Baca Juga

Rabu, 19 Agustus 2026

Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

BY GentaraNews



Jakarta — Ketua Umum Persaudaraan Aceh Seranto (PAS), Akhyar Kamil, mengecam keras sikap panitia Musyawarah Besar (Mubes) PP TIM yang dinilai membatasi kehadiran warga Aceh pada agenda Mubes yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026 di Aula Masjid DPR RI, Jakarta.

Menurut Akhyar, ketentuan yang membatasi kehadiran hanya kepada pemilih, peninjau, dan undangan resmi telah menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat Aceh di perantauan.

Akhyar menilai kebijakan tersebut bertolak belakang dengan semangat organisasi yang selama ini mengusung kepedulian terhadap masyarakat Aceh di rantau. Ia mempertanyakan alasan panitia menutup ruang kehadiran masyarakat Aceh secara lebih luas dalam forum yang dinilai memiliki arti penting bagi kebersamaan dan masa depan organisasi.

“Jangan masyarakat Aceh di rantau hanya dibutuhkan ketika ada kepentingan tertentu, tetapi saat ada agenda besar seperti Mubes justru dibatasi. Ada apa dengan panitia?” ujar Akhyar.

Ia mengungkapkan, sejumlah tokoh Aceh di Jakarta telah menghubunginya. Bahkan, beberapa di antaranya disebut datang langsung ke kediamannya untuk menyampaikan kekecewaan terhadap kebijakan panitia tersebut.

Selain persoalan keterbukaan, Akhyar juga menyoroti munculnya dugaan bahwa pembatasan peserta berpotensi menguntungkan pihak atau calon tertentu. Namun, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut harus dijawab secara terbuka oleh panitia agar tidak berkembang menjadi prasangka yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Mubes.

Akhyar meminta panitia Mubes PP TIM bersikap transparan, adil, dan tidak menutup ruang silaturahmi masyarakat Aceh di Jakarta.

Menurutnya, Mubes semestinya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Aceh, bukan justru melahirkan sekat maupun kecurigaan.

“Kalau memang tidak ada keberpihakan, buka aturan itu secara jelas kepada publik dan pastikan Mubes berjalan demokratis, terbuka, serta bermartabat,” tegas Akhyar.

Akhyar berharap panitia dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar dan tujuan pembatasan kehadiran tersebut, sehingga pelaksanaan Mubes dapat berlangsung dengan suasana kondusif serta tetap menjaga kepercayaan masyarakat Aceh di perantauan. (LEP)

Kamis, 23 Juli 2026

Tingginya Permintaan Narkotika Harus Dijawab dengan Penguatan Pencegahan Melalui Program "Ananda Bersinar"

BY GentaraNews IN ,



Jakarta – Masih maraknya pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika di Indonesia menunjukkan bahwa tingkat permintaan (demand) terhadap narkotika masih tinggi. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa upaya pemberantasan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus diperkuat dengan strategi pencegahan yang menyentuh akar permasalahan.

Berdasarkan hasil Survei Prevalensi Penyalahgunaan Narkoba periode 2023–2025, angka penyalahguna narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,15 juta penduduk. Sementara itu, sepanjang 11 bulan tahun 2025, Polri menerima 43.899 laporan kasus narkoba, menjadikannya jenis kejahatan dengan jumlah laporan terbanyak kedua di Indonesia.

Di sisi lain, Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil mengungkap 746 kasus narkotika, membongkar 42 jaringan yang terdiri dari 33 jaringan nasional dan 9 jaringan internasional, serta mengamankan 1.174 tersangka. Barang bukti yang berhasil disita meliputi lebih dari 4 ton sabu-sabu, 2 ton ganja, ratusan ribu butir ekstasi, kokain, serta pemusnahan ladang ganja seluas 127.000 meter persegi.

Dalam aspek pemulihan, lebih dari 52.000 penyalahguna narkotika telah memperoleh layanan asesmen dan rehabilitasi sebagai bagian dari upaya penyelamatan generasi bangsa.

Menanggapi kondisi tersebut, aktivis anti narkoba Le Putra menilai bahwa tingginya angka pengungkapan kasus mencerminkan masih besarnya permintaan terhadap narkotika di masyarakat. Karena itu, strategi pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui pendekatan yang menyasar generasi muda sejak dini.

Menurut Le Putra, Program "Ananda Bersinar" merupakan transformasi strategi pencegahan BNN yang menempatkan anak sebagai subjek utama perlindungan. Program ini dirancang untuk membangun karakter, memperkuat ketahanan diri, meningkatkan kecakapan hidup, menanamkan literasi tentang bahaya narkotika, serta memperkuat peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

Program Ananda Bersinar menargetkan anak-anak, remaja, dan pelajar sebagai kelompok utama yang harus dipersiapkan menjadi generasi yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

"Ananda Bersinar kami rancang agar berjalan searah dengan agenda besar pembangunan sumber daya manusia yang dipimpin oleh Bapak Presiden. Sebab, anak yang sehat secara fisik, tercukupi gizinya, dan memperoleh pendidikan yang baik, tetapi tidak memiliki daya tangkal terhadap narkotika, tetap berada dalam risiko kehilangan masa depannya," ujar Le Putra.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan perang melawan narkotika tidak hanya diukur dari banyaknya jaringan yang berhasil diungkap aparat penegak hukum, tetapi juga dari semakin sedikitnya generasi muda yang menjadi korban penyalahgunaan narkotika. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media, dan seluruh elemen bangsa menjadi kunci untuk menurunkan permintaan (demand) sekaligus mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkotika.

Rabu, 22 Juli 2026

Khaidir Abdurrahman Konsisten Perjuangkan Masa Depan Generasi Muda Aceh

BY GentaraNews

Jakarta – Kepedulian terhadap generasi muda, khususnya dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, menjadi salah satu karakter yang melekat pada sosok Khaidir Abdulrahman, S.IP., M.A.P. Hal tersebut disampaikan oleh Le Putra, Wakil Ketua Umum Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara), berdasarkan pengalamannya mengenal dan berinteraksi langsung dengan Khaidir Abdulrahman selama bertahun-tahun. Rabu (22/7/2026)

Le Putra mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengenal Khaidir Abdurrahman ketika menjabat sebagai Anggota DPRK Aceh Utara. Hubungan keduanya semakin erat saat Khaidir mengemban amanah sebagai Anggota DPR RI periode 2014–2019. Kedekatan tersebut terus terjalin melalui organisasi paguyuban masyarakat Aceh Utara, Pase Serantau Aceh Utara, yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus pengabdian bagi masyarakat Aceh di perantauan.

"Sepanjang yang saya kenal, beliau merupakan sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap masa depan generasi muda Aceh, terutama mereka yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba," ujar Le Putra.

Menurutnya, Khaidir Abdurrahman selalu memandang bahwa penyalahguna narkoba pada hakikatnya adalah korban yang membutuhkan pertolongan dan pemulihan, bukan semata-mata pelaku tindak pidana yang harus dihukum. Oleh karena itu, ia secara konsisten mendorong pendekatan rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sebagai solusi yang lebih manusiawi dan efektif untuk mengembalikan para korban agar dapat menjalani kehidupan yang produktif.

Komitmen tersebut, lanjut Le Putra, tidak berhenti pada tataran pemikiran. Dalam berbagai kesempatan, Khaidir aktif memberikan konseling, motivasi, serta pembinaan moral kepada generasi muda Aceh agar menjauhi penyalahgunaan narkoba. Bahkan, bagi mereka yang sedang berhadapan dengan proses hukum akibat penyalahgunaan narkoba, Khaidir turut memberikan pendampingan dan advokasi agar penyelesaiannya mengedepankan mekanisme rehabilitasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Beliau ingin para korban tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, kembali ke keluarga, dan menjadi bagian yang produktif dalam masyarakat," katanya.

Le Putra menambahkan, bagi Khaidir Abdurrahman, generasi muda merupakan generasi emas yang akan menentukan arah pembangunan Aceh pada masa mendatang. Atas dasar pemikiran tersebut, Khaidir terus berupaya membuka akses dan menciptakan berbagai peluang bagi pengembangan kapasitas anak-anak muda Aceh.

Komitmen itu juga tetap dijalankan ketika Khaidir mengemban amanah sebagai salah satu Direksi PT ASABRI (Persero). Pada masa tersebut, ia memfasilitasi banyak pemuda Aceh untuk mengikuti berbagai program pelatihan dan peningkatan keterampilan, baik di Medan maupun di Jakarta.

Selain itu, Khaidir Abdurrahman juga menjalin kerja sama dengan OISCA International Japan, sebuah organisasi non-pemerintah asal Jepang, guna membuka kesempatan bagi pemuda Aceh mengikuti program magang di Jepang selama dua hingga tiga tahun. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi, kedisiplinan, etos kerja, serta daya saing generasi muda Aceh di tingkat internasional. Mereka diharapkan menjadi pelopor penggerak pembangunan  sekembalinya ke Indonesia. 

"Bagi saya, dedikasi Khaidir Abdulrahman menunjukkan bahwa kepedulian terhadap generasi muda bukan sekadar wacana. Beliau membuktikannya melalui pembinaan, pendampingan, pemberdayaan, hingga membuka akses terhadap berbagai peluang agar anak-anak muda Aceh memiliki masa depan yang lebih baik," tutup Le Putra.


Jumat, 17 Juli 2026

Menanti 'Keajaiban Kedua': Mengapa Blok Andaman Harus Belajar dari Drama 26 Tahun Masela?

BY GentaraNews IN ,



Jakarta – Hari ini menjadi tonggak sejarah bagi ketahanan energi nasional. Presiden Prabowo Subianto secara resmi memimpin peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek raksasa Blok Abadi Masela di lepas pantai Maluku. Setelah terhambat selama 26 tahun akibat dinamika skema pengembangan, birokrasi, dan perubahan komposisi investor, proyek senilai 20,94 miliar dolar AS atau setara 342 triliun rupiah ini akhirnya bergerak menuju realisasi. Jakarta (17/7/2026)

Proyek yang diproyeksikan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun atau setara 450 ribu MMSCFD ini diharapkan menjadi tulang punggung swasembada energi nasional pada tahun 2029. Namun di saat sorotan bangsa tertuju pada Indonesia Timur, sebuah potensi energi raksasa lainnya sedang menanti arah di ujung barat Nusantara: Blok Andaman di lepas pantai Aceh.

Dikembangkan secara kolaborasi oleh Mubadala Energy dan Harbour Energy, Blok Andaman disebut-sebut sebagai penemuan cadangan gas terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Pertanyaan mendasar pun muncul: haruskah Andaman terjebak dalam penantian panjang seperti Masela, atau bisa menjadi "keajaiban kedua" yang berjalan jauh lebih cepat?

Kaca Spion Masela: Perbandingan Dua Pilar Energi

Blok Masela dan Blok Andaman sama-sama memegang peran krusial dalam peta jalan energi nasional, namun memiliki karakteristik yang berbeda:

- Lokasi & Teknologi: Masela berada di perairan dalam (deepwater) 300–800 meter, menggabungkan fasilitas pengolahan di laut dengan pabrik LNG darat di Pulau Yamdena. Sebaliknya, Andaman berada di perairan sangat dalam (ultra-deepwater) lebih dari 1.200 meter yang menuntut teknologi paling mutakhir dan risiko investasi yang lebih tinggi.

- Pengembang & Skema: Masela dikelola konsorsium Inpex, Pertamina Hulu Energi, dan Petronas dengan skema bagi hasil tradisional Cost Recovery. Sementara Andaman dikendalikan oleh investor global dengan kekuatan keuangan kuat melalui skema Gross Split yang lebih fleksibel.

- Dampak Ekonomi: Masela diproyeksikan menyerap 35.000 tenaga kerja dan menyuplai kebutuhan LPG nasional. Andaman menjadi kunci kebangkitan Kawasan Ekonomi Khusus Arun, menghidupkan industri hilir di Sumatera, serta membuka peluang ekspor.

Kedua proyek sama-sama menerapkan teknologi ramah lingkungan Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung target Net Zero Emisi, serta membawa dampak pengganda besar bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Pelajaran Mahal: Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu

Keterlambatan lebih dari seperempat abad pada Masela memberikan pelajaran berharga bagi pengelolaan Blok Andaman:

1. Kepastian Rencana Sejak Awal: Perdebatan berkepanjangan soal lokasi pengolahan darat atau laut di Masela tidak boleh terulang. Keputusan teknis harus diambil tuntas tanpa campur tangan politik yang kontraproduktif.

2. Percepatan Menuju Keputusan Investasi Akhir: Keberhasilan Masela bergerak cepat dari kesepakatan di Tokyo bulan Maret hingga peresmian hari ini membuktikan kecepatan langkah menuju FID adalah kunci utama.

3. Jaminan Kepastian Investasi: Hubungan strategis yang erat antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab harus dirawat dengan kebijakan ramah investasi, agar komitmen Mubadala Energy dan Harbour Energy tidak beralih ke proyek lain di negara saingan.

Langkah Strategis: Mempercepat "Keajaiban Kedua"

Penulis yang juga Sekretaris Jenderal Diaspora Global Aceh dan Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia (ICRES), Surya Darma, menekankan perlunya instruksi khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong Blok Andaman, dengan fokus pada tiga pilar utama:

1. Integrasi Hilirisasi Hijau: Gas Andaman tidak boleh hanya diekspor sebagai bahan mentah, melainkan menjadi bahan baku utama industri petrokimia, amonia hijau, dan pupuk ramah lingkungan di KEK Arun.

2. Terobosan Regulasi Khusus: Pemerintah perlu memberikan insentif khusus untuk eksplorasi perairan sangat dalam, mempercepat persetujuan rencana pengembangan, serta menjamin harga gas yang kompetitif untuk kebutuhan domestik.

3. Kesiapan Infrastruktur & Daerah: Memastikan kesiapan pipa transmisi dan terminal penerima gas, serta menyelesaikan hak partisipasi pemerintah daerah secara transparan.

Di tingkat daerah, peran Gubernur Aceh Muzakir Manaf sangat sentral untuk mengubah hubungan kedekatan dengan Presiden menjadi kebijakan nyata bagi Aceh. Sementara itu, perguruan tinggi di Aceh harus segera menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri, membangun riset bersama pengembang, serta menjadi jembatan kepercayaan antara masyarakat dan proyek.

Penutup

Keberhasilan Masela membuktikan Indonesia mampu menuntaskan proyek energi besar. Kini saatnya membuktikan bahwa kita juga mampu belajar dari pengalaman, sehingga Blok Andaman tidak menjadi cerita penantian lain, melainkan bukti tata kelola energi yang cepat, adil, dan berkelanjutan.

Apakah pemerintah siap menerapkan formula kecepatan yang sama untuk Andaman? Pertanyaan ini menunggu jawaban nyata dalam waktu dekat.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia (ICRES)

Diaspora Global Aceh

16 Juli 2026


Kamis, 16 Juli 2026

KEK Arun dan Blok Andaman Berpeluang Menjadi Episentrum Baru Ekonomi Hijau Indonesia

BY GentaraNews IN


Jakarta, 15 Juli 2026 – Pengembangan Blok Andaman dinilai memasuki fase yang semakin menjanjikan setelah proses persetujuan Plan of Development (POD) I berbasis Floating Production Storage and Offloading (FPSO) hampir rampung. Kepastian investasi juga semakin menguat seiring penandatanganan komitmen pembeli awal (offtaker) antara Mubadala Energy dan PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebesar 160 MMSCFD.

Sekretaris Jenderal Diaspora Global Aceh sekaligus Ketua Pusat Studi Energi Terbarukan Indonesia (ICRES), Surya Darma, menilai bahwa fokus pembangunan seharusnya tidak lagi berkutat pada perdebatan mengenai lokasi pengolahan gas di laut atau di darat. Menurutnya, perhatian kini perlu diarahkan pada optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe sebagai pusat hilirisasi industri berbasis gas bumi.

"Momentum ini merupakan kesempatan emas untuk menghidupkan kembali KEK Arun sebagai pusat industri energi nasional dan penggerak ekonomi hijau Indonesia," ujar Surya Darma dalam opini yang disampaikan di Jakarta, Selasa (15/7/2026).

Menurutnya, penemuan cadangan gas raksasa di Blok Andaman, termasuk struktur Layaran dan Timpan yang diperkirakan memiliki potensi hingga 8–10 TCF, menjadi modal strategis untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus membangun industri hilir berteknologi tinggi.

Surya menawarkan strategi pemanfaatan gas melalui empat pilar utama, yakni mendukung pasokan listrik nasional, menjamin keberlanjutan operasional PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), membangun industri kilang LPG guna mengurangi ketergantungan impor, serta mengembangkan industri masa depan seperti blue hydrogen, blue ammonia, dan petrokimia di kawasan KEK Arun.

Ia menjelaskan bahwa KEK Arun memiliki keunggulan kompetitif karena didukung infrastruktur eks LNG Arun yang masih layak digunakan, seperti pelabuhan laut dalam, tangki penyimpanan, serta fasilitas industri yang mampu menekan biaya investasi secara signifikan dibanding pembangunan kawasan baru.

Selain itu, keberadaan lapangan gas Arun yang telah habis produksi dinilai sangat potensial dimanfaatkan sebagai lokasi Carbon Capture and Storage (CCS). Teknologi tersebut memungkinkan emisi karbon hasil pengolahan gas ditangkap dan disimpan kembali di bawah permukaan bumi sehingga menghasilkan produk energi rendah karbon yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar internasional.

Menurut Surya, pengembangan industri hilir di KEK Arun juga berpotensi menarik investasi bernilai miliaran dolar Amerika Serikat pada sektor blue ammonia, metanol rendah karbon, hingga petrokimia.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa terdapat sejumlah prasyarat yang harus dipenuhi pemerintah agar investor bersedia merealisasikan investasi, antara lain kepastian pasokan dan harga gas jangka panjang, regulasi CCS yang jelas, paket insentif fiskal yang kompetitif, stabilitas keamanan dan kepastian tata ruang, serta adanya kontrak penjualan (offtake agreement) yang menjamin keberlanjutan pasar.

Sebagai langkah strategis, Surya mendorong pemerintah segera menyusun Masterplan Hilirisasi Terintegrasi Andaman–Arun yang dilengkapi dokumen Pre-Feasibility Study sebagai dasar promosi investasi kepada calon investor global.

Ia juga mengusulkan lima langkah prioritas pemerintah, yaitu mempercepat integrasi pengembangan hulu dan hilir, menetapkan kebijakan harga gas yang kompetitif, mempercepat regulasi CCS komersial, memberikan insentif khusus bagi industri hijau, serta memperkuat diplomasi energi melalui kerja sama perdagangan dengan negara-negara pengguna energi rendah karbon.

"Arun pernah menjadi salah satu pusat LNG terbesar di dunia. Kini Indonesia memperoleh kesempatan kedua melalui Blok Andaman. Tantangannya adalah memastikan gas tersebut tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi menjadi fondasi bagi pengembangan industri bernilai tambah tinggi dan penguatan ekonomi hijau nasional," tutup Surya Darma. (LEP)

Selasa, 14 Juli 2026

Siswa SLB Gianyar Tolak Narkoba

BY GentaraNews IN



Gianyar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SLB Negeri 1 Gianyar, Selasa (15/7). Kegiatan tersebut diikuti oleh 61 peserta didik dan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya hidup sehat serta menjauhi penyalahgunaan narkoba sejak dini. Rabu (15 Juli 2026)

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala BNN Kabupaten Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si., yang menyampaikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar terus percaya diri dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Dalam penyampaiannya, Sudirman menegaskan bahwa kehadiran BNN Kabupaten Gianyar di lingkungan sekolah tidak hanya bertujuan memberikan edukasi tentang bahaya narkoba, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat, harapan, dan rasa percaya diri kepada seluruh peserta didik. Dengan pendekatan yang hangat, komunikatif, dan penuh kepedulian, para siswa diajak memahami bahwa setiap anak memiliki kemampuan dan potensi luar biasa yang harus dijaga serta dikembangkan demi meraih masa depan yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut, I Gusti Putu Ariyani juga memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menyampaikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan semangat belajar, kedisiplinan, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang positif, setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang berprestasi serta membanggakan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh keakraban. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias serta aktif berinteraksi selama penyampaian materi dan motivasi.

Melalui kegiatan ini, BNN Kabupaten Gianyar kembali menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai mitra bagi dunia pendidikan. BNN tidak hanya berperan dalam memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga menjadi sahabat dan pendamping bagi generasi muda dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.

BNN Kabupaten Gianyar berharap kegiatan sosialisasi P4GN di lingkungan sekolah dapat memperkuat karakter peserta didik, meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkoba, serta mendorong setiap anak untuk terus bermimpi, berkarya, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berprestasi. (LEP)




Bondres Bersinar Edukasi Peserta MPLS SMP Negeri 1 Gianyar tentang Bahaya Narkoba

BY GentaraNews IN




Gianyar – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar berkolaborasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Gianyar menghadirkan program Bondres Bersinar dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Negeri 1 Gianyar. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Gianyar tersebut diikuti oleh sebanyak 521 peserta didik. Selasa (13 Juli 2026)

Program Bondres Bersinar merupakan inovasi kolaboratif BNNK Gianyar bersama Kementerian Agama Kabupaten Gianyar yang memanfaatkan seni pertunjukan bondres sebagai media edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba. Melalui pendekatan budaya lokal yang komunikatif, menghibur, dan mudah dipahami, pesan-pesan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba disampaikan secara efektif kepada para peserta.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta MPLS tampak aktif mengikuti setiap sesi pertunjukan, sekaligus memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sejak usia dini.

Setelah penampilan Bondres Bersinar, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si. Dalam paparannya, Sudirman mengajak seluruh peserta didik untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba serta menanamkan nilai-nilai hidup sehat, disiplin, berintegritas, dan berprestasi sebagai bekal dalam meraih masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pemerintah, satuan pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif.

Melalui kegiatan ini, BNNK Gianyar berharap para peserta MPLS tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang turut mengajak teman sebaya untuk menerapkan pola hidup sehat serta berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk penyalahgunaan narkoba. (LEP)







Senin, 13 Juli 2026

Seusama dan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global Jalin Kerja Sama Himpun Donasi Digital untuk Balai Pengajian di Aceh

BY GentaraNews IN


Jakarta – Seusama menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global tentang kerja sama sebagai mitra penghimpun donasi berbasis digital. Kerja sama ini bertujuan memperkuat penggalangan dana kemanusiaan melalui pemanfaatan platform digital guna mendukung pembangunan balai pengajian bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara. Selasa (14 Juli 2026).

Ruang lingkup kerja sama meliputi penghimpunan, pengelolaan, serta penyaluran dana infak dan sedekah yang diperuntukkan bagi pembangunan balai pengajian di wilayah terdampak bencana. Seluruh dana infak dan sedekah yang berhasil dihimpun oleh Yayasan Amanah Kemanusiaan Global akan disalurkan kepada Seusama untuk dikelola dan direalisasikan sesuai dengan tujuan program.


Penandatanganan MoU dihadiri oleh Ketua Umum Seusama Zulkifli Ibrahim, didampingi Pengawas Seusama, Said Rulam, serta Ketua Bidang Media dan Komunikasi Seusama, Le Putra. Dari pihak Yayasan Amanah Kemanusiaan Global hadir Siti Zubaedah selaku Kepala Perwakilan Jabodetabek.

Ketua Umum Seusama, Zulkifli Ibrahim, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan penghimpunan donasi secara transparan, efektif, dan akuntabel melalui sistem digital.

"Kerja sama ini diharapkan dapat memperlancar kegiatan Seusama Peduli dalam menghimpun donasi dari masyarakat sehingga semakin banyak manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat Aceh Utara yang membutuhkan," ujar Zulkifli.

Melalui program Seusama Peduli, organisasi tersebut menargetkan pembangunan 15 unit balai pengajian di Kabupaten Aceh Utara. Balai pengajian tersebut diharapkan menjadi pusat pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak, serta kegiatan sosial masyarakat, khususnya bagi daerah yang terdampak banjir.

Kolaborasi antara Seusama dan Yayasan Amanah Kemanusiaan Global diharapkan menjadi model sinergi antara lembaga sosial dan filantropi dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat gerakan infak dan sedekah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan. (LEP)

Selasa, 30 Juni 2026

Do'a Bersama Lintas Agama HUT 80 Tahun POLRI

BY GentaraNews IN ,




Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menghadiri kegiatan Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Auditorium Mutiara STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/6).


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta dihadiri oleh jajaran kementerian/lembaga, TNI-Polri, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat. Doa dipanjatkan secara bergantian oleh enam pemuka agama sebagai wujud rasa syukur sekaligus harapan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, dan keberkahan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kehadiran Kepala BNN RI pada kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi antarlembaga negara dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, mempererat persatuan, serta memperkokoh nilai-nilai toleransi dan kebersamaan sebagai fondasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Doa bersama lintas agama menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema "80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat". Momentum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi seluruh komponen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, dan bebas dari berbagai ancaman, termasuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (LEP)

Senin, 29 Juni 2026

Robopark Indonesia Resmi Menjadi Tempat Uji Kompetensi dan Pusat Eksplorasi dalam Kick-Off Sertifikasi AI Humanoid Nasional

BY GentaraNews IN ,


Jakarta – Robopark Indonesia resmi menjadi lokasi penyelenggaraan Kick-Off Program Pelatihan dan Inisiasi Sertifikasi Sumber Daya Manusia Pengembang Robot Humanoid Nasional yang berlangsung selama lima hari, mulai 29 Juni hingga 3 Juli 2026, bertempat di Pluit Village Mall Lantai 2, Jakarta Utara. Senin (29/6/2026)

Dalam inisiatif strategis ini, Robopark Indonesia ditetapkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) sekaligus pusat eksplorasi (playground) resmi bagi pengembangan teknologi robot humanoid dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Melalui fasilitas tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk melakukan pengembangan, pengujian, serta berinteraksi secara langsung dengan teknologi AI dan robot humanoid dalam lingkungan yang dirancang menyerupai kondisi nyata.

Sebagai fasilitas yang didedikasikan untuk mendukung riset dan implementasi robotika, Robopark Indonesia menghadirkan metode pembelajaran berbasis praktik. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga menguji kemampuan mereka melalui berbagai skenario operasional yang relevan dengan kebutuhan industri.

Selama pelatihan, peserta dibekali kompetensi pada tiga peran utama dalam ekosistem robot humanoid, yaitu sebagai operator (pilot), pelatih (trainer), dan pengembang (developer). Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan menyeluruh dalam mengoperasikan, melatih, serta mengembangkan teknologi robot humanoid sesuai standar kompetensi nasional.

Lebih dari sekadar tempat pelatihan, Robopark Indonesia juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia industri, institusi pendidikan, serta komunitas teknologi dalam membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi. Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat pengembangan teknologi robotika dan AI di Indonesia.

Melalui pembelajaran berbasis praktik dan proses sertifikasi kompetensi, program ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya talenta-talenta nasional yang siap menghadapi transformasi industri berbasis AI dan robotika, sekaligus memastikan pengembangan teknologi humanoid dilakukan dengan standar keamanan, kualitas, dan profesionalisme yang terukur.

Ke depan, Robopark Indonesia akan terus dikembangkan sebagai pusat riset, pengujian, sertifikasi, dan demonstrasi teknologi robotika serta kecerdasan buatan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan menjadi jembatan antara inovasi teknologi dengan implementasi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional.

Tentang Robopark Indonesia

Robopark Indonesia merupakan fasilitas terpadu untuk pengembangan, eksplorasi, dan implementasi teknologi robotika serta Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Sebagai pusat riset, demonstrasi, pengujian, dan penerapan teknologi di dunia nyata, Robopark berkomitmen mendukung pertumbuhan ekosistem teknologi nasional melalui kolaborasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang kompeten.

Kontak Media

Robopark Indonesia

📞 Telepon: 0819-9661-6682

🔗 Profil: lynk.id/robopark

🌐 Situs Resmi: https://roboparkindonesia.id

Minggu, 28 Juni 2026

Wujud Nyata Kepedulian, SEUSAMA PEDULI Bangun Balai Pengajian di Aceh Utara

BY GentaraNews IN ,

Lhokseumawe – Seusama Peduli secara resmi memulai pembangunan Balai Pengajian di Dayah Malem Diwa yang berlokasi di Gampong Cot Bada, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Pembangunan ini merupakan bentuk komitmen nyata organisasi dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan sekaligus membangun karakter generasi muda melalui penyediaan sarana belajar yang lebih layak.

Program tersebut lahir dari kepedulian terhadap kondisi fasilitas pembelajaran agama di Dayah Malem Diwa yang selama ini masih sangat terbatas. Keterbatasan ruang belajar menjadi tantangan bagi para santri dan anak-anak di lingkungan sekitar dalam mengikuti kegiatan pendidikan agama secara optimal.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Dayah Malem Diwa terdampak banjir dan sebagian balai pengajian nya rusak karena dihantam banjir. Hal inilah maka SEUSAMA PEDULI membangun Balai pengajian utk mengganti yang rusak tersebut.

Melihat kebutuhan tersebut, SEUSAMA PEDULI mengambil langkah konkret dengan memulai pembangunan Balai Pengajian yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan pendidikan Islam, pembinaan akhlak, serta pengembangan karakter generasi muda di wilayah hulu Aceh Utara.

