Mengapa Harus ZENQIRA? Simak Keunggulanya.

Baca Juga

Daerah (491) Nasional (233) Berita (116) Internasional (34) education (26) news (26) Berita Gema Nusantara (24) Nasiona (16) Duit (15) Tentang Narkoba (6) Gema (4) video (4) Pilkada 2024 (3) Teknologi (3) Peraturan (2) Profile (2) kesehatan (2) opini (2) Financial (1) herbal (1)

Senin, 14 Maret 2022

Berani Tolak Berani Rehab Berani Lapor

BY GentaraNews IN ,



Jakarta -  Daya rusak narkoba lebih serius dari terorisme karena merusak otak yang tidak ada jaminan sembuh. Narkotika telah menyebar seluruh pelosok wilayah dan menyasar kalangan anak anak. Kerugian jiwa dan material. Dengan 3,41 juta pecandu dari potensi pasar 70,72% usia muda dan kerugian negara di perkirakan Rp. 84 Trilyun. 

BNNK Jakarta Timur melaksanakan kegiatan "Kegiatan Pemetaan Kelompok di Lingkungan Masyarakat" yang diikuti oleh kelurahan Ciracas, kelurahan Lubang Buaya, kelurahan Kebon Manggis, kelurahan Cilitan, kelurahan Utan Kayu Utara, Kejati Jakarta Timur, Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Sudin Pariwisata dan Ekonomi Jakarta Timur, Sudin Sosial, Binmas Polres Jakarta Timur, Kodim 0505 Jakarta Timur, Sudin Kesbangpol Jakarta Timur, Gentara, Komanar, Rapi 09 Ciracas, Rapi 10 Cakung dan diikuti oleh 20 orang peserta, yang berlangsung di Hotel Santika. Selasa (15/3/2022).

Dalam sambutannya kepala BNNK Jakarta Timur Hendrajid Putu Widagdo, S. Sos, M.M, M. Si yang didampingi Anton Suriyadi Siagian, SH, MH (Kasie P2M BNNK Jakarta Timur) mengatakan, "tujuan kegiatan ini sebagai wujud program pencegahan dengan menggerakan partisipasi masyarakat dalam penerapan P4GN di lingkungan masyarakat dan di lingkungan pendidikan melalui pembentuka Relawan Anti Narkoba" jelasnya.

"Penyalahguna narkoba di Jakarta Timur diperkirakan 6-7 orang per RT disini kita harus menggalang pelaporan masyarakat" Tambah Hendrajid.

"Jakarta sebagai kota metropolitas, berimbas sebagai pasar gelap narkoba, dalam implementasi peran serta masyarakat akan terus memfasilitasi dan menggerakan komponen masyarakat untuk berperan aktif dalam P4GN melalui pendayagunaan seluruh sumber daya dan potensi yang dimiliki masyarakat" Jelas Hendrajid.

Program ketahanan keluarga sebagai Garda terdepan untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dari Penyalahgunaan narkoba melalui penguatan sumber daya desa sehingga memiliki daya tangkal terhadap Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” pungkasnya.

Yel yel Berani Tolak, Berani Rehap, Berani Lapor tutup Kepala BNNK Jakarta Timur. 



Selanjutnya hadir sebagai narasumber dari Kementrian Desa dan Transmigrasi Pepen Efendi, SE, MM yang kini menjabat sebagai Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat BPPMD Jakarta menjelaskan perihal  Fungsi dan manfaat Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Jakarta.

"Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat siap mendidik masyarakat dan memberdayakan masyarakat yang beralamat di Jalan Pengangen Ali, Jakarta Timur dan siap menjangkau masyarakat dilokasi masyarakat" jelas Pepen Efendi. 

Acara juga diisi dengan sesi tanya jawab dan sambut antisias oleh peserta.


Dari Suku Badan Kesbangpol Jakarta Timur Ahmad Yani, SH, M. Si memaparkan materi  tentang "potensi masyarakat dalam upaya P4GN" dengan dasar hukum Permendagri No. 21 tahun 2013 fasilitas pencegahan penyalahguna narkotika.

"Bahaya penyalahgunaan narkoba bagi hubungan sosial di tengah masyarakat Kesbangpol memiliki potensi masyarakat yaitu FPK, FKDM dan FKUB", jelas Ahmad Yani.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur Kompol DR. Agung Wibowo, SH, MH menyampaikan program kerja "Ekosistem Ibu Tangguh untuk RW Bersih Narkoba" dalam bentuk pencegahan, penguatan ketahanan keluarga, menghadirkan Polda Metro Jaya sebagai fasilisator ruang publik.

"Kenapa Ibu ?, karena ibu paling tahu kondisi keluarga, paling memahami kondisi lingkungan, paling peduli terhadap keluarga, selalu ada dilingkungan dan karena paling strategis antar keluarga", jelas Agung Wibowo. (LEP).










Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga