Baca Juga
Senin, 26 Januari 2026
Jumat, 14 Maret 2025
Perkembangan Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia dan Manfaatnya untuk Kehidupan Sehari-hari
BY GentaraNews IN Ai, education, Internasional, news, Teknologi
Gentara News,- Kecerdasan Buatan atau yang biasa disebut AI (Artificial Intelligence) semakin berkembang pesat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Teknologi ini membawa banyak perubahan, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kehidupan sehari-hari. Namun, bagi sebagian orang yang masih awam dengan teknologi ini, mungkin terbayang sebuah sistem yang rumit dan sulit dipahami. Lantas, apa sebenarnya kecerdasan buatan itu? Dan bagaimana AI bisa bermanfaat dalam kehidupan kita?
Apa Itu Kecerdasan Buatan (AI)?
Kecerdasan Buatan atau AI adalah teknologi yang memungkinkan mesin atau komputer untuk berpikir, belajar, dan bertindak seperti manusia. Dengan menggunakan data dan algoritma (langkah-langkah perhitungan), mesin AI bisa "mengerti" dan "memprediksi" apa yang harus dilakukan dalam situasi tertentu. Misalnya, ketika kita menggunakan aplikasi peta untuk mencari rute tercepat, sistem AI yang ada di dalamnya bisa memperkirakan waktu perjalanan dan mengarahkan kita sesuai dengan kondisi lalu lintas terkini.
Perkembangan AI di Indonesia
Di Indonesia, perkembangan AI semakin meningkat. Banyak perusahaan dan institusi pendidikan yang mulai memanfaatkan AI untuk berbagai kepentingan. Contohnya, di bidang e-commerce, perusahaan besar seperti Tokopedia dan Bukalapak menggunakan AI untuk memprediksi produk yang akan dicari oleh konsumen. AI juga digunakan oleh sektor perbankan untuk mempermudah transaksi, seperti dalam sistem deteksi penipuan (fraud detection).
Selain itu, pemerintah Indonesia juga mulai mendukung pengembangan AI melalui program-program seperti Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS) yang bertujuan untuk memperkenalkan AI kepada masyarakat luas dan memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan nasional.
Manfaat AI dalam Kehidupan Sehari-hari
-
Mempermudah Akses Informasi dan Layanan AI memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi lebih cepat dan tepat. Misalnya, melalui asisten virtual seperti Google Assistant atau Siri, kita bisa menanyakan berbagai hal dengan mudah tanpa harus mencari secara manual. Bahkan, aplikasi AI seperti chatbots juga digunakan oleh perusahaan untuk memberikan layanan pelanggan 24 jam.
-
Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Di dunia medis, AI sudah mulai digunakan untuk membantu mendiagnosis penyakit lebih cepat dan akurat. Contohnya, AI dapat menganalisis gambar medis seperti rontgen dan MRI untuk mendeteksi penyakit seperti kanker atau gangguan jantung. Ini bisa mempercepat proses diagnosis dan membantu dokter memberikan perawatan yang lebih baik bagi pasien.
-
Mempermudah Pekerjaan di Bidang Pendidikan Dalam dunia pendidikan, AI dapat membantu siswa belajar lebih efektif. Misalnya, dengan aplikasi pembelajaran berbasis AI yang dapat menyesuaikan materi dengan kemampuan masing-masing siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan.
-
Meningkatkan Efisiensi Bisnis Banyak perusahaan di Indonesia yang mulai menggunakan AI untuk meningkatkan efisiensi bisnis. Dengan AI, perusahaan bisa mengoptimalkan proses produksi, mengelola persediaan barang, serta memprediksi tren pasar. Semua ini membantu perusahaan untuk lebih produktif dan mengurangi biaya operasional.
-
Membantu Pengambilan Keputusan AI membantu individu dan perusahaan untuk mengambil keputusan yang lebih baik dengan menganalisis data dalam jumlah besar dan menemukan pola-pola yang tidak terlihat oleh manusia. Misalnya, dalam dunia keuangan, AI bisa membantu investor untuk memilih saham yang tepat berdasarkan analisis data pasar.
Kesimpulan
Perkembangan kecerdasan buatan di Indonesia semakin pesat dan memberikan banyak manfaat, terutama dalam mempermudah pekerjaan, meningkatkan kualitas layanan, dan membantu pengambilan keputusan. Meskipun teknologi ini masih terbilang baru bagi sebagian besar orang, manfaat AI dalam kehidupan sehari-hari semakin terasa. Dengan dukungan dari pemerintah, industri, dan pendidikan, kita dapat berharap bahwa teknologi ini akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia ke depan. (Ay)
#teknologi #ai #gentaranews #indonesia #artificialintelegent #news
Kamis, 02 Mei 2024
PUTRA DAERAH: Perlunya Pemimpin Muda Berjiwa Heroik Membangun Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Daerahnya.
BY GentaraNews IN Berita, Daerah, news, opini, Pilkada 2024, Teknologi
GentaraNews, 03-5-2024,-
Masa depan suatu daerah terletak pada tangan pemimpinnya. Di era yang penuh dengan perubahan dan tantangan ini, dibutuhkan sosok pemimpin muda yang berjiwa heroik, berani, inovatif, cerdas, kreatif, visioner, jujur, dan berakhlak untuk membangun perekonomian daerah demi kesejahteraan masyarakat. Putra daerah, dengan pemahaman mendalam tentang budaya dan potensi lokal, menjadi kandidat ideal untuk kepemimpinan yang transformatif.
Selasa, 15 Agustus 2023
KEMENDAGRI dan KADIIFA Sepakat Gelar Festival dan Expo Tenun Songket 2023
Tenun dan songket tradisional yang ada di seluruh kepulauan Indonesia, merupakan ciri khas dan jati diri budaya bangsa . Tenun dan Songket Tradisional hand made Indonesia, mempunyai nilai filosofi nan adiluhung, yang mempunyai nilai investasi dan nilai jual tinggi, sudah selayak nya wastra tradisional tenun dan songket Indonesia di berikan apresiasi tinggi dan di dukung kelestarian nya, di lindungi kepemilikan secara resmi keberadaannya yang sejak lebih dari 1000 tahun secara turun temurun masih di kembangkan oleh anak bangsa indonesia.
Presiden dan seluruh pemerintah secara resmi wajib melestarikan warisan budaya bangsa tak benda, sebagai aset budaya yang tidak ternilai, begitupun wajib dibudayakan, digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat indonesia .
Hasil pelaksanaan Gathering Festival Tenun, Songket
Nusantara, dan UMKM Expo Auditorium BPSDM Kemendagri adalah bentuk promosi
untuk penyelenggaraan Festival Tenun, Songket Nusantara, dan UMKM Expo. Rabu (9/8/23) lalu.
“Festival dimaksud untuk mengukuhkan warisan budaya ini. Kementerian Dalam Negeri bekerjasama dengan Komunitas Indonesia International Fashion Art & UKM (KADIIFA), Pemerintah DKI Jakarta, dan Kamar Dagang & Industri Indonesia akan menyelenggarakan Festival Tenun Songket Nusantara & UMKM Expo 2023 di Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, dari 2 hingga 7 September 2023”, Jelas Ketua Umum Kadiifa Prof. Dr. Hj. Anna Mariana, SH, MH, MBA
“Fokus utama Festival Tenun Songket Nusantara & UMKM Expo tahun ini adalah Deklarasi dan Penetapan Hari Tenun dan Songket Nasional pada tanggal 7 September. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo akan memimpin acara tersebut. Pemilihan tanggal ini menghormati momen di tahun 1926 saat Dr. Soetomo menjadikan "menenun" sebagai mata pelajaran utama di sekolah formal”, tambah Anna Mariana menjelaskan
“Dalam kegitan tersebut Presiden Joko Widodo sebagai Bapak Pelindung Tenun & Songket Nusantara. Agenda lain termasuk Pemilihan Putra Putri Tenun & Songket Indonesia 2023, Pameran Tenun Songket Keraton Nusantara, UMKM Expo, serta Konser Budaya & Festival Tari Nusantara”, tambah Anna Mariana lagi
Festival Tenun Songket Nusantara & UMKM Expo 2023
menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia
yang kaya dan tak ternilai harganya. (LE).
Peusijuek Wamen Nezar Patria Sekaligus Peringati Hari Damai Aceh
JAKARTA - Tokoh Aceh di Jakarta yang tergabung dalam sejumlah organisasi/lembaga melakukan prosesi adat peusijuek (tepung tawar) terhadap Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamen Kominfo) Nezar Patria yang dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 17 Juli lalu.
Dilakukan di Wisma Taman Iskandar Muda di kawasan Guntur, Setiabudi, Jakarta, pada Selasa (15/8/2023) malam, prosesi peusijuek melibatkan Majelis Adat Aceh (MAA) Cabang Jakarta, Taman Iskandar Muda, dan Diaspora Global Aceh. Acara peusijuek Nezar bersama bersama istri ini sekaligus memperingati Hari Damai Aceh yang sudah berusia 18 tahun.
Dalam sambutannya, Nezar Patria menyampaikan terima kasih atas acara adat yang digagas oleh Taman Iskandar Muda dan MAA.
"Sungguh ini sebuah penghargaan dan kemuliaan bagi saya," kata Nezar.
Nezar kemudian mengenang momen Hari Damai Aceh. Menurutnya, saat MoU Helsinki ditandatangani pada 15 Agustus 2005, Nezar menyaksikannya dari dekat dengan jantung berdebar bahagia di hadapan para perunding GAM dan Pemerintah Indonesia. Sebuah momen bersejarah yang menandai berakhirnya konflik panjang dan berdarah-darah sejak Indonesia merdeka.
"Sebagai generasi muda Aceh pada waktu itu, saya berterima kasih kepada kedua pihak yang berjiwa besar dan bersepakat untuk membangun Aceh baru yang damai dan sejahtera di bawah bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Nezar.
Bagi Nezar, perjanjian di Helsinki adalah momen puncak, sebuah solusi politik yang bisa diterima kedua pihak, tanpa ada yang kehilangan muka, dan menghargai martabat kedua pihak.
Nezar juga terkenang menjelang penandatangan MoU Helsinki, salah satu anggota tim perunding Pemerintah Pusat bertanya kepadanya apakah ada pepatah Aceh tentang perdamaian.
"Maka saya ingat pepatah 'pat ujeun yang tan pirang, pat prang tan reda.' Pepatah itu pula kalau tidak salah diucapkan oleh Presiden Indonesia ke-6 Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya menyambut perdamaian bersejarah ini," kata Nezar.
Nezar percaya, pepatah itu adalah hasil dari pengalaman panjang para endatu di Aceh yang melewati berbagai tantangan zaman, sejak kerajaan Aceh terbentuk hingga masa republik saat ini.
"Bahwa tak ada yang abadi di alam semesta, seperti hujan yang akan reda, demikian pula perang yang akan berhenti," ujarnya.
Pengalaman pahit selama konflik bersenjata itu, kata Nezar, hendaknya menjadi menjadi pelajaran, sebagai modal pengalaman, pengetahuan, dan bijak dalam melangkah menyongsong masa depan Aceh yang lebih baik.
Menurut Nezar, perdamaian telah membuka peluang politik bagi Aceh untuk memberikan terbaik bagi masyarakat. Politik yang mengabdi kepada publik.
"Buah dari perjuangan panjang dan titik kompromi itu adalah suatu sistem demokrasi lokal yang berkuasa untuk mengatur diri sendiri, tanpa harus menyerahkan segalanya ke pemerintahan pusat," ujarnya.
Dana Otonomi Khusus dan lahirnya partai lokal di Aceh, kata Nezar, seharusnya bisa membuat Aceh lebih sejahtera.
Nezar mencatat, dari 2008 hingga 2022, tercatat sudah Rp95,9 triliun Dana Otsus yang diterima Aceh. Dana itu akan berakhir pada 2027. Kini, kata Nezar, dirinya mendengar sedang dilakukan upaya-upaya untuk meminta perpanjangan Dana Otsus.
Hanya saja, Nezar mengingatkan pada 2020 lalu, Presiden Joko Widodo sempat mempertanyakan tata kelola penggunaan dana otonomi khusus Aceh yang disebutnya sebagai uang yang besar tetapi masih muncul tanda tanya: apakah sudah bermanfaat bagi rakyat? Apakah sudah tepat sasaran?
"Pertanyaan itu muncul mengingat angka kemiskinan di Aceh masih 14 persen. Angka yang besar, kata Presiden. Karena itu Bapak Presiden meminta agar kita semua memberi perhatian penuh ke sana lewat program-program yang didesain untuk pengentasan kemiskinan," ujarnya.
Nezar mengingatkan agar Aceh perlu memikirkan jalan keluar alternatif seandainya Dana Otsus tidak lagi diperpanjang di masa depan. Dia mengatakan ada harapan besar bahwa generasi muda Aceh, terutama Gen Z, kini lebih beradaptasi dengan zaman di era digital. Gen Z di Aceh saat ini, katanya, punya mimpi dan kesempatan yang melampaui generasi lama.
"Tugas kita yang di sini malam ini adalah membuka jalan untuk mereka, para generasi penerus," ujarnya.
Dia mencobtohkan pada perhelatan SEA Games 2023 lalu di Kamboja, yang menyumbang medali emas cabang olahraga e-sport untuk Indonesia adalah atlet asal Aceh Teuku M Kautsar.
"Ini adalah pencapaian luar biasa untuk seorang anak yang besar di ujung pulau Sumatera," katanya.
Keberhasilan Kautsar, kata Nezar, tentu menyalakan harapan baru bahwa generasi muda Aceh sangat adaptif dengan teknologi digital, dan mampu mengejar ketertinggalan.
Pemerintah Pusat, kata Nezar, terus mendukung Aceh untuk mengejar ketertinggalan ini dengan membangun infrastruktur penunjang seperti jaringan internet. Di Aceh, saat ini ada ratusan blank spot 4G yang perlu diperhatikan.
"Saya juga sudah bicara dengan Diskominfo Aceh dan meminta Dinas itu untuk bekerjasama dengan Balai Monitoring Kominfo di Aceh guna menyisir daerah-daerah tertinggal dan terluar untuk kita fasilitasi dengan jaringan internet yang memegang peranan penting di era digital saat ini, termasuk dalam hal perdagangan berbasis digital yang bisa melampaui batas negara,"ujarnya.
Nezar juga menyampaikan pihaknya di Kementerian Kominfo baru-baru ini sudah memblokir puluhan ribu situs judi online, termasuk Higg Domino yang sebelumnya pernah diminta agar diblokir oleh ulama dan pemerintah Aceh.
"Semoga pemblokiran ini bisa mengobati keresahan kita selama ini," ujarnya.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara adat ini diantaranya mantan Menteri ATR BPN Sofyan Djalil, Mantan Dubes RI untuk Inggris, Teuku Mohammad Hamzah Thayeb yang mewakili Diaspora Global Aceh, Ketua MAA Perwakilan Jakarta Surya Dharma, Mantan Gubernur Aceh, Abdullah Puteh, serta Sekjen Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya. Hadir pula dalam kesempatan itu mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal.
Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda Muslim Armas menitipkan sejumlah harapan masyarakat Aceh kepada Nezar terutama dalam tugasnya sebagai Wakil Menteri Kominfo.
“Kami titip bahwa masih banyak daerah di Aceh yang susah sinyal dan belum tersebar secara merata di Aceh, terutama di bagian Selatan dan Tengah Aceh. Karena itu kami berharap Wamenkominfo mendorong agar jaringan telekomunikasi dan internet di Aceh bisa lebih baik,” kata Muslim.
Muslim juga meminta kominfo bertindak untuk menertibkan aplikasi dan juga situs judi online yang meresahkan masyarakat di provinsi satu-satunya di Indonesia yang menerapkan pemberlakuan syariat Islam. Menurut Muslim generasi muda Aceh harus diselamatkan dari jeratan judi online.
“Harus ada upaya nyata untuk menyelamatkan generasi Aceh dari judi online yang semakin meresahkan kita semua,” sebutnya.
Selain itu Nezar juga diminta untuk membantu menyelesaikan ketertinggalan Aceh yang saat ini masih tercatat sebagai provinsi termiskin di sumatera, setelah Aceh mendapatkan banyak dana otonomi khusus buah dari perjanjian damai Aceh yang telah berlalu 18 tahun. Kontribusi Nezar di akhir periode presiden Joko Widodo ini diharapkan dapat menjembatani komunikasi Aceh dengan pusat. []