Ketua SEUSAMA PEDULI, Zulkifli Ibrahim, menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan adalah investasi pada pendidikan, khususnya pendidikan agama.

"Pendidikan agama adalah fondasi utama bagi generasi penerus. Dengan hadirnya Balai Pengajian yang lebih layak di Dayah Malem Diwa, kami berharap anak-anak di Gampong Cot Bada dapat belajar dengan lebih nyaman, termotivasi, serta tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kuat," ujar Zulkifli Ibrahim.

Menurutnya, pembangunan ini bukan sekadar mendirikan sebuah bangunan, tetapi juga menghadirkan ruang yang mampu melahirkan generasi yang berilmu, beriman, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Karena itu, keberhasilan program ini memerlukan dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Balai Pengajian yang dibangun nantinya akan menjadi pusat berbagai aktivitas pendidikan Islam, mulai dari pembelajaran Al-Qur'an, kajian kitab kuning, tauhid, fiqih, hingga pembinaan akhlak bagi anak-anak, remaja, dan para santri di lingkungan Gampong Cot Bada dan sekitarnya.

SEUSAMA PEDULI berharap pembangunan ini menjadi awal dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di daerah pedalaman Aceh Utara, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Detail Proyek Pembangunan
Nama Proyek: Pembangunan Balai Pengajian Dayah Malem Diwa
Lokasi: Gampong Cot Bada, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara
Pelaksana: SEUSAMA PEDULI

Penerima Manfaat: Anak-anak, remaja, dan santri di lingkungan sekitar

Fokus Kegiatan: Pembelajaran Al-Qur'an, kitab kuning, tauhid, fiqih, akhlak, serta kegiatan pembinaan keagamaan lainnya.

SEUSAMA PEDULI mengajak seluruh elemen masyarakat, para dermawan, dan mitra kolaborasi untuk bersama-sama mendukung pembangunan Balai Pengajian Dayah Malem Diwa. Semangat gotong royong diyakini akan menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa, sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang. (LEP)

Sidak Rumah Kos di Desa Medahan dan Keramas, Empat Penghuni Terindikasi Positif Metamfetamin

BY GentaraNews IN



Gianyar – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gianyar menggelar inspeksi mendadak (sidak) rumah kos di Desa Medahan dan Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Senin (29/06).

Kegiatan yang melibatkan personel Polres Gianyar, Kodim 1616/Gianyar, dan Satpol PP Kabupaten Gianyar tersebut menyasar sejumlah rumah kos yang dinilai memiliki tingkat mobilitas penghuni cukup tinggi. Selain memeriksa identitas dan administrasi kependudukan, petugas juga melakukan tes urine terhadap para penghuni.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 59 penghuni rumah kos, petugas menemukan empat orang yang hasil tes urine awalnya terindikasi positif mengandung metamfetamin. Menindaklanjuti temuan tersebut, keempat orang itu langsung diamankan dan dibawa ke Polres Gianyar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan guna mendalami asal-usul narkotika yang diduga dikonsumsi, pola penggunaan, serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan jaringan peredaran gelap narkotika di wilayah Gianyar maupun daerah lain. Penyidik juga akan melakukan pendalaman melalui pemeriksaan saksi, barang bukti yang ditemukan, serta pengembangan informasi guna mengungkap apakah keempat orang tersebut hanya berstatus sebagai pengguna atau memiliki keterlibatan dalam jaringan peredaran narkotika. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Kepala BNNK Gianyar, Sudirman, S.Ag., M.Si., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sidak rumah kos ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 yang mengusung semangat memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Kegiatan sidak rumah kos ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026. Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat upaya deteksi dini, pencegahan, dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika, khususnya di lingkungan rumah kos yang memiliki mobilitas penghuni cukup tinggi. Kami berharap momentum HANI menjadi pengingat bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pemilik rumah kos, dan seluruh masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Gianyar yang Bersinar (Bersih dari Narkoba)," ujar Sudirman.

Selain pemeriksaan, petugas juga memberikan edukasi kepada penghuni dan pemilik rumah kos mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta pentingnya menjaga lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran gelap narkoba. Pemilik rumah kos diimbau lebih selektif dalam menerima penyewa, melakukan pendataan identitas penghuni, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kegiatan sidak rumah kos akan terus dilakukan secara berkala di berbagai wilayah Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari komitmen bersama dalam mendukung Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan Kabupaten Gianyar dapat menjadi wilayah yang semakin aman dan bersih dari penyalahgunaan narkotika. (LEP)

Senin, 22 Juni 2026

Dr. Ir. Surya Darma, MBA Gas Andaman Didaratkan ke Arun Demi Hilirisasi dan Keadilan Ekonomi Aceh

BY GentaraNews IN




Jakarta - Pakar geologi dan energi, Dr. Ir. Surya Darma, MBA, menyerukan agar gas hasil penemuan Lapangan Tangkulo-1 di Cekungan Andaman Selatan didaratkan ke kawasan Arun, Lhokseumawe, sebagai langkah strategis untuk mendorong industrialisasi, ketahanan energi nasional, dan pemerataan pembangunan di Aceh. Demikian rilis yang di terima redaksi. Selasa (23/6/2026)

Dalam opini bertajuk "Menguji Keadilan di Laut Andaman: Mengapa Gas Tangkulo Harus Mendarat di Arun?", Surya Darma menilai bahwa keputusan pengelolaan gas Andaman tidak boleh semata-mata didasarkan pada pertimbangan percepatan produksi atau keuntungan komersial, tetapi juga harus memperhatikan aspek keadilan ekonomi dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Aceh.

"Kawasan Arun masih memiliki infrastruktur strategis bekas kilang LNG yang dapat direvitalisasi sehingga lebih efisien dibanding membangun fasilitas baru di tengah laut. Pemanfaatan kembali kawasan tersebut dinilai mampu menghidupkan industri pupuk, pembangkit listrik, serta kawasan industri petrokimia yang akan memberikan nilai tambah jauh lebih besar dibanding ekspor LNG secara langsung," jelas Surya Darma

"Alokasi gas Tangkulo untuk memenuhi kebutuhan domestik, antara lain memasok Pabrik Pupuk Iskandar Muda (PIM), pembangkit listrik PLN Belawan, dan pengembangan kawasan industri petrokimia terpadu di KEK Arun Lhokseumawe," usul Surya Darma

"Pengembangan industri hilir berbasis gas dapat mencakup produksi LPG, metanol, amonia, dimethyl ether (DME), hidrogen, polietilena, polipropilena, hingga berbagai produk petrokimia lainnya. Menurutnya, langkah tersebut akan menciptakan ribuan lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat daya saing industri nasional," jelas Surya Darma lagi

Surya Darma juga meminta pemerintah melalui Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk mewajibkan pembangunan pipa bawah laut menuju Arun dalam revisi Plan of Development (PoD) Lapangan Andaman Selatan. Sementara itu, Kementerian Keuangan dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) diharapkan mempercepat pemanfaatan kembali aset eks-Arun serta memberikan berbagai insentif fiskal bagi investor industri hilir.

Selain pemerintah pusat, ia mengajak Pemerintah Aceh bersama masyarakat Aceh di perantauan untuk membangun sinergi dalam mengawal kebijakan tersebut melalui diplomasi, penyusunan regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga promosi investasi.

Menurut Surya Darma, meskipun pembangunan fasilitas darat membutuhkan investasi tambahan dan berpotensi menggeser jadwal produksi sekitar satu hingga dua tahun, manfaat ekonomi jangka panjang yang diperoleh Aceh dan Indonesia dinilai jauh lebih besar.

"Keberhasilan proyek South Andaman tidak boleh hanya diukur dari seberapa cepat gas diekspor. Ukuran keberhasilannya adalah tumbuhnya industri hilir, hidupnya kembali kawasan Arun, serta terciptanya lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat Aceh," tegasnya.

Ia menutup opininya dengan mengingatkan agar momentum besar penemuan gas di Laut Andaman tidak kembali menjadi sejarah yang hanya menghasilkan kekayaan alam tanpa menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat Aceh. (LEP)




Penulis  : 

Dr. Ir. Surya Darma, MBA Pakar Geologi dan Energi Ketua Dewan Penasehat Taman Iskandar Muda Sekjen Diaspora Global Aceh Ketua Majelis Adat Aceh Perwakilan Jakarta

Sabtu, 20 Juni 2026

Teddy Indra Wijaya Terima Kunjungan Kepala BNN RI

BY GentaraNews



JAKARTA – Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Teddy Indra Wijaya, menerima kunjungan dan mengadakan pertemuan resmi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, di lingkungan Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Sabtu (20/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas secara mendalam koordinasi strategis dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika yang terus berkembang dan semakin canggih, khususnya di wilayah-wilayah perkotaan besar di seluruh Indonesia.

Selain itu, Kepala BNN menyampaikan berbagai capaian dan prestasi yang telah dicapai oleh lembaganya. Di antaranya adalah keberhasilan dalam pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika serta penyitaan berbagai jenis barang terlarang sebelum sempat beredar dan merugikan masyarakat luas.

Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius adalah isu penyalahgunaan rokok elektronik atau vape. Hal ini dikarenakan alat tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana penyalahgunaan zat berbahaya. Oleh sebab itu, peningkatan edukasi dan pemahaman masyarakat, khususnya bagi generasi muda, menjadi prioritas utama yang perlu terus didorong.

Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen untuk senantiasa memperkuat sinergi dan kolaborasi antarlembaga terkait, sekaligus meningkatkan kualitas penyuluhan dan informasi kepada masyarakat. Langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk melindungi generasi penerus bangsa, serta mewujudkan Indonesia yang bersih, aman, dan bebas dari ancaman narkoba. (LEP)

 

 

Kamis, 18 Juni 2026

BNN RI Anjangsana Kepada Komjen Pol. (Purn.) Heru Winarko

BY GentaraNews


Masih dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melaksanakan kegiatan anjangsana kepada Kepala BNN pada masanya. Kali ini, rombongan yang dipimpin oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI, Irjen Pol Tantan Sulistyana, mengunjungi kediaman Komjen Pol. (Purn.) Heru Winarko di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (18/6). 

Kegiatan anjangsana ini merupakan bagian dari upaya BNN untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menghormati dedikasi dan pengabdian para pemimpin yang telah berkontribusi dalam perjalanan kelembagaan BNN. 

Sebagai Kepala BNN RI periode 2018–2020, Heru Winarko berbagi pandangan mengenai pentingnya memperkuat sinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Menurutnya, keberhasilan program pemberantasan narkotika memerlukan keterlibatan seluruh elemen, termasuk pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah. 

Beliau menekankan bahwa kelurahan merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program pencegahan narkotika. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar setiap program yang dijalankan tidak berhenti pada dukungan administratif semata, melainkan diikuti dengan tindak lanjut dan implementasi yang nyata di lapangan. 

Sestama menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan dan pandangan yang diberikan. Menurutnya, pengalaman serta pemikiran para Kepala BNN pada masanya menjadi referensi berharga dalam memperkuat langkah BNN menghadapi tantangan narkotika yang semakin kompleks. 

Melalui kegiatan anjangsana ini, BNN berharap semangat pengabdian dan kolaborasi yang telah dibangun para pendahulu dapat terus menjadi inspirasi dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). (LEP)



Sumber : Biro Humas Dan Protokol BNN RI

Anjangsana Kepala BNN RI Kepada Komjen Polisi (Purn.) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si

BY GentaraNews IN ,



JAKARTA – Dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026, kegiatan anjangsana kepemimpinan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia terus dilaksanakan melalui kunjungan silaturahmi dan penghormatan kepada tokoh yang telah berkontribusi besar dalam sejarah pembentukan institusi ini. Kamis (18/6/2026)

Dari BNN RI yang dipimpin oleh Inspektur Utama BNN, Dicky Kusumawardhana, didampingi oleh Inspektur I Heru Tri Sasono, Kepala Pusat Penelitian Data dan Informasi Augustinus B. Pangaribuan, serta Direktur Advokasi Tatiek Sufahriani, melaksanakan kunjungan resmi ke kediaman Komjen Polisi (Purn.) Drs. Togar M. Sianipar, M.Si. Beliau merupakan Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BNN pada periode 2002–2004.

Kunjungan ini merupakan pelaksanaan amanat dari Kepala BNN RI, Komjen Polisi Suyudi Ario Seto, guna menyampaikan rasa hormat tinggi serta apresiasi mendalam atas dedikasi, pengabdian, dan kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh Komjen Polisi (Purn.) Togar M. Sianipar dalam perjalanan sejarah awal berdirinya BNN.

Di kesempatan tersebut, Komjen Polisi (Purn.) Togar M. Sianipar beserta istrinya menyambut dengan hangat rombongan BNN di kediamannya yang berlokasi di Jakarta Selatan. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi momen perkenalan kembali, melainkan wadah berbagi pengalaman yang sarat makna, di mana seluruh pihak saling bertukar pandangan mengenai tantangan dan strategi penanganan permasalahan narkotika di masa kini.

Dalam diskusi tersebut, Komjen Polisi (Purn.) Togar M. Sianipar menyampaikan pandangan strategisnya. Beliau menekankan bahwa upaya pencegahan harus terus dimasifkan secara berkelanjutan. Menurutnya, selama permintaan terhadap narkotika masih ada di masyarakat, maka peredaran gelapnya akan tetap berlangsung. Oleh sebab itu, penguatan upaya pencegahan harus berjalan seiringan dengan penegakan hukum yang tegas dan konsekuen terhadap jaringan peredaran gelap. Selain itu, beliau juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa demi efektivitas pelaksanaan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi sepanjang karir beliau, rombongan BNN menyerahkan cendera mata kepada Komjen Polisi (Purn.) Togar M. Sianipar. Melalui kegiatan anjangsana ini, BNN RI tidak hanya berhasil mempererat tali persaudaraan dengan para pendahulu yang telah membangun dasar institusi, tetapi juga berhasil menyerap pengalaman dan wawasan berharga yang dapat dijadikan bekal dalam menghadapi tantangan penanganan narkotika yang semakin kompleks dan terus berkembang di masa depan. (LEP)

Selasa, 16 Juni 2026

Anjangsana Kepala BNN RI Kepada Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, S.H., M.M

BY GentaraNews IN ,



Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, bersama jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pejabat Tinggi Pratama BNN melaksanakan kegiatan Anjangsana kepada Kepala BNN RI Periode 2020-2024, Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, S.H., M.M., di Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (17/6).

Kegiatan anjangsana tersebut merupakan bentuk penghormatan dan silaturahmi BNN kepada para pendahulu yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan organisasi, khususnya dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Indonesia.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Kepala BNN RI menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Petrus Reinhard Golose yang pernah memimpin BNN pada periode 2020–2024. Kehadiran pimpinan BNN beserta jajaran menjadi wujud penghargaan atas dedikasi, pengabdian, serta berbagai terobosan yang telah dilakukan selama masa kepemimpinan Petrus Reinhard Golose.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI juga menyampaikan bahwa semangat, ketegasan, dan keberanian yang ditunjukkan Petrus Reinhard Golose selama memimpin BNN menjadi inspirasi bagi seluruh insan BNN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab menjaga bangsa dari ancaman narkotika

Petrus Reinhard Golose menyambut hangat kedatangan Kepala BNN RI beserta jajaran dan menyampaikan apresiasi atas perhatian serta komitmen yang terus dijaga oleh pimpinan BNN saat ini dalam mempererat hubungan dengan para senior dan pendahulu organisasi.

Melalui kegiatan anjangsana ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara generasi kepemimpinan BNN, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, kesinambungan pengabdian, serta komitmen bersama dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Aceh Raih Kategori "TANGGAP” Dalam Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba

BY GentaraNews IN


Banda Aceh – Program Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) merupakan salah satu strategi nasional yang dijalankan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara terintegrasi. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada aspek penegakan hukum, tetapi juga pada penguatan ketahanan masyarakat mulai dari lingkungan keluarga hingga komunitas.

Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa, "berdasarkan hasil pengukuran Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) Tahun 2025, Provinsi Aceh memperoleh nilai 3,19 dan berada pada kategori “Tanggap”. Capaian tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh bersama seluruh pemangku kepentingan telah memiliki kesiapsiagaan, kapasitas, komitmen, serta sinergi yang baik dalam mendukung pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)," demikian penjelasanya menjawab pertanyaan redaksi melaui pesan Whatapps. Rabu (17 Juni 2026)

“Capaian ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba melalui berbagai program yang terintegrasi dan berkelanjutan,” ujar Dedy Tabrani.

Keberhasilan tersebut didukung oleh berbagai program strategis yang telah dilaksanakan BNNP Aceh. Pada aspek Ketahanan Keluarga, BNNP Aceh secara aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar keluarga mampu mengenali tanda-tanda penyalahgunaan narkoba, membangun komunikasi yang sehat dengan anak, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan protektif. Program ini dilaksanakan melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh serta berbagai mitra terkait.

"Dalam aspek Pemberdayaan Masyarakat, BNNP Aceh telah membentuk dan membina Relawan Anti Narkoba yang berasal dari berbagai unsur, seperti pemuda, mahasiswa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Para relawan tersebut menjadi perpanjangan tangan BNN dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi P4GN hingga ke tingkat gampong. Di Aceh, relawan ini dikenal dengan sebutan Pageu Gampong, yang berperan sebagai garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat," jelasnya lebih lanjut.

Selain upaya pencegahan, BNNP Aceh juga terus memperkuat layanan rehabilitasi melalui program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM). Program rehabilitasi berbasis komunitas ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung proses pemulihan penyalahguna narkoba. Dalam implementasinya, masyarakat adat menjadi salah satu kekuatan utama karena memiliki nilai-nilai sosial, kepedulian, dan solidaritas yang kuat dalam mendukung rehabilitasi serta reintegrasi sosial penyalahguna narkoba.

Sejak tahun 2021, BNNP Aceh telah membentuk 77 unit IBM yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Aceh. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya yang secara aktif mendukung upaya rehabilitasi berbasis komunitas.

"Melalui program Kawasan Bersih Narkoba (BERSINAR), BNNP Aceh terus mendorong terciptanya lingkungan yang tangguh terhadap ancaman narkoba melalui penguatan regulasi lokal, edukasi berkelanjutan, pengawasan partisipatif, serta kolaborasi lintas sektor. Program ini dikembangkan di berbagai lingkungan strategis, seperti gampong, sekolah, kampus, instansi pemerintah, lingkungan kerja, dan kawasan lain yang memiliki tingkat kerawanan narkoba," tambah Dedy Tabrani

"Khusus di Aceh, implementasi Program BERSINAR diperkuat oleh keberadaan reusam gampong yang berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial dalam masyarakat. Dukungan para keuchik, tuha peut, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, produktif, dan bersih dari narkoba," tegas Dedy Tabrani

"Melalui sinergi yang kuat antara BNNP Aceh, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh komponen masyarakat, diharapkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkoba semakin meningkat. Kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Aceh yang aman, kondusif, dan memiliki daya tahan yang kuat terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika secara berkelanjutan," pungkas Kepala BNN Propinsi Aceh. (LEP)

Minggu, 14 Juni 2026

Menjaga "Bara" Keacehan di Negeri Paman Sam dan Kanada: Catatan Silaturahmi Diaspora Global Aceh ke Seattle, Vancouver dan Calgary

BY GentaraNews

SEATTLE & VANCOUVER — Jarak ribuan kilometer dari tanah kelahiran bukanlah penghalang bagi semangat dan identitas keacehan untuk terus hidup dan berkembang. Antara tanggal 3 hingga 7 Juni 2026, Sekretaris Jenderal DPP DGA, Dr. Surya Darma, melaksanakan kunjungan kerja dan silaturahmi ke kota Seattle di Amerika Serikat, serta Vancouver dan Calgary di Kanada.


Kunjungan ini memiliki makna mendalam, bukan sekadar pertemuan rutin organisasi, melainkan sebuah misi budaya dan persaudaraan. Tujuannya adalah mempererat ikatan, menjaga nilai-nilai adat, tradisi, bahasa, serta ajaran agama, khususnya bagi warga keturunan Aceh yang kini telah menjadi warga negara setempat, namun tetap memelihara rasa cinta dan keterikatan mendalam terhadap Serambi Mekkah.

Tiga Generasi yang Tetap Berjati Diri di Seattle

Di kota Seattle, komunitas asal Aceh telah berdiri kokoh selama puluhan tahun, bahkan kini telah melahirkan generasi ketiga yang lahir dan besar di Amerika Serikat. Meski hidup di lingkungan yang berbeda, mereka tetap setia memegang teguh ajaran Islam dan warisan budaya leluhur.

Dua tokoh utama yang menjadi tulang punggung komunitas ini adalah Adron Razi Yusuf (Ketua DGA Sagoe Amerika) dan Fauzi Daud (General Manager Holland America Lines), keduanya berasal dari Bireuen. Keberhasilan mereka mendidik anak cucu hingga ada yang menjabat sebagai Imam di Seattle — Ustadz Syarif, putra Adron Razi — serta menduduki posisi penting di perusahaan pelayaran internasional, membuktikan bahwa putra-putri Aceh mampu berprestasi di kancah global tanpa melupakan jati diri.

Gagasan Strategis untuk Kemajuan Aceh

Komunitas DGA Sagoe Amerika tidak hanya berkumpul untuk menjaga persaudaraan, tetapi juga aktif mengamati perkembangan di tanah air. Dalam diskusi dengan Dr. Surya Darma, mereka menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Aceh, mulai dari perubahan pola hidup masyarakat hingga keterbatasan akses layanan kesehatan.




Dari kegelisahan tersebut, lahirlah dua program strategis yang siap dijalankan:

Reaktivasi Pusat Pelatihan Perhotelan dan Kapal (ITHC)

Program International Training and Hospitality Center yang sempat dirintis bersama Universitas Syiah Kuala dan Pemerintah Aceh, sempat terhambat karena keterbatasan dana. Padahal kebutuhan tenaga kerja profesional di bidang perhotelan, pariwisata, dan pelayaran mencapai 180.000 orang di seluruh dunia.

Fauzi Daud kini sedang menyusun kurikulum dan mencari tenaga pengajar berstandar internasional. Program ini diharapkan didukung oleh Pemerintah Aceh dalam hal pendanaan, sedangkan pengelolaan mutu dan penempatan kerja akan ditangani langsung oleh praktisi berpengalaman agar lulusan Aceh dapat bersaing di pasar global.

Kedaulatan Pangan Melalui Rumah Pangan Aceh (RPA)

Untuk memperkuat ketahanan pangan, komunitas mengusulkan konsep Rumah Pangan Aceh. Program ini bertujuan membina petani dari hulu hingga hilir, memutus rantai penekanan harga oleh tengkulak, serta meningkatkan nilai jual hasil bumi.

Sebagai percontohan, RPA telah membina 40 petani di Banda Aceh dan sekitarnya. Salah satu produk unggulannya adalah tempe berbahan kacang koro, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kedelai impor. Ke depannya, akan disusun tata kelola yang jelas dan transparan agar program ini berkelanjutan.

Meunasah Aceh: Benteng Budaya di Kanada

Perjalanan dilanjutkan ke Vancouver, tempat berdirinya Meunasah Aceh Vancouver di bawah naungan Achehnese Canadian Community Society. Di kota ini tinggal sekitar 500 jiwa keturunan Aceh, hampir semuanya telah menjadi warga negara Kanada dari generasi pertama hingga ketiga.

Meunasah berfungsi sebagai pusat kegiatan ibadah, tempat belajar bahasa dan budaya, serta wadah melestarikan seni tari, pakaian adat, dan kuliner khas. Selain itu, tempat ini juga menjadi titik kumpul untuk menggalang bantuan kemanusiaan ketika Aceh mengalami musibah.

Sinergi Lintas Benua

Dalam kunjungan ini, Adron Razi Yusuf mendampingi penuh perjalanan Sekjen DGA dari Seattle hingga ke Kanada. Di sana, penyambutan hangat diberikan oleh Muhammad Taufik Evendi, Ketua DGA Sagoe Kanada yang berdomisili di Calgary.

Melalui koordinasi yang baik, seluruh warga Aceh di berbagai wilayah Kanada, termasuk di Toronto, dapat terhubung baik secara langsung maupun daring. Rangkaian pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.



Penutup: Semangat yang Tak Pernah Padam

Dr. Surya Darma mengapresiasi dedikasi seluruh pengurus dan anggota komunitas di Amerika dan Kanada. “Jauh dari tanah air, mereka justru menjaga identitas lebih erat dan terus berusaha memberikan manfaat bagi kemajuan Aceh. Ini adalah bukti nyata bahwa ikatan persaudaraan tidak terhalang jarak,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua tokoh yang terlibat dan berdoa semoga semua upaya ini membawa keberkahan.

“Sejauh apa pun kami merantau, paspor apa pun yang kami pegang, darah dan hati ini tetap milik Aceh. Meunasah, Rumah Pangan, dan jaringan DGA adalah tempat kami menjaga agar bara semangat keacehan tetap menyala terang,” pungkasnya.



Oleh: Dr. Ir. Surya Darma, MBA

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Diaspora Global Aceh (DPP DGA) & Ketua Majelis Adat Aceh Perwakilan Jakarta

Jumat, 12 Juni 2026

Propinsi Riau Layak Menjadi Daerah Istimewa

BY GentaraNews IN




Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) sebagai wadah masyarakat Riau diperantauan sudah tersebar anggotanya lebih dari 2.000.000 orang diseluruh Indonesia hingga luar negeri dengan semangat “Raga Di Rantau, Jiwa Di Riau”, melaksanakan kegiatan Dialog Kebangsaan dengan Tema “Riau Istimewa Untuk Indonesia”. Acara ini berlangsung di Gedung Sriwijaya DPR RI, Senayan. Jakarta. Jum’at (12 Juni 2026).



Acara ini di hadiri oleh Tokoh-tokoh masyarakat Riau, Perwakilan Gubernur Dr. Syahrial Abdi, A.P., M. Si, Anggota Komisi XDPR RI - Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M, Hanief Arif, MA. Ph.D (BRIN), Ketua Umum PMRI, Dr. H. Rusli Effendi, S.Pd.I., SE., M.Si, Sekretaris Jenderal PMRI, Dr. (HC) H. Munasir Ma'adab, SE., M.Si, Prof. Dr. H. Alfitra Salam, M.Si APU (Ahli Peneliti Utama dan Guru Besar), Dr. H. Farhat Abbas, M.H (Advokat dan Praktisi Hukum Nasional), Stephanie irana Pasaribu, P.Si., M.Phil., Ph.D (Direktur PT.Bumi Pulih Lestari), Indra Bayu, S.E., M. Si (Kepala Cabang BRK Syariah), Syarifah (Kepala Anjungan Riau, TMII), Datuk Seri H. Raja Marjohan Yusuf. (Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Zainal Abidin Is, SH,. MH 9ketua LAM Jambi Perwakilan khusus DKI Jakarta), Drs.H.R.Mambang MIT (Ketua Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau), Anggota DPD RI H Abdul Hamid, Anggota DPD RI Sawitri, perwakilan mahasiswa Riau dan anggota Persatuan Masyarakat Riau Indonesia. Acara ini di buka oleh Sekda Propinsi Riau Dr. Syahrial Abdi, A.P., M. Si.



Dalam sambutannya Ketua Umum Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) Dr. H. Rusli Effendi, S.Pd.I., SE., M.Si, menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, terutama kepada Sekda Propinsi Riau dan adik adik mahasiswa.

Ketua Umum Persatuan Masyarakat Riau Indonesia juga memaparkan bahwa Riau memiliki banyak potensi dan keunggulan yang dapat menjadi modal besar untuk mendorong kemajuan daerah. Mulai dari sumber daya alam, budaya, hingga sektor pendidikan dan pariwisata, semuanya perlu didukung dengan kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.

“Mahasiswa kalian sebagai sponsor perubahan dan Spririt Of Change, jadi lah motivator bukan provokator,” tegas Rusli Effendi

Kita hari ini dihadapkan pada ironi besar dan menyakitkan, dimana Riau menyumbangkan begitu banyak minyak bumi dan kelapa sawit tetapi rakyatnya

Mari kita berjuang agar Riau menjadi daerah Istimewa, karena Riau sangat layak menjadi daerah Istimewa, perjuangan ini adalah harga diri yang tidak akan mundur satu jengkalpun” jelas Rusli Effendi

“Raga Di Rantau, Jiwa Di Riau,” pekik Rusli Effendi Menutup sambutannya.



Dalam sambutan nya Sekda Propinsi Riau Dr. Syahrial Abdi, A.P., M.Si. Diskusi ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah nyata untuk memetakan potensi daerah mulai dari ekonomi kreatif, UMKM, hingga pemanfaatan sumber daya alam. Kita ingin memastikan bahwa ide-ide segar dari generasi muda hari ini bisa bertransformasi menjadi kebijakan yang berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan seluruh masyarakat Riau,” jelasnya

Hadir sebagai narasumber dalam Dialog Kebangsaan ini antara lain; Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M, Dr. H. Farhat Abbas, M.H, Dr. Ir. H. M. Idris Laena, MH, sementara moderator oleh Rakhmad Rahadian, S. Ip dari Kemendagri.  (LEP)



Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga