Acara berlangsung khidmat dan penuh haru.
Hadir dalam kesempatan itu para guru, orang tua anggota tim Saman, Ketua Persatuan
Aceh Seranto Ahyar Kamil, SH, Penasihat Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (Lesbuga)
Hasan Daling, Pembina Lesbuga Alwien Desry, serta sejumlah tokoh masyarakat
Aceh di Jakarta dan tokoh literasi budaya Le Putra.
“Patut kita syukuri, di tengah
kondisi musibah banjir yang melanda, Pemerintah Aceh tetap memberi perhatian
besar pada kebudayaan. Ini merupakan arahan langsung Gubernur Aceh melalui
Sekretaris Daerah agar tim Saman dapat berangkat ke Korea Selatan,” ujarnya.
Keikutsertaan Tari Saman dalam ajang
internasional bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari diplomasi
budaya untuk memperkenalkan Aceh kepada masyarakat dunia”, tambah Said Marzuki
“Promosi melalui seni budaya jauh lebih
elegan dan menyentuh. Dunia akan mengenal Aceh melalui keindahan dan kekayaan
tradisinya, pesan Gubernur Aceh kepada seluruh delegasi agar menjaga nama baik
daerah dan bangsa selama berada di luar negeri” katanya.
“Jaga nama baik Indonesia, jaga marwah Aceh,
dan harumkan nama kita di Negeri Ginseng,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Persatuan
Aceh Seranto, Ahyar Kamil, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Aceh
yang terus memberikan dukungan terhadap pelestarian dan promosi budaya daerah.
“Kita sangat mendukung.
Kebudayaan adalah identitas, dan sudah sepatutnya mendapat perhatian serius
dari semua pihak,” ujarnya.
“Aceh memiliki kekayaan budaya luar biasa
seperti Saman, Ratoh Jaroe, hingga Guel. Semua ini adalah aset besar yang harus
terus kita perkenalkan ke dunia,” katanya.
Dukungan juga datang dari kalangan pelajar.
Perwakilan dari 10 sekolah di DKI Jakarta, Indah Nuhyatia dari SMKN 74 Jakarta,
menyampaikan rasa bangga dan harapannya atas keberangkatan tim yang akan
membawa nama Aceh dan Indonesia di ajang internasional tersebut.
“Festival ini diikuti oleh 13
negara. Dari Indonesia, yang tampil adalah Saman dari Aceh. Kita berharap ke
depan seni-seni Aceh lainnya juga mendapat kesempatan serupa,” jelasnya.
Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima
kasih kepada Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, Sekretaris Daerah Aceh, serta
Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh yang telah memberikan dukungan penuh terhadap
keberangkatan delegasi tersebut.
“Ini bukti kesungguhan Pemerintah Aceh dalam memajukan dan menginternasionalkan Saman,” ujarnya.
Keberangkatan Tim Tari Saman ke
Korea Selatan sepenuhnya difasilitasi oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pemuda
dan Olahraga Aceh sebagai bagian dari komitmen memperkuat diplomasi budaya,
melestarikan warisan budaya Aceh, serta memperkenalkan kekayaan seni dan
tradisi Aceh di panggung dunia. (LEP)
