Baca Juga

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2026

Pasee Serantau Berselawat, Pererat Ukhuwah Masyarakat Aceh Utara di Jakarta

BY GentaraNews IN

 


Jakarta – Masyarakat Aceh memiliki tradisi yang kuat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam tradisi masyarakat Aceh, perayaan Maulid dibagi ke dalam tiga fase waktu, yakni Meulod Awai (Maulid Awal) yang berlangsung pada bulan Rabiul Awal, Meulod Teungoh (Maulid Pertengahan) yang berlangsung pada bulan Rabiul Akhir atau buleuen adoe molod, serta Meulod Akhee (Maulid Akhir) yang berlangsung pada bulan Jumadil Awal atau buleuen molod seuneulheuh.

Peringatan Maulid juga diwarnai berbagai tradisi utama masyarakat Aceh. Di antaranya Khanduri (Kenduri), yakni memasak hidangan khas Aceh dalam jumlah besar, salah satunya Kuah Beulangong, gulai daging khas Aceh.

Selain itu, terdapat tradisi Meudikee, yaitu pembacaan zikir dan selawat serta syair-syair pujian kepada Rasulullah SAW dengan lantunan dan nada khas Aceh. Tradisi lainnya adalah santunan sosial, di mana hidangan kenduri dan jamuan diprioritaskan bagi anak yatim, fakir miskin serta para tamu yang hadir dari berbagai daerah.

Semangat tersebut turut diwujudkan masyarakat Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU) melalui kegiatan “Pasee Saerantau Berselawat” dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Serba Guna ASABRI, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (6/9/2026).

Ketua Panitia Maulid Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU) Berselawat, Letda Inf Adri Idris, mengatakan kegiatan tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW serta Mempererat Ukhuwah dan Silaturahmi Masyarakat Pasee Serantau.”

“Untuk kegiatan Maulid 1448 H ini dengan judul Pasee Saerantau Berselawat, tahun ini bertemakan ‘Meneladani Akhlak Rasulullah SAW serta mempererat ukhuwah dan silaturahmi masyarakat Pasee Serantau’. Kami menyiapkan 400 porsi makanan untuk tamu yang hadir,” ujar Adri Idris.

"Dalam kegiatan ini kami juga menyentuh anak yatim sebanyak 30 orang, yang orang tuanya berasal dari Aceh," pungkas Adri


Momentum Hari Jadi Aceh Utara

Ketua Umum PSAU, Khaidir Abdulrahman, S.IP., M.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga terselenggaranya acara ini,” kata Khaidir.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan momentum peringatan hari lahir Kabupaten Aceh Utara yang merujuk pada sejarah Kerajaan Samudra Pasai.

“Hari ini bertepatan dengan peringatan lahirnya Kerajaan Samudra Pasai yang diperingati sebagai hari lahir Kabupaten Aceh Utara. Penetapan hari jadi ini merujuk pada Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 10 Tahun 2017 yang menetapkan tanggal 7 September 1226 Masehi,” jelasnya.

Khaidir juga menegaskan bahwa PSAU akan terus menjaga komitmennya dalam menjalankan kegiatan sosial bagi masyarakat Aceh, khususnya masyarakat Aceh Utara yang berada di perantauan.

“Untuk kegiatan sosial orang sakit, orang meninggal yang jenazahnya ingin dibawa pulang ke kampung tetap kita laksanakan dan tetap bekerja sama dengan PAS,” tegas Khaidir Abdulrahman.


Rasulullah sebagai Teladan

Tokoh masyarakat Aceh, Dr. Ir. H. Tarmizi A. Karim, M.Sc, yang turut hadir dan memberikan sambutan, mengingatkan pentingnya menempatkan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan.

“Rasulullah hanya menjadi panutan kepada orang-orang yang mencintainya,” ujarnya.


Sementara itu, dalam tausiah, Ustadz Tgk. H. Abdul Razaq Ridwan mengajak jamaah untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Allah akan mengangkat derajat manusia yang mengangkat derajat Rasulullah SAW, demikian juga Allah akan menghinakan derajat manusia yang menghinakan derajat Rasulullah SAW,” tutur Abdul Razaq dalam tausiyahnya.

Peringatan Pasee Saerantau Berselawat tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Aceh Utara di Jakarta untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat persaudaraan masyarakat Pasee Serantau.

Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa tradisi Maulid masyarakat Aceh tidak hanya menjadi kegiatan keagamaan, tetapi sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, menjaga tradisi dan budaya Aceh serta menghadirkan kepedulian sosial bagi sesama. (LEP)

Kamis, 20 Agustus 2026

LESBUGA Berikan Dukungan Penuh Kepada Saiful Bahri Sulaiman Menuju Kursi Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda

BY GentaraNews IN ,



JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda tahun 2026, Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA) secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada Saiful Bahri Sulaiman sebagai calon Ketua Umum PP Taman Iskandar Muda periode 2026–2031.

Pernyataan dukungan ini disampaikan oleh Pembina LESBUGA, Alwien Desry, SH, MH, dalam keterangan tertulis yang diterbitkan pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Dukungan ini diberikan berdasarkan penilaian mendalam terhadap rekam jejak dan kualitas kepemimpinan yang dimiliki Saiful Bahri Sulaiman, yang mencakup tiga aspek utama:

- Komitmen yang Kuat

Beliau dinilai memiliki kesetiaan dan keteguhan hati yang tinggi terhadap nilai-nilai perjuangan, tujuan, serta semangat persaudaraan yang menjadi jiwa dan fondasi berdirinya PP Taman Iskandar Muda.

- Pengalaman Organisasi yang Terbukti

Saiful Bahri Sulaiman telah dua kali dipercaya menjabat sebagai Ketua Cabang Taman Iskandar Muda wilayah Pasar Minggu. Pengalaman ini dibarengi dengan wawasan luas serta kepedulian nyata dalam membina dan mengarahkan generasi muda Aceh agar tetap berakar pada budaya dan jati diri bangsa.

- Integritas dan Kepemimpinan yang Bermutu

Sosoknya dianggap mampu membawa PP TIM menjadi organisasi yang semakin maju, kokoh, bersatu, dan senantiasa hadir memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Aceh di perantauan maupun di tanah kelahiran.

"Kami percaya, di bawah kepemimpinan beliau, PP Taman Iskandar Muda akan semakin aktif memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh, terus melestarikan kekayaan budaya daerah, serta mampu mencetak kader-kader bangsa yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama," ujar Alwien Desry.

Lebih lanjut, Alwien menegaskan keyakinan lembaganya terhadap sosok yang diusung, "Kami yakin Bapak Saiful Bahri Sulaiman adalah sosok yang tepat untuk memimpin PP TIM ke depan. Semoga Mubes berjalan lancar, amanah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan menghasilkan pemimpin terbaik untuk seluruh masyarakat Aceh." Ujar Alwien 

"Semoga PP Tim dapat bekerjasama dengan Lesbuga dalam mengembangkan, melestarikan dan memasyaraktkan seni budaya Gayo Aceh seluruhnya  dan juga dengan orrganisasi lokal lainnya yang berada dibawah naungan Taman Iskandar Muda," harap Alwien (LEP)


Penulis : Alwien Desry, SH, MH

Pembina Lembaga Seni Budaya Gayo Aceh (LESBUGA)

Rabu, 19 Agustus 2026

Saiful Bahri Siap Maju diajang Mubes PP Taman Iskandar Muda

BY GentaraNews IN


JAKARTA – Musyawarah Besar (Mubes) Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda yang dijadwalkan digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Aula Masjid DPR RI, Jakarta, kini menjadi sorotan luas masyarakat Aceh di kawasan Jabodetabek. Kamis (20/8/26)

Atas dorongan sebagian besar Organisasi Lokal, Organisasi Sektoral dan cabang Taman Iskandar Muda meminta kesediaan Ir. H. Saiful Bahri Sulaiman maju sebagian bakal calon Ketua umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda Periode 2026-2030. 

Agenda pemilihan Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda ini semakin hangat dengan munculnya nama Ir. H. Saiful Bahri Sulaiman yang secara resmi menyatakan kesiapan maju sebagai bakal calon Ketua Umum, berhadapan dengan petahana yang juga mencalonkan diri kembali, Ir. H. Muslim Armas. Usung Visi Persatuan, Keterbukaan, dan Pelayanan Sosial.

Melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada redaksi pada 19 Agustus 2026 ini, Saiful Bahri menyampaikan komitmennya untuk membawa organisasi semakin dekat dengan seluruh anggota dan masyarakat luas. “Taman Iskandar Muda adalah rumah bersama kita semua. Rumah yang kokoh dibangun di atas persaudaraan, kepercayaan, dan kepedulian,” ujarnya. 

Saiful Bahri saat ini menjabat sebagai Ketua Taman Iskandar Muda Pasar Minggu periode yang kedua dimana sebelumnya pernah duduk sebagai Sekretaris. Pengalaman lainnya pernah menjabat  sebagai Ketua Harian Bamus Pijay. Rekam jejak lainnya ikut membidani berdirinya  Paguyuban Keluarga Ureung Pidie (KUPI) kemudian menjabat Sekjen KUPI Pertama. 

Saat ini Saiful juga aktif dalam wadah  Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dibawah Kesbangpol Kota Jakarta Selatan. 

Saiful Bahri memaparkan empat pilar utama visi dan misi yang akan dijalankan apabila dipercaya memegang amanah kepemimpinan: 

- Mempererat Kekeluargaan

Membangun komunikasi yang aktif, rutin, dan harmonis antar anggota, menghapus sekat-sekat perbedaan, serta memperkuat ikatan persaudaraan layaknya satu keluarga besar.

- Meningkatkan Kegiatan Sosial

Mengagendakan program bakti sosial dan kegiatan kemasyarakatan secara terencana dan berkelanjutan, agar keberadaan organisasi benar-benar terasa manfaatnya bagi yang membutuhkan.

- Pengelolaan yang Transparan dan Akuntabel

Menjalankan seluruh roda organisasi dengan prinsip keterbukaan, kebersamaan, dan gotong royong. Setiap pengelolaan keuangan maupun keputusan organisasi akan dapat diketahui dan dipertanggungjawabkan secara jelas kepada seluruh anggota.

- Menjadi Wadah Aspirasi Seluruh Anggota

Membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap anggota untuk menyampaikan gagasan, masukan, maupun harapan. Setiap suara akan didengar dan diupayakan perwujudannya demi kemajuan bersama. 

“Taman Iskandar Muda, bukan milik pengurus saja, melainkan milik kita semua. Saya berharap Mubes nanti berjalan dengan tertib, damai, dan penuh semangat", pungkas Saiful (LEP) 

Kamis, 04 Juni 2026

Tari Nusantara: Cermin Nilai Luhur Budaya dan Islam yang Membumi

BY GentaraNews IN , ,

Jakarta - Indonesia dikenal sebagai negeri dengan kekayaan budaya yang luar biasa. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki tradisi seni yang tidak hanya memancarkan keindahan estetika, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu warisan budaya yang paling kaya makna adalah tari tradisional Nusantara.

Bagi masyarakat Indonesia, tari bukan sekadar rangkaian gerak yang indah dipandang mata. Tari merupakan media pendidikan budaya yang mengajarkan cara hidup yang halus, rukun, harmonis, dan selaras dengan lingkungan sekitar. Dalam setiap gerakan, irama, busana, dan tata penyajiannya tersimpan pesan moral yang membentuk karakter masyarakat.

Tari tradisional Nusantara sesungguhnya dapat diibaratkan sebagai “buku kehidupan” yang merekam kebijaksanaan para leluhur. Nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, penghormatan kepada sesama, kedisiplinan, hingga kecintaan terhadap tanah air tercermin dalam berbagai bentuk tarian daerah.

Nilai gotong royong dan kebersamaan tampak jelas dalam tari-tari kelompok seperti Tari Saman dari Aceh, Tari Jaipong dari Jawa Barat, maupun Tari Gandrung dari Banyuwangi. Tarian-tarian tersebut menuntut kekompakan, keselarasan gerak, dan kemampuan bekerja sama. Tidak ada ruang bagi sikap individualistis karena keberhasilan pertunjukan ditentukan oleh kebersamaan seluruh penarinya.

Nilai kesopanan dan penghormatan juga menjadi ciri khas berbagai tari tradisional Indonesia. Gerakan menunduk, sembah, dan gestur tangan yang lembut dalam Tari Bedoyo, Tari Serimpi, maupun Tari Pendet mengajarkan pentingnya adab terhadap sesama manusia, penghormatan kepada tamu, penghargaan terhadap alam, serta rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Selain itu, banyak tarian Nusantara yang lahir dari inspirasi alam. Gerakan yang meniru burung, ombak, angin, maupun hewan menunjukkan pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memandang manusia sebagai bagian dari alam, bukan penguasanya. Nilai keselarasan ini menjadi pengingat penting di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini.

Tari juga menjadi sarana spiritual yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai transendental. Berbagai tarian sakral yang berkembang di Nusantara sejak masa lampau digunakan sebagai media ungkapan syukur, doa, dan harapan. Seni pertunjukan menjadi bagian dari perjalanan batin manusia dalam mencari makna kehidupan.

Di sisi lain, proses latihan yang panjang untuk menguasai berbagai tarian tradisional mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, serta tanggung jawab dalam menjaga warisan budaya. Seorang penari tidak hanya dituntut menguasai gerakan, tetapi juga memahami nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Keberagaman tari daerah juga memperkuat identitas kebangsaan. Setiap tarian menjadi simbol kebanggaan masyarakat terhadap akar budayanya. Melalui tari, masyarakat dapat memperkenalkan jati diri daerahnya tanpa harus meninggalkan semangat persatuan sebagai bangsa Indonesia.

Menariknya, perkembangan tari Nusantara juga menunjukkan proses akulturasi yang harmonis antara budaya lokal dan ajaran Islam. Sejarah mencatat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui jalur damai, perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Karena itu, nilai-nilai Islam tidak hadir dengan menghapus tradisi lokal, melainkan berinteraksi secara alami dan memperkaya makna budaya yang sudah ada.

Hal tersebut dapat dilihat secara nyata pada Tari Saman dan Tari Seudati dari Aceh. Kedua tarian ini sarat dengan unsur zikir, dakwah, dan nilai tauhid. Syair-syair yang dilantunkan mengandung pesan keagamaan, sementara pola gerak yang kompak mencerminkan kesetaraan dan persaudaraan dalam Islam.

Nilai adab dan akhlakul karimah juga tampak dalam Tari Zapin Melayu yang berkembang di berbagai wilayah Nusantara. Gerakannya lembut, santun, dan penuh penghormatan. Busana yang digunakan pun mencerminkan prinsip kesopanan yang menjadi bagian dari ajaran Islam.

Proses Islamisasi budaya juga mengubah orientasi sejumlah tradisi dari unsur ritual lama menjadi ungkapan syukur dan doa kepada Allah SWT tanpa menghilangkan nilai seni yang terkandung di dalamnya. Dengan cara demikian, budaya tetap lestari, sementara nilai keagamaan semakin menguat.

Nilai ukhuwah atau persaudaraan tercermin dalam berbagai tari kelompok yang menuntut kebersamaan dan kekompakan. Tidak ada ruang bagi sikap merasa paling hebat, karena setiap penari merupakan bagian dari satu kesatuan yang saling melengkapi.

Lebih dari itu, seni tari juga menjadi media dakwah yang efektif. Para ulama dan penyebar Islam di Nusantara memanfaatkan kesenian sebagai sarana menyampaikan pesan moral dan keagamaan kepada masyarakat. Pendekatan budaya tersebut terbukti mampu menghadirkan dakwah yang santun, damai, dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Tari Nusantara pada akhirnya menjadi bukti bahwa budaya dan agama dapat berjalan beriringan. Islam hadir sebagai nilai yang membimbing, sementara budaya menjadi wadah yang memperkaya ekspresi kehidupan masyarakat. Dari perpaduan itulah lahir peradaban yang ramah, membumi, dan tetap berakar kuat pada identitas lokal.

Melestarikan tari tradisional berarti menjaga warisan kebijaksanaan para leluhur sekaligus merawat nilai-nilai luhur yang membentuk karakter bangsa. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, tari Nusantara tetap menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak hanya indah untuk dipertontonkan, tetapi juga kaya akan pelajaran kehidupan.




Penulis: Le Putra

Tokoh Literasi Budaya

Minggu, 01 Maret 2026

CITILINK DAN BNN MoU PERSEMPIT RUANG GERAK PEREDARAN NARKOTIKA

BY GentaraNews IN ,

Badan Narkotika Nasional RI melakukan Nota Keaepahaman (MoU) dengan Citilink, upaya ini untuk  mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkotika melalui jalur transportasi udara kian diperkuat oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui kolaborasi strategis bersama PT Citilink Indonesia. Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Direktur Utama Citilink Darsito Hendrosaputro, pada Senin (2/3).


Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Pusat Citilink Indonesia, Tangerang, Banten, dan disaksikan jajaran pejabat BNN serta manajemen Citilink tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya untuk mengantisipasi modus penyelundupan narkotika melalui mobilitas penumpang dan distribusi barang pada penerbangan domestik maupun internasional.

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan komitmen moral dan strategis menjaga ruang udara Indonesia dari ancaman narkotika. Sinergi diwujudkan melalui penguatan keselamatan penerbangan dengan memastikan seluruh awak bebas narkoba, peningkatan mitigasi penyelundupan melalui pengawasan dan deteksi dini, pemanfaatan sarana penerbangan sebagai media edukasi, serta pengokohan koordinasi internal agar seluruh elemen bergerak selaras.

“Melalui langkah strategis ini, Kita memastikan setiap elemen bangsa turut berkontribusi aktif dalam mengakselerasi pemberantasan narkotika sekaligus memperkuat struktur birokrasi yang tangguh terhadap extraordinary crime,” ungkap Kepala BNN RI.

Direktur Utama Citilink menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, terpercaya, dan berintegritas. Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, serta langkah preventif dan represif secara berkelanjutan guna menciptakan ekosistem penerbangan yang bersih dari narkotika serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari ancaman kejahatan transnasional.





Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga