Baca Juga

Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juni 2022

Putra Shah Rukh KHan Sempat Terseret Kasus Narkoba

BY GentaraNews IN



Aryan Khan, putra Shah Rukh Khan itu sempat ditangkap dan menjalani hukuman penjara akibat kasus dugaan penyalahgunaan narkoba pada akhir tahun 2021 lalu. Usai menjalani pemeriksaan, Aryan Khan terbukti tidak memiliki narkotika. Ia pun akhirnya dibebaskan dari tuduhan tersebut.

Meski telah dibebaskan, Aryan Khan mengaku dirinya mendapat pandangan buruk dari masyarakat akibat kasus yang pernah menimpanya itu. Atas hal itu, Aryan menyalahkan pihak NCB atau Narcotics Control Bureau. Aryan mengatakan, saat itu NCB menyebut dirinya sebagai pengedar narkoba internasional dan diduga menyelundupkan narkoba di kapal pesiar.

NCB menilai adanya keterkaitan antara kepemilikan narkoba Aryan Khan dengan perdagangan narkoba internasional. Meskipun begitu, pada Mei 2022, tuduhan yang ditujukan kepada putra Shah Rukh Khan itu tak terbukti, lantaran tidak adanya bukti kuat mengenai hal itu.


Dilansir dari India Today, Aryan Khan berbincang dengan petinggi NCB terkait nama dan reputasinya yang tercoreng akibat tuduhan dirinya sebagai pengedar narkoba internasional.

"Anda sudah melabeliku sebagai pengedar narkoba internasional, bukankah ini sebuah tuduhan yang tidak masuk akal? Mereka tidak menemukan narkoba di tubuhku hari itu tapi mereka tetap menangkapku. Kau sudah melakukan kesalahan dan merusak reputasiku. Kenapa aku harus menghabiskan beberapa minggu di penjara? Apakah aku pantas mendapatkan perlakuan ini?" ucap Aryan Khan seperti dijelaskan Sanjay Singh, petinggi NCB.

Di balik penangkapan Aryan Khan, ada dugaan motif politik di dalamnya. Namun saat ini kasus narkoba tersebut telah diselesaikan. Aryan Khan pun sudah tak lagi dibayang-bayang dan persembunyiannya. Setelah kasus narkoba yang menyeret namanya mencuat, Aryan Khan sempat menghilang meski telah bebas dari balik jeruji besi.

Sebelumnya, kuasa hukum Aryan Khan menyebut putra Shah Rukh Khan itu dijebak. Pasalnya, pihak berwajib tidak pernah menyita barang bukti narkoba atas nama Aryan Khan.

"Tidak ada barang bukti yang disita atau memberatkan klien saya. Dia (Aryan) tidak memiliki boarding pass, bahkan tidak ada kursi atau kabin atas namanya," kata Satish Maneshinde dilansir dari BollywoodShadish.

Sekedar informasi, saat itu Aryan Khan digerebek NCB bersama 7 orang di atas kapal pesiar. Dalam penggerebekan itu, ditemukan barang bukti narkoba berupa 13 gram kokain, 22 pil MDMA (ekstasi), 5 gram MD (Mephedrone) dalam kategori jumlah sedang. Selain itu juga ditemukan 21 gram chara yang termasuk dalam kategori jumlah kecil.

NCB menyebut Aryan Khan menyimpan narkoba di dalam kotak lensa yang dibawanya. Sementara tersangka lainnya menyimpan narkoba di kotak obat hingga pembalut.

Satish Mashinda menegaskan bahwa Aryan Khan tidak mungkin terlibat dalam pesta narkoba di kapal pesiar itu, terlebih menjual barang haram tersebut. Menurutnya, Aryan Khan mampu membeli kapal pesiar mewah itu.

"Untuk apa Aryan menjual narkoba? Jika mau, dia mampu membeli kapal pesiar itu," tukasnya.

Jumat, 28 Januari 2022

Arab Saudi Tangkap 5 Pengedar Narkoba di Jeddah

BY GentaraNews IN



RIYADH - Pihak berwenang Arab Saudi menangkap lima orang karena berusaha mendistribusikan pil amfetamin dan tablet lain dalam jumlah besar.

Lima orang itu ditangkap di wilayah Barat Arab Saudi. Mayor Mohammed Al-Nujaidi, juru bicara Direktorat Jenderal Pengendalian Narkotika, mengatakan penangkapan terjadi selama pemantauan keamanan jaringan penyelundupan dan promosi narkoba yang menargetkan keamanan Kerajaan.

“Pihak berwenang menangkap 4 warga negara dan seorang warga negara Somalia yang melanggar sistem keamanan perbatasan, dan menyita 829 tablet amfetamin, pil dan tablet ilegal lainnya yang tunduk pada peraturan medis,” kata Al-Nujaidi, seperti dikutip dari Arab News, Kamis (27/1/2022).

Menurutnya, penangkapan dilakukan setelah mereka muncul dalam klip video sedang mengendarai kendaraan tanpa plat nomor di sebuah lingkungan di Jeddah.

“Langkah hukum awal telah dilakukan terhadap kedua warga tersebut, dan mereka telah dirujuk ke Kejaksaan,” tambah Al-Nujaidi. Selain Arab Saudi, negara timur tengah lainnya yang juga tengah berperang dengan para penyelundup narkoba adalah Yordania.

Dilaporkan pasukan Yordania menewaskan 27 tersangka penyelundup narkoba bersenjata dan melukai sejumlah lainnya yang berusaha memasuki negara itu dari Suriah pada Kamis dini hari.

“Tentara akan menyerang dengan tangan besi dan menangani dengan kekuatan dan ketegasan mutlak setiap upaya penyusupan atau penyelundupan untuk melindungi perbatasan," kata seorang pejabat militer Yordania yang tidak disebutkan namanya.

Para penyelundup yang masih hidup, yang menurut pernyataan itu “didukung oleh kelompok-kelompok bersenjata lainnya”, melarikan diri kembali ke wilayah Suriah, meninggalkan simpanan narkoba.

Operasi pencarian sedang berlangsung untuk memastikan daerah itu bersih dari orang-orang serta narkotika.

Selama setahun terakhir, Yordania telah mengeluhkan peningkatan besar dalam upaya penyelundupan di sepanjang perbatasan 225 mil dengan Suriah, yang menurut para ahli telah berubah menjadi pusat regional untuk pembuatan dan ekspor obat-obatan seperti Captagon, amfetamin yang populer di Timur Tengah.

Narkoba jenis ini sering digunakan selama perang saudara Suriah oleh para kombatan, baik untuk tetap terjaga maupun untuk memberanikan diri. Tentara menggagalkan sekitar 361 upaya penyelundupan tahun lalu; satu insiden melibatkan mencegat drone pengiriman obat yang terbang melintasi perbatasan.

Sumber : SindoNews.com

Jumat, 31 Desember 2021

Panama Sita narkoba pada 2021 Sebanyak 128 Ton

BY GentaraNews IN



Kementerian Keamanan Panama berhasil menyita sekitar 128 ton barang selundupan, terutama kokain, Ahad (26/12). Tutup Tahun 2021 Panama catatan rekor baru dalam penyitaan narkoba. (Minggu 26/12/2021)

Dilansir dari Channel News Asia, terjadi peningkatan jumlah narkoba sitaan pada 2021 sebesar 43% dari rekor sebelumnya yang tercatat di 2019.

Saat itu, Panama menyita 90 ton narkoba dalam satu tahun. Di 2021, jumlahnya melonjak tajam menjadi 128,7 ton.

"Pada 2021, sebagai hasil dari 565 operasi melawan kejahatan terorganisir dan perdagangan narkoba, 128,7 ton narkoba disita," ungkap Presiden Panama Laurentino Cortizo saat menghadiri Majelis Nasional, Minggu (2/1).

Di 2020, tindakan penguncian ketat di awal masa pandemi rupanya cukup berhasil menekan jumlah narkoba yang disita. Pada periode itu, Pemerintah Panama hanya sanggup menyita hingga 84 ton.

Bulan lalu, Panama juga melaporkan rekor transaksi tunai narkoba terbesar, jumlahnya mencapai US$ 10 juta. Tim penyelidik butuh waktu lebih dari 12 jam untuk menghitung uang yang ditemukan di sebuah rumah di Nueva Providencia, Provinsi Colon.

Pihak berwenang mengatakan, perdagangan narkoba dari pelabuhan Karibia ke Eropa juga meningkat.

Baru-baru ini, kepolisian Panama berhasil membongkar dua kelompok kriminal di bawah kartel Klan Teluk Kolombia yang mengendalikan sekitar sepertiga produksi kokain Panama, atau sekitar 300 juta ton.

Kebanyakan penyelundupan dilakukan dengan memanfaatkan peti kemas. Sedangkan provinsi tempat para pejabat melakukan pengangkutan narkoba terbesar adalah Colon di utara tengah Panama, dengan 50 ton. Kemudian  wilayah perbatasan barat Chiriqui dengan 20 ton, dan provinsi Panama dengan 18 ton.

Beberapa penyitaan yang dilakukan di pantai Pasifik dan Karibia, serta di bandara. Untuk lembaga yang mengamankan operasi penyitaan, pemerintah dibantu oleh angkatan udara angkatan laut nasional yang menyita 86.332 paket obat-obatan, polisi nasional mengamankan 29.525 paket, dan otoritas perbatasan nasional sebanyak 11.011 paket.

Panama telah dikenal sebagai pintu masuk Amerika Tengah untuk obat-obatan terlarang yang diproduksi di Amerika Selatan. Sebagian besar kokain berasal dari Kolombia dan pada umumnya akan disalurkan ke Amerika Serikat.

Presiden Cortizo pada Minggu juga menyampaikan, tingkat pembunuhan di Panama pada tahun 2021 cukup tinggi. Perbandingannya mencapai 11,5 per 100.000 penduduk.

"Sebagian besar kasus pembunuhan terkait dengan kejahatan terorganisir. Dalam perang melawan kejahatan, saya tidak bernegosiasi dan saya tidak akan bernegosiasi dengan penjahat," tegas Cortizo. (LEP)

 

Rabu, 09 Juni 2021

800 Orang Ditangkap, 32 Ton Narkoba Disita

BY GentaraNews IN



Lebih dari 800 tersangka ditangkap, 32 ton narkoba dirampas dan USD148 juta (Rp2 triliun) disita dalam sebuah penyelidikan kejahatan terorganisir besar-besaran di dunia.

Para pejabat penegak hukum mengumumkan hal ini dalam konferensi pers di Den Haag pada Selasa (8/6). Operasi Trojan Shield ini mencakup penggerebekan polisi di 16 negara, di mana 250 senjata api dan 55 mobil mewah juga disita.

Kepala Kepolisian Nasional Belanda Constable Jannine van den Berg mengatakan operasi itu merupakan “pukulan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap jaringan kriminal, dan ini di seluruh dunia.”

Asisten Direktur Unit Investigasi Kriminal di Biro Penyidik Federal (FBI) Amerika Calvin Shivers mengatakan Operasi Trojan Shield ini “adalah contoh cemerlang dari apa yang dapat dicapai ketika mitra-mitra penegak hukum internasional dari seluruh dunia bekerjasama dan mengembangkan piranti investigasi negara untuk mendeteksi, memutus dan membongkar organisasi kriminal transnasional.”

Para pejabat itu mengatakan kunci penyelidikan ini adalah kemampuan para otoritas penegak hukum untuk mengetahui rencana-rencana para tersangka.

Peran Penting Platform Terenkripsi “EncroChat” dan “Sky ECC”

Badan-badan penegak hukum melumpuhkan dua platform terenkripsi – EncroChat dan Sky ECC – yang digunakan sindikat kejahatan ini. Pihak berwenang mengatakan kelompok-kelompok kriminal yang memperdagangkan narkoba membutuhkan telepon atau saluran komunikasi aman yang baru, yang disediakan FBI lewat aplikasi yang disebut ANOM yang dipasang di telepon-telepon seluler yang telah dimodifikasi.

Selama 18 bulan terakhir ini FBI telah membagi-bagikan telepon seluler yang terenkripsi dengan aplikasi ANOM – yang diyakini para tersangka sebagai saluran yang aman untuk digunakan – pada lebih dari 300 kelompok kejahatan yang beroperasi di 100 negara. Hal ini memungkinkan pihak berwenang memantau pengiriman narkoba yang dilakukan kelompok-kelompok itu dan rencana lainnya. 

“Ada kekosongan karena kurangnya platform terenkripsi ini, sehingga menciptakan kesempatan untuk melakukan kolaborasi dengan mitra-mitra internasional kami, tidak saja untuk mengembangkan piranti khusus tetapi juga mengembangkan proses mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi intelijen,” ujar Shivers.

FBI Pimpin Operasi Trojan Shield

Operasi Trojan Shield dipimpin oleh FBI, tetapi juga mengikutsertakan Badan Penanganan Narkoba (DEA), badan kepolisian Uni Eropa Europol dan badan-badan penegak hukum di lebih dari 20 negara.

Di Australia saja, pihak berwenang mengatakan mereka telah menangkap 224 orang, menyita lebih dari empat ton narkoba dan 35 juta dolar dalam penyelidikan yang berlangsung selama tiga tahun.

“Hari ini pemerintah Australia, sebagai bagian dari operasi global, telah memberi pukulan keras pada kejahatan terorganisir,” ujar Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada wartawan.

“Tidak saja di negara ini, langkah ini akan digemakan terhadap kejahatan terorganisir di seluruh dunia,” tambahnya. (*)

 


Sumber : Oke News

Peredaran Narkoba di Arab Saudi, Tangkap Dua Pengedar

BY GentaraNews IN



Pasukan keamanan Kerajaan Arab Saudi menangkap dua pengedar narkoba jenis sabu-sabu yang memiliki sejumlah besar narkoba. Keduanya merupakan warga Arab Saudi. Saudi Press Agency melaporkan Selasa (8/6/2021).

Juru bicara Direktorat Jenderal Pengendalian Narkotika Kapten Mohammed Al-Najidi, “mengatakan penangkapan berdasarkan video yang beredar di media sosial. Dimana dua orang itu mempromosikan zat narkotika”

“Petugas keamanan menindaklanjuti pengedar narkoba di wilayah Riyadh. Dengan mengidentifikasi dan menangkap kedua warga tersebut, jelas Kapten Mohammed Al-Najidi.

“Petugas keamanan menyita sabu, sabu, dan 104 tablet yang diatur peredarannya," tambah Kapten Mohammed Al-Najidi.

Kapten Al-Najidi mengatakan, "mereka telah ditangkap da tindakan hukum awal telah diambil".

"Mereka telah dirujuk ke Penuntut Umum,” tambah Kapten Mohammed Al-Najidi," pungkas Kapten Mohammed Al-Najidi.

Pemerintah kerajaan Arab Saudi, sebelumnya menggagalkan upaya penyelundupan 1,6 kilogram kokain ke Kerajaan.

Pihak Otoritas Zakat, Pajak, dan Kepabeanan di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah mencurigai seorang penumpang wanita yang tiba di Kerajaan.

Saat dilakukan rontgen terungkap 60 kapsul di perutnya, sebesar 683,5 gram.

Dalam kasus serupa, yang kali ini melibatkan penumpang pria, penyidik menemukan 80 kapsul berisi 918,5 gram kokain.

Pihak Otoritas Zakat, Pajak, dan Kepabeanan mengatakan menelan kapsul obat-obatan seperti heroin atau kokain adalah metode umum yang digunakan oleh penyelundup.

Untuk menggagalkan upaya dan menyita pengiriman dalam upaya menjaga keamanan dan melindungi masyarakat Saudi, petugas bea cukai di darat, laut dan bandara bekerja tanpa lelah

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga