JAKARTA – Tari Saman, warisan budaya kebanggaan Aceh, akan tampil mewakili Indonesia dalam ajang The 2nd Busan International Dance Festival 2026 yang berlangsung di Busan, Korea Selatan, pada 5–9 Juni 2026. Delegasi Tari Saman dilepas secara resmi oleh Pemerintah Aceh di Aula Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Festival tari internasional tersebut diikuti oleh perwakilan dari 13 negara. Dari Indonesia, Tari Saman asal Aceh menjadi satu-satunya pertunjukan seni yang mendapat kehormatan tampil dalam ajang bergengsi tersebut, sekaligus membawa nama Indonesia dan Aceh ke panggung budaya dunia.
Keikutsertaan delegasi Tari Saman pada festival internasional ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat global. Tari Saman yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Perlindungan Mendesak oleh UNESCO pada tahun 2011 terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu identitas budaya Indonesia yang dikenal luas di tingkat internasional.
Acara pelepasan turut dihadiri para pelatih, orang tua anggota delegasi, Ketua Persatuan Aceh Seranto Ahyar Kamil, Penasihat Lesbuga Hasan Daling, Pembina Lesbuga Alwien Desry, SH, MH, tokoh masyarakat Aceh di Jakarta, serta tokoh literasi budaya, Le Putra.
Pembina Lesbuga, Alwien Desry, SH, MH, yang juga pengacara senior dari Alwien Desry & Partners Law Firm, menjelaskan bahwa seluruh kebutuhan dan biaya perjalanan delegasi difasilitasi oleh Pemerintah Aceh. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya sekaligus mempromosikan citra positif Aceh di tingkat internasional.
Menurut Alwien, kehadiran delegasi Tari Saman di Korea Selatan bukan sekadar menampilkan pertunjukan seni, melainkan juga memperkenalkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya kepada masyarakat dunia.
“Tari Saman tidak hanya dikenal karena keindahan gerakan dan kekompakannya, tetapi juga karena nilai-nilai filosofis, keagamaan, pendidikan, dan kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Inilah yang ingin kita perkenalkan kepada dunia,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh anggota delegasi agar menjaga kesehatan, disiplin, dan kualitas penampilan selama mengikuti festival.
“Jaga selalu performa dan kebugaran. Tampilkan yang terbaik untuk masyarakat dan Pemerintah Kota Busan. Jadikan Tari Saman sebagai pertunjukan yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap penonton,” pesannya.
Keikutsertaan delegasi Tari Saman dalam The 2nd Busan International Dance Festival 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi Tari Saman sebagai ikon budaya Aceh di kancah internasional sekaligus menjadi jembatan persahabatan antarnegara melalui seni dan budaya, serta memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal Aceh kepada masyarakat dunia. (LEP)
