Baca Juga

Minggu, 23 Maret 2025

FPK Jaktim Raih Juara 2 Pada Lomba Film Pendek Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Merajut Keberagaman Lewat Sinema

BY GentaraNews IN


Jakarta – Puncak acara Lomba Film Pendek Persatuan dan Kesatuan Bangsa yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri RI dan Bakesbangpol Provinsi DKI Jakarta  digelar di Hotel Borobudur, Jakarta. Lomba ini diikuti oleh berbagai sekolah dan organisasi di Indonesia dengan tema besar tentang persatuan dalam keberagaman.  Minggu (25/3/2025).

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) DKI Jakarta, Andi Syamsul Zakaria, SH, MH atau akrab disapa Bang Syamzack dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang ini membuktikan bagaimana seni dan budaya dapat menjadi media yang efektif dalam memperkuat nilai kebangsaan. "Lewat film, anak-anak muda kita dapat mengekspresikan semangat persatuan dengan cara yang lebih kreatif dan mengena," ujarnya.  

Sebagai Ketua Panitia, Dr. (c) Ir. Hamry Gusman Zakaria, MM, yang juga Anggota Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Provinsi Jakarta dan Narasumber LEMHANNAS RI, menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta. "Kami berharap lomba ini menjadi wadah kreatif bagi anak-anak muda untuk terus mengangkat nilai kebangsaan dan memperkuat rasa cinta tanah air," katanya.  

Dalam ajang ini, SMAN 56 Jakarta meraih Juara 1 dengan film "Aku, di antara Kalian", disusul Forum Pembauran Kebangsaan Jakarta Timur sebagai Juara 2 dengan "Satukan Bangsa Lewat Permainan Tradisional", serta Jurnalis SMKN 11 Jakarta sebagai Juara 3 dengan "Aku Juga Sama". Selain itu, Juara Harapan 1 diraih oleh SMK Kesehatan Global Cendekia dengan film "Sumpah Pemuda", Juara Harapan 2 oleh SMKN 28 Jakarta Selatan dengan "Merajut Samar", dan Juara Harapan 3 oleh SMKN 50 Jakarta dengan "Jejak Lara".  

Ketua FPK DKI Jakarta, menambahkan bahwa kegiatan seperti ini perlu terus didukung agar generasi muda semakin memahami arti penting persatuan dalam keberagaman. "Semoga film-film inspiratif ini dapat menjadi motivasi bagi anak-anak muda lainnya untuk terus berkarya demi Indonesia yang lebih kuat dan bersatu," pungkasnya.

Le Putra dari FPK Jakarta Timur yang mewakili menerima  Piala dan Piagam Ketika ditanya mengatakan, “Film  ini hasil kerja  keluarga besar FPK Jakarta Timur, semoga generasi muda tidak melupakan permainan tradisional karena dapat melatih keterampilan sosial dan emosional, meningkatkan kreativitas, mengajarkan nilai-nilai budaya, mengembangkan keterampilan motorik, dan meningkatkan kemampuan kognitif,” ujarnya (LEP)






 


Selasa, 18 Maret 2025

FPK Jaktim Berbagi Berkah Di Bulan Ramadhan

BY GentaraNews


Allah SWT sangat menyenangi perbuatan baik, termasuk berbagi takjil dengan sesama manusia. Hal tersebut karena termasuk dalam perbuatan sedekah dan akan mendapatkan ganjaran yang besar.

Rasulullah SAW bersabda "Barangsiapa memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa maka ia memperoleh pahala yang menyerupai pahalanya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala yang berpuasa tersebut’” (HR. Tirmidzi)



Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Timur mengisi Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah dengan kegiatan turun ke masyarakat, membagikan ratusan takjil kepada warga /ang melintas di sepanjang Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Selasa (18 Maret 2025)

Kegiatan ini juga merupakan kolaborasi dengan BPPKB unit Pasar Induk Kramat Jati dan Putra Banten Bersatu (PBB) yang dikomandani oleh Ketua Ade Rufiadin Sekretaris Pendi Permana

Pembagian takjil ini ke warga, baik yang berkendara maupun pejalan kaki tampak antusias menerima takjil yang dibagikan jelang waktu berbuka puasa.

Enie Sulistyaningsih selalu koordinator kegiatan, mengatakan “Alhamdulillah, meski dipersiapkan dengan waktu sangat singkat, namun bisa berjalan dengan baik. Respon dan dukungan dari teman-teman juga luar biasa,” kata Enie Sulistyaningsih, Koordinator Bidang Seni Budaya FPK Jaktim

Kegiatan ini, lanjut wanita yang akrab disapa Jeng Enies ini, merupakan bentuk kepedulian FPK Jaktim terhadap masyarakat, terutama mereka yang ingin berbuka puasa.

"Kami berharap di tahun-tahun mendatang, akan semakin banyak takjil yang dibagikan dan lebih bervariasi. “Saat ini ada sekitar 400 takjil yang dibagikan kepada masyarakat. Semoga itu bermanfaat untuk berbuka puasa,” tukasnya

Sementara itu, Alexander Taopan anggota bidang Seni Budaya yang merupakan perwakilan dari NTT mengaku bersyukur pembagian takjil bisa berjalan lancar. “Senang melihat warga begitu bersemangat menerima takjil, mulai dari supir angkot, ojek online, maupun warga pada umumnya yang melintas,” tuturnya.

Ketua FPK Jaktim Lutfhi Marzuki menerangkan, turun ke masyarakat merupakan salah satu tupoksi dari FPK, baik untuk menyerap aspirasi maupun melakukan kegiatan sosial.

Ade Rufiadin dan Pendi Permana dari Putra Banten Bersatu (PBB) Unit Pasar Indukm Kramat Jati sangat mendukung kegiatan bagi bagi takjil ini, menatakan “membagikan takjil kepada orang lain termasuk dalam sedekah dan akan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT, kita sebagai umat muslim yang baik, dianjurkan untuk berbuat baik kepada sesamanya’” jelas mereka

“Kedepan, FPK Jaktim rencananya juga akan melakukan berbagai kegiatan, mulai dari Festival Barongsai, FPK Jaktim Expo, dan lainnya,” tukas Lufhi yang juga aktif di Bamus Betawi ini. (LEP)




BPPKB Banten dan Putra Banten Bersatu Bagi Bagi Takjil

BY GentaraNews


 

Bersedekah, termasuk memberikan takjil, dapat mendatangkan cinta dari Allah SWT dan meningkatkan rasa kasih sayang antar sesama manusia. Sedekah takjil dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu.


BPPKB Banten atau Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar Banten dan Putra Banten Bersatu unit Pasar Induk Kramat Jati berkolaborasi dengan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Jakarta Timur mengisi Bulan Suci Ramadan 1446 Hijriah dengan kegiatan bagi bagi ratusan paketTakjil. kepada warga ang melintas di sepanjang Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur. Selasa, 18 Maret 2025.

Dikomandani dilapangan oleh Ade Rufiadin (ketua) dan Pendi Permana (sekretaris) Putra Banten Bersatu unit Kramat Jati tampak warga menyambut gembira aksi bagi takjil

“Tujuan utama kegiatan berbagai takjil yang pertama sebagai sarana untuk memperbanyak amal kebaikan dan mendapatkan pahala yang besar di bulan yang penuh berkah ini, kedua bisa meringankan beban-beban orang yang berpuasa karena menjadi sumber kebahagiaan dan kenyamanan di saat berbuka puasa.”Ujar Ade Rufiadin dan Pendi Permana.

"Bagi-bagi takjil ini merupakan momen terbaik dapat memberi manfaat pada sesama. Terutama pada pengguna jalan yang tidak sempat berbuka puasa bersama keluarga," tutur mereka lagi.

Pembagian takjil ini ke warga, baik yang berkendara maupun pejalan kaki tampak antusias menerima takjil yang dibagikan jelang waktu berbuka puasa.

Enie Sulistyaningsih selalu koordinator kegiatan, mengatakan “Alhamdulillah, meski dipersiapkan dengan waktu sangat singkat, namun bisa berjalan dengan baik. Respon dan dukungan dari teman-teman juga luar biasa,” kata Enie Sulistyaningsih, Koordinator Bidang Seni Budaya FPK Jaktim

Kegiatan ini, lanjut wanita yang akrab disapa Jeng Enies ini, merupakan bentuk kepedulian FPK Jaktim terhadap masyarakat, terutama mereka yang ingin berbuka puasa.

"Kami berharap di tahun-tahun mendatang, akan semakin banyak takjil yang dibagikan dan lebih bervariasi. “Saat ini ada sekitar 400 takjil yang dibagikan kepada masyarakat. Semoga itu bermanfaat untuk berbuka puasa,” tukasnya

Sementara itu, Alexander Taopan anggota bidang Seni Budaya yang merupakan perwakilan dari NTT mengaku bersyukur pembagian takjil bisa berjalan lancar. “Senang melihat warga begitu bersemangat menerima takjil, mulai dari supir angkot, ojek online, maupun warga pada umumnya yang melintas,” tuturnya.



 

Minggu, 16 Maret 2025

700 Orang Warga Aceh Hadiri Buka Puasa Bersama di Masjid Baiturrahman DPR RI

BY GentaraNews IN


Jakarta – Kegiatan buka puasa bersama terakhir Ramadhan 1446 H yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda bertempat di Aula Serbaguna Masjid Baiturrahman, Komplek DPR-MPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu, 16 Maret 2025,

Acara ini menjadi yang paling ramai dibanding tiga kali kegiatan buka puasa  sebelumnya karena dihadiri lebih dari 700 orang warga Aceh Se Jabodetabek.



Saiibul bait  acara ini terdiri dari  H. Teuku Riefky Harsya, B.Sc., MT.,  Nezar Patria, M.Sc., MBA., Dr. Ir. Indra Iskandar, M.Si.,  Dr. Safrizal ZA., M.Si.,  Ir. T. Iskandar, MT., Keluarga H. Abdul Rachman Ramly, Ir. H. Hidayat Nyakman, MA., MSIE., Drs. H. Umar Djohan,  Mukhlis Syamaun, H. Muhammad Haniv-Ibu Hj. Cut Yanti,  Dr. Teuku Faizasyah,  Ir. H. Joefly J. Bahroeny, Prof. Dr. H. Mohamad Ikhsan, SE., MA., Prof. Dr. Murdani Abdullah, H. Ibrahim Pidie, H. Muslim Ayub, SH., MM,  Irsan Sosiawan Gading, MBA., H. Jose Rizal, MBA., Ivan Husafan dan Badan Penghubung Pemerintah Aceh.

Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, dilanjutkan  shalat maghrib berjamaah yang dipimpin oleh Dr. Tgk. Saiful Rahmat Adam, S.Ag., M.Ag. Setelah makan malam, jamaah kembali melaksanakan shalat isya dan tarawih berjamaah dengan imam yang sama.

Setelah ibadah shalat, acara berlanjut diisi ceramah agama yang disampaikan oleh Dr. H. Adnin Armas dan ditutup dengan pengumpulan zakat dan shadaqah. Dr. H. Adnin Armas menyampaikan tausyiah yang menekankan pentingnya memahami Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.



Ketua Umum PP-TIM, Ir. H. Muslim Armas, menegaskan peran Taman Iskandar Muda dalam mempererat solidaritas masyarakat Aceh di Jakarta dan sekitarnya. Ia juga mengajak warga Aceh untuk aktif dalam penggalangan zakat maal, infaq, dan shadaqah. Hingga 16 Ramadhan, TIM telah berhasil menghimpun zakat maal sebesar Rp 765.245.000 dan sedekah Rp 114.900.000.

"Alhamdulillah. Kita targetkan bisa terkumpul 1 Miliar lebih sampai akhir Ramadhan," kata Muslim Armas. Ia juga menyampaikan pada acara buka puasa sebelumnya, dihadiri para mahasiswa asal Palestina yang  kuliah di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. "Untuk biaya hidup mereka selama kuliah, kita yang tanggung, sementara hal-hal lainnya ditanggung oleh pihak USK," kata Muslim.  

Acara ini  dimeriahkan dengan sajian makanan khas Aceh, yang semakin memperkuat nuansa kebersamaan dan kekeluargaan. Ada kuah beulaong, dengan daging sapi dan domba,  tongkol suwir dan lain-lain. Sebagai makanan penutup yang disajikan selepas tarawih adalah mi Aceh dan pulut dengan kuah durian.

Perwakilan Sahibul Bait Muslim Ayub menyampaikan terima kasih atas kehadiran warga Aceh yang begitu banyak. Hadir mantan Menteri BUMN Mustafa Abubakar, mantan Bupati Aceh Besar Sayuti Is, PJ Bupati Aceh Timur Amrullah M Ridha dan lain-lain, serta para pimpinan organisasi lokal, organisasi  sektoral di lingkungan PPTIM. (LEP)

Sabtu, 15 Maret 2025

"Transformasi Pendidikan Indonesia: Menuju Inovasi dan Kualitas yang Merata"

BY GentaraNews IN , , ,


GENTARA NEWS,- Pendidikan di Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan sekaligus peluang besar dalam rangka menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, inovatif, dan berkualitas. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sektor pendidikan di Indonesia terus berupaya untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan global dan masyarakat yang semakin dinamis. Artikel ini akan membahas beberapa perubahan signifikan yang terjadi dalam pendidikan Indonesia, serta tantangan dan langkah progresif yang tengah ditempuh.

1. Peningkatan Akses Pendidikan

Salah satu fokus utama dalam pendidikan Indonesia adalah peningkatan akses. Di masa lalu, pendidikan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di daerah terpencil, masih terbatas. Namun, berkat berbagai program pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan pembangunan infrastruktur pendidikan, akses pendidikan kini semakin merata, meskipun masih ada tantangan dalam pemerataan kualitas.

Di tingkat perguruan tinggi, Indonesia juga semakin membuka peluang melalui berbagai program beasiswa dan kerjasama internasional yang memungkinkan mahasiswa Indonesia untuk mengakses pendidikan berkualitas di luar negeri. Program Merdeka Belajar, yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bertujuan untuk memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada siswa dalam mengembangkan minat dan bakat mereka.

2. Reformasi Kurikulum: Merdeka Belajar

Salah satu langkah penting yang tengah diambil oleh pemerintah adalah implementasi program Merdeka Belajar, yang mulai diterapkan sejak 2020. Program ini bertujuan untuk mengubah cara belajar yang lebih fleksibel, berbasis pada kompetensi, dan mengutamakan kemampuan berpikir kritis siswa.

Merdeka Belajar menekankan pada pembelajaran berbasis proyek, yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk lebih berkreasi dan berinovasi. Selain itu, siswa juga diberikan lebih banyak kebebasan dalam memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

3. Teknologi dalam Pendidikan

Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memainkan peran yang semakin penting dalam pendidikan di Indonesia. Pandemi COVID-19 mempercepat transformasi digital dalam sektor pendidikan, yang sebelumnya mungkin terasa lambat. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi norma baru bagi banyak siswa dan guru, dengan penggunaan platform digital seperti Zoom, Google Meet, dan berbagai aplikasi pembelajaran lainnya.

Namun, meskipun teknologi memberikan banyak kemudahan, terdapat kendala dalam hal kesenjangan digital. Tidak semua siswa dan guru memiliki akses yang sama terhadap perangkat atau koneksi internet yang memadai, terutama di daerah-daerah dengan infrastruktur yang terbatas. Oleh karena itu, untuk mencapai pendidikan yang merata dan berkualitas, penyediaan akses teknologi yang lebih adil menjadi sangat penting.

4. Peningkatan Kualitas Guru

Guru merupakan kunci utama dalam peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kualitas guru menjadi fokus utama dalam setiap reformasi pendidikan. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru, seperti pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan profesional berkelanjutan.

Namun, selain pelatihan formal, penting juga untuk meningkatkan kesejahteraan guru agar mereka dapat bekerja dengan lebih maksimal. Dalam hal ini, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk memperbaiki sistem remunerasi dan mendukung peningkatan status profesi guru agar lebih dihargai.

5. Pendidikan Karakter dan Kewirausahaan

Selain aspek akademik, pendidikan karakter dan kewirausahaan juga mulai mendapatkan perhatian lebih dalam sistem pendidikan Indonesia. Program-program yang mengedepankan penguatan nilai-nilai moral, etika, dan rasa kebangsaan kini semakin banyak diterapkan di berbagai jenjang pendidikan.

Pendidikan kewirausahaan juga penting untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan mandiri pada generasi muda. Dengan memberikan bekal keterampilan yang relevan, siswa dapat lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Banyak sekolah kini sudah mulai mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan dalam kurikulum mereka, dengan harapan dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas dalam berinovasi dan berwirausaha.

6. Tantangan yang Masih Dihadapi

Walaupun ada banyak upaya progresif dalam pendidikan di Indonesia, masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Kesenjangan kualitas pendidikan antar daerah, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan, masih menjadi masalah utama. Tidak hanya itu, ketimpangan dalam distribusi tenaga pendidik yang berkualitas juga menjadi kendala dalam pemerataan kualitas pendidikan.

Selain itu, meskipun teknologi telah diintegrasikan dalam pembelajaran, penggunaan teknologi dalam pendidikan masih terhambat oleh ketidakmerataan infrastruktur dan keterampilan digital baik bagi siswa maupun guru.

7. Masa Depan Pendidikan di Indonesia

Melihat perkembangan yang ada, masa depan pendidikan Indonesia tampak penuh harapan. Dengan adanya kebijakan yang lebih inklusif, penggunaan teknologi yang lebih merata, serta peningkatan kualitas guru dan kurikulum, diharapkan Indonesia dapat mencetak generasi muda yang lebih kompetitif di tingkat global.

Untuk mewujudkan hal tersebut, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat diperlukan. Semua pihak harus berperan aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan sesuai dengan tuntutan zaman.

Pendidikan di Indonesia sedang melalui perjalanan panjang menuju perubahan yang lebih baik. Dengan berbagai kebijakan inovatif seperti Merdeka Belajar, pemanfaatan teknologi, serta fokus pada kualitas guru, Indonesia berusaha membangun sistem pendidikan yang lebih relevan, inklusif, dan berkualitas. Tantangan memang masih ada, namun langkah progresif yang diambil memberi optimisme untuk masa depan pendidikan yang lebih cerah dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (Ay)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga