Obat Tradisionals

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Monday, June 29, 2020

    Peredaran Gelap Narkoba, Ancaman Kemanusiaan Bagi Seluruh Negara



    Hari Anti Narkotika Internasional (HANI 2020) kembali diperingati seluruh masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia yang di tahun 2020 ini mengusung tema Hidup 100% di Era New Normal: Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkoba. Peringatan HANI merupakan bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika

    Peringatan HANI tahun 2020 banyak dilaksanakan secara virtual atau melalui live streaming media sosial atau dengan melakukan kegiatan positif dalam rangka Indonesia bebas Narkoba.

    Momentum HANI 2020 dimanfaatkan Presidium Nasional Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba (Presnas FOKAN) untuk kembali mengingatkan para stakeholder agar menguatkan komitmen memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, terlebih saat ini angka prevalensi penyalahguna narkotika masih cukup tinggi.

    Namun demikian, ada yang beda dalam peringatan HANI tahun ini. Presnas FOKAN dengan menggandeng organisasi seniman Indonesia dan Pokja Wartawan BNN menggelar HANI secara sederhana dalam suasana akrab penuh kekeluargaan di Restoran Gado-Gado Boplo, Minggu (28/6/20).

    Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Umum Presnas FOKAN-GMDM Jefri T. Tambayong, SH didampingi Sekjen Ruliadi dan para pendiri FOKAN seperti Ketua Umum INSANO Sismanu Sutrisno, Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Hendryanto Andrie dan para pendiri lain yang tergabung dalam wadah Presnas FOKAN.

    Hadir juga sebagai undangan khusus, mantan Direktur Advokasi Masyarakat BNN RI Brigjen Pol. (Purn). Dr. Viktor Pudjiadi, Sekjen KNPI dan Ketua Pemuda Muslim Sedunia.

    Acara dikemas secara sederhana dengan nama “Surat Cinta untuk Presiden dan Serap Aspirasi untuk Komitmen P4GN“. Ini dimaksudkan agar pesan anti narkoba dan wujud keprihatinan yang digaungkan FOKAN disuarakan luas hingga kepada Presiden RI Joko Widodo.

    Ketua Umum FOKAN Jefri Tambayong mengatakan, tujuan “Surat Cinta untuk Presiden” ini agar ada perbaikan dan solusi penanganan narkotika secara nasional.

    “Surat Cinta untuk Presiden ini bagian refleksi kita dalam HANI 2020, dimana FOKAN bersinergi dengan organisasi yang ada di dalamnya bersama para wartawan, khususnya Pokja Wartawan BNN dan para artis seniman anti narkoba,” kata Jefri dalam keterangannya.

    Adapun tujuannya, kata Jefri, pihaknya ingin memberikan surat cinta dan pesan di HANI ini untuk Presiden, bahwa selain masalah Covid-19 Indonesia sudah mengalami masalah narkoba yang begitu menggurita.

    Jefri menyebut, satu hari tak kurang 20-30 orang per hari atau setahun 15 ribu meninggal karena narkoba. Jadi di Indonesia yang sudah terpapar bukan hanya Covid-19 tapi juga narkoba.

    “Dengan ini kami berikan surat cinta sebagai sayang kami kepada Presiden untuk bersama-sama pemerintah dan swasta bersinergi dan bersatu untuk perang terhadap narkoba dan merehabilitasi para pecandu narkoba untuk tidak dihukum, tapi direhabilitasi,” ucap Jefri Tambayong.

    Lebih lanjut Jefri mengatakan, di masa pandemi Covid ini, pemakai dan peredaran narkoba justru semakin meningkat. Hal ini seperti yang pernah dirilis Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari.

    Adapun yang sudah FOKAN lakukan selama pandemi, kata Jefri, tetap fokus pada penyuluhan meski dengan fasilitas Zoom Meeting, Ig dan lain sebagainya untuk Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ini secara masif.

    “Jadi kami never give up dan never stop. Kita akan bergerak untuk melakukan penyuluhan dan merehabilitasi pecandu narkoba untuk mereka tidak pakai lagi. Kita siap sinergi dengan pemerintah dan swasta untuk P4GN, karena kami punya motto tiada hari tanpa penyuluhan, tiada hari tanpa rehabilitasi, tiada hari tanpa penjangkauan, terlebih 1 hari mati 40-70 orang kita tak bisa diam. Gak boleh kalah dengan bandar dan virus narkoba ini,” papar Jefri Tambayong, seraya menegaskan komitmen FOKAN bersama pemerintah dan semua pihak untuk perang terhadap narkoba.

    Disela sela acara Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Hendryanto Andrie ditanya perihal terus meningkatnya prevelansi penyalahguna narkoba menyatakan bahwa,"negara belum maksimal tangani penyalahguna narkoba (Tahun 2019 terjadi peningkatan 0,03%, Red), Untuk menangkal laju peredaran barang haram tersebut perlu ada inovasi dan kerja keras semua pihak, guna menyelamatkan Generasi Muda untuk tidak terjangkit narkoba," katanya


    Lebih lanjut Hendryanto Andrie mengatakan, "peredaran gelap narkoba merupakan ancaman kemanusiaan (human threat) bagi warga pada tingkat lokal, nasional, regional, dan global. Perdagangan narkoba tidak lagi bersifat perorangan namun jaringan berskala besar dengan kekuatan organisasi, modal, kapasitas perdagangan yang bersifat transnasional dan dikenal sebagai ‘transnational organized crime’ yang sangat membahayakan" tutupnya singkat

    Dalam kegiatan ini disis8 dengan deklarasi stop narkoba dari para artis dan Pokja Wartawan BNN dan kesempatan foto bersama seluruh yang hadir.

    Acara berlanjut dengan video conference (vidcon) melalui aplikasi Zoom Meeting antara peserta dengan Deputi Pencegahan BNN RI Irjen Pol. Drs. Anjan Pramuka Putra, SH, M.Hum (LEP)


    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments :

    Post a Comment

    Item Reviewed: Peredaran Gelap Narkoba, Ancaman Kemanusiaan Bagi Seluruh Negara Rating: 5 Reviewed By: Le putra
    Scroll to Top