Baca Juga

Daerah (529) Nasional (257) Berita (121) Internasional (37) news (35) education (30) Berita Gema Nusantara (29) Nasiona (25) Duit (18) Tentang Narkoba (6) Teknologi (5) Gema (4) video (4) Ai (3) Pilkada 2024 (3) opini (3) Financial (2) Olah Raga (2) Peraturan (2) Profile (2) Sepak Bola Berita (2) kesehatan (2) Piala Dunia (1) herbal (1) pendidikan (1)
Tampilkan postingan dengan label Berita Gema Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Gema Nusantara. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2026

Ketahanan Budaya Hadapi Tantangan Digitalisasi dan Regenerasi, Pelestarian Budaya Jadi Tanggung Jawab Bersama

BY GentaraNews IN ,

Jakarta – Ketahanan budaya Aceh saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks di tengah perkembangan zaman. Derasnya arus digitalisasi, rendahnya regenerasi penutur bahasa daerah dan pelaku seni tradisional, serta belum tersedianya landasan hukum yang komprehensif terkait pemajuan kebudayaan menjadi faktor yang memengaruhi keberlangsungan warisan budaya Aceh.

Menurut tokoh literasi budaya Le Putra, "Dampak urbanisasi dan modernisasi turut menggeser pola kehidupan masyarakat yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial," jelasnya

"Kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat generasi muda terhadap identitas budaya daerah yang menjadi kekayaan dan kebanggaan Aceh," tambahnya.

Berbagai upaya penyelamatan dan penguatan budaya terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama komunitas lokal, akademisi, seniman, budayawan, serta masyarakat. Program revitalisasi bahasa daerah, pembinaan sanggar seni, pelestarian adat istiadat, digitalisasi arsip budaya, hingga penyelenggaraan festival budaya menjadi langkah strategis untuk menjaga eksistensi budaya Aceh di era modern.

Sejumlah warisan budaya yang menjadi prioritas pelestarian antara lain bahasa Aceh dan bahasa daerah lainnya yang mengalami penurunan jumlah penutur, seni tutur tradisional, manuskrip kuno, permainan rakyat, serta berbagai kesenian tradisional yang mulai jarang dipraktikkan oleh generasi muda. Warisan budaya tersebut memiliki nilai historis, pendidikan, dan identitas yang sangat penting bagi masyarakat Aceh.

"Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan budaya daerah. Pelibatan pemuda dapat dilakukan melalui pendidikan berbasis budaya lokal, pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi budaya, pengembangan konten kreatif digital bertema budaya Aceh, pelatihan seni tradisional, serta dukungan terhadap komunitas-komunitas kreatif yang bergerak di bidang pelestarian budaya," tegas Le Putra

"Para pemerhati budaya menilai bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat," tegasnya kembali.

"Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, komunitas budaya, dan generasi muda, ketahanan budaya Aceh diharapkan tetap terjaga dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya," harapnya

"Budaya adalah identitas dan kekuatan bangsa. Pelestarian budaya Aceh harus menjadi gerakan bersama agar nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap hidup dan menjadi pedoman bagi generasi mendatang," demikian disampaikan sejumlah pegiat budaya dalam berbagai forum pelestarian kebudayaan.

Melalui komitmen bersama dan langkah-langkah nyata yang berkelanjutan, Aceh diharapkan mampu mempertahankan kekayaan budayanya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah sekaligus memperkuat karakter masyarakat di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital. (LEP)

Sabtu, 06 Juni 2026

Peran Serta Masyarakat Cukup Pada Pencegahan untuk Menekan Permintaan Narkoba

BY GentaraNews IN ,


Jakarta – Peran serta masyarakat dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) merupakan hak sekaligus tanggung jawab setiap warga negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penggiat anti narkoba, Le Putra, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Namun demikian, menurutnya, peran masyarakat lebih tepat difokuskan pada aspek pencegahan atau Demand Reduction, sedangkan upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika menjadi kewenangan aparat penegak hukum seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia.

"Pencegahan merupakan ranah yang dapat dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Adapun pemberantasan peredaran gelap narkoba merupakan tugas dan kewenangan BNN serta Kepolisian. Seluruh komponen masyarakat harus bersatu dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba," ujar Le Putra.

Korban penyalahgunaan narkotika dapat diartikan sebagai seseorang yang menggunakan narkotika karena dibujuk, dirayu, ditipu, diperdaya, atau dipaksa oleh pihak lain untuk menggunakan narkotika dalam bentuk apa pun. Selain itu, penyalahgunaan narkoba juga dapat dimaknai sebagai penggunaan narkotika di luar indikasi medis, tanpa petunjuk atau resep dokter, serta dilakukan secara teratur atau berkala.

"Tingginya permintaan atau demand terhadap narkoba menjadi salah satu faktor utama yang mendorong maraknya peredaran gelap narkotika. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengambil peran aktif dalam memutus mata rantai permintaan tersebut melalui edukasi, penyuluhan, penguatan ketahanan keluarga, serta pembentukan lingkungan sosial yang sehat dan produktif," jelas Le Putra

"Apabila permintaan terhadap narkoba dapat ditekan, maka prevalensi penyalahgunaan narkotika juga akan mengalami penurunan. Inilah esensi dari strategi Demand Reduction yang harus diperkuat secara berkelanjutan," katanya.

"Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui kampanye bahaya narkoba, tetapi juga harus menyentuh akar permasalahan yang menjadi faktor pendorong penyalahgunaan narkotika," jelas Le Putra lebih lanjut

Faktor-faktor seperti kesulitan ekonomi, tekanan hidup, stres, gangguan kesehatan mental, serta lingkungan sosial yang tidak kondusif perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, keluarga, dan komunitas, diharapkan upaya P4GN dapat berjalan lebih efektif dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Masyarakat adalah garda terdepan dalam pencegahan. Dengan memperkuat ketahanan individu, keluarga, dan lingkungan, kita dapat menurunkan permintaan narkoba serta menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika," tutup Le Putra. (LEP)

Kamis, 04 Juni 2026

Tari Nusantara: Cermin Nilai Luhur Budaya dan Islam yang Membumi

BY GentaraNews IN , ,

Jakarta - Indonesia dikenal sebagai negeri dengan kekayaan budaya yang luar biasa. Dari Sabang hingga Merauke, setiap daerah memiliki tradisi seni yang tidak hanya memancarkan keindahan estetika, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu warisan budaya yang paling kaya makna adalah tari tradisional Nusantara.

Bagi masyarakat Indonesia, tari bukan sekadar rangkaian gerak yang indah dipandang mata. Tari merupakan media pendidikan budaya yang mengajarkan cara hidup yang halus, rukun, harmonis, dan selaras dengan lingkungan sekitar. Dalam setiap gerakan, irama, busana, dan tata penyajiannya tersimpan pesan moral yang membentuk karakter masyarakat.

Tari tradisional Nusantara sesungguhnya dapat diibaratkan sebagai “buku kehidupan” yang merekam kebijaksanaan para leluhur. Nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, penghormatan kepada sesama, kedisiplinan, hingga kecintaan terhadap tanah air tercermin dalam berbagai bentuk tarian daerah.

Nilai gotong royong dan kebersamaan tampak jelas dalam tari-tari kelompok seperti Tari Saman dari Aceh, Tari Jaipong dari Jawa Barat, maupun Tari Gandrung dari Banyuwangi. Tarian-tarian tersebut menuntut kekompakan, keselarasan gerak, dan kemampuan bekerja sama. Tidak ada ruang bagi sikap individualistis karena keberhasilan pertunjukan ditentukan oleh kebersamaan seluruh penarinya.

Nilai kesopanan dan penghormatan juga menjadi ciri khas berbagai tari tradisional Indonesia. Gerakan menunduk, sembah, dan gestur tangan yang lembut dalam Tari Bedoyo, Tari Serimpi, maupun Tari Pendet mengajarkan pentingnya adab terhadap sesama manusia, penghormatan kepada tamu, penghargaan terhadap alam, serta rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Selain itu, banyak tarian Nusantara yang lahir dari inspirasi alam. Gerakan yang meniru burung, ombak, angin, maupun hewan menunjukkan pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memandang manusia sebagai bagian dari alam, bukan penguasanya. Nilai keselarasan ini menjadi pengingat penting di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini.

Tari juga menjadi sarana spiritual yang menghubungkan manusia dengan nilai-nilai transendental. Berbagai tarian sakral yang berkembang di Nusantara sejak masa lampau digunakan sebagai media ungkapan syukur, doa, dan harapan. Seni pertunjukan menjadi bagian dari perjalanan batin manusia dalam mencari makna kehidupan.

Di sisi lain, proses latihan yang panjang untuk menguasai berbagai tarian tradisional mengajarkan kedisiplinan, kesabaran, serta tanggung jawab dalam menjaga warisan budaya. Seorang penari tidak hanya dituntut menguasai gerakan, tetapi juga memahami nilai dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Keberagaman tari daerah juga memperkuat identitas kebangsaan. Setiap tarian menjadi simbol kebanggaan masyarakat terhadap akar budayanya. Melalui tari, masyarakat dapat memperkenalkan jati diri daerahnya tanpa harus meninggalkan semangat persatuan sebagai bangsa Indonesia.

Menariknya, perkembangan tari Nusantara juga menunjukkan proses akulturasi yang harmonis antara budaya lokal dan ajaran Islam. Sejarah mencatat bahwa Islam masuk ke Nusantara melalui jalur damai, perdagangan, pendidikan, dan kebudayaan. Karena itu, nilai-nilai Islam tidak hadir dengan menghapus tradisi lokal, melainkan berinteraksi secara alami dan memperkaya makna budaya yang sudah ada.

Hal tersebut dapat dilihat secara nyata pada Tari Saman dan Tari Seudati dari Aceh. Kedua tarian ini sarat dengan unsur zikir, dakwah, dan nilai tauhid. Syair-syair yang dilantunkan mengandung pesan keagamaan, sementara pola gerak yang kompak mencerminkan kesetaraan dan persaudaraan dalam Islam.

Nilai adab dan akhlakul karimah juga tampak dalam Tari Zapin Melayu yang berkembang di berbagai wilayah Nusantara. Gerakannya lembut, santun, dan penuh penghormatan. Busana yang digunakan pun mencerminkan prinsip kesopanan yang menjadi bagian dari ajaran Islam.

Proses Islamisasi budaya juga mengubah orientasi sejumlah tradisi dari unsur ritual lama menjadi ungkapan syukur dan doa kepada Allah SWT tanpa menghilangkan nilai seni yang terkandung di dalamnya. Dengan cara demikian, budaya tetap lestari, sementara nilai keagamaan semakin menguat.

Nilai ukhuwah atau persaudaraan tercermin dalam berbagai tari kelompok yang menuntut kebersamaan dan kekompakan. Tidak ada ruang bagi sikap merasa paling hebat, karena setiap penari merupakan bagian dari satu kesatuan yang saling melengkapi.

Lebih dari itu, seni tari juga menjadi media dakwah yang efektif. Para ulama dan penyebar Islam di Nusantara memanfaatkan kesenian sebagai sarana menyampaikan pesan moral dan keagamaan kepada masyarakat. Pendekatan budaya tersebut terbukti mampu menghadirkan dakwah yang santun, damai, dan mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.

Tari Nusantara pada akhirnya menjadi bukti bahwa budaya dan agama dapat berjalan beriringan. Islam hadir sebagai nilai yang membimbing, sementara budaya menjadi wadah yang memperkaya ekspresi kehidupan masyarakat. Dari perpaduan itulah lahir peradaban yang ramah, membumi, dan tetap berakar kuat pada identitas lokal.

Melestarikan tari tradisional berarti menjaga warisan kebijaksanaan para leluhur sekaligus merawat nilai-nilai luhur yang membentuk karakter bangsa. Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, tari Nusantara tetap menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak hanya indah untuk dipertontonkan, tetapi juga kaya akan pelajaran kehidupan.




Penulis: Le Putra

Tokoh Literasi Budaya

Minggu, 01 Maret 2026

CITILINK DAN BNN MoU PERSEMPIT RUANG GERAK PEREDARAN NARKOTIKA

BY GentaraNews IN ,

Badan Narkotika Nasional RI melakukan Nota Keaepahaman (MoU) dengan Citilink, upaya ini untuk  mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkotika melalui jalur transportasi udara kian diperkuat oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui kolaborasi strategis bersama PT Citilink Indonesia. Kerja sama tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto dan Direktur Utama Citilink Darsito Hendrosaputro, pada Senin (2/3).


Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Pusat Citilink Indonesia, Tangerang, Banten, dan disaksikan jajaran pejabat BNN serta manajemen Citilink tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya untuk mengantisipasi modus penyelundupan narkotika melalui mobilitas penumpang dan distribusi barang pada penerbangan domestik maupun internasional.

Dalam sambutannya, Kepala BNN RI menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan komitmen moral dan strategis menjaga ruang udara Indonesia dari ancaman narkotika. Sinergi diwujudkan melalui penguatan keselamatan penerbangan dengan memastikan seluruh awak bebas narkoba, peningkatan mitigasi penyelundupan melalui pengawasan dan deteksi dini, pemanfaatan sarana penerbangan sebagai media edukasi, serta pengokohan koordinasi internal agar seluruh elemen bergerak selaras.

“Melalui langkah strategis ini, Kita memastikan setiap elemen bangsa turut berkontribusi aktif dalam mengakselerasi pemberantasan narkotika sekaligus memperkuat struktur birokrasi yang tangguh terhadap extraordinary crime,” ungkap Kepala BNN RI.

Direktur Utama Citilink menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi udara yang aman, terpercaya, dan berintegritas. Dengan ditandatanganinya MoU tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat koordinasi, pertukaran informasi, serta langkah preventif dan represif secara berkelanjutan guna menciptakan ekosistem penerbangan yang bersih dari narkotika serta menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat dari ancaman kejahatan transnasional.





Selasa, 27 Mei 2025

PELUANG BISNIS TAK TERBATAS - NUSANTARA DIGITAL88 - MESKI KAMU GAPTEK

BY GentaraNews IN , , , , ,

 

 

Hero Jurnal, 26/5/2025 - Karena di era sekarang, yang bergerak cepat dan cerdas manfaatkan digital  - Dialah Pemenang.

Di era digital seperti sekarang, peluang

bisnis terbuka semakin luas — bahkan tanpa harus memiliki stok fisik atau modal

besar. Salah satu trend yang semakin digemari adalah bisnis produk digital,

karena fleksibel, praktis, dan berpotensi menghasilkan penghasilan pasif.

 

Salah satu tempat terbaik untuk memulai

perjalanan ini adalah melalui Nusantara Digital88 — platform yang memudahkan Anda untuk berbagi,

menjual, dan membangun brand digital dengan cara yang simpel namun efektif.

 

Dan kabar baiknya, kini hadir toko digital

terpercaya yang menawarkan berbagai produk siap jual:

🔗 Digital Produk Bisnis Era Kini–klik disini  Nusantara Digital88

Di toko ini, Anda akan menemukan berbagai

produk digital seperti:

📚 eBook bisnis & pengembangan diri

📁 Template siap pakai untuk usaha

🛠

Tools pendukung kerja & promosi

🎨 Desain siap jual & konten

digital lainnya

 

Yang menarik, semua produk bisa Anda beli

sekali dan jual kembali sebanyak yang Anda mau! Cocok banget untuk:

💡 Pebisnis pemula

💻 Freelancer & konten kreator

💸 Reseller yang ingin penghasilan

tambahan

 

Tidak perlu repot produksi. Tidak perlu stok

barang. Tinggal download, edit bila perlu, dan jual kembali dengan branding

Anda sendiri!

 

🌟 Yuk, mulai bisnis digital Anda hari

ini bersama NusantaraDigital88:

👉 https://lynk.id/nusantaradigital88

 

PELUANG BISNIS TAK TERBATAS

Sabtu, 23 Juli 2022

Gentara Ikut Bimtek Penyuluh Narkoba Di BNNK Jakarta Timur

BY GentaraNews IN


 

Jakarta – Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluhan P4GN Sistem 12 Jam bekerjasama dengan BNNK Jakarta Timur yang diikuti lebih dari 25 orang. Kegiatan ini berlangsung Kantor BNNK Jakarta Timur di Gedung B Lantai 4 Kantor Walikota Jakarta Timur. Sabtu (23/7/2022).


Dalam sambutannya Kepala BNNK Jakarta Timur
Hendrajit Putu Widagdo, S.Sos, MM, M.Si mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) Hendryanto Andrie atas terlaksananya Bimbingan Teknis Penyuluhan P4GN Sistem 12 Jam dan berharap agar Gentara hadir di setiap wilayah di Jakarta sebagai impementasi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Terima kasih kepada pak Andri,  Ketum Gentara yang telah mengorbankan waktunya untuk membawa pengurus Gentara untuk hadir mengikuti kegiatan ini, mengenyampingkan kegiatan keluarga mengikuti kegiatan ini”, Kata Hendrajit Putu Widagdo

Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) dalam sambutannya mengatakan, bahwa : Bimtek system 12 jam ini merupakan realisasi dari MoU antara Gentara dengan BNNK Jakarta Timur”, Ucap Hendryanto Andrie.

“Ini sekaligus Juga Merealisasikan Program Jangka Pendek Hasil Raker GENTARA 2Juli 2022 Di Hotel Kimaya Jakarta”, tambah Hendryanto Andrie

“Terimakasih Kasih Kepada Bapak Hendrajid bersedia hadir sebagai narasumber, ini merupakan aksi nyata karena Indonesia sudah darurat narkoba”, tegas nya.


Hadir sebagai Public Speaking Coach Andra Hanindyo CPC menyampaikan materi agar para peserta mampu membuat presentasi atau penampilan bicaramu di depan umum sukses dan menarik, kamu juga butuh materi yang bagus. Semua orang pasti bisa berbicara, tetapi tidak semua orang bisa berbicara dengan mudah dan menarik di depan umum.

Kegiatan Bimbingan Teknis Penyuluhan P4GN Sistem 12 Jam berlangsung dari jam 8 pagi sangat interaktif, di akhir kegiatan juga dilaksanakan ujian sebagai bentuk bahwa seluruh peserta memahami apa yang telah disampaikan oleh narasumber.

Harapan Kepala BNNK Jakarta Timur Hendrajit Putu Widagdo, S.Sos, MM, M.Si dan Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) Hendryanto Andrie agar para kader penyuluh P4GN yang telah mengikuti kegiatan ini dapat membantu BNNK Jakarta Timur sebagai narasumber di wilayah Jakarta Timur, karena BNNK Jakarta Timur sangat kekurangan personil.

Jakarta Timur wilayah seluas 188,03 km², Secara administratif, wilayahnya terdiri atas 10 kecamatan, 65 kelurahan, 673 rukun warga dan 7.513 rukun tetangga. Perlu upaya pembenahan kampung-kampung. Selain upaya penegakan hukum, pembenahan menyeluruh diperlukan untuk memutus ekosistem peredaran dan penggunaan obat-obatan terlarang di Ibu Kota.

Sabtu, 02 Juli 2022

Strategi Soft Power Approach, Hard Power Approach dan Smart Power Approach Dalam Atasi Masalah Narkoba

BY GentaraNews IN



Jakarta - Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) melaksanakan kegiatan Raker, yang di Hadiri oleh Direktur Peran Serta Masyarakat BNN RI Brigjen Pol. Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA, Brigjen Pol. (Purn). Staff Ahli BNN RI dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM, Binmas Mabes Polri Kombes Pol. Nasrun Fahmi, SH,M.Si, Kepala BNNK Jakarta Timur Hendrajid Putu Widagdo, S. Sos, MM, M. Si. Acara ini juga di liput oleh SCTV dan TVRI berlangsung di Hotel Kimaya, Slipi. Jakarta. Sabtu (2/7/2022).


Acara Raker Gentara ini mengusung Tema "Memperkuat Kemampuan Antisipasi, Adaptasi, Dalam Bersinergi Mendukung Kota Tanggap Narkoba ( KOTAN ) Menuju Indonesia BERSINAR ( Bersih Narkoba )

Ketua Umum Gentara Hendryanto Andrie dalam sambutan dihadapan 50 orang peserta yang hadir mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh nasasumber yang hadir dan seluruh pengurus Gentara.


"Kami berharap Gentara dapat bersinergi dengan BNN dan Polri menuju Indonesia bersinar", kata Hendryanto Andrie



Dalam sambutannya Ketua Dewan Pembina Gentara DR. Wibisono, SH, MH, Saya senang berorganisasi dan hampir 40 ormas yang dibina dan sangat mengapresiasi Raker Gentara

"Narkoba ancaman dalam perang modern karena melumpuhkan sebuah negara dengan merusak generasi muda", ujar Wibisono

Indonesia akan menjadi negara besar ketika generasi Muda tumbuh sehat dan waras tanpa narkoba", tegas Wibisono



Brigjen Pol. Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA dalam sambutannya sangat mengapresiasi aktifitas Gentara selama ini, apalagi dengan adanya YKABI, sebagai balai rehabilitasi komponen masyarakat.

"Dalam melaksanakan kegiatan pencegahan bahaya narkoba seluruh komponen masyarakat untuk saling bersinergi, karena kejahatan narkotika dalah kejahatan luar biasa dimana perlu strategi dan inovasi dalam penanganannya diperlukan strategi Soft Power Approach (berupa aktivitas pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi dan pasca rehabilitasi agar masyarakat memiliki ketahanan diri dan daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba), Hard Power Approach (dengan memfokuskan pada aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam menangani sindikat narkoba) dan Smart Power Approach (penggunaan teknologi informasi di era digital dalam upaya penanggulangan narkotika)", jelas jendral bintang satu lulusan Akpol 1988

"Peran Gentara sebagai Ormas sesuai dengan amanat Undang Undang Narkotika dari pasal 104 sampai 108 yang mengatur peran serta masyarakat", tambah Richard Nainggolan.

Selanjutnya dengan memohon ridha dari Tuhan YME Direktur Peran Serta Masyarakat BNN RI Brigjen Pol. Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA secara resmi membuka Raker Gema Nusantara Anti Narkoba.


Dalam arahan Kombes Pol. Nasrun Fahmi, SH,M.Si dari Binmas Mabes Polri menjelaskan Tugas pokok Polri secara jelas tercantum pada pasal 13 UU No. 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia yang berbunyi:" Tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat salah satu tugas Binmas adalah Pre-Emtif, Preventif, dan Represif".

"Tindakan pre-emtif merupakan tindakan dengan mengedepankan himbauan dan pendekatan kepada masyarakat dengan tujuan menghindari munculnya potensi-potensi terjadinya permasalahan sosial dan kejahatan di masyarakat. Tindakah pre-emtif dilakukan dengan komunikasi yang bersifat persuasif dan mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang seharusnya dilakukan dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang menurut aturan dan norma sosial kemasyarakatan. Tindakan pre-emtif ini dilakukan oleh fungsi pembinaan masyarakat (Binmas, Red)', jelas Kombes Pol. Nasrun Fahmi

Dalam sambutannya kepala BNNK Jakarta Timur Hendrajid Putu Widagdo, S. Sos, MM, M. Si menjelaskan salah satu program andalan BNNK Jakarta Timur adalah Bimtek 12 jam yang bisa di selesaikan dalam 2 hari dalam merangkul masyarakat dan Ormas/Lsm untuk menjadi penyuluh narkoba. Juga dijelaskan bahwa Gentara telah melakukan Mou dengan BNNK Jakarta Timur

Selanjutnya Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) melalukan MoU dengan balai rehabilitasi komponen masyarakat Yayasan Aksi Anak Bangsa Indonesia (YKABI) dengan sisaksikan oleh Brigjen Pol. Drs. Richard M Nainggolan, MM, MBA, Brigjen Pol. (Purn), dr. Victor Pudjiadi, SpB, FICS, DFM, Kombes Pol. Nasrun Fahmi, SH,M.Si, Hendrajid Putu Widagdo, S. Sos, MM, M. Si. dan seluruh peserta Raker yang hadir. (LEP)









Kamis, 09 Juni 2022

EXPO HIPMI DI JAKARTA CONVENTION CENTRE

BY GentaraNews IN , ,


 
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima buku Perjalanan 50 Tahun Hipmi dari pendiri Hipmi Abdul Latief saat pembukaan perayaan HUT ke-50 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat 10 Juni 2022.

Perayaan 50 tahun Hipmi tersebut mengusung tema "Bersama Mewujudkan Indonesia Emas 2045"

Dalam kesempatan ini juga di tampilkan produk-produk unggulan Usaha Kecil Menengah (UMK) ikut dipamerkan Expo HIPMI 2022, yang diikuti 34 DPD HIPMI dan APKASI seluruh Indonesia, satu diantara yang menarik perhatian pengunjung adalah stand "Robotik".

Banyak pengunjung terpesona dan bertanya perihal produk robotik karya anak bangsa dan banyak juga menjadikan produk robotik sebagai ajang foto.

Ada banyak robotik yang ikut dipamerkan diantaranya, AI Robotic Trainer Suitcase, Roxie Oxygen Generator, Robohelm-Oxygen Helmet, AI SurveilanceAds Robot, Stark Telepresence Robot, Sanitizing Autonomous Robot.


Dalam kesempatan ini kami mendapat informasi dari Johanes Kurnia selaku pemilik Sari Teknologi, bahwa semua robotik tersebut adalah produksi anak bangsa.


PT SARI Teknologi adalah Perusahaan Teknologi yang berbasiskan Riset dan edukasi robotika yang giat mengadakan penelitian dan penyelenggaraan pendidikan yang aplikatif, inovatif , dan kreatif. Seiring dengan berjalannya waktu, PT SARI Teknologi berhasil mengaplikasikan hasil riset dan pengajarannya dalam dunia bisnis & masyarakat.

"Robot adalah sebuah produk yang diprogram menggunakan 'Kecerdasan buatan' dan kedepan akan menggantikan pekerjaan manusia", jelas Johanes Kurnia

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan merupakan penerapan kecerdasan manusia pada suatu sistem komputer atau mesin untuk dapat berpikir layaknya manusia. Pengumpul informasi, menganalisis dan melakukan penelitian. Robot, otomasi dan AI diperkirakan akan menggantikan pekerjaan manusia. Dan jumlahnya tidak sedikit, yaitu 85 juta pada 2025 mendatang. (LEP)






Rabu, 20 April 2022

Narkoba Bentuk Perang Modern Untuk Merusak Generasi Bangsa

BY GentaraNews IN

 


Jakarta – Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) melaksanakan buka puasa bersama sekaligus melaksanakan konsolidasi dengan  YKABI silahturahmi dibulan Ramadhan, menyelenggarakan acara buka puasa bersama dengan kepala BNNK Jakarta timur Hendrajid Putut Widagdo, S. Sos, M.M, M. Si Bertempat di Wisma Lumbini Jalan Tomang Raya. Jakarta Barat. Rabu (20/4/2022)

Dalam acara tersebut dihadiri oleh ketua umum Hendryanto Andrie, DH, Sekjen Getri Antito,SE,SH, ketua Dewan Pembina Wibisono, SH, MH, ketua Yayasan YKABI (Yayasan rehabilitasi narkoba) Daniel, dan seluruh pengurus Gentara.

Dalam sambutannya kepala BNNK Hendrajid Putut Widagdo, S. Sos, M.M, M. Si mengatakan bahwa sangat bahagia bisa bersilaturahmi bersama Gentara dan YKABI, ”saya merasa bahagia bisa bersilaturahmi dengan Gentara dan YKABI hari ini, karena BNN wajib merangkul keberadaan ormas dan rehabilitasi narkoba untuk bisa bersinergi dalam hal pencegahan dan pengobatan para pecandu narkoba,maka dari itu kita perlu bekerjasama untuk menekan pengguna narkoba dan mengobati mereka, dengan berani melapor dan tidak akan dipidana,” ujar Hendrajid keawak media di Jakarta.

Hendrajid Putut Widagdo, S. Sos, M.M, M. Si juga menceritakan pentingnya peranserta masyarakat dalam mensukseskan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sesuai dengan amanah Pasal 104 dan 105 Undang Undang No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Menurut ketua umum Gentara Hendryanto Andrie mengungkapkan bahwa kejahatan narkoba merupakan kejahatan extraordinary selain masalah korupsi dan terorisme, maka dari itu gentara wajib membantu BNN dan masyarakat untuk melakukan pendampingan dan edukasi agar mereka berani lapor untuk di rehabilitasi daripada di penjara.

Sementara itu menurut ketua dewan pembina Wibisono mengatakan bahwa Indonesia sudah darurat narkoba, Ia mendefinisikan Narkoba merupakan ancaman perang modern, karena dampaknya akan merusak generasi penerus bangsa.

“Narkoba merupakan salah satu perang modern yang dampaknya akan merusak generasi bangsa, mari kita selamat kan para generasi penerus terutama para anak milenial,” imbuhnya

Dalam diskusi jelang berbuka puasa sangat hangat dan penuh keakraban untuk bersama sama bisa saling bekerjasama antar pengurus, di bahas juga rencana untuk menyelenggarakan rakernas yang dilaksanakan setelah lebaran ini. Acara diakhiri dengan buka puasa dan foto bersama. (Admin/LEP/ALDO)












Jumat, 15 April 2022

Cegah Penyalahgunaan Narkoba Melalui Senam Hijaiyah Indonesia

BY GentaraNews IN ,


Jakarta - Kepala BNN kota Jakarta Selatan Dik Dik Kusnadi Bc IP S.Sos MM  menyerahkan Surat Keputusan sebag PELOPOR BERSINAR (Bersih Narkoba )  kepada Abah Jatnika  Nanggamiharja tokoh bambu nasional yang memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( P4GN ). Bertempat di Hotel Grand Melia  Kuningan Jakarta Selatan pada kegiatan Konvensi nasional CSR Corporate Social Responsibility. Kamis 14 April 2022 . 

Abah Jatnika  Nanggamiharja, menurut Kepala BNNK Jakarta Selatan Dik Dik Kusnadi Bc IP S.Sos MM, telah mengambil peran khususnya dalam hal mencegah dan menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkoba. 

"Abah Jatnika Nanggamiharja yang telah berkarya nyata melalui Senam Hijaiyah Indonesia ( SHI ) dan  pengelolaan bambu sebagai strategi di dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba" jelas Dik Dik 

"Situasi darurat narkoba yang telah banyak menimbulkan penderitaan kerugian dan kematian dan mengancam kita semua," tambah Dik Dik 

"Mari semua kalangan untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan dan penyelamatan masyarakat dari bahaya narkoba dengan berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional untuk bersama-sama melakukan upaya upaya sesuai dengan potensinya masing-masing," ajak Dik Dik. (LEP)

 

 

 

 

 


Jumat, 04 Februari 2022

Kampus Dan Mahasiswa Harus Menjadi Role Model

BY GentaraNews IN



Jakarta - Kepala BNNK Jakarta Selatan DIk Dik Kusnadi, Bc.IP, S. Sos, MM menerima kunjungan Le Putra, Wakil Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) yang di dampingi Reza sebagai pemerhati Narkoba sekaligus sebagai salah satu dosen di universitas swasta di Jakarta di ruang kerjanya Gedung A lantai 14 Kantor Walikota Jakarta Selatan. Jum'at (4/2/2022).

Dalam pertemuan itu Kepala BNNK Jakarta Selatan menyampaikan prevelansi penyalahguna narkoba sulit di kurangi ketika tingkat kesadaran berbagai kalangan itu rendah. Selanjutnya tugas seluruh elemen masyarakat untuk bangkit dan mau peduli membangun kesadaran secara masiv di seluruh Indonesia.

"BNN siap mengarahkan dan mengaksestisensi masyarakat yang peduli, agar target Bersinas (Bersih Narkoba, Red) segera tercapai," tegas DIk Dik Kusnadi.

"Indonesia bersinas dimulai dari Desa Bersinar, Kota/Kabupaten Bersinar atau yang terkecil keluarga bersih narkoba," tambah DIk Dik Kusnadi.

"BNNK Jakarta Selatan sudah punya konsep sederhana yang koperhensif disatu lingkungan, ada upaya pencegahan, ada upaya pemberdayaan, ada upaya mau direhabilitasi oleh BNN," Jelasnya lagi.

Selanjutnya Kepala BNNK Jakarta Selatan DIk Dik Kusnadi, Bc.IP, S. Sos, MM menguraikan upaya upaya membangun kesadaran di bidang Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sesuai dengan Instruksi Presiden (INPRES, Red) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN, baik bagi mereka yang belum menggunakan narkoba, memiiki kesadaran untuk tidak pernah mau pakai narkoba dan bagai mereka yang sudah terlanjur pakai, mereka punya kesadaran untuk berhenti pakai narkoba. Untuk mereka yang sudah terlanjut ketergantungan pada narkoba punya kesadaran untuk mau di obati (direhabilitasi, Red). Untuk Pemberantasan bagaimana masyarakat mau menyampaikan kepada BNN dan Polisi kalau dilingkungannnya ada peredaran gelap narkoba.

"Bila bentuk kesadaran sudah tinggi, jangankan beli narkoba. Diberikan gratispun mereka tidak mau. Ini artinya masyarakat sudah memiliki pertahanan diri," harap DIk Dik Kusnadi kelak.

Le Putra melalui ormas GENTARA nya menjelaskan ingin membantu BNNK Jakarta Selatan untuk masuk pada lingkungan kampus bersih narkoba, dimana ada beberapa kampus favorit yang berada diwilayah Jakarta Selatan. Membentuk kesadaran pihak rektorat kampus dan mahasiswa untuk mensukseskan INPRES No. 2 Tahun 2020, melalui pintu masuk sahabat dosen dan senat mahasiswa.

Pada bahagian akhir pertemuan DIk Dik Kusnadi, Bc.IP, S. Sos, MM ingin membentu 2 kesadaran masyarakat pertama untuk buka mata bahwa narkoba sudah terlalu banyak menimbulkan penderitaan, banyak menimbulkan kerugian dan kematian karena narkoba dan itu menjadi ancaman jangka panjang. Kedua menggunakan narkoba adalah proses menuju 3 tempat, pertama rumah sakit jiwa, kedua penjara terakhir kuburan.

"BNN akan mendorong kampus dan mahasiwa di Jakarta sebagai role model (panutan, Red) anti narkoba," ungkapnya

"Sebaik Baiknya manusia harus bermanfaan bagi orang lain," pungkas DIk Dik Kusnadi

Kamis, 06 Januari 2022

BNNK Jakarta Timur Bersama Gentara Sepakat Menandatangani MOU

BY GentaraNews IN



JAKARTA – BNNK Jakarta Timur bersama Lembaga Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Menandatangani MOU sebagai bentuk kemitraan dan sinergi antara BNNK dan Ormas yang ada di Jakarta Timur dalam menciptakan organisasi masyarakat BERSINAR (Bersih Narkoba) acara berlangsung diruang serba guna lantai 4 gedung BNNK Jakarta Timur, Kamis (6/1/2022)

Dalam sambutannya Kepala BNNK Jakarta Timur Hendrajid Putut Widgago. S,Sos,MM,M,Si menjelaskan bahwa, "Gentara ini memiliki posisi yang sangat strategis, pertama sudah senior, kedua gentara telah lama berkecimpung di dunia narkoba dan sudah berada dimana mana, ketiga memiliki kedekatan hubungan dengan tokoh tokoh penting” Ujarnya

Dalam kesempatan ini Hendrajid berharap MOU ini selain menciptakan ruang lingkup ormas bersih dari narkoba, anggota gentara juga dituntut memiliki kepedulian bagaimana mengembangkan diri agar menjadi penyuluh yang baik dan handal memiliki kontribusi yang kongkrit bisa masuk pada seluruh lini masyarakat sehingga gentara memiliki banyak penyuluh” Imbuhnya

Lebih lanjut Hendrajid menjelaskan bahwa Jakarta Timur terbagi dari 10 Kecamatan, ,di sepuluh Kecamatan ada 65 Kelurahan,707 RW, 7926 RT, selain itu masih ada 706 LMK, 1491 sekolah, 87 Kampus dan 372 Perusahaan,sehingga Gentara dapat melakukan pendekatan kepada mereka, merangkul mereka dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)

Menutup sambutannya Kepala BNNK Jakarta Timur yang dikenal sangat familiar dan kharismatik ini berharap “semoga disetiap Kecamatan kelak ada anggota gentara, syukur syukur seluruh anggota gentara berhasil dan menjadi tokoh masyarakat ” Pungkasnya

Sementara itu Hendryanto Andrie DH, Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) kepada Buserbhayangkaranews.com,mengatakan penandatanganan MOU antara Gentara dan BNNK ini dalam rangka P4GN menuju Kota bersinar (Bersih Narkoba)

Dalam kesempatan ini Ketua Umum Gentara mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNNK Jakarta Timur beserta jajaran yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan kepada gentara dalam menjalin kerjasama dan kemitraan dalam mensukseskan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.(P4GN)

Menurut Ketua Umum Gentara yang akrab disapa Andrie, Gentara adalah lembaga yang telah lama berdiri dan eksis berperan serta dalam sosialisasi P4GN dan gentara senantiasa mendukung program BNN mengenai sinkronisasi program dan kebijakan Kabupaten Kota tanggap ancaman narkoba pada lingkungan masyarakat ” Ujarnya

Untuk itu kami akan berupaya keras untuk menjalankan P4GN secara Mandiri di seluruh wilayah yang dimulai dari Kota Jakarta Timur dan Bekasi serta akan membangun sinergitas yang harmonis pada semua instansi pemerintah Pusat maupun daerah, khususnya BNN TNI Polri, Swasta dan Komponen masyarakat

Maka dari itu kami mohon dukungan dari berbagai pihak agar dapat mewujudkan Indonesia bersinar, karena menurut hasil survey BNN tentang penyalah gunaan narkoba di 34 Provinsi tahun 2019 angka prevalensi 1,8 persen atau sekitar 3,4 jt orang pada rentan usia 15 s/d 64 tahun

Kerugian terbesar dari penyalahgunaan narkoba ini adalah pelemahan karakter individu yang menyebabkan melemahnya ketahanan masyarakat sebagai awal dari kehancuran bangsa, untuk itu marilah kita bersatu untuk memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda anak bangsa ” Paparnya (ADMIN/LEP/ALI)

BNNK Jakarta Timur MoU dengan GENTARA

BY GentaraNews IN



JAKARTA – BNNK Jakarta Timur bersama Lembaga Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Menandatangani MOU sebagai bentuk kemitraan dan sinergi antara BNNK dan Ormas yang ada di Jakarta Timur dalam menciptakan organisasi masyarakat BERSINAR (Bersih Narkoba) acara berlangsung diruang serba guna lantai 4 gedung BNNK Jakarta Timur.

Kedatangan DPP Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) yang dipimpin ketua Umum Hendryanto Andrie beraudiensi dengan BNNK Jakarta Timur diterima oleh Hendrajid Putut Widgago. S, Sos, MM, M,Si di ruang kerjanya. Kamis (6/1/2022).

Dalam sambutannya Kepala BNNK Jakarta Timur Hendrajid Putut Widgago. S, Sos, MM,M,Si menjelaskan bahwa, "Gentara ini memiliki posisi yang sangat strategis, pertama sudah senior , kedua gentara telah lama berkecimpung di dunia narkoba dan sudah berada dimana mana, ketiga memiliki kedekatan hubungan dengan tokoh tokoh penting” Ujarnya

Dalam pertemuan tersebut BNNK Jakarta Timur melakukan MoU dengan Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) yang disaksikan juga oleh kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Anton.

Dalam kesempatan ini Hendrajid berharap MOU ini selain menciptakan ruang lingkup ormas bersih dari narkoba, anggota gentara juga dituntut memiliki kepedulian bagaimana mengembangkan diri agar menjadi penyuluh yang baik dan handal memiliki kontribusi yang kongkrit bisa masuk pada seluruh lini masyarakat sehingga gentara memiliki banyak penyuluh” Imbuhnya

Lebih lanjut Hendrajid menjelaskan bahwa Jakarta Timur terbagi dari 10 Kecamatan, di sepuluh Kecamatan ada 65 Kelurahan, 707 RW, 7926 RT, selain itu masih ada 706 LMK, 1491 sekolah, 87 Kampus dan 372 Perusahaan,sehingga Gentara dapat melakukan pendekatan kepada mereka, merangkul mereka dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba)

Menutup sambutannya Kepala BNNK Jakarta Timur yang dikenal sangat familiar dan kharismatik ini berharap “semoga disetiap Kecamatan kelak ada anggota gentara, syukur syukur seluruh anggota gentara berhasil dan menjadi tokoh masyarakat ” Pungkasnya

Sementara itu Hendryanto Andrie DH, Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (GENTARA) mengatakan penandatanganan MOU antara Gentara dan BNNK ini dalam rangka P4GN menuju Kota Jakarta Timur bersinar (Bersih Narkoba)

Ketua Umum Gentara mengapresiasi serta mengucapkan terima kasih kepada Kepala BNNK Jakarta Timur beserta jajaran yang telah memberi kepercayaan dan kesempatan kepada gentara dalam menjalin kerjasama dan kemitraan dalam mensukseskan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Menurut Ketua Umum Gentara yang akrab disapa Andrie, Gentara adalah lembaga yang telah lama berdiri dan eksis berperan serta dalam sosialisasi P4GN dan gentara senantiasa mendukung program BNN mengenai sinkronisasi program dan kebijakan Kabupaten Kota tanggap ancaman narkoba pada lingkungan masyarakat ” Ujarnya

Untuk itu kami akan berupaya keras untuk menjalankan P4GN secara Mandiri di seluruh wilayah yang dimulai dari Kota Jakarta Timur dan Bekasi serta akan membangun sinergitas yang harmonis pada semua instansi pemerintah Pusat maupun daerah, khususnya BNN TNI Polri, Swasta dan Komponen masyarakat

Maka dari itu kami mohon dukungan dari berbagai pihak agar dapat mewujudkan Indonesia bersinar, karena menurut hasil survey BNN tentang penyalah gunaan narkoba di 34 Provinsi tahun 2019 angka prevalensi 1,8 persen atau sekitar 3,4 jt orang pada rentan usia 15 s/d 64 tahun

Kerugian terbesar dari penyalahgunaan narkoba ini adalah pelemahan karakter individu yang menyebabkan melemahnya ketahanan masyarakat sebagai awal dari kehancuran bangsa, untuk itu marilah kita bersatu untuk memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi muda anak bangsa ” Paparnya

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga