Jakarta - Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Administrasi Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Silaturahmi Kebhinnekaan Pelaksanaan Forum Pembauran Kebangsaan di Jakarta Timur yang menghadirkan perwakilan dari bebagai etnis, acara ini dihadiri lebih dari seratur orang, termasuk Walikota Jakarta Timur Dr. H. Munjirin, S.Sos., M.Si. Acara ini berlangsung di Gedung C, Aula Bambu Apus. Kantor Walikota Jakarta Timur. Senin (21/9/2026).
Diantara etnis yang hadir dari Taman Iskandar Muda (Aceh), Bamus Betawi, Ikatan Keluarga Kalimantan Barat, Kerukunan Keluarga Sumatra Utara, Ikatan Keluarga Besar Minang, Musyawarah Kekeluargaan Masyarakat Bangka, Ikatan Masyarakat Sumatra Selatan, Persatuan Masyarakat Riau Indonesia, Kerabatan Propinsi Kepulauan Riau Jabodetabek, Paguyuban Lampungku Indah, Paguyuban Masyarakat Jogya, BPPKB Banten, Paguyuban Jawa Tengah, Warga Jakarta Asal Jawa Timur, Persatuan Warga Kalimantan Timur, Kerukunan Bubuhan Banjar, Ikatan Keluarga Besar Manado, Ikatan Keluarga Sulawesi Selatan, Kerukunan Keluarga Besar Maluku, Front Pemuda Muslim Maluku, Ikatan keluarga Besar Papua, Paguyuban Barapen Noken (Papua Barat), Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, Forum Betawi Rempug, Forum Komunikasi Kaum Betawi, Kumpulan Tyang Jeporo, Paguyuban Wong Semarang, Centre Of Study For Indonesia Leadership, Adbi Rakyat. Forum Kewaspaaan Dini Masyarakat, Forum Kerukunan Umat Beragama, Forum Komunikasi Komite Sekolah.
Dalam sambutanya Dr. H. Munjirin, S.Sos, M. Si menyampaikan teriman kasih kepada seluruh jajaran Kesbangpol, Tokoh FKDM, Tokoh FKUB, Tokoh FKKS, Mido Ertana Sembiring, SH, M.Si dari Kasubdit Pembauran dan Sejarah Kebangsaan Direktorat Bina Ideologi, Karakter & Wawasan Kebangsaan Kemendagri serta seluruh Tokoh Etnis.
“Saya sangat mengapresiasi kepada FPK, kami sangat merasakan bermitra dengan FPK Jakarta Timur, terima kasih sebesar-besar nya atas kinerja, dedikasi dan luang waktu kepada masyarakat Jakarta Timur,” ucap Munjirin.
“Mari kita satukan tetad bersatu untuk membangun, menciptakan suasana kondusif, indah dan nyaman sebagai kawasan pemukiman,” tegas Munjirin yang sebelumnya menjabat sebagai Walikota Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan ini Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur menerima secara simbolis bantuan uang tunai sebesar Rp. 5 juta rupiah dalam bulan dana PMI sebagai bentuk dukungan kegiatan kemanusiaan.
Sebagai informasi Penduduk Jakarta Timur yang mencapai 3,2 juta lebih dengan kepadatan penduduk 16.622 jiwa per km².dengan luas terluas se Jakarta sekitar 188 KM² yang terdiri dari 10 kecamatan dan 65 Kelurahan.
“Kami apresiasi kepada penduduk Jakarta Timur yang mampu bersinergi dengan baik, Pemerintah secara berkala menyelenggarakan agenda Silaturahmi Kebhinekaan. Kegiatan ini melibatkan para tokoh adat, pemuka agama, dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat komitmen kebangsaan, dalam menyelaraskan persepsi dalam mendukung pembangunan daerah”pungkas Walikota Jakarta Timur.
Kami dari Kemendagri menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada FPK priode 2021-2026, dimana untuk kepengurusan priode ke 3 kelak dapat lebih baik dalam melaksanakan kegiatan,” jelas Mido Ertana Sembiring, SH, M.Si
Dalam paparanya Mido Ertana Sembiring, SH, M.Si dari Kasubdit Pembauran dan Sejarah Kebangsaan Direktorat Bina Ideologi, Karakter & Wawasan Kebangsaan Kemendagri menyampaikan Paguyuban daerah adalah wadah masyarakat yang berasal dari daerah yang sama. Di Jakarta yang sangat beragam, paguyuban tidak hanya menjaga budaya asal, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat persatuan, toleransi dan kehidupan bersama sebagai warga kota dan warga negara.
Jakarta merupakan ruang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat dengan latar belakang daerah, budaya, bahasa dan identitas yang beragam.
7 peran strategis paguyuban daerah, Sebagai Kekuatan Sosial dalam Membangun DKI Jakarta yang Harmonis, Inklusif dan Maju
1. Menyampaikan informasi kebijakan kepada masyarakat.
2. Menyalurkan aspirasi masyarakat kepada pemerintah.
3. Berkolaborasi dengan FPK
4. Melibatkan generasi muda dalam kegiatan budaya, dialog lintas komunitas dan kegiatan sosial
5. Mengembangkan konten digital tentang keberagaman
6. Jejaring antar paguyuban menjadi modal sosial dalam menghadapi tantangan
7. Bersama mencegah berbagai ancaman
Sehingga dampak yang diharapkan, Meningkatnya toleransi dan kohesi sosial, Terjaganya kerukunan antar warga, Terciptanya Jakarta yang aman, damai dan inklusif, Kuatnya persatuan dalam keberagaman, Terwujudnya Indonesia Maju.
Acara diakhiri dengan foto bersama, ramah tamah dengan walikota dengan perwakilan etnis, ramah tamah antar etnis dan makan siang bersama. (LEP)
