Baca Juga
Senin, 26 Januari 2026
Kamis, 15 Januari 2026
LP2M PTIQ Jakarta Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa dan Korban Banjir di Sumatera
BY GentaraNews IN Daerah
Jakarta — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas PTIQ Jakarta menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada mahasiswa yang terdampak banjir serta masyarakat korban bencana di Sumatera. Penyaluran bantuan dilakukan pada Kamis (15/1/2025) sebagai bentuk kepedulian sosial dan tanggung jawab institusi pendidikan terhadap dampak bencana alam.
Bantuan kepada mahasiswa diberikan dalam bentuk uang tunai serta fasilitasi penggratisan biaya uang semester bagi mahasiswa yang terdampak langsung banjir. Tercatat sebanyak 20 mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta telah menerima bantuan tersebut.
Program bantuan ini merupakan bagian dari langkah cepat kampus dalam merespons kondisi darurat yang dialami mahasiswa, sekaligus memastikan keberlangsungan studi mereka tetap terjaga di tengah situasi bencana.
Selain membantu mahasiswa internal, Universitas PTIQ Jakarta juga menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di Sumatera, khususnya di beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Bantuan tersebut disalurkan melalui Dewan Mahasiswa (DEMA) PTIQ Jakarta sebagai bentuk sinergi antara pimpinan universitas dan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa logistik kebutuhan pokok dan perlengkapan ibadah, di antaranya beras, roti, pembalut, Al-Qur’an, karpet, serta berbagai logistik pendukung lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak banjir.
Rektor Universitas PTIQ Jakarta, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian kampus terhadap sesama, khususnya di saat masyarakat sedang menghadapi musibah.
“Sebagai institusi pendidikan Islam, Universitas PTIQ Jakarta memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk hadir di tengah umat. Bantuan ini adalah bentuk solidaritas dan kepedulian kami kepada mahasiswa serta masyarakat yang terdampak banjir, khususnya saudara-saudara kita di Sumatera,” ujar Prof. Nasaruddin Umar.
Ia menambahkan bahwa kampus tidak hanya berperan dalam pengembangan akademik, tetapi juga harus aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan empati di kalangan civitas akademika,” tambahnya.
Universitas PTIQ Jakarta berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam aksi-aksi kemanusiaan serta mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan sosial sebagai bagian dari nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Selasa, 13 Januari 2026
Walikota Silaturahmi dengan Lembaga Kemasyarakatan, Perkuat Stabilitas Sosial dan Kerukuan Masyarakat
Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas unsur dalam menjaga stabilitas
sosial, keamanan, dan kerukunan masyarakat.
Acara yang berlangsung di lingkungan Kantor Walikota Jakarta Timur tersebut
dihadiri Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto, S.Sos., M.Si., jajaran
pejabat Pemkot JakTim, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, BINDA, para camat, serta
perwakilan lembaga kemasyarakatan seperti FKUB, FPK, FKDM, TPPO, TPPA, Tim
Waspada Dini, dan Tim Terpadu Pengawasan Ormas.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Jakarta Timur, Kusmanto, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa Jakarta Timur memiliki tantangan kompleks karena luas wilayah dan keberagaman masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah konflik sosial, tawuran, radikalisme, serta gangguan ketertiban umum.
“Jakarta Timur harus dijaga bersama. Keamanan dan kerukunan tidak bisa hanya
mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen
masyarakat,” ujar Kusmanto.
"Mudah-mudahan dengan pertemuan ini kita saling mengingatkan pentingnya menjaga keamanan. Kita tahu di Jakarta Timur ini banyak sering terjadi konflik, khususnya tawuran, ini salah satu PR (pekerjaan rumah) yang sangat penting. Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, kita bisa redakan semua. Kita beri kesadaran kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang tadi yang membawa hal yang tidak baik di wilayah Jakarta Timur," ujarnya.
Sementara itu, Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Timur Eliazer Hutapea, S.E., M.M, menjelaskan bahwa keberadaan lembaga kemasyarakatan dan tim terpadu memiliki dasar hukum yang jelas, mulai dari UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah hingga regulasi terkait organisasi kemasyarakatan dan kewaspadaan dini.
Dalam sesi dialog, sejumlah perwakilan lembaga menyampaikan aspirasi dan usulan
program, di antaranya pembentukan “Sekolah Kerukunan” untuk mencegah
perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan, penguatan sosialisasi
pencegahan tawuran, serta optimalisasi peran FKDM dan FPK hingga tingkat
kecamatan.
Pemkot Jakarta Timur menyambut baik berbagai masukan tersebut dan berkomitmen
menindaklanjutinya melalui koordinasi lintas sektor, khususnya menjelang
momentum rawan seperti bulan Ramadan.
Kegiatan silaturahmi ditutup dengan penegasan komitmen bersama untuk menjaga
Jakarta Timur tetap aman, rukun, dan kondusif melalui dialog, musyawarah, serta
kerja sama berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat. (LEP).
Selasa, 23 Desember 2025
LESBUGA Akan Beri Dana Donasi Tahap 2 Untuk Korban Banjir Aceh Dan Sumatra
BY GentaraNews IN Nasiona
Minggu, 21 Desember 2025
SEUSAMA Salurkan Bantuan untuk 33 Gampong di Lhokseumawe dan Aceh Utara
BY GentaraNews IN Daerah




