Baca Juga

Sabtu, 23 Maret 2024

FPK Jakarta Timur Dan Komunitas Soko Pati Berbagi Berkah

BY GentaraNews

Lutfi Marzuki (baju putih) didampingi Enie Sulistyaningsih secara simbolis menyerahkan sumbangan kepada Komunitas Soko Pati yang diterima oleh Ketua Umumnya Eko Purnomo, di Kantor Walikota Jaktim, Minggu (24/3/2024)

Di Bulan suci penuh berkah ini, Ramadhan 1445 Hijriah sering dipakai oleh sebagian umat Islam maupun Non Islam melakukan untuk berbagi takjil baik dipinggir jalan maupun di rumah menjadi momentum tepat untuk saling berbagi tanpa memandang suku, agama, ras, dan golongan.


Demikian halnya yang dilakukan Forum Pembauran Kebangsaan Kota Administrasi Jakarta Timur (FPK JT) yang berkolaborasi dengan Komunitas Soko Pati, secara langsung turun ke jalan membagikan takjil kepada khalayak umum, di sepanjang Jalan Cakung Cilincing, Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Minggu (24/3/2024).


FPK Jaktim membagikan langsung takjil kepada warga yang melintas di Jalan Raya Cakung Cilincing, Minggu (24/3/2024)

Sebanyak lebih dari 500 paket takjil dibagikan baik kepada pengendara motor maupun warga yang melintas. “Alhamdulillah, pembagian takjil yang merupakan inisiasi dari FPK JT bersama Komunitas Soko Pati bisa berjalan dengan lancar. Warga juga begitu antusias menerimanya,” kata Enie Sulistyaningsih Koordinator Bidang Seni Budaya FPK JT, dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu (24/3/2024).

Wanita cantik penyuka kain Nusantara ini menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian FPK JT, sebagai organisasi bentukan pemerintah yang bernaung dibawah Kesbangpol Jaktim kepada warga di Jakarta Timur. “Sebagai perwakilan etnis/provinsi dan pemuka masyarakat, anggota FPK JT yang berjumlah 37 orang selalu bahu-membahu dalam melaksanakan setiap kegiatannya. Dukungan dari teman-teman sangat besar, termasuk pada kegiatan ini,” ungkap Jeng Enies–demikian ia biasa disapa.

Warga tampak senang menerima takjil yang diberikan oleh salah satu anggota FPK Jaktim Nur Aini


Wajah-wajah sumringah dari warga mengaura saat diberikan takjil. Sebelumnya, secara simbolis FPK JT menyerahkan paket Ramadan kepada Komunitas Soko Pati di Kantor Walikota Jakarta Timur, untuk selanjutnya dibagikan kepada warga.

Ketua FPK JT H. Lutfi Marzuki mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari peran serta FPK JT dalam mengisi bulan suci Ramadan. “Takjil yang dibagikan merupakan bentuk kebersamaan sebagai sesama anak bangsa. Sekaligus memiliki pesan bahwa ditengah keberagaman yang ada kita sama-sama menjaga dan merawat kerukunan dengan saling menghormati satu sama lain,” ujar Lutfi yang diaminkan oleh Lel Firdaus Wakil Ketua FPK JT yang ikut mendampinginya.

Sementara itu, Ketua Umum Soko Pati Eko Purnomo mengapresiasi kegiatan ini. “Senang sekali bisa bersama saudara-saudara saya di FPK JT untuk membagikan takjil di bulan Ramadan. Kami berharap bisa tetap berkolaborasi dengan FPK JT untuk kegiatan-kegiatan yang lain,” ujarnya bersama para anggota Komunitas Soko Pati Jakarta Timur lainnya.

Suasana pembagian takjil yang diinisiasi oleh FPK Jaktim bersama Komunitas Soko Pati

Sejumlah anggota FPK JT tampak turun ke jalan membagi-bagikan takjil antara lain, Lutfi Marzuki, Lel Firdaus, Enie Sulistyaningsih, Alexander Taopan, Nur Aini Bachmid, Ida Tuharea, Endang Sulistyowati, dan Oktaviana.

“Kegiatan ini menjadi agenda rutin FPK JT di setiap bulan suci Ramadan. Kiranya bisa membawa keberkahan bagi warga yang menerimanya,” pungkas Lutfi Marzuki. (LEP)





Selasa, 26 Desember 2023

Hari Ke-3 Pasee Serantau Aceh Rayakan Maulid dan Santuni Anak Yatim

BY GentaraNews IN

JAKARTA – Maulid Nabi Muhammad kadang-kadang Maulid Nabi , adalah peringatan hari lahir Nabi Islam Muhammad, yang menurut tradisi sebagian Sunni. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah kematian Muhammad. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Muhammad.

Pakar sejarah Islam seperti Ibnu Khallikan, Sibth bin Al-Jauzi, Ibnu Katsir, As-Sakhawi, As-Suyuthi, dan lainnya telah sepakat menyatakan bahwa orang yang pertama kali mengadakan peringatan maulid adalah Sultan Al-Muzhaffar. Namun juga terdapat pihak lain yang mengatakan bahwa Sultan Salahuddin Al-Ayyubi adalah orang yang pertama kali mengadakan Maulid Nabi. Sultan Salahuddin pada kala itu membuat perayaan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat Islam yang telah padam untuk kembali berjihad dalam membela Islam pada masa Perang Salib.

Hari ke-3 pelaksanaan perayaan Maulid Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU), gelar maulid dan penyantunan anak yatim dan kaum duafa bertempat di Masjid Hayatul Islam, Jalan Jati Padang Baru RT. 13 RW. 06., Kelurahan Jati Padang, Pasar Minggu. Jakarta Selatan. Dihadiri H. Matsasih bin H Mahmud  Rt 06 Bpk Hidayat Zakaria Rt 013 Nama RT pendamping.   Rabu, 27 Desember 2023.

Pelaksana Maulid dan Santunan Anak Yatim PSAU diketuai Syarkawi M Yahya dan koordinator lapangan Halim Thomas, putra Aceh asal Bireuen yang kini berdomisili di Jakarta yang sukses mengkoordinasikan rangkaian pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Peringatan maulid serta santunan anak yatim ini hari yang ke-3 diselenggarakan”, kata Ketua Umum PSAU, H Zainal Abidin Husein, SE

Ketua Umum Pasee Serantau Aceh Utara dalam sambutan nya, memperkenalkan apa itu Pasee yang dalam bahasa Indonesia lebih di kenal dengan nama Pasai atau Samudra Pasai, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri abad 13 atau tepatnya tahun tahun 1267 M Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.

Pada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan itu, dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Sebagai bandar perdagangan yang besar, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam.



Penceramah Ustadz H. Muhamad Amin (Ketua umum Mesjid Hayatul Islam) memberi apresiasi kepada Pasee Serantau dalam pelaksanaan maulid di berbagai tempat, Pasee Serantau berbaur dengan semua suku yang ada di Jakarta.

“Sebaik-baik rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim dan diasuh dengan baik. Seburuk-buruk rumah orang Islam adalah rumah yang di dalamnya ada anak yatim yang diperlakukan dengan jahat.” (HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

“Salah satu keteladanan beliau adalah bagaimana Nabi Muhammad SAW memperlakukan kaum lemah seperti anak yatim dengan penuh kasih sayang. Nabi Muhammad SAW sendiri adalah seorang yatim, ayahnya meninggal di saat Rasulullah masih di dalam kandungan. Sabda Nabi”, Ustadz H. Muhamad Amin

“Proses perayaan maulid nabi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara seperti mengadakan majlis ta’lim, bersedekah, dan lainnya. Hal tersebut tentu saja akan meningkatkan tali persaudaraan dengan umat Islam yang tanpa batas suku dan ras”, tegasnya. (LEP)





Senin, 25 Desember 2023

Hari Ke-2 Pasee Serantau Aceh Utara Adakan Maulid dan Santuni Anak Yatim

BY GentaraNews IN



JAKARTA - Merayakan maulid nabi bisa dikatakan menjadi salah satu cara untuk kita bersyukur kepada Allah atas rahmat yang dilimpahkan-Nya, organisasi paguyubaban Aceh. Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU), gelar maulid dan penyantunan anak yatim ke-2 di Komplek Zeni AD RW 03 Kelurahan Rawajati, Kalibata. Jakarta Selatan, pada Senin 25 Desember 2023.

Ketua Umum PSAU, H Zainal Abidin Husein, SE bersama ketua pelaksana Maulid Ustadz Syarkawi M. Yahwa menyerahkan santunan anak yatim dan Kaum Duafa dilingkungran RW 03 Kelurahan Rawajati, Kalibata.

Ketua Umum Pasee Serantau Aceh Utara dalam sambutan nya, memperkenalkan Organisasi paguyuban Pasee Serantau Aceh Utara. Kata Pasee yang dalam bahasa Indonesia lebih di kenal dengan nama Pasai atau Samudra Pasai, Kerajaan Samudera Pasai berada di pesisir utara Sumatera, tepatnya di Kota Lhokseumawe, Aceh.

Kerajaan Samudera Pasai yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri abad 13 atau tepatnya tahun tahun 1267 M Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh atau lebih populer di sebut dengan nama Malikussaleh.

Sultan Samudera Pasai Malikussaleh disebut-sebut sebagai sosok yang sangat menjunjung tinggi agama dan berhasil membuat penduduk di daerah-daerah sekitarnya memeluk Islam

Pada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan itu, dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Sebagai bandar perdagangan yang besar, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam.

Beberapa Wali Songo di pulau Jawa berasal dari Aceh. Beliau-beliau itu adalah: (1) Maulana Malik Ibrahim, (2) Malik Ishak (Sunan Giri), (3) Ali Rahmatullah/Raden Rahmat (Sunan Ampel), (4) Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang), (5) Masaih Munad (Sunan Drajat), dan (6) Syarief Hidayatullah/Fatahillah (Sunan Gunung Jati).

Kerajaan Samudera Pasai runtuh pada 1517, yang dipimpin oleh raja terakhir Samudera Pasai, yaitu Sultan Zainal Abidin IV.

Maulid dan Santunan Anak Yatim selain berdimenasi ibadah juga memiliki dimensi sosial di alam rangka mempererat silaturrahmi masyarakat.

Menyantuni anak yatim layaknya anak sendiri juga bisa menjadi pahala jariyah untuk kehidupan akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda: "Jika manusia mati, terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya" (HR Muslim).


Dalam Tausiahnya Ustadz Isfandiar Ar Al Asyiii mengajak kita untuk selalu bershalawat kepada dapat menjadi bentuk pujian kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus doa yang bernilai pahala. Membaca Shalawat, Bisa Jadi Kunci Terkabulnya Doa

Selanjutnya Ustadz Ar Al Asyiii menjelaskan bahwa, “Ucapan salam 'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhuh'merupakan pintu pertama kerukunan dan kunci pembuka yang membawa rasa cinta. Dengan menyebarkan salam, semakin kokoh kedekatan antara kaum muslimin”, Jelasnya

Makna ucapan salam begitu baik. Tak ada ruginya untuk mengucapkan salam saat bertemu seseorang. Terlebih, menjawab salam hukumnya adalah wajib. Mengucapkan dan membalas salam akan membuat Anda sama-sama mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Menyantuni anak yatim pada dasarnya adalah sebuah akhlaq yang sangat mulia di mata Allah SWT dan juga sesama manusia. Dengan melaksanakan akhlaq baik ini, maka kita akan menjadi manusia yang jauh lebih baik dan lebih bermanfaat untuk orang lain. Semoga Allah SWT selalu memberikan kita kekuatan agar bisa tetap beribadah pada-Nya dan selalu berada dalam bimbingan yang lurus untuk membawa kita pada kebahagiaan selama hidup di dunia dan kelak di akhirat.

Ustadz Ar Al Asyiii menyampaikan pesan moral kepada anak yatim yang hadir untuk optimis menatap masa depan, kelak kalianlah yang akan menjadi pemimpin di negeri ini.

“Yang penting kalian rajin belajar dan jangan lupa beribadah dan bermohon kepada Allah”, Tegas Ustadz Isfandiar. (LEP)





 





Jumat, 22 Desember 2023

Pasee Serantau Adakan Maulid dan Santuni Anak Yatim

BY GentaraNews IN


JAKARTA - Merayakan maulid nabi bisa dikatakan menjadi salah satu cara untuk kita bersyukur kepada Allah atas rahmat yang dilimpahkan-Nya, organisasi paguyubab Aceh. Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU), gelar maulid dan penyantunan anak yatim di sejumlah tempat di Jakarta, pada 23-27 Desember 2023. Untuk kegiatan pertama di laksanakan di Balai Pengajian di Pasai Minggu. Sabtu (23/12/2023)

Ketua Umum PSAU, H Zainal Abidin Hussein, SE menyampaikan peringatan maulid dan santunan anak yatim diselenggarakan bersamaan dengan santunan anak yatim dan makan bersama anak yatim di beberapa tempat di Jakarta.

"Ini kita lakukan di tiga tempat dengan jadwal terpisah," kata Zainal Abidin, mantan anggota DPR RI asal Aceh periode 2004-2009.

Pelaksana Maulid dan Santunan Anak Yatim PSAU diketuai Ustdadz Syarkawi M Yahya dan Sekretaris Fandi Ibnu Abbas.

Pelaksanaan maulid dan santunan anak yatim dimulai pada Sabtu, (23/12/2023) di Balee pengajian TIM. Cabang Ps Minggu, Kp Jawa, Pukul 18.30 WIB.

Kemudian pada Senin, (25/12/2023) di Kompleks Zeni TNI AD, Kalibata, Pkl 10.00 WIB.

Selanjutnya Rabu, (27/12/2023) Tempat Masjid Hayatul Islam, Jati Padang Baru, Jati Padang, Pkl 10.00 WIB.

Hadir Dalam kegiatan ini Pengurus RW dan Beberapa pengurus RT beserta tokoh masyarakat di lingkungngan Bale Pengajian Kecamatan Pasar Minggu. Jakarta

Ketua Umum Pasee Serantau Aceh Utara dalam sambutannya, memperkenalkan apa itu Pasee yang dalam bahasa Indonesia lebih di kenal dengan nama Pasai atau Samudra Pasai, yang merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yang berdiri abad 13 atau tepatnya tahun tahun 1267 M Berkuasa lebih kurang 29 tahun (1297-1326 M). Kerajaan Samudera Pasai merupakan gabungan dari Kerajaan Pase dan Peurlak, dengan raja pertama Malik al-Saleh.

Pada masa jayanya, Samudera Pasai merupakan pusat perniagaan penting di kawasan itu, dikunjungi oleh para saudagar dari berbagai negeri, seperti Cina, India, Siam, Arab dan Persia. Komoditas utama adalah lada. Sebagai bandar perdagangan yang besar, Samudera Pasai mengeluarkan mata uang emas yang disebut dirham. Uang ini digunakan secara resmi di kerajaan tersebut. Di samping sebagai pusat perdagangan, Samudera Pasai juga merupakan pusat perkembangan agama Islam.

Beberapa Wali Songo di pulau Jawa berasal dari Aceh. Beliau-beliau itu adalah: (1) Maulana Malik Ibrahim, (2) Malik Ishak (Sunan Giri), (3) Ali Rahmatullah/Raden Rahmat (Sunan Ampel), (4) Mahdum Ibrahim (Sunan Bonang), (5) Masaih Munad (Sunan Drajat), dan (6) Syarief Hidayatullah/Fatahillah (Sunan Gunung Jati).

"Maulid dan Santunan Anak Yatim selain berdimenasi ibadah juga memiliki dimensi sosial di alam rangka mempererat silaturrahmi masyarakat", pungkas Ketua Umum PSAU

Dalam Tausiahnya Ustadz Zainal Abidin yang juga seorang dosen menyampaikan pesan moral kepada anak yatim yang hadir untuk optimis menatap masa depan, kelak kalianlah yang akan menjadi pemimpin di negeri ini.

“Yang penting kalian rajin belajar dan jangan lupa beribadah dan bermohon kepada Allah”, Tegas Ustadz Zainal. (LEP).



Sabtu, 16 Desember 2023

Diaspora Aceh Global Sorot Banyak Hal Demi Aceh Bermarbat

BY GentaraNews IN

 


Jakarta -Diaspora Global Aceh (DGA) menggelar rapat tahunan dan menyelenggarakan kongres luar biasa. Selain membahas internal organisasi, DGA juga menyoroti situasi global, nasional, dan lokal, bertempat di Wisma Taman Iskandar Mudan Jalan Perahu No. 1 Guntur, Setia Budi, Jakarta Selatan. Acara ini diikuti juga secara Virtual dari 4 benua. Sabtu (16/12/2023)

"DGA pada hari menyelenggarakan rapat tahunan untuk evaluasi kerja selama satu tahun terakhir sekaligus menyusun rencana kerja DGA ke depan serta antisipasi hal-hal yang strategis yang bisa diselesaikan," kata Ketua Umum DGA, Mustafa Abubakar

Diaspora Aceh Global merupakan wadah pemersatu keseluruhan masyarakat Aceh di perantauan baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang berdomisili di luar Provinsi Aceh. Diaspora Aceh Global dimaksudkan agar secara kolektif dapat berkontribusi membangun, mengembangkan dan mempromosikan nilai-nilai keacehan, keindonesiaan, dan kemanusiaan pada tataran strategis.


Didirikan pada 2021, Diaspora Aceh Global (DGA) saat ini memiliki struktur kepengurusan Dewan Pengurus Pusat DGA yang berpusat di Jakarta serta 20 chapter (sagoe) di seluruh dunia.

"Hari ini, selain menyelenggarakan rapat tahunan, juga sekaligus menyelenggarakan Kongres Luar Biasa DGA untuk mereformulasikan visi, misi, dan restrukturisasi organisasi DGA yang semakin berkembang," katanya.



Rapat tahunan DGA dibuka oleh Pj Gubernur Achmad Marzuki yang diwakili oleh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh Almuniza Kamal, S.STP, M.Si. dalam pantun penutup mengatakan, “Bunga kenanga sangatlah wangi, bunga melati untuk obat, peran Diaspora Aceh sangatlah berarti, untuk mengwujudkan Aceh hebat dan bermartabat”.

Dalam kegiatan ini, dihasilkan rekomendasi terkait kondisi lokal di Aceh, di Indonesia, dan kondisi global. Berikut 12 poin rekomendasi, antara lain :

1. Memberikan apresiasi yang tinggi dan tulus terhadap keputusan UNESCO yang menetapkan hari kelahiran Keumalahayati, Laksamana Perempuan dari Aceh (1550-1615), sebagai hari perayaan/peringatan internasional, disamping ditetapkannya Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-7 dalam pertemuan-pertemuan UNESCO;

2. Mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam menyelesaikan konflik di Palestina yang telah mengakibatkan belasan ribu korban meninggal, terutama wanita dan anak-anak. DGA menegaskan perlunya segera diusahakan tercapainya gencatan senjata yang permanen, dan mendorong upaya internasional agar Palestina segera meraih kemerdekaan sebagai bangsa yang berdaulat, sesuai amanat UUD 1945;

3. Berkaitan dengan banyaknya pengungsi Rohingya di Aceh, DGA mendesak adanya langkah-langkah konkret dari Pemerintah bersama UNHCR dan IOM, guna mengatasi masalah pengungsi Rohingya tersebut. Sekiranya hal ini tidak secepatnya ditangani, keadaannya dapat membebani dan berdampak buruk terhadap sosial ekonomi masyarakat serta kredibilitas pemerintah lokal dan nasional;

4. DGA menghimbau segenap warga diaspora Aceh untuk berpartisipasi aktif dalam Pemilu 2024 serta mendorong terselenggaranya pemilu yang aman, damai, jujur, dan adil, serta terhindar dari kecurangan;

5. Sesuai dengan UU Pemerintahan Aceh No.:11 Tahun 2006, alokasi dana Otsus ke Aceh sebesar 2 persen sejak tahun 2008 sampai 2022 telah mencapai Rp 97,4 triliun atau rata-rata Rp 6,5 triliun per tahun dan menjadi 1 persen mulai 2023 hingga 2027. Penurunan ini dirasakan cukup memberatkan karena pemerintah Aceh sangat membutuhkan dana tersebut untuk dapat menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan. Dalam hal ini DGA mendesak Pemerintah Aceh, DPRA dan semua pihak terkait untuk memperjuangkan kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI agar Dana Otsus tersebut dapat diperpanjang sebesar 2 persen per tahun;

6. Sehubungan dengan meningkatnya indeks kemiskinan dan pengangguran di Aceh selama beberapa tahun terakhir ini, maka DGA mendesak Pemerintah Aceh segera mencarikan jalan keluar melalui program konkrit serta memprioritaskan alokasi anggaran yang memadai dan efektif untuk mengakselerasi peningkatan kesejahteraan rakyat;

7. Meningkatnya penyalahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang, judi online, korupsi dan krisis moral lainnya yang terjadi di Aceh saat ini menjadi keprihatinan Diaspora Aceh. Untuk itu DGA mendesak kepada para penegak hukum, agar memberikan prioritas tinggi terhadap penanganan masalah tersebut, sesuai ketentuan hukum yang berlaku;

8. Mendorong pemberdayaan kembali secara substantif ketiga aspek keistimewaan Aceh di bidang agama, pendidikan, dan adat-istiadat. Penguatan keistimewaan tersebut bukan saja dalam upaya memperjelas dan memperkuat identitas ke-Aceh-an, tetapi juga dapat menjadi paradigma tersendiri dalam pengembangan sistem pendidikan dan pembentukan karakter SDM Aceh. Penguatan ketiga pilar keistimewaan tersebut dapat juga menjadi sarana pengembangan kesejahteraan masyarakat Aceh melalui kegiatan promosi wisata yang akan berimbas kepada peningkatan ekonomi masyarakat;

9. DGA mengusulkan kepada pemerintah agar menerbitkan regulasi skema fasilitas khusus kepada diaspora Indonesia non WNI, dalam upaya meningkatkan kontribusi mereka untuk pembangunan nasional.

10. Mendorong Pemerintah Aceh untuk dapat menjadikan momen peringatan tsunami tanggal 26 Desember sebagai momen yang langka dan sangat khas yang diperingati setiap tahun agar dilaksanakan melalui promosi yang intensif untuk dapat memiliki manfaat ekonomi khususnya bagi kepentingan pariwisata nasional dan internasional.

11. Mengingat kondisi Aceh yang terkesan terlihat adanya polarisasi dalam berbagai aksi yang dapat memicu ketidakbersamaan dalam menangani berbagai masalah sosial, ekonomi dan budaya, direkomendasikan agar pemerintah Aceh Bersama dengan berbagai elemen Masyarakat Diaspora dalam dan luar negeri untuk menyelenggarakan Musyawarah Rakyat untuk mencari kebersamaan visi untuk mewujudkan Aceh yang bermartabat.

12. Untuk dapat melaksanakan berbagai situasi dan kondisi menuju Aceh yang bermartabat dan menghasilkan kebersamaan visi dan misi, didorong agar Aceh dijalankan oleh seorang pemimpin yang kuat (strong leadership), memiliki keteladanan, keacehan, nilai keagamaan dan berorientasi masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai masa lalu yang perlu berkesinambungan.

Ketua Umum DGA, Mustafa Abubakar memberi Apresiasi kepada semua peserta virtual yang mengikuti acara sampai selesai walaupun ditempat mereka sudah larut malam.

Acara ini di akhiri dengan foto bersama lalu makan siang dengan menu khas Aceh. (LEP).


 

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga