Obat Tradisionals Ampuh dan Aman

  • Latest News

    Diberdayakan oleh Blogger.
    Minggu, 14 April 2019

    ABG Rentan Pergulan Bebas, Narkoba dan HIV/AIDS

    Narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) serta pergaulan belas sangat membahayakan remaja Indonesia. 'ABG Rentan Pergulan Bebas, Narkoba dan HIV/AIDS

    Narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) serta pergaulan belas sangat membahayakan remaja Indonesia. "ABG Rentan Pergulan Bebas, Narkoba dan HIV/AIDS

    Narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) serta pergaulan belas sangat membahayakan remaja Indonesia. "Narkoba dan gaya hidup bebas, keduanya diindikasi sebagai perusak jiwa raga generasi harapan bangsa". 

    Pemerintah bahkan telah menetapkan Indonesia sebagai negara darurat narkoba. 

    DPD Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang, mendorong semua pihak untuk peduli dan mengambil sikap berbagai langkah antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan dilakukan secara masif pemerintah dan segenap elemen bangsa.

    Untuk itu Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang, 
    Untuk mempersempit ruang gerak penyalahgunaan narkoba, rencana Pemda  Kota Tangerang Selatan membentuk satuan tugas (Satgas) anti narkoba. Tim satgas ini dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) serta lapisan masyarakat. Sehingga tiga sampai empat tahun kedepan atau tahun 2020, Tangsel bebas dari narkoba.

    Menurut Nurhadi Abdullah ”Pemda Kota Tangerang Selatan sedang menggodok perda soal narkoba. Dengan prediksi kami kota ini akan bebas dari zat berbahaya itu sekitar 2020, nanti. Ini yang sedang kami tekan dengan mengikutsertakan masyarakat dalam berpartisipasi untuk memerangi narkotika", katanya

    "Tangsel adalah kota yang strategis. Diapit oleh kota besar seperti Jakarta dan Kota Tangerang. Bukan Cuma investor saja yang datang, penyakit juga pada datang. Terlebih saat ini semakin banyak tempat hiburan malam di Kota Tangsel semakin banyaknya kaum urban, semakin mudah pula penyebaran virus HIV/AIDS melalui hubungan seks bebas dan penggunaan jarum suntik pada narkoba.," kata Nurhadi Abdullah.

    Sementara itu, masih menurut Nurhadi Abdullah yang menjadi Ketua DPD Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang Selatan mengatakan, "bergaul secara sehat dan sesuai ajaran agama maupun norma ketimuran di Indonesia perlu dilaksanakan generasi muda. 'Godaan seks sebelum nikah atau pergaulan bebas wajib dihindari karena bertentangan dengan agama dan norma.," katanya.

    Penyebaran HIV/AIDS di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dinilai memprihatinkan ternyata hanya melihat remaja, disebut sebagai ABG (anak baru gede) sebagai kalangan yang ‘rentan’ terhadap HIV/AIDS. 

    Kerentanan terhadap penularan HIV tidak ada kaitannya secara langsung dengan usia. Yang menempatkan seseorang berisiko atau tidak terkait dengan penularan HIV adalah perilaku seks orang per orang.

    Kasus HIV/AIDS yang banyak terdeteksi pada kalangan remaja terjadi pada pengguna narkoba dengan jarum suntik secara bergantian karena mereka wajib menjalani tes HIV jika hendak mengikuti program rehabilitasi.

    ”Remaja atau anak baru gede (ABG), sangat rentan dengan penyebaran penyakit HIV/AIDS terlebih jika mereka sudah terkena atau menjadi pencandu Narkoba dan seks bebas.”  tutup Nurhadi". 

    Pemerintah bahkan telah menetapkan Indonesia sebagai negara darurat narkoba. 

    DPD Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang, mendorong semua pihak untuk peduli dan mengambil sikap berbagai langkah antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan dilakukan secara masif pemerintah dan segenap elemen bangsa.

    Untuk itu Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang, 
    Untuk mempersempit ruang gerak penyalahgunaan narkoba, rencana Pemda  Kota Tangerang Selatan membentuk satuan tugas (Satgas) anti narkoba. Tim satgas ini dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) serta lapisan masyarakat. Sehingga tiga sampai empat tahun kedepan atau tahun 2020, Tangsel bebas dari narkoba.

    Menurut Nurhadi Abdullah ”Pemda Kota Tangerang Selatan sedang menggodok perda soal narkoba. Dengan prediksi kami kota ini akan bebas dari zat berbahaya itu sekitar 2020, nanti. Ini yang sedang kami tekan dengan mengikutsertakan masyarakat dalam berpartisipasi untuk memerangi narkotika", katanya

    "Tangsel adalah kota yang strategis. Diapit oleh kota besar seperti Jakarta dan Kota Tangerang. Bukan Cuma investor saja yang datang, penyakit juga pada datang. Terlebih saat ini semakin banyak tempat hiburan malam di Kota Tangsel semakin banyaknya kaum urban, semakin mudah pula penyebaran virus HIV/AIDS melalui hubungan seks bebas dan penggunaan jarum suntik pada narkoba.," kata Nurhadi Abdullah.

    Sementara itu, masih menurut Nurhadi Abdullah yang menjadi Ketua DPD Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang Selatan mengatakan, "bergaul secara sehat dan sesuai ajaran agama maupun norma ketimuran di Indonesia perlu dilaksanakan generasi muda. 'Godaan seks sebelum nikah atau pergaulan bebas wajib dihindari karena bertentangan dengan agama dan norma.," katanya.

    Penyebaran HIV/AIDS di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dinilai memprihatinkan ternyata hanya melihat remaja, disebut sebagai ABG (anak baru gede) sebagai kalangan yang ‘rentan’ terhadap HIV/AIDS. 

    Kerentanan terhadap penularan HIV tidak ada kaitannya secara langsung dengan usia. Yang menempatkan seseorang berisiko atau tidak terkait dengan penularan HIV adalah perilaku seks orang per orang.

    Kasus HIV/AIDS yang banyak terdeteksi pada kalangan remaja terjadi pada pengguna narkoba dengan jarum suntik secara bergantian karena mereka wajib menjalani tes HIV jika hendak mengikuti program rehabilitasi.

    ”Remaja atau anak baru gede (ABG), sangat rentan dengan penyebaran penyakit HIV/AIDS terlebih jika mereka sudah terkena atau menjadi pencandu Narkoba dan seks bebas.”  tutup Nurhadi". 

    Pemerintah bahkan telah menetapkan Indonesia sebagai negara darurat narkoba. 

    DPD Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang, mendorong semua pihak untuk peduli dan mengambil sikap berbagai langkah antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan dilakukan secara masif pemerintah dan segenap elemen bangsa.

    Untuk itu Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang, 
    Untuk mempersempit ruang gerak penyalahgunaan narkoba, rencana Pemda  Kota Tangerang Selatan membentuk satuan tugas (Satgas) anti narkoba. Tim satgas ini dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) serta lapisan masyarakat. Sehingga tiga sampai empat tahun kedepan atau tahun 2020, Tangsel bebas dari narkoba.

    Menurut Nurhadi Abdullah ”Pemda Kota Tangerang Selatan sedang menggodok perda soal narkoba. Dengan prediksi kami kota ini akan bebas dari zat berbahaya itu sekitar 2020, nanti. Ini yang sedang kami tekan dengan mengikutsertakan masyarakat dalam berpartisipasi untuk memerangi narkotika", katanya

    "Tangsel adalah kota yang strategis. Diapit oleh kota besar seperti Jakarta dan Kota Tangerang. Bukan Cuma investor saja yang datang, penyakit juga pada datang. Terlebih saat ini semakin banyak tempat hiburan malam di Kota Tangsel semakin banyaknya kaum urban, semakin mudah pula penyebaran virus HIV/AIDS melalui hubungan seks bebas dan penggunaan jarum suntik pada narkoba.," kata Nurhadi Abdullah.

    Sementara itu, masih menurut Nurhadi Abdullah yang menjadi Ketua DPD Gema Nusantara Anti Narkoba (Gentara) Kota Tangerang Selatan mengatakan, "bergaul secara sehat dan sesuai ajaran agama maupun norma ketimuran di Indonesia perlu dilaksanakan generasi muda. 'Godaan seks sebelum nikah atau pergaulan bebas wajib dihindari karena bertentangan dengan agama dan norma.," katanya.

    Penyebaran HIV/AIDS di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang dinilai memprihatinkan ternyata hanya melihat remaja, disebut sebagai ABG (anak baru gede) sebagai kalangan yang ‘rentan’ terhadap HIV/AIDS. 

    Kerentanan terhadap penularan HIV tidak ada kaitannya secara langsung dengan usia. Yang menempatkan seseorang berisiko atau tidak terkait dengan penularan HIV adalah perilaku seks orang per orang.

    Kasus HIV/AIDS yang banyak terdeteksi pada kalangan remaja terjadi pada pengguna narkoba dengan jarum suntik secara bergantian karena mereka wajib menjalani tes HIV jika hendak mengikuti program rehabilitasi.

    ”Remaja atau anak baru gede (ABG), sangat rentan dengan penyebaran penyakit HIV/AIDS terlebih jika mereka sudah terkena atau menjadi pencandu Narkoba dan seks bebas.”  tutup Nurhadi.

    LEP
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar :

    Posting Komentar

    Item Reviewed: ABG Rentan Pergulan Bebas, Narkoba dan HIV/AIDS Rating: 5 Reviewed By: Le putra
    Scroll to Top