Watzap

 watzap

Gema Nusantara - Anti Narkoba

Baca Juga

Daerah (448) Nasional (203) Berita (110) Internasional (32) education (25) Berita Gema Nusantara (24) news (16) Tentang Narkoba (6) Duit (5) video (4) Gema (3) Peraturan (2) Profile (2) Teknologi (1) herbal (1) kesehatan (1)

Sabtu, 31 Oktober 2020

3 Pengedar Narkoba Ditangkap di Langsa, 1 Kg Sabu Diamankan

BY GentaraNews IN


Tim gabungan dari Satuan Reserse Narkoba Polres Langsa, Polda Aceh, menangkap tiga pengedar narkoba jenis sabu-sabu antarprovinsi yang hendak mengedarkan barang terlarang tersebut ke Lampung. Barang bukti yang diamankan kemasan teh Guanyinwang warna hijau diduga berisi sabu-sabu dengan berat 1 Kg. Sabtu (1/11/2020)

Kepala Satuan Reserse Narkoba Iptu Imam Aziz Rachman membenarkan kejadian tersebut, mengatakan dua dari tiga tersangka ditangkap di tempat terpisah.

"Dua pengedar sabu-sabu antarprovinsi tersebut diringkus di Pos Lantas Gampong Simpang Lhee, Kecamatan Langsa Barat. Sedangkan seorang lagi ditangkap di Aceh Utara," kata Iptu Imam Aziz Rachman.

Ketiga pelaku yakni berinisial MA (19), MU ( 27), SD (43). Ketiganya warga Kabupaten Aceh Utara. Mereka ditangkap Minggu (1/11) sekira pukul 02.30 WIB. 

Iptu Imam Aziz Rachman mengatakan penangkapan ketiga pelaku berdasarkan informasi masyarakat yang menyebutkan ada dua laki-laki membawa sabu-sabu dalam jumlah akan melewati Kota Langsa.

Dari informasi tersebut, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Langsa menyelidikinya. Polisi mendapat informasi kedua pelaku menumpangi bus tujuan Medan.

"Petugas menghentikan bus ditumpangi kedua pelaku di pos lantas dan memeriksa bawaan penumpang. Saat memeriksa tas penumpang berinisial MA, ditemukan kemasan teh berisi sabu-sabu dengan berat 1.060 gram," kata Iptu Imam Aziz.

Polisi langsung mengamankan MA. Dari pengakuannya, barang terlarang tersebut dibawanya bersama MU yang turut berada di bus tersebut. MU akhirnya turut diamankan polisi.

"Dari hasil pemeriksaan, MA mengaku sabu-sabu tersebut didapatnya dari SD di Aceh Utara. Rencananya, barang terlarang tersebut hendak dibawa ke Lampung," kata Iptu Imam Aziz.

Selanjutnya, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Langsa mengejar keberadaan SD di Aceh Utara. SD akhirnya ditangkap di pinggir jalan di wilayah Aceh Utara, Minggu (1/11) pukul 10.00 WIB. Bersama SD turut diamankan sepeda motor dan telepon genggam.

Pelaku SD mengaku sabu-sabu tersebut didapatnya dari seseorang berinisial A yang berdomisili diluar Aceh. Polres Langsa memasukkan A dalam daftar pencarian orang (DPO).

Ketiga pelaku dikenakan Pasal 112 Ayat (2) jo Pasal 114 Ayat (2) Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun penjara. (LEP)

Sandy Tumiwa Selesai Di Rehabilitasi, Siap Terjun Kembali ke Dunia Akting

BY GentaraNews IN


Aktor ganteng berusia 38 tahun Sandy Tumiwa akhirnya bisa beraktivitas kembali setelah tiga bulan menjalani masa rehabilitasi ketergantungannya akan obat-obatan terlarang, telah resmi keluar dari Yayasan Yakita Trace Center di Ciawi, Jawa Barat. Sejak Jumat (30/10),

Sandy pun mengucap syukur kepada Tuhan. Sandy juga bersyukur dengan kasus narkoba yang menjeratnya dulu, ia bisa menyadari kesalahan-kesalahannya di masa lalu.

"Guru akting ngajarin, sebagai pemain harus jujur pada diri sendiri. Jadi, belajar melakon dari kehidupan kita sendiri. Justru semakin berumur semakin punya nilai karena kualitas yang dicari," jelas Sandy.

"Saya lagi terus belajar. Bukan berarti saya hebat. Tapi kan proses, aktualisasi diri, pencapaian, mau dikenang seperti apa, sih, nanti ketika udah dipanggil sama Allah," tukas Sandy.

Didampingi kuasa hukumnya, Andre Nusi dan ayah kandungnya, Denni Tumiwa, ia kembali tampil di depan publik. Tampak segar dengan postur tubuh lebih besar.

"Yang pertama saya bersyukur sama Allah SWT yang sudah memberikan anugrahnya, kasih karunianya yang akhirnya saya bisa mendapatkan terus yang namanya hidayah," kata Sandy Tumiwa di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (1/10/2020).

"Untuk bisa menyadari yang namanya kesalahan-kesalahan di masa lampau dan akhirnya terus berdamai dengan masa lalu saya," sambungnya lagi.

Ditambah, Sandy Tumiwa juga senang lantaran mendapatkan maaf dari ayahnya setelah sempat bersiteru.

"Jadi saya sudah melepaskan pengampunan dan akhirnya di sini kan saya juga diajarkan untuk namanya silaturahim. Jadi saya bersilaturahim sama keluarga, saya mendapatkan pelajaran harta yang sessungguhnya itu adalah keluarga," ungkapnya.

Sementara pengacaranya, Andre Nusi mengatakan Sandy Tumiwa keluar dari tempat rehabilitasi sejak Jumat (30/10/2020). Dia memastikan kliennya sudah sembuh dari candu narkoba.

"Yang sekarang ini Sandy baru keluar perhari Jumat kemarin keluar rehabilitasi selama 3 bulan," ujar Andre Nusi.

Andre munuturkan, Sandy Tumiwa telah bebas dari masalah hukum dan pengobatan rehabilitasi sepenuhnya. Ia memastikan kliennya sudah bisa kembali beraktivitas.

"Bebas resminya Sandy juga mengartikan bahwa dirinya tak wajib lapor lagi. Masa hukumannya juga telah usai dan Sandy siap untuk memulai kehidupannya yang baru," jelas Andre Nusi. (LEP)

Polres Lampung Selatan Gagalkan Penyelundupan 80 Kg Ganja 36 Kg Sabu dan 2.500 pil Ekstasi

BY GentaraNews IN


Polres Lampung Selatan selama Oktober 2020 berhasil ungkap penyelundupan narkoba yang masuk di areal pemeriksaan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, diantaranya daun ganja kering seberat 80 kg, sabu 36 kg, dan 2.500 pil ekstasi. Mengamankan 15 orang tersangka.

Dalam jumpa pers di Mapolres, Kapolres Lampung Selatan AKBP Zaky Alkazar Nasution menjelaskan selama satu bulan berhasil ungkap enam penyelundupan narkoba. Sabtu (31/10/2020).

"Ada enam Laporan Polisi ungkap kasus narkoba, Pelaku terdiri dari kurir dan penerima narkoba," ujar Zaky Alkazar Nasution 

"Sebagian di Bakauheni dan sisanya hasil pengembangan," lanjut Kapolres Lamsel.

"Berdasarkan jumlah tangkapan berbagai macam jenis narkoba tersebut, maka sebanyak 210.000 masyarakat khususnya generasi muda yang terselamatkan," ujar Kapolres

Penyelundupan narkoba melalui pelabuhan Bakauheni dilakukan dengan cara membawa langsung menggunakan bus dan kendaraan pribadi serta jasa pengiriman barang. 

"Modus yang dilakukan dengan membawa langsung dan gunakan jasa pengiriman barang," katanya. 

"Seluruh barang bukti narkoba sabu dan pil ekstasi pada di bawa dan kirim dari beberapa kota di Provinsi Riau, sedangkan daun ganja kering dikirim dari Provinsi Aceh. Untuk sabu, ini daerah asal pengiriman barang," ujarnya. 

"Barang bukti narkoba jenis sabu dan pil ekstasi yang berhasil disita berasal dari jaringan Internasional. Berdasarkan pengakuan tersangka seperti itu," katanya. 

"Dari seluruh upaya penyelundupan narkoba melalui pelabuhan Bakauheni tidak saling berkaitan satu sama lainnya. Tidak saling berkaitan satu kasus dengan yang lainnya," ujar dia. 

Sebagian para tersangka berhasil diamankan di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni dan sebagainya lagi hasil pengembangan. "Sebagian di Bakauheni dan sisanya hasil pengembangan," kata dia. 

Kasat Resnarkoba Polres Lampung Selatan AKP Abadi, yang mendampingi Kapolres Lampung Selatan mengatakan, "penyelundupan daun ganja kering seberat 60 kg, berhasil amankan empat pelaku hasil pengembangan di berbagai tempat di Jakarta, Selasa 6 Oktober 2020," jelasnya.

"Daun ganja di kirim menggunakan jasa Pos Logistik Indonesia," ujarnya.

Untuk penyelundupan daun ganja kering kedua seberat 20kg, dibawa seorang pelaku dengan menumpang bus Simpati Star BL-7761-AA, Kamis 15 Oktober 2020, sekitar pukul 00.30.

"Hasil pengembangan berhasil amankan satu pelaku di Bekasi," ujarnya.

Sedangkan penyelundupan sabu pertama seberat 12kg yang di sembunyikan di sebagian lantai bagian depan mobil Toyota Avanza DD-1099-KV dan sebagian di dalam ban serep, Selasa 13 Oktober 2020, sekitar pukul 11.30.

"Satu kurir diamankan di Bakauheni dan pengembangan dua orang penerima barang," ujarnya.

Di hari yang sama, berhasil ungkap penyelundupan 7 kg sabu dan 2.500 butir pil ekstasi yang dibawa pelaku dengan cara menumpang bus Sari Mustika H-1694-CA.

"Barang terlarang di simpan dalam tas ransel yang di sembunyikan di bawah jok bus yang di tumpanginya," katanya.

Selanjutnya penyelundupan sabu 11kg berhasil meringkus tiga pelaku dan penyelundupan 6 kg sabu berhasil diamankan 2 orang pelaku. "Dua diringkus di Bakauheni dan sisanya hasil pengembangan," kata dia.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para pelaku di jerat dengan pasal 112 junto Pasal 114 junto pasal 132 UU RI 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan paling singkat 5 tahun penjara. (LEP)

Polda Aceh Sita 81 Kilogram Sabu-sabu dari 9 Pelaku di Aceh Timur

BY GentaraNews IN


Polda Aceh membentuk Tim gabungan terdiri dari Dit Res Narkoba Polda Aceh dan Polres Aceh Timur, berhasil mengamankan narkoba jenis sabu-sabu seberat 81.000 gram, dan 20 bungkus pil ekstasi, 9 orang diamankan dan 1 orang tewas di wilayah pesisir Aceh Timur.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro SIK MH, membenarkan tim gabungan mengamankan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 81.000 gram, dan pil ektasi sebanyak 20 bungkus, dan sembilan pelaku yang salah satunya meninggal karena terkena tembakan saat penangkapan.

"Iya benar," ungkap Kapolres yang mengarahkan konfirmasi lebih lanjut ke Dit Res Narkoba Polda Aceh.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, penangkapan itu berawal Kamis (29/10/2020) sore, tim gabungan memperoleh informasi akan ada pengiriman narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi dari Aceh Timur ke Kota Langsa menggunakan mobil jenis Toyota Innova.

Kamis (29/10/2020) sekitar pukul 24.00 WIB, Innova yang membawa narkoba itu keluar dari tempat persembuyiannya dan melaju ke arah Langsa dengan kecepatan tinggi.

Tim Gabungan langsung mengikuti di belakang, dan melakukan pengejaran kemudian tim gabungan melepaskan tembakan peringatan namun mobil Toyota Kijang Innova itu tak berhenti, kemudian tim gabungan melepaskan tembakan ke arah mobil yang mengenai pintu samping belakang sopir.

Kemudian mobil berhenti, dan petugas mengamankan dua pelaku AS, dan AB serta barang bukti empat karung berisi sabu-sabu, dan pil ektasi.

Diakui kedua pelaku, di depan mereka sudah melaju dua mobil sebagai pengintai jalan, yaitu mobil Suzuki Ertiga warna putih, dan Honda Jazz warna hitam.

Kemudian, tim gabungan melakukan pengejaran.

Setibanya di simpang empat lampu merah Kota Idi, mobil Ertiga berhasil diamankan, dan seorang pengemudi berinisial turut LM diamankan.

Dan mobil Honda Jazz berhasil diamankan tim gabungan di jembatan Peureulak, dan petugas mengamankan dua pelaku CH, dan NZ.

Kemudian, ke-5 pelaku dibawa ke Polsek Darul Aman. Hasil introgasi, tim gabungan melakukan pengembangan ke Kecamatan Simpang Ulim.

Dari Kecamatan Simpang Ulim, tim gabungan mengamankan Ib sebagai kurir, dan Jh sebagai telinga boat.

Kemudian, mengamankan MN sebagai coordinator, dan HD sebagai pemilik boat. Sedangkan, tekong boat AB berhasil melarikan diri.

Saat ini, para pelaku, dan barang narkoba, serta mobil yang diamankan dari pelaku telah diamankan di Mapolres Aceh Timur, untuk penyelidikan lebih lanjut.(LEP)

Surat Keterangan Bebas Narkoba di Rumah Sakit hingga BNN, Simak Syarat dan Biaya Tesnya

BY GentaraNews IN

Di artikel ini juga memuat cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba.


Surat Keterangan Bebas Narkoba biasanya digunakan untuk memenuhi persyaratan wajib sekolah hingga melamar pekerjaan.

Biasanya, Surat Keterangan Bebas Narkoba wajib dimiliki seseorang selama proses seleksi CPNS, seleksi anggota TNI dan Polri, seleksi pegawai BUMN, atau seleksi beasiswa sekolah.

Tidak menutup kemungkinan Surat Keterangan Bebas Narkoba juga sebagai syarat mendaftar pekerjaan di instansi swasta.

Zat-zat yang masuk dalam kategori psikotropika, narkotik, dan zat adiktif lainnya adalah seperti ganja, sabu, kokain, sampai obat penenang lainnya.

Ada 3 tempat yang dapat didatangi untuk membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), yaitu:

- Rumah sakit
- Kantor polisi, dan
- Kantor BNN

Berikut cara membuat SKNB di rumah sakit, kantor polisi, dan di kantor BNN:

Sebelum mendatangi salah satu dari 3 tempat tersebut ada baiknya kamu mempersiapkan syarat pembuatan SKBN ini terlebih dahulu. Syaratnya adalah sebagai berikiut:

Syarat membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) untuk Melamar Kerja atau Sekolah

Pas foto Berwarna sesuai dengan tahun kelahiran (genap = biru), (ganjil = merah) sebanyak 3 lembar Ukuran 4 cm x 6 cm.

Fotokopi E-KTP sejumlah 3 lembar, beserta E-KTP yang asli.

Fotokopi Kartu Keluarga sejumlah 3 lembar, beserta KK yang asli.

Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di Rumah Sakit

Sebagian besar rumah sakit bisa menerbitkan surat keterangan terbebas dari narkoba, tapi yang sudah pasti menyediakan layanan ini adalah rumah sakit milik pemerintah.

Kamu bisa langsung mendatangi RSUD, klinik kesehatan, puskesmas, atau laboratorium yang terdekat dari rumahmu.

Datang ke rumah sakit atau klinik terdekat dari rumah

Ke meja pendaftaran untuk menyampaikan maksud dan tujuan ke pihak rumah sakit

Isi formulir yang disediakan oleh pihak rumah sakit

Serahkan pas foto 4 x 6 dua lembar

Nanti kamu akan dikasih alat Urine Screen Plus

Kemudian ambil sampel urine untuk kemudian dilakukan tes oleh petugas rumah sakit

Tunggu sekitar 30 menit untuk mengetahui hasilnya

Biaya yang dikeluarkan biasanya berkisar mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 500 ribu, tergantung dengan rumah sakit yang kamu pilih. Supaya lebih murah, pilihlah rumah sakit milik pemerintah.

Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di kantor polisi

Biasanya yang melayani tes Surat Keterangan Bebas Narkoba adalah kantor polisi setingkat Polres.

Di sana nanti akan ada tes urine langsung di divisi reserse narkoba.

Ketika kamu sampai, lakukan pendaftaran dengan menyerahkan persyaratan-persyaratan yang telah dibawa di loket SKBN.

Di loket SKBN nanti kamu akan diminta untuk mengambil sampel urine.

Lakukan pengambilan sampel urine.

Jika sudah mengambil urine, berikan sample tersebut kembali di loket.

Setelah itu kamu akan diminta menunggu hasil pemeriksaan sekitar 30 menit.

Jika kamu sedang buru-buru maka kamu bisa mengambil hasil tesnya dilain hari

Ketika surat dikeluarkan, maka surat tersebut akan dilegalisir dengan cap kepolisian

Catatan: Untuk pengganti alat tes Urine Screen Plus 5 Panel biasa kamu akana dikenai biaya kurang lebih Rp 150.000,-

Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di BNN

Sebelum berangkat ke BNN, kamu bisa mempersiapkan persyaratannya terlebih dahulu.

Persyaratan yang diminta sama dengan membuat di kantor polisi.

Jika kamu ingin melakukan tes gratis di BNN, kamu dapat membeli alat tes sendiri.

Biasanya harga alat ini berkisar di Rp 60 ribu hingga Rp 200 ribu.

Kamu dapat membelinya di toko-toko alat kesehatan yang terpercaya.

Cara membuat langsung di kantor BNN yaitu

Membawa alat tes urine beserta pot/wadah sendiri

Ketika sampai disana langsung mengisi formulir pendaftaran yang ada di loket

Selain itu kamu juga diminta untuk membuat surat permohonan dikeluarkannya SKBN

Pada surat tersebut akan ada pernyataan tujuan atau keperluan pembuatan surat bebas narkoba

Layanan uji lab di BNN ini cuma buka dari pukul 08.00 WIB – 12.00 WIB.

Setelah itu, hasil lab akan keluar di hari yang sama.

Setelah hasilnya jadi, jangan lupa difotokopi untuk kemudian dilegalisir menggunakan cap dari BNN.

Itulah Syarat dan Cara membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba di Rumah Sakit untuk Melamar Kerja/Sekolah.

Jumat, 30 Oktober 2020

Pengungkapan Kasus Tindak Pidana Narkoba Jenis Sabu Di Kuansing

BY GentaraNews IN


Petugas cek point covid 18 kecamatan Kuantan Mudik Riau, ungkap Kasus Tindak Pidana Narkoba jenis Sabu yang terjadi Jl. Lintas Taluk Kuantan- Kiliran Jao Desa Kasang Kec. Kuantan Mudik Kab. Kuansing, mengamankan 2 orang tersangka dengan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,72 gram. Jum'at (30/10/20).

Kronologis Kejadian Saat Personil terpadu Pos Cek Point Pengamanan Kasang menghentikan 1 (satu) Unit Ranmor Roda 4 Jenis Toyota Merk Fortuner warna abu-abu No. Pol BH 1329 SY, Personil memerintahkan untuk berhenti namun, mobil tersebut tetap berjalan sehingga dikejar dengan jarak sekira 5 meter

Setelah mobil berhenti didalam Mobil ada 2 orang laki-laki an. SUWEND Als SWIN (42 tahun), warga Panca Kayu, Kec. Limun Kab. Saralangon Jambi dan JUWANDI (41 tahun), warga Kec. Bunga raya Kab.Siak, selanjutnya kedua orang tersebut disuruh untuk keluar dari dalam mobil sementara yg lain melakukan penggeledahan belakang mobil, disaat penggeledahan personil menemukan 1 pipet (diduga peralatan bong) di dalam tas milik Juwandi, sehingga mereka diperintahkan utk memarkir mobilnya dan dilakukan penggeledahan terhadap badan dan mobil tersebut.

Saat penggeledahan itu ditemukan 1 bungkus kantong plastik ukuran kecil berisi butiran kristal diduga narkoba jenis sabu sabu, seberat 1,72 gram, yang berada di dalam laci samping kiri sopir, selanjutnya kembali dilakukan pencarian barang bukti lain di posisi tersangka berhenti, tepatnya di semak pinggir jalan ditemukan bonk terbuat dari botol plastik berisi air yg merupakan peralatan utk menggunakan sabu sabu (bong).

Selanjutnya dari penggeledahan badan di dapatkan uang tunai dari tersangka an. Suwendi sebesar Rp.9.800.000,- dalam tas pinggang dan dari tersangka an.Juwendi uang sebesar Rp.854.000,- di dalam saku celananya

Barang bukti yg didapat berupa; Satu peralatan bong, satu kantong plastik ukuran kecil berisi diduga narkoba jenis sabu sabu berat 1,72 gram, uang tunai Rp.9.800.000,-,satu unit ranmor roda 4 merk Toyota Fortuner

Atas kejadian tersebut personil Pam Cek Point Kasang mengamankan kedua tersangka, menyita barang bukti, melakukan penggeledahan, memeriksa tersangka dan saksi saksi

Kemudian kedua tersangka dibawa ke Polsek Kuantan Mudik untuk dilakukan Pemeriksaan, penangkapan serta menahan tersangka setelah sebelumnya dilakukan test urine kepada kedua tersangka degan hasil positif serta melakukan penyidikan. (LEP)


Sumber : Humas Polres Kuansing





2 Kurir Narkotika Diciduk Polisi Di Tambusai Barat

BY GentaraNews IN


Dua laki-laki ini ditangkap Polisi, diduga pelaku Tindak Pidana Narkotika jenis shabu-shabu dan ganja Kering.

Dua pelaku ditangkap masing-masing bernisial pelaku I.. ML alias Lokot, 35 tahun, warga Gunung Intan, Desa Tambusai Barat dan pelaku II. Ar alias Arpan, 42 Tahun, warga Tandihat, Desa Tambusai Barat, Kecamatan Tambusai.  Senin, (26/10/2020)

Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat, S.I.K, M. H melalui Paur Humas Ipda Totok Nurdianto, S.H. kepada wartawan membenarkan dua pelaku ditangkap Satres Narkoba Polres Rohul berdasarkan laporan Polisi setelah menerima Informasi dari masyarakat.

"Kedua Pelaku di tangkap di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada sebuah rumah di Dusun Gunung Intan Desa Tambusai Barat Kecamatan Tambusai," jelas Paur Humas Polres Rohul.

Lanjutnya, dari kedua Pelaku diamankan Barang Bukti (BB), dari Pelaku I ML alias Lokot, 4 Paket Narkotika Jenis Shabu dibungkus plastik klip warna putih bening dg berat Kotor BB 42 gram, 2 paket Narkotika Jenis Ganja Kering di bungkus plastik warna hitam dengan berat kotor BB 30 gram.

Selanjutnya, 1 pet plastic warna putih bening, 1 lbr plastic klip bening, 1 plastic warna putih merk indomaret, 5 lembar paper, 1 buah kaca pirek, 1 buah sendok terbuat dari plastik, 1 buah kompeng plastik, 1 buah timbangan digital, 1 helai celana panjang merk lois.

Lalu, 1 unit handphone merk samsung lipat warna putih dengan simcard 081378487060 dan 1 unit Spm merk supra x 125 w. biru hitam dgn no.pol BM 5777 MO.

Sedangkan dari Pelaku II, Ar alais Arpan 1 Unit Handphone merk Vivo warna biru langit dengan simcard 085283478384.

Ipda Totok Nurdianto menerangkan, penangkapan ini berawal ada hari minggu tanggal 20 Oktober 2020 Sat Narkoba mendapat informasi bahwa di desa Tambusai Barat diduga ada sebuah rumah yang sedang dijadikan tempat transaksi narkotika.

Atas informasi itu, Kasat Narkoba AKP MASJANG EFENDI memerintahkan KBO SATNARKOBA IPTU SYAFARUDDIN S.H beserta 7 orang personil untuk melakukan penyelidikan dan pada hari Senin, tgl 26 Oktober 2020 skra pukul 07.30 wib di lakukan penggerakan TKP dan pelaku I ditangkap bersama BB diamankan dari penggeledahan badan, rumah dan kendaraan kedua Pelaku.

Dari Introgasi Palaku I ML alias Lokot mengakui BB miliknya Shabu-shabu yang diperolehnya dari pelaku II Ar alias Arpan, sedangkan Narkotika Jenis Daun Ganja Kering didapat dari saudara DAHLAN yang beralamat di Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara.

Selanjutnya dilakukan pengejaran terhadap terlapor II Ar alias Arpan. Pelaku Ar ditangkap pada saat sedang tidur dirumahnya dan dari Penggeledahan rumah dan badan terlapor II Ar tidak di temukan barang bukti narkotika jenis shabu dan hanya ditemukan 1 Unit Handphone merk Vivo, namun Ar mengakui bahwa memang benar ada kerja sama melakukan peredaran narkotika bersama pelaku I.

"Saat ini dua pelaku dan BB, sudah diamankan di Mako Polres Rohul guna proses lebih lanjut," pungkasnya. (Humas Polres Rohul/SHI Group/LEP)

1 Tewas, Barang Bukti 81 Kg Sabu dan 10.000 Ekstasi Diamankan Polisi

BY GentaraNews IN


Tim Gabungan dari Dit Res Narkoba Polda Aceh dan Sat Res Narkoba Polres Aceh Timur, meringkus jaringan bandar sabu dan ekstasi, di Jalan Medan Banda Aceh, Ds. Matang Pineng, Kec. Darul Aman Kab. Aceh Timur, Jumat (30/10) sekira pukul 02:30.

Polisi berhasil mengamankan barang bukti 81 paket sabu seberat 81.000 gram atau 81 kg yang dibungkus teh cina warna hijau, sepuluh bungkus pil ekstasi warna hijau berisikan 5.000 butir, sepuluh bungku pil ekstasi warna oren berisikan 5.000 butir.

Sementara sembilan tersangka yang ditangkap yakni, Su alias Abeng, 39, wiraswasta, warga Ds. Sunggal Kanan, Kec. Sunggal, Kab. Deli Serdang (Sumut), MN, 23, nelayan, warga Dusun Nebok Ulim, Ds. Bantayan, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur, AB, 23, wiraswasta, warga Gampoeng Mulia, Kec. Langsa Kota, Kota Langsa, AS, 33, wiraswasta, warga Ds. Alue Bugeng, Kec. Peureulak Timur, Kab. Aceh Timur.

Selanjutnya, Na, 25, wiraswasta, Ds. Alue Bugeng, Kec. Peureulak Timur, Kab. Aceh Timur, Kh, 25, wiraswasta, warga Ds. Alue Bugeng, Kec. Peureulak Timur, Kab. Aceh Timur, Lu, 35, wiraswasta, Ds. Pondok Pabrik, Kec. Langsa Lama, Kota Langsa, Ib, 35, wiraswasta, Ds. Bantayan, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur, dan Ha, 45, nelayan, warga Ds. Kuala Simpang Ulim, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur. Sedangkan satu tersangka, Jh tewas dalam aksi kejar-kejaran oleh petugas.

Informasi yang himpun di lapangan, komplotan bandar sabu dan inex Aceh Timur diringkus berawal pada Kamis (29/10) sekitar pukul 18:00 anggota Gabungan Dit Res Narkoba Polda Aceh dan Sat Res Narkoba Polres Aceh Timur mendapat informasi dari masyarakat akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dan pil ekstasi (Inex) dari Kab. Aceh Timur ke Kota Langsa menggunakan mobil Toyota Innova warna putih.

Selanjutnya 24:00 petugas melakukan pengintaian mobil yang membawa narkotika tersebut keluar dari tempat persembunyiannya dan petugas langsung mengikuti dan mengejar mobil tersebut.Setelah dilakukan pengejaran terhadap mobil tersebut, petugas memberikan tembakan peringatan namun mobil tersebut tidak berhenti.

Polisi terpaksa melakukan tindakan tegas, penembakan pada mobil yang mengenai pintu samping belakang sopir. Pada saat itu juga mobil Toyota Innova berhenti dan berhasil mengamankan dua tersangka AS dan AB serta ditemukan empat karung narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi.

Hasil keterangan kedua tersangka, masih ada dua Mobil lagi di depan yakni Suzuki Ertiga putih dan Honda Jazz warna hitam yang bertugas sebagai pengintai jalan. Mendapat keterangan dari dua tersangka, tim gabungan melakukan pengejaran terhadap dua unit mobil yang berada di depan.

Sesampainya di Jalan Medan Banda Aceh Lampu Merah Kota Idi Rayeuk Tim Gabungan berhasil mengamankan mobil Suzuki Ertiga putih yang dikemudikan Lu, sedangkan tim lainnya melakukan pengejaran Honda Jazz warna hitam dan berhasil diamankan di jembatan Peureulak. Petugas mengamankan dua tersangka Kh dan Na. Kemudian, semua tersangka dibawa ke Polsek Darul Aman untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan interogasi, tim gabungan bergerak melakukan pengembangan di wilayah Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur. Sesampainya di Ds. Bantayan, Kec. Simpang Ulim, Kab. Aceh Timur Tim Gabungan berhasil mengamankan 2 tersangka yakni Ib (bertugas sebagai kurir) dan Jh.

Kemudian hasil keterangan dua tersangka tim gabungan menuju ke rumah tersangka MN (kordinator) dan berhasil mengamankannya. Selanjutnya dari hasil keterangan MN, tim gabungan menuju ke Kuala Simpang Ulim yang pada saat itu berhasil mengamankan Ha (pemilik boat) sedangkan tekong boat, Ab berhasil melarikan diri.

Sedangkan saat dilakukan penangkapan satu tersangka Jh meninggal dunia akibat terkena tembakan. Saat ini sembilan tersangka diamankan di Polres Aceh Timur untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Satu tersangka tewas berinisial Jh saat berada di ruang jenazah RSUD Langsa.

Sementara hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait penangkapan komplotan bandar narkotika tersebut. (LEP)

Kamis, 29 Oktober 2020

Napi S Dari Lapas Pekanbaru yang Diduga Pengendali Narkoba

BY GentaraNews IN


Setelah terjalin komunikasi dan musyawarah dengan Kanwil Kemenkum HAM Propinsi Riau. Polda Riau akhirnya bisa meminjam narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pekanbaru yang diduga menjadi pengendali narkoba. Inilah tampang napi yang diduga bisa mengendalikan peredaran narkoba di luar Lapas.

Napi bertubuh tambun tersebut tadi malam sudah diambil pihak Polda Riau untuk kepentingan penyelidikan, karena di duga mengendalikan peredaran narkoba. Jumat (30/10/2020).

Pria tambun berinisial S tersebut telah dibawa ke Polda Riau. Ini setelah Kepala Kanwil Kemenkum HAM Riau, Ibnu Chuldun berkoordinasi langsung dengan Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi pada Kamis (29/10) malam.

"Napinya pada pukul 23.00 WIB langsung dibawa ke Polda Riau," kata Ibnu Chuldun. 

Sebelumnya, tim Ditresnarkoba Polda Riau, yang datang ke Lapas dewasa Pekanbaru sempat terjadi adu mulut. Kedatangan tim Polda Riau ingin meminjam salah satu napi yang diduga pengendali narkoba.

Setelah satu jam lamanya bernogesiasi, tidak berhasil. Tim Polda Riau meninggalkan Lapas Pekanbaru tanpa membuahkan hasil. Padahal, tim membawa surat resmi untuk kepentingan penyelidikan.

Rabu, 28 Oktober 2020

Polisi Ingin Periksa Napi Pengendali Narkoba, Ditolak Pihan Lapas Masuk

BY GentaraNews IN


Di duga ada pengendali narkba dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru, pihak Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau Subdit 1 ingin memeriksa seorang Warga Binaan. Namun, kehadiran mereka ditolak pihak Lapas dengan alasan hari libur.

"Iya, tadi sore kita mencoba untuk memeriksa salah seorang napi yang diduga pengendali narkoba. Tapi, kehadiran kita ditolak," kata Kasubdit I Dit Narkoba Polda Riau, AKBP Hardian Pratama, SIK. Kamis (28/10/2020).

Menurut Hardian, bahwa kehadiran timnya untuk memeriksa seorang napi sudah membawa surat resmi. Surat yang dimaksud, pemberitahuan akan melakukan pemeriksaan napi yang diduga pengendali narkoba.

"Kita ada satu jam mencoba melobi dengan petugas di sana. Kita bawa surat resmi untuk kepentingan penyelidikan. Namun, kehadiran kita ditolak, alasannya hari libur tidak diperkenanan ada kunjungan termasuk dari keluarga napi," kata Hardian Pratama

Alasan tersebut terlalu dibuat-buat. Sebab, saat tim berada di sana, ternyata ada seorang wanita pengunjung di Lapas. Artinya, sekalipun hari libur ada juga pihak keluarga Napi yang bisa masuk, jelas AKBP Hardian Pratama

"Kita tahu, wanita yang keluar dari Lapas itu adalah istri dari seorang bandar narkoba yang pernah kita tangkap. Waktu itu barang buktinya 40 Kg sabu," kata Hardian Pratama.

"Dengan kehadiran Ditresnarkona Polda Riau ditolak masuk, maka napi yang diduga pengendali narkoba di luar akan menghilangkan barang bukti,"ungkap AKBP Herdian Pratama

"Kalau kita ditolak masuk, ya pasti lah, napi tersebut akan menghilangkan sejumlah alat bukti soal dia dugaan sebagai pengendali. Kita sudah berusaha menghubungi Kalapas Pekanbaru melalui saluran telepon, tapi tak diangkatnya," kata Hardian Pratama

Belum ada keterangan dari pihak Lapas Pekanbaru terkait aksi tersebut.

Selasa, 27 Oktober 2020

BNNK Tegal dan Dinkes Kota Tegal Sepakat Tandatangani MoU

BY GentaraNews IN


Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal dan BNNK Tegal jalin kerjasama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Hal tersebut dikuatkan dengan adanya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kepala Dinkes Kota Tegal, dr. Sri Prima Indraswari, Sp.KK., MM.,MH dan Kepala BNNK Tegal Sudirman S.Ag., M.Si pada hari Selasa, 20 Oktober 2020 di ruang rapat 1 lantai 2 Dinkes Kota Tegal.

Kerjasama tersebut dalam ruang lingkup meliputi jejaring kegiatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Narkoba, Sosialisasi penyalahgunaan narkoba dan Deteksi dini atau skrining penyalahgunaan narkoba.

"Kami berharap kegiatan ini bisa memacu semangat seluruh element dalam upaya P4GN, karena penanganan permasalahan narkoba tidak akan maksimal apabila hanya dilakukan oleh BNN sendiri, butuh kekuatan besar untuk menanganinya, sinergitas antar lembaga itu kunci keberhasilan", seru Sudirman.

Senada dengan hal tersebut, dr prima mengungkapkan, kolaborasi antara Dinkes dengan BNNK Tegal dalam pelaksanaan kegiatan P4GN sudah sering dilakukan dan semoga bisa terus berkesinambungan.

Selain kesepakatan bersama dan pertemuan dalam rangka pembentukan jejaring, Kegiatan ini diisi juga dengan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba yang diikuti oleh perwakilan dari puskesmas, rumah sakit dan OPD terkait. (LEP)







Nekad Bawa 19 Kg Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi Dengan Sepeda Motor

BY GentaraNews IN


Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau kembali berhasil menggagalkan peredaran narkotika jaringan internasional Malaysia-Dumai. Seorang pemuda 23 tahun berinisial R yang nekat bawa sabu dengan bobot 19 Kg dan 10 ribu butir pil ekstasi diringkus di Rokan Hilir Riau. 

R yang merupakan warga Pekanbaru itu diringkus saat melintas dengan sepeda motor di Jalan Lintas Sumatera. Dia diringkus, tepatnya di simpang Manggala Desa Tanjung Putih Kabupaten Rokan Hilir, Senin 26 Oktober 2020 sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Kenedy S.H.,M.M, saat konferensi pers di aula BNNP Riau, Selasa (27/0/20) pagi membenarkan penangkapan pelaku. Pengakuannya, R telah dua kali melakukan aksinya sebagai kurir Narkoba dengan modus yang sama.

"Pengungkapan ini berawal dari didapatkannya informasi akan ada pengiriman narkoba dari Malaysia. Pengiriaman melalui Dumai itu bertujuan ke Mahato Rokan Hilir. Informasi tersebut ditindaklanjuti tim Brantas BNNP Riau,"kata Kepala BNNP Riau

“Informasi kita dapatkan pada 24 Oktober 2020, berdasar itu kita lidik. Tepatnya tengah malam, barang itu masuk yang dijemput oleh pompong dari Dumai,” ungkapnya.

"Keesokan harinya, barang itu sudah sampai di wilayah Dumai dan akan dibawa ke daerah Rokan Hilir (Rohil). Pada saat itulah, BNNP Riau melakukan penangkapan terhadap R yang tengah membawa narkotika didalam dua buah tas berwarna hitam," lanjutnya

“Tersangka ini, membawa narkotika dari Dumai pakai sepeda motor. Pelaku yang memberikan kepada tersangka ini DPO (daftar pencarian orang) sedang kita kejar dan identitasnya sudah kita kantongi,” ungkap Brigjen Pol Kenedy.

Peran tersangka R hanya sebatas menjemput dan mengantarkan narkotika sampai di wilayah Mahato Rokan Hulu, Riau.

“Barang sampai di Mahato, barulah tersangka ini mendapat upah kurir sebesar Rp. 15 Juta,” jelas Brigjen Pol Kenedy.

Pelaku kurir narkoba R dikenakan pasal Pasal 112 Ayat (2) dan Pasal 114 Ayat (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (LE)

Senin, 26 Oktober 2020

Polres Labuhan Batu Tangkap 3 Pria Asal Aceh Terkait Narkoba, 4,2 Kg Sabu Disita

BY GentaraNews IN


Dalam jumpa pers diungkap, Kapolres Labuhanbatu yang didampingi Kanit 2 Subdit 1 Ditres Narkoba Kompol Deddi Junaidi Harahap, Kasatres Narkoba AKP Martualesi Sitepu dan Kasat Reskrim AKP Parikesit yang berlangsung di Lobi Ruangan Kapolres Labuhanbatu, bahwa berkat hasil koordinasi dengan Dit Narkoba Polda Sumut, Polres Labuhanbatu menangkap 4 pria di dua lokasi kabupaten Labuhanbatu terkait peredaran narkoba. Sebanyak 4,27 kg sabu disita aparat. 

"Pengungkapan kasus tindak pidana narkotika ini hasil koordinasi Ditnarkoba Polda Sumut dengan Polres Labuhanbatu," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK.,MH. Senin (26/10/2020).

"Empat orang tersangka berhasil ditangkap setelah mendapat informasi dari jajaran Ditnarkoba Polda Sumut oleh personel gabungan Polres Labuhanbatu dan Polsek Kualuh Hulu," kata AKBP Deni Kurniawan.

Deni menyebutkan, dari TKP Jalinsum (jalan lintas Sumatera), Aek Kanopan, Kecamatan Kualuh Hulu, petugas menangkap MM (35), warga Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh, dan S (33), warga Kota Datar, Hamparan Perak, Deli Serdang.

Dari kedua tersangka, petugas menyita satu unit mobil. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan. Dari informasi kedua tersangka itu, diperoleh keterangan bahwa temannya sudah melintas terlebih dahulu dengan mengendarai mobil.

"Dari informasi tersebut, petugas gabungan Polres Labuhanbatu turun ke lapangan dan mengamankan mobil tersebut saat melintas di Jl Ahmad Yani, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu, tepatnya di jalan umum di depan Hotel Garuda," sebut Deni Kurniawan.

Dari dalam mobil itu, petugas mengamankan dua pria, yakni M alias Mis (45) dan S alias Adi (23). Keduanya warga Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.

"Dari tersangka ini disita barang bukti 4 bungkus diduga berisikan narkotika jenis sabu berat bruto 4.270 gram. Satu loudspeaker, 1 unit mobil, 2 dompet, dan 3 unit HP," sebut Deni Kurniawan.

Selanjutnya, hasil penangkapan tersebut dilaporkan ke Ditnarkoba Polda Sumut, yang telah mengikuti pergerakan kedua unit mobil tersebut sejak dari titik keberangkatan pada 24 Oktober 2020 dari daerah Peureulak, Aceh Timur, yang mana sabu tersebut rencananya akan diedarkan di Bandar Lampung.

"Para tersangka dijanjikan upah masing-masing sebesar Rp 10 juta. Untuk ke-4 tersangka dijerat dengan Pasal 114 Sub 112 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkas Kapolres Labuhanbatu. (LEP)

Sumpah Pemuda Momentum Tumpas Narkoba

BY GentaraNews IN

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Edison Isir beserta jajaran dan pejabat instansi terkait menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba di halaman Mapolrestabes Surabaya.



Polrestabes Surabaya memusnahkan barang bukti pengungkapan kasus di Mapolrestabes Surabaya, Jawa Timur, . Yakni 79,225 kilogram sabu-sabu, 37,71 gram ganja,16.936.000 ekstasi, 17.758 happy five, dan 164.947 pil obat keras. Yang juga dihadiri dari unsur BNNK Surabaya, Pengadilan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Surabaya dan Perak, serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya dan aktivis pemberantasan narkoba. Seluruh barang bukti tersebut dimusnahkan dengan dibakar menggunakan incinerator.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Usir dalam sambutan pemusnahan barang bukti narkoba di halaman Mapolrestabes Surabaya mengatakan, " Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk bersama memberantas narkoba. Para pemuda harus terlibat dalam pencegahan peredaran narkoba". Ucapnya Senin (26/10/20). 

"Barang bukti yang dimusnahkan tersebut adalah hasil tangkapan selama Juni-Oktober. Sebanyak 78,671 kilogram sabu-sabu (SS), 14.791 butir ekstasi, 294,69 butir ekstasi, 17.728 butir happy five, dan 96 ribu pil LL. Dengan jumlah 25 kasus dan 33 tersangka diamankan," papar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Eddison Isir.

Sebelum dimusnahkan, barang bukti narkoba diperiksa dulu keasliannya. Kemudian pemusnahan dilakukan secara bertahap hingga barang bukti habis terbakar. "Semua harus bersatu untuk memberantas narkoba," kata Isir.

"Jaringan narkoba itu mengedarkan sabu di berbagai wilayah di Jawa Timur. Baik itu di Surabaya, Pasuruan, Malang, Sidoarjo, dan daerah lainnya. "Kita harus bentuk jaringan pemberantasan dengan melibatkan seluruh komponen," ungkap Kapolrestabes Surabaya.

"Pihak kepolisian tidak akan mentolerir segala macam tindakan penyalahgunaan narkoba. “Kami akan terus memerangi. Penyidik tidak pernah berhenti,” ujar John Eddizon Isir.

Sementara itu, Wakasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Heru Dwi Purnomo menyampaikan, sabu-sabu yang dimusnahkan itu seluruhnya berasal dari jaringan Malaysia. Barang haram itu masuk ke Indonesia dibawa kurir jalur laut dari Sumatera.

”Ke Surabaya melalui jalur darat menggunakan bus atau kereta api,” terang Heru. (LEP).

Selama 2020, 113 Oknum Polisi Dipecat Umumnya Terjerat Kasus Narkoba

BY GentaraNews IN

Mabes Polri mencatat sepanjang Januari hingga Oktober 2020, sebanyak 113 oknum anggota polisi dipecat karena melakukan berbagai pelanggaran berat.

Mayoritas mereka terjerat kasus narkoba. Dari ratusan anggota Polri tersebut, mayoritas atau 80 persen, terseret kasus narkoba.

Namun, Argo tak merinci jumlah anggota yang terjerat kasus narkoba.

“Tindakan tegas polisi, oknum yang terlibat berbagai pelanggaran berat khususnya narkoba dipecat. Sepanjang Januari sampai Oktober ada 113 orang,” ungkap Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, di Jakarta, Senin 26 Oktober 2020.

Menurut Argo, oknum anggota Polri yang terlibat masalah hukum termasuk narkoba, ada yang sudah inkrah dan masih berproses di persidangan.

Proses pemecatan oknum yang diduga melanggar tersebut menunggu putusan berkekuatan hukum tetap.

Argo mengatakan, Polri akan terus memberantas peredaran narkoba di Indonesia. Mereka yang terlibat kasus narkoba akan ditindak tegas, termasuk polisi.

Kasus terbaru adalah mantan Kasie Identifikasi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kompol IZ, yang menjadi kurir narkoba di Riau.

Adapun IZ ditangkap saat membawa sabu sebanyak 16 kilogram. Penangkapan dilakukan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, Jumat (23/10/2020).

Atas tindakan tersebut, Mabes Polri memandang Kompol IZ pantas diganjar hukuman mati.

"Komitmen Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis sangat jelas dan tegas. Anggota yang terlibat harus dihukum mati karena sebenarnya dia tahu Undang-Undang dan dia tahu hukum," ungkap Argo melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2020).

Selain itu, Kompol IZ juga terancam dipecat dari anggota kepolisian apabila dinyatakan terbukti bersalah oleh majelis hakim nanti.

Kompol IZ sebelumnya ditembak karena melarikan diri dengan menggunakan mobil bersama seorang rekan sesama kurir sabu berinisial HW (52).

Polisi saat itu memberondong mobil pelaku dengan senjata api. Akibatnya, oknum tersebut tertembak di bagian lengan dan punggung. Mobil tersangka terus berupaya kabur hingga menabrak beberapa kendaraan lain," 

Oknum perwira polisi tersebut saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau.

Atas tindakannya, Agung mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka diancam hukuman mati atau penjara paling lama 20 tahun. (LEP)

Minggu, 25 Oktober 2020

BTN Tegal Tes Urine Pegawai Untuk Tingkatkan Kinerja

BY GentaraNews IN


Penyalahgunaan narkoba merupakan tindak kejahatan yang tidak pandang bulu. Hampir semua kalangan masyarakat dari segala rentang usia, latar belakang dan status sosial bisa terkena dampaknya.

Dalam rangka menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, dibutuhkan SDM-SDM yang berkompeten dan terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. PT Bank Tabungan Negara ( Persero ) Tbk Kantor Cabang Tegal melaksanakan kegiatan tes urine kepada 36 pegawai. Senin, 26 Oktober 2020.

Pelaksanaan kegiatan tersebut langsung diawasi oleh Branch Manager, Satrijo Katri Wilargo dan Kepala BNNK Tegal, Sudirman S.Ag., M.Si.

Menurut Sudirman, kegiatan ini penting untuk dilakukan, karena selain sebagai deteksi dini penyalahgunaan, kegiatan ini juga merupakan wujud implementasi dari inpres no 2 tahun 2020 Tentang Rencana Aksi Nasional (RAN) P4GN.

Dimana dalam pelaksanaan RAN P4GN, menurut Inpres ini, perlu mengikutsertakan peran masyarakat dan pelaku usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sudirman juga mengajak para peserta yang hadir untuk melakukan pola hidup sehat dan tanpa narkoba serta bersama-sama berperan aktif dalam perang terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Selain itu, Satrijo Katri Wilargo juga mengungkapkan penyalahgunaan narkoba akan menurunkan kinerja sehingga sangat berdampak kepada tugas dan tanggungjawab pegawai.

Penyalahgunaan narkoba tentunya akan sangat mengganggu dan merugikan, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun tempat dimana kita berkerja, apalagi sampai mempengaruhi rekan kerja yang lain hingga terjerumus ke dalam tindakan peredaran ilegal.

"Kalangan pekerja merupakan salah satu kelompok yang tak luput dari penyalahgunaan narkoba. Bahkan, pekerja merupakan kelompok dengan pengguna narkoba tertinggi," ucap Sudirman

"Puji syukur, kegiatan tes urine bisa berjalan dengan lancar dengan hasil negatif atau tidak ditemukan adanya tindak penyalahgunaan narkoba, pungkasnya. (LEP)







Sabtu, 24 Oktober 2020

Polda Riau Amankan 5 Pelaku Dan BB Sabu 36 kg

BY GentaraNews IN


Kapolda Riau Irjen Pol. Agung Setia Imam Effendi SH, SIK, MSI saat menggelar konfrensi Pers mengungkapkan bahwa, Polda Riau Ukir Prestasi, Amankan 5 Pelaku Dan BB Sabu 36 kg, dalam 2 kasus tindak Pidana narkotika dan bukan Agustus 2020. Sabtu (24/20/20)


Kasus pertama amankan 2 pelaku dan BB sabu 20 kg.

Berawal hari Senin (12/10) sekira jam 08.20 wib Tim melakukan pengejaran terhadap sebuah Mobil Avanza warna putih Plat BM 1236 RX dengan dua orang tersangka,saat mobil dihadang oleh tim, kedua tersangka melarikan diri masuk ke dalam hutan (meninggalkan mobil), kemudian dilakukan penggeledahan mobil dan ditemukan 3 (tiga) buah tas ransel berisikan sabu ± 20 kg.

Setelah 3 hari tim melakukan pengejaran, pada hari Kamis (15/10) tim menemukan posisi kedua tersangka berada di Pulau Rupat Kab Bengkalis dan berencana akan melarikan diri ke Malaysia secara ilegal. 

Kemudian tim melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan kedua tersangka. Pada saat pengembangan ke Dumai tersangka berusaha melarikan diri sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur terhadap kedua tersangka lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polres Dumai. 

Setelah mendapatkan penanganan medis kedua tersangka kemudian dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Riau untuk dilakukan pemeriksaan.

Dari tersangka berinitial AG dan SY, petugas berhasil mengamankan 20 ( dua puluh ) bungkus Besar berisikan Narkotika Jenis Sabu, 1 ( satu ) unit mobil avanza warna putih BM 1236 RX, 1 ( satu ) buah tas sandang berisikan 1 unit Hp dan kartu nomer Hp.

Kasus kedua, Amankan 16 kg sabu dan 2 (dua) orang tersangka 

Begitu mendapatkan informasi bahwa akan ada transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Kota Pekanbaru pada Jumat (23/10) sore sekitar jam 16.00 wib, tim dari Direktorat Narkoba langsung bergerak melakukan penyelidikan untuk mengetahui transaksi tersebut. 

Selanjutnya sekitar jam 19.00 wib tim melihat mobil yang mencurigakan dimana di dalamnya ditengarai terdapat dua orang, mobil yang berjenis Opel Blazer warna Hitam plat nomer BM 1306 VW yang berhasil diamankan setelah dilakukan pengejaran dan tindakan tegas tembakan kearah mobil dan melukai tersangka.

Kejadian tersebut berawal dari tersangka HW, (51) Wiraswasta yang beralamat di jalan Permata Perum. Villa Permata Indah Blok E No. 25 ditelpon oleh seorang bernama HR (yang saat ini telah ditetapkan sebagai DPO) untuk mengambil sabu di jalan Parit Indah Pekanbaru.

Kemudian tersangka HW menelepon tersangka IZ, (55 Tahun) yang beralamat di jalan Arifin Ahmad Gang Merpati untuk ikut menjemput barang di jalan Parit Indah.

Kemudian tersangka IZ (mengendarai mobil Blazer hitam BM 1306 VW), datang ke rumah tersangka HW untuk menjemput barang.

Selanjutnya kedua tersangka berangkat menuju jalan Parit Indah dan setiba disana, sebuah motor Honda mendekati mobil dan pria yang di bonceng langsung memberikan dua tas ransel diduga berisikan sabu ke dalam mobil Blazer. 

Para pelaku diduga mengatahui adanya petugas sedang mengintai, sehingga Mobil Blazer melarikan diri. Kemudian dilakukan pengejaran oleh petugas hingga dilakukan tindakan tegas dengan melakukan tembakan beberapa kali ke dalam mobil dari arah sebelah kanan untuk menghentikannya. Namun mobil tersangka terus berupaya kabur, hingga menabrak beberapa kendaraan lain. 

Pada mobil berhadil dihentikan di jalan Soekarno Hatta/Arengka (tepatnya di depan Showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru), dan petugas berhasil menangkap para tersangka beserta barang bukti narkoba jenis sabu dalam kemasan teh.

Dari kedua tersangka, tim mengamankan Barang bukti berupa 16 (enam belas) bungkus besar yang berisikan Narkotika jenis Sabu dan 2 (dua) tas ransel warna Hitam dan Coklat, 1 (satu) unit Mobil jenis Opel Blazer warna Hitam BM 1306 VW serta 2 (dua) Handphone dengan rincian Iphone warna Silver dan Samsung android warna hitam.

Para tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan Ancaman Hukuman mati atau penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Kapolda Riau Irjen Agung Setia Imam Effendi SH SIK MSI mengatakan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya pengungkapan peredaran narkoba diwilayah hukum Polda Riau.

“Terimakasih saya sampaikan kepada masyarakat yang telah memberikan informasi berharga ini sehingga bisa kita tindaklanjuti dengan pengungkapan kasus ini. Polda Riau bersama seluruh jajaran akan terus melakukan upaya pengungkapan peredaran narkoba ini”, ungkap Agung.

“Kita tau dari 3200 orang yang ditahan, 2100 diantaranya adalah para pelaku narkoba, pengungkapan narkoba tidak bisa dilakukan dengan pelan, tapi dengan agresif dan lebih tegas lagi. Saya akan berlari untuk pengungkapan narkoba, Dan melalui Tim Harimau Kampar saya memperingatkan para pelaku saya akan kejar sampai dimanapun, termasuk saudara Heri untuk segera menyerahkan diri. dan kami komitmen untuk proses hukum bagi para tersangka narkoba dilakukan secara profesional sehingga para tersangka akan mendapatkan hukuman yang maksimal”, lanjut mantan Dir Tipidter tersebut.

Disinggung tentang dugaan keterlibatan oknum, Kapolda yang dekat dengan media ini menjawab dengan tegas.

“Sekarang bukan (anggota) lagi”, tegas Agung sambil memastikan proses hukum bagi yang bersamgkutan baik hukuman internal maupun hukum pidananya. 

“Saya berharap Hakim akan memutuskan hukuman yang layak para pengkhianat bangsa ini”, tutup jenderal yang sarat prestasi ini. (LEP)



Sumber : Bidhumas Polda Riau

Jumat, 23 Oktober 2020

Oknum Perwira Polisi Pangkat Kompol Ditangkap, Bawa 16 Kg Sabu

BY GentaraNews IN


Seorang oknum perwira di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) bernama Imam Zaidi Said, SH (55 tahun) berpangkat Kompol jabatan Kasi Ident Ditreskrimum Polda Riau dan Hendry Winata (51 thn) wiraswasta, warga Jl. Permata Perum Villa Permata Indah Blok E No. 25, Payung Sekaki Pekanbaru ditangkap Polisi di jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru, atas kasus tindak Pidana narkotika. Jumat malam (23/10/2020).


Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy, yang dikonfirmasi terkait hal itu hanya menjawab singkat. "Nanti ada releasenya," kata Agung.

Terpisah, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Victor Siagian membenarkan penangkapan itu. Penangkapan dilakukan di Jalan Soekarno-Hatta. "Ya (ada penangkapan)," ujar Victor Siagian. Sabtu (24/10/2020).

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau juga membenarkan dua pelaku telah diamankan. Satu di antaranya adalah oknum polisi yang bertugas di Ditreskrimum Polda Riau.

"Sudah kita amankan dan masih dalam proses pengembangan," kata Victor Siagian.

Dari tangan kedua pelaku, diamankan 16 kilogram sabu. "BB (barang bukti) 16 kilo," ucap Direktur Reserse Narkoba Polda Riau 

Terkait peran oknum perwira polisi itu dalam bisnis haram, sebagai sebagai kurir narkotika. "Diduga kurir," kata Victor Siagian.

Polisi melakukan tindakan tegas dan terukur kepada Zaidi Said, SH denganbvLuka tembak kena lengan atas dan Luka terdapat proyektil di bagian punggung sementara Hendry Winata hanya luka pada kepala akibat tabrakan mobil.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Sidomulyo Timur, Marpoyan Damai. Lokasi sempat macet karena warga yang berkerumun menyaksikan penangkapan pelaku.

Kronologis kejadian.

Pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2020 sekira jam 16.00, Polisi mendapat informasi akan ada transaksi narkoba jenis sabu di wilayah Kota Pekanbaru.

Atas informasi tersebut Polisi membentuk tim melakukan penyelidikan di daerah Jalan Arengka 1 Pekanbaru, setelah mengetahui ciri-ciri dari orang yang akan melakukan transaksi tersebut maka pada pukul 19.00 wib tim membuntuti kendaraan yang dipakai oleh tersangka yaitu Opel Blazer warna Hitam BM 1306 VW melintas melewati Jalan Arengka 1 dan berbelok ke arah Jalan Arifin ahmad.
Selanjutnya mobil tersebut berhenti di Jalan Parit Indah Pekanbaru.

Setelah beberapa lama menunggu, mobil tersebut berbalik arah ke jalan Sudirman sehingga tim melakukan pengejaran.

Pada saat dilakukan pengejaran salah satu tersangka membuang tas di jalan dan langsung diamankan oleh Polisi sedangkan tim lain tetap mengejar mobil tersangka, setelah beberapa saat tersangka melarikan diri tim menembak ke arah dalam mobil beberapa kali serta menabrak mobil tersangka di Jl. Soekarno Hatta / Arengka 1 depan Showroom Arengka Auto Mall Pekanbaru. 

Pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha kabur. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru untuk mendapat perawatan medis.

Dari pantauan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, Jumat malam, kedua pelaku dirawat di ruang IGD. Di sekitar rumah sakit tampak sejumlah polisi berseragam dan pakaian sipil berjaga.

Dari informasi yang kami dapat di rumah sakit Bhayangkara, seorang pria bertato, dengan tangan diikat sempat dibawa keluar oleh petugas kepolisian dengan menggunakan kursi roda. Tampak kepala pria tersebut diperban karena mengalami luka. Ia terlihat ketakutan dan menutup wajahnya saat diambil gambarnya oleh awak media.

Salah seorang dibawa keluar dari RS Bhayangkara Polda Riau. Pria bertato itu terlihat dibawa ke kantor Ditnarkoba Polda Riau, dengan berjalan kaki. Sementara seorang perwira polisi berpangkat kompol, yang dikabarkan terkena tembakan, belum keluar dari ruangan IGD RS Bhayangkara Polda Riau.

Polisi mengamankan kedua tersangka serta membawa tersangka ke rumah sakit Bhayangkara guna dilakukan pengobatan, Barang Bukti diamankan dan di bawa ke kantor guna proses penyidikan lebih lanjut dan pengembangan. (LEP)












Debat Dan Saling Ejek, Calon Presiden Amerika Bahas UU yang Hukum Berat Pecandu Narkoba

BY GentaraNews IN



Pada debat calon presiden AS, Minggu (27/9/2020). Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras meminta rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, melakukan tes narkoba sebelum atau setelah debat capres pertama.

"Saya akan sangat meminta Tes Narkoba kepada Sleepy Joe Biden sebelum, atau setelah Debat pada Selasa malam," kicau Trump di Twitter-nya.


Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengejek rivalnya, Joe Biden, calon presiden (capres) dari Partai Demokrat saat keduanya membahas soal dukungan Biden di masa lalu terhadap aturan hukum yang menghukum berat pencandu narkoba. Berbalik posisi, Biden kini mengakui dukungan itu sebagai 'kesalahan'.

Dalam undang-undang (UU) tindak kejahatan tahun 1994 yang mengatur hukuman lebih berat untuk kasus kepemilikan narkoba menjadi salah satu pembahasan kedua capres dalam debat terakhir di Nashville, Tennessee. Dilansir Reuters, Jumat (23/10/2020)

Moderator debat, Kristen Welker dari NBC, menjelaskan bahwa UU yang didukung Biden saat dia menjadi Senator AS tahun 1980-an dan 1990-an telah berkontribusi pada penahanan puluhan ribu pemuda kulit hitam yang kedapatan memiliki narkoba meskipun dalam jumlah kecil. UU ini disebut memicu penderitaan bagi banyak keluarga kulit hitam di AS hingga saat ini. Welker meminta Biden memberikan penjelasan terkait dukungannya pada masa lalu.

"100 Senator memberikan dukungan untuk rancangan undang-undang (RUU) soal narkoba dan cara menangani kasus narkoba. Itu adalah sebuah kesalahan," sebut Biden dalam jawabannya.

"Itulah mengapa saya telah berargumen bahwa, pada kenyataannya, kita tidak seharusnya mengirimkan siapapun ke penjara untuk pelanggaran narkoba murni. Mereka semuanya harus menjalani perawatan. Untuk itulah kita harus menghabiskan anggaran," cetusnya.

"Itulah sebabnya saya mendirikan pengadilan narkoba, yang tidak pernah didanai oleh teman-teman Republikan. Mereka tidak seharusnya masuk penjara karena masalah narkoba atau alkohol. Mereka harus menjalani perawatan. Itulah yang kami coba lakukan. Itulah yang akan saya lakukan," jelas Biden.

Trump menimpali Biden dengan melontarkan sindiran dan ejekan. Dia menyebut Biden hanya banyak bicara tanpa ada tindakan secara konkret.

Bagaimana, jika orang-orang kehilangan pekerjaan dan mereka melakukan bunuh diri. Depresi tinggi, alkohol bahkan narkoba," Ujar Trump

"Tapi mengapa dia tidak melakukannya? Itu semua hanya omongan tanpa tindakan dengan para politikus ini. 'Itulah yang akan saya lakukan ketika saya menjadi Presiden'. Anda menjabat Wakil Presiden bersama Obama sebagai Presiden Anda selama 8 tahun. Kenapa Anda tidak melakukannya?" sindir Trump.

Biden merespons dengan menegaskan puluhan ribu tahanan telah dibebaskan dan ribuan tahanan lainnya mendapat keringanan hukuman dan pengampunan.

"Kami melakukan banyak hal. Kami telah membebaskan 38 ribu tahanan dari penjara federal. Ada lebih dari 1.000 orang yang mendapat pengampunan. Faktanya, kami yang membuat undang-undang, yang menyatakan kami dapat melihat pola dan praktik departemen kepolisian dan apa yang mereka lakukan, bagaimana perilaku mereka," sebut Biden.

"Saya dapat melanjutkan, tapi kami telah memulai prosesnya. Kami telah memulai prosesnya. Kami kalah dalam pemilu. Itulah mengapa saya mencalonkan diri untuk memenangkan kembali pemilu itu dan mengubah kebijakan yang buruk ini," tandasnya.

Presiden ke-45 AS tersebut menuding tanpa bukti, bahwa eks wapres era Barack Obama itu menggunakan obat-obatan tertentu untuk meningkatkan kinerjanya. (LEP)

Tutorial BloggingTutorial BloggingBlogger Tricks

Baca Juga