Baca Juga

Selasa, 25 Agustus 2020

10.000 Batang Ganja di Musnahkan di Aceh

BY GentaraNews IN


Badan Narkotika Nasional RI (BNN) bersama tim gabungan lakukan pemusnahan 5 Ha ladang ganja berada di ketinggian 135 mdpl dengan perkiraan jumlah 10.000 batang mencapai 6 ton di Dusun Cot Rawatu Desa Jurong Kecamatan Sawang. Selasa (25/8/20).

Ini kasus pertama dalam tahun 2020 ditemukan ladang ganja di kecamatan tersebut. Kecamatan Sawang, Aceh Utara kerap ditemukan ladang ganja. Direktur Narkotika BNN RI Brigjen Pol Drs Aldrin MP Hutabarat, MSi memimpin langsung operasi gabungan pemusnahan ladang ganja siap panen, sekitar 10.000 batang ganja dicabut, lalu dibakar.




"Tim gabungan terdiri dari BNN, Kejari, Satpol PP, Polres, Kodim dan pihak terkait lainnya bersinergi dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sesuai dengan Inpres No 2/2020," Kata Brigjen Pol Drs Aldrin MP Hutabarat, MSi.

“Tugas ini berkelanjutan, harapan kami tidak berhenti di sini saja,” tambah Aldrin.



Mantan Kasubdit Narkotika Alami BNN RI ini meminta jajaran terkait di daerah agar berkomunikasi secara intensif, guna menarik simpati masyarakat untuk menggantikan tanaman ganja ke jenis holtikultura lainnya, misalnya dengan menanam jagung.

Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrozi, SH langsung menindaklanjuti arahan Direktur Narkotika BNN RI langsung membangun komunikasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara untuk merencanakan tindak lanjut dari program alternatif developmen. Pemda diminta untuk mengambil peran pengalihan fungsi produksi ini.

“Untuk jangka pendek dan menengah kita bersama dengan dinas pertanian akan mengupayakan penanaman jagung di Kecamatan Sawang,” sebut Kepala BNNK Lhokseumawe. (LEP)

Puluhan Kilogram Narkoba Di Musnahkan BNNP Jawa Barat

BY GentaraNews IN


Badan Nasional Narkotika Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) hari ini memusnahkan barang bukti narkotika berupa ganja  seberat 54,326 kilogram dan sabu 10,2 kilogram, Rabu (26/8/2020).

"Pemusnahan barang bukti merupakan hasil perkara periode Juli – Agustus 2020," jelas Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol. Drs. Sufyan Syarif, MH.

Adapun rincian barang bukti yang dimusnahkan antara lain 3,26 kg ganja dari tersangka AA, hasil pengungkapan dari kasus 3 Juli. Selanjutnya, 51,059 kilogram ganja dari tersangka UB, MP, dan RA, hasil pengungkapan 6 Juli.

Kemudian, 3,16 kilogram sabu dari tersangka Oon, hasil pengungkapan kasus 14 Juli. Sabu seberat 1,04 kilogram dari tersangka WK pada 14 Juli.

“Seluruh perkara kasus narkotika yang dimusnahkan pada hari ini perkaranya dalam proses penyidikan,” ujarnya.

"Pemusnahan barang bukti ini merupakan keberhasilan yang dicapai tim Bidang Pemberantasan BNNP Jabar, " tambah Kepala BNNP Jabar.

“BNNP Jabar telah menyelamatkan sekitar 428.088 orang dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” Pangkas Kepala BNNP Jabar

     

Ratusan Kg Ganja Kering Dalam 7 Karung di Amankan

BY GentaraNews IN



Polres Metro Jakarta Barat menangkap dua orang diduga terkait peredaran narkoba jenis ganja lintas provinsi di Solok, Sumatera Barat. Dua orang yang diamankan tersebut merupakan sopir dan juga kernet mobil truk.

Pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan pengungkapan sebelumnya pada Januari di Mandailing Natal, Sumatera Utara, dengan total barang bukti 308 kilogram narkotika jenis ganja dan pemusnahan ladang 6 Hektar ganja di desa Banjar Lancar Madina, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Ronaldo Maradona membenarkan terkait penangkapan tersebut. Saat menggeledah truk, ditemukan tujuh karung yang berisi ratusan kilogram narkoba yang diduga jenis daun ganja.

"Iya benar, kami kembali berhasil mengungkapkan peredaran narkoba jenis ganja yang dipimpin Kanit 2 AKP Maulana Mukarom," kata Ronaldo dalam keterangannya, Selasa (25/8).

Sementara itu, Kanit 2 AKP Maulana Mukarom menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan secara rinci terkait pelaku dan barang bukti yang diamankannya tersebut.

"Saat ini tersangka beserta barang bukti sudah kami amankan. Untuk lebih jelasnya akan kami sampaikan nanti saat release Live Streaming melalui akun resmi Instagram @polres_jakbar," tutup Maulana.


Relawan Anti Narkoba Adalah Agent of Change

BY GentaraNews IN

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) membutuhkan kerja sama dari seluruh komponen bangsa terutama dari berbagai pemangku kepentingan ( stakeholders)

Kerja sama tersebut diwujudkan dengan komitmen yang nyata melalui peran serta komponen masyarakat dan stakeholders dengan menjadi Relawan Anti Narkoba.

Deputi Pencegahan BNN, Drs. Anjan Pramuka Putra, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa Relawan adalah orang-orang terpilih yang akan menjadi perpanjangan tangan BNN.

“Bapak/Ibu (Relawan Anti Narkoba) adalah Agent of Change, orang-orang terpilih yang akan menjadi perpanjangan tangan BNN di lingkungan masing-masing terutama untuk menggerakan partisipasi masyarakat mencegah penyalahgunaan Narkoba”, ujar Deputi Pencegahan BNN RI pada kegiatan Asistensi Penguatan Dalam Rangka Pembentukan Relawan Anti Narkoba pada Stakeholders di Lingkungan Instansi dan Organisasi/Kelompok Masyarakat, di Hotel Bidakara, Jakarta, (25/8).

Dengan peran strategis yang dimiliki oleh Relawan terhadap kelangsungan hidup bangsa, Deputi Pencegahan BNN RI sangat mengharapkan Relawan Anti Narkoba akan mampu menjadi garda terdepan dalam menangkap peluang untuk melakukan berbagai upaya P4GN.

Pada tahun 2020, BNN RI menargetkan akan mengukuhkan 6.350 Relawan Anti Narkoba yang tersebar di seluruh Indonesia yang akan secara aktif memberikan penyuluhan dan pengetahuan kepada masyarakat melalui sosialisasi bahaya Narkoba.

Sinergitas dengan para Relawan Anti Narkoba khususnya dalam bidang pencegahan dapat menyelamatkan dan melindungi bangsa Indonesia dari ancaman kejahatan narkoba. (LEP)




Sumber : Biro Humas dan Protokol BNN RI
 

Senin, 24 Agustus 2020

Ada Perempuan Indonesia disebut sebagai pelaku bom bunuh diri di Filipina

BY GentaraNews IN


Seorang perempuan berkewarganegaraan Indonesia disebut sebagai salah seorang pelaku bom bunuh diri di kota Jolo, Filipina selatan, hari Senin (24/08), yang menewaskan setidaknya 14 orang

Perkembangan ini disampaikan perwira tinggi di angkatan bersenjata Filipina, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana, kepada kanal berita ABS-CBN.

Sobejana mengatakan "salah satu pelakunya kemungkinan adalah istri dari pengebom bunuh diri pertama Filipina, yang meledakkan diri di luar kam militer di kota Indanan, Sulu, pada 2019".

Media di Filipina menyebut nama laki-laki yang menjadi pengebom bunuh diri pertama di negara tersebut sebagai Norman Lasuca.

Sobejana mengatakan penyelidik sudah mengumpulkan jasad pelaku untuk dilakukan tes forensik dan pemeriksaan lebih lanjut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, mengatakan "belum ada konfirmasi resmi" terkait perempuan Indonesia yang disebutkan sebagai pelaku ini.

Dua ledakan hebat di Jolo pada Senin (24/08), selain menewaskan setidaknya 14 orang, juga melukai sekitar 75 orang lainnya.

Juru bicara satuan tugas antiterorisme Filipina, Rex Payot, kepada para wartawan mengatakan bahwa ledakan terjadi di dekat pusat kota.

Laporan militer dan polisi menyebutkan tentara dan warga sipil menjadi korban dalam ledakan pertama, yang terjadi ketika personel militer membantu otoritas sipil melakukan bantuan penanganan pandemi Covid-19.

Tak lama kemudian terjadi ledakan kedua di dekat Katedral Our Lady of Mount Carmel.

Tahun lalu, terjadi serangan bom bunuh diri di katedral ini ketika jemaat tengah melakukan misa. Setidaknya 23 orang meninggal dunia.

Dalam tiga tahun terakhir, terjadi sekurangnya enam serangan bom bunuh diri, jenis serangan yang sebelumnya sangat jarang terjadi di Filipina.

Hingga Selasa (25/08) malam waktu setempat belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab melakukan serangan bom bunuh diri di kota Jolo.

Namun, perwira tinggi militer Filipina untuk kawasan Sulu, Brigadir Jenderal William Gonzales, dalam wawancara kepada media mengatakan bahwa "hanya kelompok Abu Sayyaf yang bisa melakukan serangan seperti ini".

"Satu-satunya kelompok yang punya kapasitas melakukan serangan ini ... adalah kelompok teroris yang aktif di kawasan ini," kata Gonzales, mengacu ke kelompok Abu Sayyaf.

Sulu adalah basis kekuatan Abu Sayyaf, yang oleh pemerintah Filipina digolongkan sebagai kelompok teroris.

Pemerintah Filipina mengatakan kelompok Abu Sayyaf terlibat dalam pengeboman dan penculikan di kawasan Filipina selatan sejak 1989.

Kelompok ini ingin mendirikan negara sendiri di Mindanao di selatan, terlepas dari Manila.

Mereka juga sudah menyatakan diri berafiliasi dengan kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Pada 2016, pejabat di Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan penggerebakan oleh aparat keamanan Indonesia terhadap para simpastisan ISIS mendorong para simpatisan ini pindah ke Filipina selatan.

BNPT mengatakan bahwa setidaknya puluhan simpatisan tersebut menjalani pelatihan di kawasan tersebut.

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga