Baca Juga
Minggu, 20 September 2026
Jumat, 18 September 2026
LESBUGA LAKUKAN AUDIENSI DI KANTOR WALIKOTA JAKARTA TIMUR, SIAP GELAR FESTIVAL TARI RATOH JAROE
BY GentaraNews
JAKARTA – Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) menggelar audiensi dengan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur terkait rencana pelaksanaan kegiatan Festival Tari Ratoh Jaroe. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Haji Naman, Lantai 2 Kantor Walikota Jakarta Timur, pada Jumat (18/9/2026).
Audiensi ini dihadiri oleh Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat, perwakilan Suban Kesbangpol, Suku Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Suku Dinas Kesehatan, Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Suku Dinas Lingkungan Hidup, Wakil Camat Cipayung, Kepala Bagian Kesra, Kepala Bagian Umum dan Protokol, serta Lurah Kelurahan Setu.
Rombongan LESBUGA dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Aris Nosar, S.Pd., didampingi Penasihat Zulkifli Ibrahim dan Fikar Weda, Ketua Panitia Le Putra, serta Rusman Gayo.
Kegiatan Festival Tari Ratoh Jaroe direncanakan berlangsung selama tiga hari, pada tanggal 23, 24, dan 25 November 2026 bertempat di Gedung C Aula Bambu Apus, Kompleks Kantor Walikota Jakarta Timur. Ajang ini terbuka untuk seluruh siswa tingkat SLTP dan SLTA se-Jabodetabek, dengan memperebutkan Piala Tetap Walikota Jakarta Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Bagian Kesra Yan Murdiono, S.E., M.Si. memimpin jalannya audiensi, memperkenalkan seluruh perangkat daerah yang hadir, dan menyambut baik kehadiran ormas yang terdaftar di lingkungan Kesbangpol Jakarta Timur yang bergerak di bidang pelestarian seni budaya.
"Kami mendukung penuh rencana kegiatan Festival Tari Ratoh Jaroe, bazar kuliner dan UMKM ini. Silakan sampaikan segala kebutuhan Bapak secara tertulis kepada kami," ujar Yan Murdiono.
Sementara itu, Ketua Umum LESBUGA Aris Nosar, S.Pd. menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Jakarta Timur di bawah kepemimpinan Walikota Dr. Munjirin, S.Sos., M.Si. atas sambutan dan dukungan yang diberikan.
"Kami akan segera menyiapkan seluruh dokumen dan kebutuhan kegiatan, lalu menyampaikannya secara tertulis kepada Pemerintah Kota," tegas Aris.
Dukungan ini menjadi langkah awal dan dorongan besar bagi LESBUGA untuk menyukseskan Festival Tari Ratoh Jaroe yang tidak sekadar ajang kompetisi, melainkan upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan seni budaya khas Aceh kepada generasi muda dan masyarakat luas di wilayah Jabodetabek. (LEP)
Jumat, 11 September 2026
Alumni Menwa Universitas Pancasila Gelar Silaturahmi Akbar, Perkuat Soliditas dan bangun Komunikasi
BY GentaraNews IN Nasional
Selasa, 08 September 2026
Tali Kasih Seusama Peduli Untuk M. Alif, Balita Korban Kecelakaan Saat Banjir Aceh
BY GentaraNews
Jakarta — Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan oleh SEUSAMA PEDULI melalui penyerahan tali kasih kepada M. Alif, seorang anak berusia 2,5 tahun yang kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta. Senin (7/9/2026)
Menurut Ketua Umum. Seusama Zulkifli Ibrahim, bantuan tersebut merupakan dana yang berhasil dihimpun melalui kegiatan Pengajian Seusama dan diserahkan kepada M. Alif melalui orang tuanya, Herizal.
"Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga selama mendampingi proses pengobatan sang buah hati," Jelas Zulkifli Ibrahim.
M. Alif merupakan pasien yang mengalami luka berat di bagian kepala akibat kecelakaan saat musibah banjir yang melanda Aceh pada 2025. Saat bersama keluarganya berupaya menyelamatkan diri dari banjir, M. Alif tertarik oleh sebuah sepeda motor hingga mengalami luka parah di bagian kepala.
Dalam kejadian tersebut, dua kakaknya juga berada bersamanya. Salah seorang kakaknya bahkan sempat terjatuh ke dalam gorong-gorong, namun berhasil diselamatkan.
Setelah kejadian, M. Alif segera dibawa ke RS Cut Meutia Lhokseumawe untuk mendapatkan penanganan medis. Di rumah sakit tersebut, M. Alif menjalani beberapa kali operasi. Namun, kondisi kesehatannya kemudian terus menurun dan terjadi infeksi sehingga akhirnya dirujuk ke RS Zainal Abidin, Banda Aceh.
Setelah menjalani perawatan di RS Zainal Abidin, kondisi M. Alif belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan. Keluarga kemudian berinisiatif mencari alternatif penanganan dengan membawa M. Alif ke Jakarta setelah memperoleh informasi mengenai fasilitas dan penanganan medis di RS PON.
Dengan bantuan pinjaman dana dari sejumlah keluarga, M. Alif akhirnya dibawa ke Jakarta dan menjalani observasi di RS PON. Pada hari kedua setelah dilakukan observasi, tim medis melakukan tindakan operasi.
Operasi tersebut menjadi operasi ke-9 yang dijalani M. Alif dalam rangkaian penanganan medis sejak di RS Cut Meutia, RS Zainal Abidin, hingga RS PON.
Seusama Peduli Terus Mendampingi M. Alif berasal dari keluarga kurang mampu yang sehari-hari menggantungkan kehidupan sebagai petani di Desa Trieng, Matang Kuli, Aceh. Kondisi tersebut membuat perjalanan pengobatan di Jakarta menjadi tantangan besar bagi keluarga.
"Seusama Peduli menyatakan akan terus mendampingi keluarga selama M. Alif menjalani perawatan di Jakarta. Selain penyerahan tali kasih, SEUSAMA PEDULI juga terus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut membantu melalui donasi," tambah Zulkifli Ibrahim.
Data pasien:
Nama: M. Alif
Usia: 2,5 tahun
Orang tua: Herizal
Asal: Desa Trieng, Matang Kuli, Aceh Utara
Perawatan: Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta
Bagi masyarakat yang ingin turut membantu:
Bank Syariah Indonesia (BSI)
No. Rekening: 765 7676 769
Atas Nama: SEUSAMA
Seusama Peduli mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan bagi M. Alif dan keluarganya.
"Semoga setiap uluran tangan menjadi jalan kebaikan, meringankan beban keluarga, serta memberikan kekuatan dan semangat bagi M. Alif untuk menjalani proses pengobatan hingga memperoleh kesembuhan," pungkas Ketua Umum Seusama. (LEP)
Senin, 07 September 2026
Pasee Serantau Berselawat, Pererat Ukhuwah Masyarakat Aceh Utara di Jakarta
BY GentaraNews IN Berita
Jakarta – Masyarakat Aceh memiliki tradisi yang kuat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Dalam tradisi masyarakat Aceh, perayaan Maulid dibagi ke dalam tiga fase waktu, yakni Meulod Awai (Maulid Awal) yang berlangsung pada bulan Rabiul Awal, Meulod Teungoh (Maulid Pertengahan) yang berlangsung pada bulan Rabiul Akhir atau buleuen adoe molod, serta Meulod Akhee (Maulid Akhir) yang berlangsung pada bulan Jumadil Awal atau buleuen molod seuneulheuh.
Peringatan Maulid juga diwarnai berbagai tradisi utama masyarakat Aceh. Di antaranya Khanduri (Kenduri), yakni memasak hidangan khas Aceh dalam jumlah besar, salah satunya Kuah Beulangong, gulai daging khas Aceh.
Selain itu, terdapat tradisi Meudikee, yaitu pembacaan zikir dan selawat serta syair-syair pujian kepada Rasulullah SAW dengan lantunan dan nada khas Aceh. Tradisi lainnya adalah santunan sosial, di mana hidangan kenduri dan jamuan diprioritaskan bagi anak yatim, fakir miskin serta para tamu yang hadir dari berbagai daerah.
Semangat tersebut turut diwujudkan masyarakat Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU) melalui kegiatan “Pasee Saerantau Berselawat” dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna ASABRI, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (6/9/2026).
Ketua Panitia Maulid Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU) Berselawat, Letda Inf Adri Idris, mengatakan kegiatan tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW serta Mempererat Ukhuwah dan Silaturahmi Masyarakat Pasee Serantau.”
“Untuk kegiatan Maulid 1448 H ini dengan judul Pasee Saerantau Berselawat, tahun ini bertemakan ‘Meneladani Akhlak Rasulullah SAW serta mempererat ukhuwah dan silaturahmi masyarakat Pasee Serantau’. Kami menyiapkan 400 porsi makanan untuk tamu yang hadir,” ujar Adri Idris.
"Dalam kegiatan ini kami juga menyentuh anak yatim sebanyak 30 orang, yang orang tuanya berasal dari Aceh," pungkas Adri
Momentum Hari Jadi Aceh Utara
Ketua Umum PSAU, Khaidir Abdulrahman, S.IP., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga terselenggaranya acara ini,” kata Khaidir.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum peringatan hari lahir Kabupaten Aceh Utara yang merujuk pada sejarah Kerajaan Samudra Pasai.
“Hari ini bertepatan dengan peringatan lahirnya Kerajaan Samudra Pasai yang diperingati sebagai hari lahir Kabupaten Aceh Utara. Penetapan hari jadi ini merujuk pada Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 10 Tahun 2017 yang menetapkan tanggal 7 September 1226 Masehi,” jelasnya.
Khaidir juga menegaskan bahwa PSAU akan terus menjaga komitmennya dalam menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Utara yang berada di perantauan.
“Untuk kegiatan sosial orang sakit, orang meninggal yang jenazahnya ingin dibawa pulang ke kampung tetap kita laksanakan dan tetap bekerja sama dengan PAS,” tegas Khaidir Abdulrahman.
Rasulullah sebagai Teladan
Tokoh masyarakat Aceh, Dr. Ir. H. Tarmizi A. Karim, M.Sc, yang turut hadir dan memberikan sambutan, mengingatkan pentingnya menempatkan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.
“Rasulullah hanya menjadi panutan kepada orang-orang yang mencintainya,” ujarnya.
Sementara itu, dalam tausiah, Ustadz Tgk. H. Abdul Razaq Ridwan mengajak jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Allah akan mengangkat derajat manusia yang mengangkat derajat Rasulullah SAW, demikian juga Allah akan menghinakan derajat manusia yang menghinakan derajat Rasulullah SAW,” tutur Abdul Razaq dalam tausiyahnya.
Peringatan Pasee Saerantau Berselawat tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Aceh Utara di Jakarta untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Pasee Serantau.
Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa tradisi Maulid masyarakat Aceh tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menjaga tradisi dan budaya Aceh serta menghadirkan kepedulian sosial bagi sesama. (LEP)














