Obat Tradisionals

  • Latest News

    Powered by Blogger.
    Monday, July 27, 2020

    Hidup 100% Hidup sehat, Produktif Bahagia, Memupuk Nasionalisme

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menargetkan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Jawa Tengah turun. Hal tersebut disampaikan Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen. Pol. Dr. Benny Gunawan, S.H., M.H saat memberikan pemaparan pada acara rapat kerja pemberdayaan anti narkoba pada instansi pemerintah, Kamis (23/7/2020) di obyek wisata Pancuran Mas Purbayasa, Padamara.

    Menurut Brigjen Pol. Dr. Benny Gunawan, S.H., M.H, "Dari 32 juta jiwa warga Jawa Tengah, terdapat 1,3% atau sekitar 195 ribu jiwa warga Jawa Tengah adalah penyalahguna Narkoba. Angka 1,3% itu pun menempatkan Jawa Tengah sebagai Provinsi dengan penyalah guna Narkoba nomor empat tertinggi di Indonesia," jelas Ka BNNP Jawa Tengah.

    "Di Purbalingga, angka penyalahgunaan Narkoba khususnya pada penggunaan tembakau gorilla. Meningkatnya penyalahgunaan Narkoba jenis itu dikarenakan harganya yang murah dan mudah didapat sehingga bagi para kalangan muda yang tidak berpenghasilan besar, Narkoba ini akan mudah terakses," tambah Ka BNNP Jawa Tengah.

    Kepala BNNK Purbalingga Sudirman S.Ag, M.Si menyampaikan kepada redaksi melalui pesan Whatapps tentang melindungi keluarga dari Bahaya penyalahgunaan narkoba di Purbalingga. Selasa (28/7/20).

    Menurut Ka BNNK Purbalingga, "Tentunya, kita percaya akan adanya kearifan lokal Sebuah hal yang memang dapat digunakan sebagai senjata pamungkas dalam melindungi segenap lapisan masyarakat, tak hanya generasi tuanya, tapi juga generasi mudanya," Jelasnya.

    "Kearifan lokal Purbalingga tentu membedakan dengan daerah lainnya. Kearifan lokal merupakan produk yang tumbuh, lahir dan berkembang di sekitar kita inilah yang mestinya dikelola sebagai sebuah potensi," tambah Ka BNNK Purbalingga.

    "Banyak hal yang mungkin bagi beberapa orang dipandang remeh namun justru potensi luar biasa dapat dihasilkannya, salah satu contohnya adalah kita sebagai warga masyarakat Purbalingga harus bangga dengan aksen dialek khas ngapak nya sebagai bahasa penginyongan sehari-hari," lanjut Sudirman

    Bahasa ngapak, penginyongan yang familiar di semua kalangan tentu dapat dijadikan saranan komunikasi efektif dalam penyampaian pesan-pesan tertentu, tak terkecuali hastag Hidup 100 Persen Hidup Sehat, Produktif dan Bahagia.

    Kok bisa ? Gimana caranya? Apa bisa? Emang bisa ya?

    Mungkin itu diantara beberapa pertanyaan skeptis, jika tidak mau disebut pesimistis yang mungkin saja terlontar masuk di telinga kita.

    BNN, sebagai garda, sebagai Focal point P4GN tentunya harus pandai dalam mengemas bahasa. Kan yo ndak harus saklek pake kalimat Hidup 100 Persen Hidup Sehat, Produktif dan Bahagia tho ?

    Kan bisa saja dikemas dengan gaya Ngapak nya seperti Urip Sing Senyatane Urip atau bisa juga dengan kalimat Urip Aja Nggo Begajulan, Urip Mung Pisan Aja Nggo Dolanan, Urip Waras Bedigas, Teyeng Nyambut Gawe, Teyeng Ngode, Teyeng Pakhal, Pokoke Digawe Bungah Ning Ora Bubrah juga bisa. Atau dengan kreasi lainnya. Ambyar misalkan.

    Bisa juga ditautkan dengan promosi produk lokal yang ada di Purbalingga, misalkan saja Bungah Ora Kudu Mewah, Cukup Pit Pitan Mlipir Sawah Sih Genah*. Kalimat ini singkat tapi ya kekinian, karena artinya Bahagia Tak Harus Mewah, Cukup dengan Bersepeda Ria Menyusuri Jalanan Di Pinggir Sawah, jelas hasilnya tho ? Atau dalam bahasa kekinian pesan yang disampaikan masssoookkk.
    Sehat ? Iya jelas. Karena olah raga pit pitan atau sepedaan yang sekarang sedang trending.

    Murah ? Tentu, karena cukup dengan keliling pinggir jalanan desa nan asri.
    Mewah? Mungkin kita anggap pemandangan sawah, kebun adalah biasa saja, tapi bagi orang kota, wah ini adalah pemandangan langka bahkan mahal, karena di kota besar tidak ada sawah, tidak ada kebun.

    Tentunya, dengan era saat ini yang serba digital, serba medsos, sekiranya, dapatlah kita rangkul kaum milenial, kaum kekinian untuk bisa membuat konten-konten kreatif dengan tetap mempertahankan kearifan lokal yang ada di sekitar kita, agar tak punah, agar tak diklaim oleh bangsa lain.

    Pesan Hidup 100 Persen Hidup sehat, produktif bahagia dapat, memupuk nasionalismenya juga dapat.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments :

    Post a Comment

    Item Reviewed: Hidup 100% Hidup sehat, Produktif Bahagia, Memupuk Nasionalisme Rating: 5 Reviewed By: Le putra
    Scroll to Top