Baca Juga

Minggu, 23 Agustus 2020

Oknum Dokter Di Langsa Di Ciduk Karena Di Duga Memiliki Sabu

BY GentaraNews IN

Seorang oknum Dokter yang bertugas di salah satu Klinik di Kota Langsa di ciduk Polisi karena ditemukan memiliki satu paket kecil Diduga Narkoba jenis Sabu. SMF, 33 tahun, warga Desa Sungai Pauh Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Aceh hanya bisa pasrah ketika personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Langsa memeriksa dan menemukan satu paket kecil narkoba jenis sabu di dalam bungkus rokok di saku bajunya.

Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Resnarkoba) Polisi Resor Langsa, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Wijaya Yudi Stira Putra mengatakan, SMF merupakan salah seorang dokter yang bertugas di salah satu klinik di Kota Langsa, Aceh.

"Dokter tersebut di ringkus pada Minggu malam, 23 Agustus 2020, sekira pukul 21.00 WIB di pinggir jalan di Desa  Geudubang Jawa Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa," kata Kasat Narkoba

"Keseharian SMF bekerja di klinik milik orang tuanya. "Dia bekerja di klinik milik orang tuanya di Langsa," tambah Kasat Narkoba

Awalnya, salah satu personel kami menerima laporan dari masyarakat setempat yang mulai resah dengan aktivitas SMF dan teman-temannya yang kerap melakukan transaksi.

"Polisi berhasil menyita dari tangan SMF, satu bungkus paket kecil narkotika jenis sabu seberat 0,50 gram. Selain itu, petugas juga turut mengamankan barang bukti lainnya berupa telepon genggam dan juga sepeda motor," jelas Kasat Narkoba

"Awalnya, salah satu personel kami menerima laporan dari masyarakat setempat yang mulai resah dengan aktivitas SMF dan teman-temannya yang kerap melakukan transaksi jual beli narkoba di seputaran desa itu," tambahnya.

"Mendapat informasi itu, pihak Polisi pun langsung memerintahkan beberapa anggota Satresnarkoba Polres Langsa untuk melakukan penyelidikan di lokasi yang telah disebutkan pelapor, " tegas Kasat Narkoba

"Petugas pun langsung melakukan menangkap SMF. Dan ketika dilakukan penggeledahan, petugas berhasil mendapatkan narkotika jenis dari badannya," imbuhnya lagi.

"Ketika di introgasi, SMF mengakui barang haram itu miliknya yang didapatkan dari temannya berinisial A dengan cara membeli seharga Rp 250 ribu," sambungnya.

Mendapatkan pengakuan dari SMF, kata Yudi, petugas pun kembali melakukan pengejaran terhadap teman SMF berinisial A. Namun, petugas tidak berhasil menangkap pelaku lainnya.

"Diduga A sudah mengetahui jika petugas akan melakukan penangkapan terhadapnya, sehingga A berhasil lolos. Namun terhadap A, sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)," pangkas Kasat Narkoba.

Saat ini SMF digelandang ke Mapolres Langsa, untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (LEP)

Jumat, 21 Agustus 2020

Lapas Narkotika Cipinang Rehabilitasi 2.400 Narapidana

BY GentaraNews IN


Untuk menghilangkan ketergantungan narapidana terhadap narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), melaksanakan program rehabilitasi terhadap 2.400 Warga Binaan Pemasyarakatan (narapidana) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas II A Cipinang, Jakarta Timur.

"Kegiatan rehabilitasi ini dibagi dua tahap, tahap satu sudah selesai, dari bulan Januari-Juni 2020 lalu diikuti 1.200 napi," kata Deputi Pencegahan BNN Irjen Pol. Drs. Anjan Pramuka Putra, SH, M.Hum dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (21/8/20)

Sementara tahap dua yang juga diikuti 1.200 napi berlangsung dari bulan Juli-Desember 2020 hingga saat ini masih berjalan di Lapas Narkotika Cipinang. Proses rehabilitasi diawali penilaian terhadap narapidana pemakai narkotika yang dilakukan lewat wawancara mendalam oleh jajaran BNN.

"Dari wawancara itu nanti ditentukan seberapa berat ketergantungan mereka. Untuk rehabilitasi ini kita tidak hanya melibatkan dokter dari Rumah Sakit Pengayoman, tapi juga dokter profesional lain," ujar Anjan Pramuka

"Lama proses rehabilitasi satu orang napi bervariasi, tergantung pada beratnya ketergantungan narkoba. Selama proses rehabilitasi mereka dipantau jajaran BNN, tim medis yang di dalamnya juga termasuk psikolog profesional saat sesi konseling," Anjan Pramuka

"Psikolog dilibatkan agar bisa menghilangkan ketergantungan menggunakan narkoba dari napi. Jangan sampai ketika ada masalah mereka memakai narkoba lagi," sambung Anjan Pramuka.

Kalapas Narkotika Cipinang Oga Gioffanni Darmawan mengatakan proses rehabilitasi juga dibarengi dengan pelatihan keterampilan.

Napi yang dinyatakan tim medis lepas ketergantungan narkoba dapat mengikuti pelatihan keterampilan sesuai minat dan latar belakang pendidikan. "Misalnya kalau pendidikan terakhir mereka S1 mereka diberi pelatihan wiraswasta. Atau kalau minatnya masak diberi pelatihan tata boga, jadi bisa memilih bidang pelatihan," kata Oga G. Darmawan.

Pelatihan keterampilan lain yang diberikan kepada narapidana yakni pembuatan roti, makanan ternak, budidaya ayam, service AC, service motor. Warga Binaan Pemasyarakatan (Napi) yang mengikuti pelatihan keterampilan nantinya mendapat sertifikat untuk modal mencari kerja saat bebas nanti.

"Napi yang mengikuti pelatihan keterampilan nantinya mendapat sertifikat untuk modal mencari kerja saat bebas. Untuk sertifikat pelatihan keterampilan diyakini dapat berguna karena hasil kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta,"tegas Ogah G. Darmawan

  

Sabu 3 Kg Di Ungkap BNNP Jawa Barat

BY GentaraNews IN


Momen libur Panjang Tahun Baru Islam
diambil sebagai kesempatan para pengedar narkotika dalam mengedarkan barang haram. Modus Sabu yang disamarkan dalam bungkusan kantong aluminium teh Cina di wilayah Bandung, Jawa Barat. Hal tersebut terungkap dalam kasus peredaran gelap sabu yang dilakukan oleh BNNP Jawa Barat, Rabu (19/8).

Pengungkapan berawal dari informasi akan adanya pengiriman narkotika jenis sabu pada hari Kamis (20/8), dengan menggunakan bus dari terminal baranangsiang, Bogor yang akan diedarkan di wilayah Jawa Barat.

Atas informasi tersebut, Kepala BNNP Jawa Barat Brigadir Jenderal Polisi Drs. Syufian Syarif, M.H. kemudian memerintahkan Tim Pemberantasan BNNP Jabar yang dipimpin langsung oleh Kabid Berantas BNNP Jabar Kombes Pol. Adri Irniadi, S.IK., M.H. untuk melakukan penyelidikan.

Selanjutnya petugas pun melakukan pemantauan dan penyergapan kepada seorang tersangka ED alias Begeng.

Berdasarkan hasil penggeledahan petugas menemukan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 3 Kg di dalam bungkus teh cina berwarna kuning.

Selanjutnya petugas melakukan pengembangan dan menangkap tersangka IP alias Fery yang diketahui dari ED alias Begeng sebagai pengendali kurir. IP ditangkap di kediamannya di Kampung Cipondoh, Bandung.

Karo Humas dan Protokol BNN RI Sulistyo Pudjo Hartono, SIk, M.Si melalui sambungan telepon membenarkan kejadian tersebut Sulistyo Pudjo mengatakan bahwa saat ini tersangka ED dan IP berikut barang bukti telah dibawa ke Kantor BNNP Jabar guna dilakukan proses hukum lebih lanjut. (LEP)
 





Sumber : Biro Humas dan Protokol BNN RI

Oknum Perwira Polisi Ditangkap Atas Kasus Lahgun Narkoba.

BY GentaraNews IN


Seorang oknum perwira polisi berpangkat AKP bertugas di Polsek Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang diamankan oleh anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pagaralam bersama dua orang rekannya pada Senin (17/8/2020) lalu.

Oknum anggota tersebut ditangkap bersama kedua orang pada waktu bersamaan, yakni MH (36) warga Karang Dalo, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Pagaralam dan SU alias Dadi (35), merupakan warga Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara, Pagaralam.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Wahyu SIK, dikonfirmasi mengatakan terkait salah seorang oknum anggotanya bertugas di Polsek Tebing Tinggi inisial AKP Hs ditangkap oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Pagaralam akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Tindakan awal saya sudah mencopot jabatannya sebagai wakapolsek dan dipindahkan menjadi Pama Polres dalam rangka pemeriksaan." Kata Kapolres. Jum'at (21/8/2020).

"Sekarang yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan Polres Pagaralam, jadi kami menunggu hasil pemeriksaan dan perkembangan dari Polres Pagaralam," kata AKBP Wahyu SIK,

"Iya, terhadap yang bersangkutan juga sekarang sudah di lakukan penahanan oleh satnarkoba Polres Pagar Alam, yang jelas kasus ini akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku, dan akan diusut sampai tuntas. Sesuai dengan komitment bapak Kapolda juga, tindak tegas bagi anggota," lanjut AKBP Wahyu SIK,

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiganya diamankan saat melintas di kawasan Jalan Raya Pagar Banyu, Kelurahan Curup Jare, Kecamatan Pagaralam Utara, Pagaralam, setelah polisi menghentikan laju mobil yang ditumpangi ketiganya.

Pada saat dilakukan penggeledahan, anggota kepolisian menemukan dua butir ekstasi dan satu buah pirek kaca serta satu buat tas warna hitam yang ditemukan di bagasi belakang mobil Nissan March warna orange dengan Nomor Polisi (Nopol) E 119 HU.

Oknum perwira polisi ini diketahui berinisial HE (56). Sedangkan dua temannya yang diamankan, yakni MH (36) warga Karang Dalo, Kelurahan Karang Dalo, Kecamatan Dempo Tengah, Pagaralam dan SU alias Dadi (35), merupakan warga Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara, Pagaralam. (LEP).

Kamis, 20 Agustus 2020

Pertemuan Virtual HUT Taman Iskandar Muda Yang Diikuti Masyarakat Aceh Ban Sigom Donya

BY GentaraNews IN

Pertemuan virtual via aplikasi zoom itu merupakan rangkaian kegiatan memperingati 70 Tahun TIM, 75 Tahun Proklamasi Indonesia dan 15 Tahun Perdamaian Aceh, dengan tema “Hikmah Covid 19 & Tantangan Bagi Aceh” yang diikuti para tokoh dan masyarakat Aceh, baik yang menetap di Aceh maupun di luar Aceh di 4 Benua. Para Penanggap dari Beragam Latar Belakang Profesi, diikuti lebih dari 350 orang.

Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah, MT membuka 'Silaturrahmi Hijriah Taman Iskandar Muda Aceh' di Jakarta secara virtual dari Banda Aceh, Diskusi ini  dimoderatori Prof Bachtiar Aly, pakar komunikasi dan mantan anggota DPR RI. Kamis (20/8/2020). 

Sejumlah tokoh Aceh akan tampil sebagai narasumber dalam pertemuan itu, antara lain Jenderal (Purn) TNI Fachrul Razy (Menteri Agama RI), Dr Sofyan Djalil (Menteri ATR/Kepala BPN),  Tgk Malik Mahmud Al Haytar (Wali Nanggroe Aceh),  Ir Nova Iriansyah MT (Plt Gubernur Aceh) dan  Dr Surya Darma MBA (Ketua Umum PPTIM).

Kemudian Dr Mustafa Abubakar ( Menteri BUMN 2009-2012),  Dr Adnan Ganto (Bankir International), Nasir DJamil (Ketua Forbes DPR/DPD RI), Dr Hammam Riza (Kepala BPPT) , Dr Fachry Ali (Pengamat Sosial Politik), Dr Azwar Abubakar (Menteri PAN RB 2012-2014), Prof Samsul Rizal (Rektor Universitas Syiah Kuala) dan Amir Faisal (The Atjeh Connection).

Lalu Al Chaidar (Leiden – Belanda), Prof Ahmad Humam Hamid  (Pengamat Sosial-Unsyiah), Adron Razy Yusuf (Diaspora Aceh, Seattle – USA), Darlis (Turki), Dr Umaimah Wahid ( Dosen Universitas Budi Luhur Jakarta), Dr Rusli Hasbi (Pengasuh Pesantren Qalbun Salim-Jakarta), Riris Irawati (Direktur Eksekutif Flowers, Banda Aceh), Yunidar ZA (IMPAS Jakarta) dan Andri Munazar (Startup Aceh), Le Putra (Aktivis Anti Narkoba).

Ketua Umum PP TIM Dr. Ir. Surya Darma, MBA dalam sambutannya menjelaskan, “Bentuk pertemuan secara virtual merupakan sebuah konsep hijrah yang paling dimungkinkan pada saat pandemi seperti sekarang ini. Kita dipaksa hijrah dalam berkegiatan, termasuk dalam kegiatan silaturrahim,” kata Surya Darma.

“Semua kita diharapkan waspada akan kondisi kekinian di Aceh. Sikap sebagian warga yang tidak peduli dan abai merupakan merupakan ujian bagi Pemerintah Daerah dalam mengendalikan wabah. Diharapkan dalam silaturahmi  kita dapat memberikan pemikiran-pemikiran yang strategis untuk menekan jumlah kasus,” ujar Surya Darma.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi dalam upaya pengendalian Covid-19 di Aceh.

"Pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Forkopimda Aceh, Forkopimda Kabupaten/Kota,

dokter, perawat serta tenaga kesehatan lainnya, para ulama, seluruh tokoh masyarakat, dan TNI/Polri yang telah bekerja keras, tak kenal waktu, dengan penuh dedikasi dalam upaya pengendalian Covid-19 di Aceh," ujar Nova.

"Terkait kondisi Aceh yang tengah dilanda pandemi Covid-19, sebagai muslim, setiap bencana datang tentu akan menguatkan sandaran vertikal dan sekaligus akan membentuk kesadaran teologis kaum muslim sebagai makhluk Allah, " Jelas Nova lagi.

"Sebagai masyarakat yang terkenal religius, masyarakat Aceh pasti yakin dan percaya bahwa bencana atau musibah yang terjadi akan dapat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT betapa tidak berdayanya kita di hadapan Allah SWT," kata Nova.

Keyakinan tersebut, lanjut Nova, akan menjadi sandaran vertikal kaum muslim bahwa Allah mendatangkan bencana sebagai ujian sekaligus sebagai peringatan supaya kembali kepada jalan yang benar.

Bencana kemanusiaan ini, ulasnya, juga semakin menguatkan kesadaran agar masyarakat Aceh dapat membangun kesiagaan dalam menghadapi berbagai bencana, baik bencana alam maupun bencana non-alam seperti pandemi Covid-19 ini.

Nova juga menjelaskan, dalam menyikapi ancaman tersebut, berbagai langkah strategis telah dilakukan Pemerintah Aceh, dari persiapan teknis sampai sosialisasi kepada masyarakat.

"Sejak awal merebaknya virus corona hingga sekarang, Pemerintah Aceh telah mengambil berbagai langkah dan kebijakan dalam penanganan Covid-19," ucap dia.

Nova lantas menguraikan sejumlah langkah yang dilakukan pihaknya selama ini, mulai dari proses memulangkan mahasiswa dan warga Aceh di Cina, menunjuk 13 rumah sakit rujukan, menyediakan sarana dan prasarana kesehatan penanganan Covid-19, menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT), hingga melakukan refocusing APBA 2020 untuk penanganan Covid-19.

"Juga pemanfaatan kembali gedung RSUDZA lama untuk menyiapkan Ruang Pinere dengan total kapasitas 170 tempat tidur, serta mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk menyisihkan 10% kapasitas rumah sakit umum daerah untuk Ruang Pinere yang akan merawat pasien Covid-19 dengan kategori ringan sampai sedang," beber dia.

Pemerintah Aceh, lanjut Nova, juga telah mefungsikan asrama BPSDM Aceh dan Asrama Haji Embarkasi Aceh sebagai ruang observasi bagi kasus positif Covid-19 tanpa gejala (OTG), dengan total kapasitas 388 tempat tidur, serta melahirkan berbagai kebijakan lain dalam penanganan covid-19 di Aceh.

Nova mengakui, menghadapi pandemi Covid-19, bukanlah hal yang mudah. "Banyak tantangan yang harus kita hadapi. Apalagi virus corona ini merupakan virus baru, sehingga kita harus melakukan berbagai hal antisipasi untuk menanganinya," paparnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan A Djalil mendorong generasi muda Aceh untuk keluar dari Aceh dan memilih kolam besar sebagai arena kompetisi. 

 “Aceh itu kolam kecil, Indonesia kolam besar tempat kita berkompetisi dan berenang. Berenang di kolam kecil banyak konflik, karena ruangnya sempit. Di kolam besar tidak ada,” kata Sofyan membandingkan.

“Mari kita dorong anak- anak kita jadi fighter di kolam lebih besar. Beruntung kita bisa keluar dari Aceh,” ujarnya.

"Sukses adalah orang yang berani keluar dari area amannya. Penelitian menyebut 87 persen orang hidup dalam radius 200 km dalam lingkungannya. Cuma 13 persen yang berani keluar dari lingkungannya. “Karena itu marilah kita, orang –orang Aceh dan generasi mudanya, menjadi kelompok yang 13 persen itu,” pungkas Sofyan A Djalil.

Dalam kesempatan ini tokoh Aceh yang juga mantan Menteri PAN dan RB, Azwar Abubakar menyarankan, seluruh pihak di Aceh duduk bersama bermusyawarah membicarakan penanganan covid 19. Lupakan perbedaan, kepentingan pribadi dan golongan.

“Bermusyawarah itu lebih baik. Kumpulkan semua pihak. Eksekutif, legislatif, kampus, LSM, tokoh perempuan, mahasiswa dan sebagainya. Meskipun APBA Provinsi Aceh sudah disahkan, tapi perlu ada evaluasi lagi, sebab anggaran APBA akan berkurang menyusul pandemi covid 19," Saran Azwar Abubakar dari kediamannya di Banda Aceh.

“Capaian juga berubah, karena uangnya berkurang. Nah ini yang perlu dibicarakan bersama. Apa kita akan bikin dalam rangka covid ini, karena semua sudah berubah,” ujar Azwar Abubakar.

"Duduk bahas bersama, lahirkan satu konsep. Ini ada covid, apa yang bisa kita lakukan bersama,” ujar Azwar Abubakar 

"Sebab seluruh perubahan yang diakibatkan oleh covis tersebut merupakan masalah bersama masyarakat Aceh dan tidak mungkin bisa ditangani sendiri-sendiri, apabila musyawarah tersebut digelar, akan banyak sisi positif dan hikmahnya," yakinkan  Azwar Abubakar.

“Kalau memang deadlock, baru diambil alih Pemerintah Aceh sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tapi saya kira tidak akan begitulah,” tambah Azwar Abubakar.

"Masyarakat Aceh tidak perlu pesimis menghadapi covid. Alasannya, pertama covid sama seperti tsunami, yang datang menyerang semua aspek, Oleh karena itu dibutuhkan ketabahan dan tawakal kepada Allah SWT untuk mendapat petunjuk-Nya," tambah Azwar Abubakar lagi.

"Kedua Aceh dan daerah lainnya akan menghadapi krisis pangan, ini bisa dilakukan upaya bersama, langkah-langkah akan bisa diambil oleh seluruh pihak," pangkas Azwar Abubakar. (LEP).

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga