Baca Juga
Minggu, 12 Juni 2022
Jumat, 28 Januari 2022
Arab Saudi Tangkap 5 Pengedar Narkoba di Jeddah
BY GentaraNews IN Internasional
Jumat, 31 Desember 2021
Panama Sita narkoba pada 2021 Sebanyak 128 Ton
BY GentaraNews IN Internasional
Dilansir
dari Channel News Asia,
terjadi peningkatan jumlah narkoba sitaan pada 2021 sebesar 43% dari
rekor sebelumnya yang tercatat di 2019.
Saat
itu, Panama menyita 90 ton narkoba dalam satu tahun. Di 2021, jumlahnya
melonjak tajam menjadi 128,7 ton.
"Pada 2021,
sebagai hasil dari 565 operasi melawan kejahatan terorganisir dan perdagangan
narkoba, 128,7 ton narkoba disita," ungkap Presiden Panama Laurentino
Cortizo saat menghadiri Majelis Nasional, Minggu (2/1).
Di
2020, tindakan penguncian ketat di awal masa pandemi rupanya cukup berhasil
menekan jumlah narkoba yang disita. Pada periode itu, Pemerintah Panama hanya
sanggup menyita hingga 84 ton.
Bulan
lalu, Panama juga melaporkan rekor transaksi tunai narkoba terbesar, jumlahnya
mencapai US$ 10 juta. Tim penyelidik butuh waktu lebih dari 12 jam untuk
menghitung uang yang ditemukan di sebuah rumah di Nueva
Providencia, Provinsi Colon.
Pihak
berwenang mengatakan, perdagangan narkoba dari pelabuhan Karibia ke Eropa juga
meningkat.
Baru-baru
ini, kepolisian Panama berhasil membongkar dua kelompok kriminal di bawah
kartel Klan Teluk Kolombia yang mengendalikan sekitar sepertiga produksi kokain
Panama, atau sekitar 300 juta ton.
Kebanyakan
penyelundupan dilakukan dengan memanfaatkan peti kemas. Sedangkan provinsi
tempat para pejabat melakukan pengangkutan narkoba terbesar adalah Colon di
utara tengah Panama, dengan 50 ton. Kemudian wilayah perbatasan barat
Chiriqui dengan 20 ton, dan provinsi Panama dengan 18 ton.
Beberapa
penyitaan yang dilakukan di pantai Pasifik dan Karibia, serta di bandara. Untuk
lembaga yang mengamankan operasi penyitaan, pemerintah dibantu oleh angkatan
udara angkatan laut nasional yang menyita 86.332 paket obat-obatan, polisi
nasional mengamankan 29.525 paket, dan otoritas perbatasan nasional sebanyak
11.011 paket.
Panama
telah dikenal sebagai pintu masuk Amerika Tengah untuk obat-obatan terlarang
yang diproduksi di Amerika Selatan. Sebagian besar kokain berasal dari Kolombia
dan pada umumnya akan disalurkan ke Amerika Serikat.
Presiden
Cortizo pada Minggu juga menyampaikan, tingkat pembunuhan di Panama pada
tahun 2021 cukup tinggi. Perbandingannya mencapai 11,5 per 100.000 penduduk.
"Sebagian
besar kasus pembunuhan terkait dengan kejahatan terorganisir. Dalam perang
melawan kejahatan, saya tidak bernegosiasi dan saya tidak akan bernegosiasi
dengan penjahat," tegas Cortizo. (LEP)
Rabu, 09 Juni 2021
800 Orang Ditangkap, 32 Ton Narkoba Disita
BY GentaraNews IN Internasional
Para pejabat penegak hukum
mengumumkan hal ini dalam konferensi pers di Den Haag pada Selasa (8/6).
Operasi Trojan Shield ini mencakup penggerebekan polisi di 16 negara, di mana
250 senjata api dan 55 mobil mewah juga disita.
Kepala Kepolisian Nasional
Belanda Constable Jannine van den Berg mengatakan operasi itu merupakan
“pukulan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap jaringan kriminal, dan
ini di seluruh dunia.”
Asisten Direktur Unit
Investigasi Kriminal di Biro Penyidik Federal (FBI) Amerika Calvin Shivers
mengatakan Operasi Trojan Shield ini “adalah contoh cemerlang dari apa yang
dapat dicapai ketika mitra-mitra penegak hukum internasional dari seluruh dunia
bekerjasama dan mengembangkan piranti investigasi negara untuk mendeteksi,
memutus dan membongkar organisasi kriminal transnasional.”
Para pejabat itu mengatakan kunci penyelidikan ini adalah kemampuan para otoritas penegak hukum untuk mengetahui rencana-rencana para tersangka.
Peran Penting Platform
Terenkripsi “EncroChat” dan “Sky ECC”
Badan-badan penegak hukum
melumpuhkan dua platform terenkripsi – EncroChat dan Sky ECC – yang digunakan
sindikat kejahatan ini. Pihak berwenang mengatakan kelompok-kelompok kriminal
yang memperdagangkan narkoba membutuhkan telepon atau saluran komunikasi aman
yang baru, yang disediakan FBI lewat aplikasi yang disebut ANOM yang dipasang
di telepon-telepon seluler yang telah dimodifikasi.
Selama 18 bulan terakhir ini FBI telah membagi-bagikan telepon seluler yang terenkripsi dengan aplikasi ANOM – yang diyakini para tersangka sebagai saluran yang aman untuk digunakan – pada lebih dari 300 kelompok kejahatan yang beroperasi di 100 negara. Hal ini memungkinkan pihak berwenang memantau pengiriman narkoba yang dilakukan kelompok-kelompok itu dan rencana lainnya.
“Ada kekosongan karena
kurangnya platform terenkripsi ini, sehingga menciptakan kesempatan untuk
melakukan kolaborasi dengan mitra-mitra internasional kami, tidak saja untuk
mengembangkan piranti khusus tetapi juga mengembangkan proses mengumpulkan dan
menyebarluaskan informasi intelijen,” ujar Shivers.
FBI Pimpin Operasi Trojan
Shield
Operasi Trojan Shield dipimpin
oleh FBI, tetapi juga mengikutsertakan Badan Penanganan Narkoba (DEA), badan
kepolisian Uni Eropa Europol dan badan-badan penegak hukum di lebih dari 20
negara.
Di Australia saja, pihak
berwenang mengatakan mereka telah menangkap 224 orang, menyita lebih dari empat
ton narkoba dan 35 juta dolar dalam penyelidikan yang berlangsung selama tiga
tahun.
“Hari ini pemerintah
Australia, sebagai bagian dari operasi global, telah memberi pukulan keras pada
kejahatan terorganisir,” ujar Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada
wartawan.
“Tidak saja di negara ini,
langkah ini akan digemakan terhadap kejahatan terorganisir di seluruh dunia,”
tambahnya. (*)
Peredaran Narkoba di Arab Saudi, Tangkap Dua Pengedar
BY GentaraNews IN Internasional


