kuning.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka IP alias Fery yang diketahui dari ED alias Begeng sebagai pengendali kurir. IP ditangkap di kediamannya di Kampung Cipondoh, Bandung.

Karo Humas dan Protokol BNN RI Sulistyo Pudjo Hartono, SIk, M.Si melalui sambungan telepon membenarkan kejadian tersebut Sulistyo Pudjo mengatakan bahwa saat ini tersangka ED dan IP berikut barang bukti telah dibawa ke Kantor BNNP Jabar guna dilakukan proses hukum lebih lanjut. (LEP)
 





Sumber : Biro Humas dan Protokol BNN RI

Oknum Perwira Polisi Ditangkap Atas Kasus Lahgun Narkoba.

BY GentaraNews IN


Seorang oknum perwira polisi berpangkat AKP bertugas di Polsek Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang diamankan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pagaralam bersama dua orang rekannya pada Senin (17/8/2020) lalu.

Oknum anggota tersebut ditangkap bersama kedua orang pada waktu bersamaan, yakni MH (36) warga Karang Dalo, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Pagaralam dan SU alias Dadi (35), merupakan warga Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara, Pagaralam.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Wahyu SIK, dikonfirmasi mengatakan terkait salah seorang oknum anggotanya bertugas di Polsek Tebing Tinggi inisial AKP Hs ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Pagaralam akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Tindakan awal saya sudah mencopot jabatannya sebagai wakapolsek dan dipindahkan menjadi Pama Polres dalam rangka pemeriksaan." Kata Kapolres. Jum'at (21/8/2020).

"Sekarang yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan Polres Pagaralam, jadi kami menunggu hasil pemeriksaan dan perkembangan dari Polres Pagaralam," kata AKBP Wahyu SIK,

"Iya, terhadap yang bersangkutan juga sekarang sudah di lakukan penahanan oleh satnarkoba Polres Pagar Alam, yang jelas kasus ini akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku, dan akan diusut sampai tuntas. Sesuai dengan komitment bapak Kapolda juga, tindak tegas bagi anggota," lanjut AKBP Wahyu SIK,

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiganya diamankan saat melintas di kawasan Jalan Raya Pagar Banyu, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara, Pagaralam, setelah polisi menghentikan laju mobil yang ditumpangi ketiganya.

Pada saat dilakukan penggeledahan, anggota kepolisian menemukan dua butir ekstasi dan satu buah pirek kaca serta satu buat tas warna hitam yang ditemukan di bagasi belakang mobil Nissan March warna orange dengan Nomor Polisi (Nopol) E 119 HU.

Oknum perwira polisi ini diketahui berinisial HE (56). Sedangkan dua temannya yang diamankan, yakni MH (36) warga Karang Dalo, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Pagaralam dan SU alias Dadi (35), merupakan warga Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara, Pagaralam. (LEP).

Kamis, 20 Agustus 2020

Pertemuan Virtual HUT Taman Iskandar Muda Yang Diikuti Masyarakat Aceh Ban Sigom Donya

BY GentaraNews IN

Pertemuan virtual via aplikasi zoom itu merupakan rangkaian kegiatan memperingati 70 Tahun TIM, 75 Tahun Proklamasi Indonesia dan 15 Tahun Perdamaian Aceh, dengan tema “Hikmah Covid 19 & Tantangan Bagi Aceh” yang diikuti para tokoh dan masyarakat Aceh, baik yang menetap di Aceh maupun di luar Aceh di 4 Benua. Para Penanggap dari Beragam Latar Belakang Profesi, diikuti lebih dari 350 orang.

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT membuka 'Silaturrahmi Hijriah Taman Iskandar Muda Aceh' di Jakarta secara virtual dari Banda Aceh, Diskusi ini  dimoderatori Prof Bachtiar Aly, pakar komunikasi dan mantan anggota DPR RI. Kamis (20/8/2020). 

Sejumlah tokoh Aceh akan tampil sebagai narasumber dalam pertemuan itu, antara lain Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razy (Menteri Agama RI), Dr Sofyan Djalil (Menteri ATR/Kepala BPN),  Tgk Malik Mahmud Al Haytar (Wali Nanggroe Aceh),  Ir Nova Iriansyah MT (Plt Gubernur Aceh) dan  Dr Surya Darma MBA (Ketua Umum PPTIM).

Kemudian Dr Mustafa Abubakar ( Menteri BUMN 2009-2012),  Dr Adnan Ganto (Bankir International), Nasir DJamil (Ketua Forbes DPR/DPD RI), Dr Hammam Riza (Kepala BPPT) , Dr Fachry Ali (Pengamat Sosial Politik), Dr Azwar Abubakar (Menteri PAN RB 2012-2014), Prof Samsul Rizal (Rektor Universitas Syiah Kuala) dan Amir Faisal (The Atjeh Connection).

Lalu Al Chaidar (Leiden – Belanda), Prof Ahmad Humam Hamid  (Pengamat Sosial-Unsyiah), Adron Razy Yusuf (Diaspora Aceh, Seattle – USA), Darlis (Turki), Dr Umaimah Wahid ( Dosen Universitas Budi Luhur Jakarta), Dr Rusli Hasbi (Pengasuh Pesantren Qalbun Salim-Jakarta), Riris Irawati (Direktur Eksekutif Flowers, Banda Aceh), Yunidar ZA (IMPAS Jakarta) dan Andri Munazar (Startup Aceh), Le Putra (Aktivis Anti Narkoba).

Ketua Umum PP TIM Dr. Ir. Surya Darma, MBA dalam sambutannya menjelaskan, “Bentuk pertemuan secara virtual merupakan sebuah konsep hijrah yang paling dimungkinkan pada saat pandemi seperti sekarang ini. Kita dipaksa hijrah dalam berkegiatan, termasuk dalam kegiatan silaturrahim,” kata Surya Darma.

“Semua kita diharapkan waspada akan kondisi kekinian di Aceh. Sikap sebagian warga yang tidak peduli dan abai merupakan merupakan ujian bagi Pemerintah Daerah dalam mengendalikan wabah. Diharapkan dalam silaturahmi  kita dapat memberikan pemikiran-pemikiran yang strategis untuk menekan jumlah kasus,” ujar Surya Darma.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dalam upaya pengendalian Covid-19 di Aceh.

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Forkopimda Aceh, Forkopimda Kabupaten/Kota,

dokter, perawat serta tenaga kesehatan lainnya, para ulama, seluruh tokoh masyarakat, dan TNI/Polri yang telah bekerja keras, tak kenal waktu, dengan penuh dedikasi dalam upaya pengendalian Covid-19 di Aceh," ujar Nova.

"Terkait kondisi Aceh yang tengah dilanda pandemi Covid-19, sebagai muslim, setiap bencana datang tentu akan menguatkan sandaran vertikal dan sekaligus akan membentuk kesadaran teologis kaum muslim sebagai makhluk Allah, " Jelas Nova lagi.

"Sebagai masyarakat yang terkenal religius, masyarakat Aceh pasti yakin dan percaya bahwa bencana atau musibah yang terjadi akan dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT betapa tidak berdayanya kita di hadapan Allah SWT," kata Nova.

Keyakinan tersebut, lanjut Nova, akan menjadi sandaran vertikal kaum muslim bahwa Allah mendatangkan bencana sebagai ujian sekaligus sebagai peringatan supaya kembali kepada jalan yang benar.

Bencana kemanusiaan ini, ulasnya, juga semakin menguatkan kesadaran agar masyarakat Aceh dapat membangun kesiagaan dalam menghadapi berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana non-alam seperti pandemi Covid-19 ini.

Nova juga menjelaskan, dalam menyikapi ancaman tersebut, berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemerintah Aceh, dari persiapan teknis sampai sosialisasi kepada masyarakat.

"Sejak awal merebaknya virus corona hingga sekarang, Pemerintah Aceh telah mengambil berbagai langkah dan kebijakan dalam penanganan Covid-19," ucap dia.

Nova lantas menguraikan sejumlah langkah yang dilakukan pihaknya selama ini, mulai dari proses memulangkan mahasiswa dan warga Aceh di Cina, menunjuk 13 rumah sakit rujukan, menyediakan sarana dan prasarana kesehatan penanganan Covid-19, menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT), hingga melakukan refocusing APBA 2020 untuk penanganan Covid-19.

"Juga pemanfaatan kembali gedung RSUDZA lama untuk menyiapkan Ruang Pinere dengan total kapasitas 170 tempat tidur, serta mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyisihkan 10% kapasitas rumah sakit umum daerah untuk Ruang Pinere yang akan merawat pasien Covid-19 dengan kategori ringan sampai sedang," beber dia.

Pemerintah Aceh, lanjut Nova, juga telah mefungsikan asrama BPSDM Aceh dan Asrama Haji Embarkasi Aceh sebagai ruang observasi bagi kasus positif Covid-19 tanpa gejala (OTG), dengan total kapasitas 388 tempat tidur, serta melahirkan berbagai kebijakan lain dalam penanganan covid-19 di Aceh.

Nova mengakui, menghadapi pandemi Covid-19, bukanlah hal yang mudah. "Banyak tantangan yang harus kita hadapi. Apalagi virus corona ini merupakan virus baru, sehingga kita harus melakukan berbagai hal antisipasi untuk menanganinya," paparnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan A Djalil mendorong generasi muda Aceh untuk keluar dari Aceh dan memilih kolam besar sebagai arena kompetisi. 

 “Aceh itu kolam kecil, Indonesia kolam besar tempat kita berkompetisi dan berenang. Berenang di kolam kecil banyak konflik, karena ruangnya sempit. Di kolam besar tidak ada,” kata Sofyan membandingkan.

“Mari kita dorong anak- anak kita jadi fighter di kolam lebih besar. Beruntung kita bisa keluar dari Aceh,” ujarnya.

"Sukses adalah orang yang berani keluar dari area amannya. Penelitian menyebut 87 persen orang hidup dalam radius 200 km dalam lingkungannya. Cuma 13 persen yang berani keluar dari lingkungannya. “Karena itu marilah kita, orang –orang Aceh dan generasi mudanya, menjadi kelompok yang 13 persen itu,” pungkas Sofyan A Djalil.

Dalam kesempatan ini tokoh Aceh yang juga mantan Menteri PAN dan RB, Azwar Abubakar menyarankan, seluruh pihak di Aceh duduk bersama bermusyawarah membicarakan penanganan covid 19. Lupakan perbedaan, kepentingan pribadi dan golongan.

“Bermusyawarah itu lebih baik. Kumpulkan semua pihak. Eksekutif, legislatif, kampus, LSM, tokoh perempuan, mahasiswa dan sebagainya. Meskipun APBA Provinsi Aceh sudah disahkan, tapi perlu ada evaluasi lagi, sebab anggaran APBA akan berkurang menyusul pandemi covid 19," Saran Azwar Abubakar dari kediamannya di Banda Aceh.

“Capaian juga berubah, karena uangnya berkurang. Nah ini yang perlu dibicarakan bersama. Apa kita akan bikin dalam rangka covid ini, karena semua sudah berubah,” ujar Azwar Abubakar.

"Duduk bahas bersama, lahirkan satu konsep. Ini ada covid, apa yang bisa kita lakukan bersama,” ujar Azwar Abubakar 

"Sebab seluruh perubahan yang diakibatkan oleh covis tersebut merupakan masalah bersama masyarakat Aceh dan tidak mungkin bisa ditangani sendiri-sendiri, apabila musyawarah tersebut digelar, akan banyak sisi positif dan hikmahnya," yakinkan  Azwar Abubakar.

“Kalau memang deadlock, baru diambil alih Pemerintah Aceh sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tapi saya kira tidak akan begitulah,” tambah Azwar Abubakar.

"Masyarakat Aceh tidak perlu pesimis menghadapi covid. Alasannya, pertama covid sama seperti tsunami, yang datang menyerang semua aspek, Oleh karena itu dibutuhkan ketabahan dan tawakal kepada Allah SWT untuk mendapat petunjuk-Nya," tambah Azwar Abubakar lagi.

"Kedua Aceh dan daerah lainnya akan menghadapi krisis pangan, ini bisa dilakukan upaya bersama, langkah-langkah akan bisa diambil oleh seluruh pihak," pangkas Azwar Abubakar. (LEP).

DPRD Kutai Karta Negara Raperdakan Fasilitas Rehabilitasi Narkotika.

BY GentaraNews IN

Masalah penyalahgunaan Narkotika awalnya sekedar iseng dan senang-senang, sampai pada ketergantungan yang merusak cara kerja fisik dan mental manusia, kandungan adiktif di dalam narkotika yang mengakibatkan ketergantungan bagi pemakainya, yang mengakibatkan menjadi pemakai teratur narkotika (pecandu narkotika).

Hal itu menjadi problem besar bukan saja bagi si pemakai, tetapi juga keluarga, masyarakat, bangsa, dan manusia secara keseluruhan.

Hai tersebut membuat DPRD Kutai Kartanegara mengusulkan Raperda tentang Fasilitasi Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya.

Raperda tersebut merupakan inisiatif DPRD yang menjadi skala prioritas dan masuk dalam program pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2020

Badan Pembuat Peraturan Daerah atau Bapemperda DPRD Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur,  optimis Raperda tentang Fasilitasi Rehabilitasi Pencegahan Penyalah Gunaan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya dapat rampung dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

"DPRD Kutai Karta Negara sudah memasukan program Bapemperda sejak tahun lalu. Harapannya, ketika perda disahkan, maka regulasi akan mengikat hingga di pelosok Kukar,” kata Ahmad Yani Ketua Bapemperda

"Tinggal membentuk panitia khusus atau pansus, guna menindaklanjuti raperda untuk dijadikan Perda " lanjut Ahmad Yani.

“Tinggal nanti akan dibentuk pansus, 1-2 bulan ini bisa disahkan. Ini tidak boleh ditunda lagi, harus dipercepat.” kata Ahmad Yani meyakinkan.

“Bila Kaltim ingin mendirikan laboratorium
untuk penelitian kasus narkoba dan zat adiktif lainnya, maka kami mendukung didirikan di Kukar," tegas Ahmad Yani

Berdasarkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 mengharuskan pemerintah daerah menyusun peraturan daerah tentang Fasilitasi Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika Dan Zat Adiktif Lainnya. yang sedikitnya memuat tentang:

1. pencegahan;
2. antisipasi dini;
3. penanganan;
4. partisipasi masyarakat;
5. rehabilitasi;
6. pendanaan; dan
7. sanksi

Hasil survei prevalensi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) perkembangan penyalahgunaan narkotika di 34 provinsi Indonesia. Hasilnya, Kaltim kini berada di urutan 23.

Hasil survei tersebut disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi atau BNNP Kaltim, Brigjen. Pol. Drs. Raja Haryono, S.H., M.Hum kepada para pewarta di Samarinda, Jumat, 17 Januari 2020. Secara nasional, penyalahgunaan narkotika meningkat. Namun data di Kaltim menurun. (LEP).

Kazakstan Sepakat MoU Berantas Peredaran Narkoba Dengan BNN RI

BY GentaraNews IN

Dalam upaya menangani permasalahan tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI melakukan sejumlah kerja sama dengan sejumlah negara, salah satunya Kazakstan. Kerja sama tersebut guna membangun sistem dan jejaring dalam penanganan masalah narkotika. 

Pertemuan virtual kedua pihak dilakukan Kepala BNN RI Heru Winarko dengan Kepala Departemen Penanggulangan Kejahatan Narkotika Kementerian Dalam Negeri Republik Kazakhstan, Tlegen Matkenov, Rabu, 19 Agustus 2020. Pertemuan membahas berbagai hal terkait masalah dan isu terkait masalah narkotika di dunia internasional.

Kepala BNN menyadari narkotika merupakan masalah multidimensi yang melibatkan jaringan transnasional. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat hubungan kerja sama untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Hal itu dibuktikan dengan dilakukannya penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah negara, di antaranya Arab Saudi, Singapura, Australia, Selandia Baru, Iran, dan Peru. "Pertemuan dan penandatanganan MoU itu diharapkan memperkuat kerja sama, seperti berbagi informasi dalam upaya menekan pasokan narkotika dan meminimalkan keterlibatan masyarakat dalam peredaran barang haram tersebut," katanya. 

Sementara Matkenov menyampaikan kerja sama dalam memberantas narkoba negaranya dengan Indonesia sudah dilakukan sejak 2011. "Negara kami dan Indonesia sudah bekerja sama dalam pemberantasan peredaran narkoba sejak 2011 lalu," ujarnya.

Dia menambahkan pihaknya siap berdiskusi sehingga bisa dicapai kesepakatan. "Kami siap berdiskusi dengan BNN terkait masalah narkoba ini sehingga nantinya akan dituangkan dalam kesepakatan," katanya. (LEP)

Sumber : BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga